Review Film: Reuni Z Kisah Dua Sahabat yang Berakhir Tawa

Mengusung tema horor komedi ke layar lebar pada tanggal 12 April 2018, film yang diarsiteki oleh penyiar radio sekaligus standup comedian Soleh Solihun membawa suasana baru di tahun 2018. Reuni Z dibintangi oleh Soleh Solihun, Tora Sudiro, Ayushita Nugraha, Dinda Dewi, Surya Saputra dan masih banyak lagi. Reuni Z menceritakan tentang kisah sahabat masa sekolah yang sudah lama tidak bertemu dan dipertemukan dalam reuni yang diselenggarakan oleh sekolah yang bernama sekolah Zenith.

Kisah dua sahabat yang sudah lama memendam rasa benci ini menjadi jalan cerita utama, konflik antara dua sahabat yang tergabung dalam satu band SMA terasa sangat kental. Sepertinya Soleh Solihun dan Tora Sudiro menghayati perannya masing-masing.

Baca juga:  Review Film: Panglima Tempur itu Bernama Dilan

Tapi sepertinya chemistry antara Soleh Solihun dan Tora Sudiro tatapan matanya tidak terasa teman yang sudah lama tidak bertemu, mungkin jika Tora Sudiro disandingkan dengan Surya Saputra agak memiliki chemistry yang kuat antara mereka berdua, karena mereka berdua pernah bermain film bersamaan, Arisan contohnya.

Mayat hidup pada film Reuni Z tidak ada yang berjenis lokal (pocong, kuntilanak, genderuo, dan susana) tapi berjenis zombie yang ditemukan pada film horor luar negri, zombie- zombie sangat totalitas, makeupnya bagus dan hampir semua zombie menghayati perannya masing masing. Ya kita patut mengapresiasi makeup mayat hidup pada film ini, tidak asal jadi seperti film horor komedi yang sering ditemukan di film-film lokal.

Kualitas gambar pada film Reuni Z agak sedikit mengecewakan, entah layar bioskop yang saya tonton atau kualitas kamera yang digunakan. Banyak frame dalam film ini yang seperti tidak fokus, saya melihat ada bias pada muka pemain, khususnya di ruang pesta. Dugaan saya kamera gagal mengambil fokus karena banyak benda benda mengkilap seperti hiasan pesta.

Untuk kamu yang menyukai ciri khas lawakan Soleh Solihun pasti akan tertawa tidak henti hentinya, karena Reuni Z kental sekali oleh lawakan lawakan sang arsitek film ini. Pada saat saya menyaksikan film ini banyak penonton yang tertawa terbahak bahak dan teriak, sepertinya sang arsitek Reuni Z sukses membawa penonton pada jalan cerita yang dibuat.

Kalau kamu punya waktu luang dan lagi suntuk memikirkan kulaih atau pekerjaan, tidak ada salahnya menonton Reuni Z. Apalagi kamu para remaja masa kini yang suka dengan Kenny Austin pasti keluar dari bioskop senyum senyum manja. Tapi harus di-ingat jangan senyum manja ke penjaga bioskop, takutnya kamu dikira sesuatu. Terakhir jangan takut makan bakso green tea karena bakso itu enak dan green tea itu menyegarkan.

Baca juga: Review Film: Marlina si Pembunuh Dalam Empat Babak 

 

Review Film: Selamatkan Bumi VS Selamatkan Orang di Downsizing

Matt Damon kembali hadir dalam film Downsizing, ditulis dan digarap oleh  Alexander Payne film sci-fi komedi ini dibintangi juga oleh penampilan Christoph Waltz, Hong Chau, Kristen Wiig, dan Udo Kier. Downsizing menceritakan tentang penemuan ilmuwan asal Norwegia yang dapat mengecilkan tubuh dengan alasan menyelamatkan planet dan berhemat.

Semua berawal dari pasangan suami istri Paul dan Audrey Safranek yang berniat mengecilkan diri mereka karena  terbeban masalah finansial. Leisureland (Komunitas komplek di mana orang-orang hasil downsizing tinggal) menawarkan mimpi yang diinginkan oleh Paul (Matt Damon) dan Audrey (Kristen Wiig). Di sana mereka bisa menjadi kaya raya, karena uang di dunia nyata dan di sana berbeda.  Tergiur dengan kehidupan mewah di Leisureland, mereka segera melakukan downsizing.

Sialnya, Audrey kabur dan mengurungkan niat untuk downsizing ketika Paul sudah menjadi kecil. Mau tidak mau, Paul harus menjalani hidup sebatang kara di Leisureland.  Sempat putus asa tinggal sendirian, Paul akhirnya menjadi seorang marketer di Land’s End.

Ketika mendatangi pesta tetangga, Paul bertemu teman baru Dušan (Christoph Waltz) yang menghabiskan hidupnya dengan pesta dan wanita di Leisureland. Usai pesta Paul tidak sengaja bertemu dengan aktivis asal Vietnam Ngoc Lan Tran (Hong Chau) yang dipaksa downsizing karena menuntut pemerintah mengambil rumahnnya. Paul mencoba menolong Ngoc Lan Tran yang terlihat kesulitan berjalan, lewat perkenalan itu Paul mengetahui sisi gelap dari downsizing dan tidak semua orang kaya di Leisureland.

Berdurasi 135 menit, Alexander Payne menyuguhkan cerita yang berhasil mencuri perhatian penonton. Kita pun terpanah dengan proses mengecil alias Downsizing dan isi Leisureland.  Walau terkadang alur ceritanya membingunkan, karena tidak jelas arah karakter Paul ingin ke mana. Namun semua itu tertolong dengan munculnya Dušan yang diperankan oleh Christoph Waltz yang cukup memecah tawa.

Spotlight lainnya hadir lewat karakter Ngoc Lan Tran. Tak heran jika Hong Chau dinominasikan aktris pendukung terbaik Golden Globes 2018. Aksen Vietnam, kejenakaan, sifat penolong dan kepolosannya berhasil membuat penononton tertawa lepas sekaligus haru karena kisahnya.

Di sisi lain, Downsizing merupakan usaha ilmuwan untuk menyelamatkan planet, dengan mengecil sampah yang dihasilkan manusia menjadi lebih sedikit. Bedanya, di Vietnam proses downsizing dijadikan alat untuk mengancam para pendemo. Dengan mengecil, hak dan suara para aktivis tidak ada yang mendengar. Cukup tragis bukan?

Downsizing menawarkan sesuatu yang berbeda,  penemuan secanggih apapun pasti memiliki pro dan kontra.  Alexander Payne menyampaikan sebelum menyelamatkan planet ini, mungkin bisa menengok sekitar dan menolong mereka yang kesulitan.

Jangan lupa saksikan Downsizing, sedang tayang di bioskop.

Baca juga:

Lihat Aksi Matt Damon dan Andy Lau di The Great Wall

Apa Bedanya film The Martian dengan Film Luar Angkasa Lainnya?

 

Obati Rindu Masa Kecil dengan Tampilan Baru Power Rangers

The wait is over, film Power Rangers akhirnya tayang di layar lebar. Film yang diadaptasi dari tim superhero warna-warni era 90an ini produksi oleh Lionsgate dan Temple Hill Ent, serta digarap oleh Dean Israelite (Project Almanac).  Aktor-aktor muda pun direkruit untuk menjadi pasukan Power Rangers, mereka adalah Dacre Montgomery, Naomi Scott, RJ Cyler, Becky G dan Ludi Lin. Tak hanya mereka, film ini menampilkan jajaran aktor senior seperti Elizabeth Banks, Bill Hader, dan Bryan Cranston.

Sebelum mereka berkumpul, cerita dimulai masa lalu era Cenozoic, dimana Zordon seorang Ranger Merah yang harus melindungi kristal zeo namun dikhianati timnya Ranger Hijau alias Rita Repulsa, Zordon pun berhasil mengubur kristal zeo dengan bantuan Alpha 5 hingga Rita terlempar jauh ke dalam laut.

Kembali ke masa sekarang, Jason Lee Scott bintang football  yang harus mengikuti kelas detention karena kenakalannya. Di sanalah Jason bertemu dengan Billy murid jenius yang mengidap autis dan anggota cheerleader Kimberly, mereka sama-sama ada di kelas hukuman hari Sabtu. Jason pun berteman dengan Billy dan menemaninya ke pertambangan Angel  Grove. Billy pun meledakkan salah satu lokasi temuannya dan menemukan Power Coins warna-warni, ledakan itu membawa Kimberly, Zack dan Trini yang kebetulan berada di lokasi muncul.

Berkumpullah mereka 5 anak SMA sebagai Power Rangers yang terpilih. Dengan bantuan Alpha 5 dan Zordon, ke-5 remaja ini dibimbing bagaimana cara bertransformarsi dan mengalahkan Rita Repulsa yang kembali bangkit untuk merebut kristal zeo? akankah mereka berhasil?

Power Rangers kekinian tampil cukup berbeda dari versi serial TV, mulai dari kostum yang terlihat seperti Iron Man, Zord yang terlihat seperti Transformers dinosaurus. Alpha 5 pun tampil berbeda dengan kepala layaknya pesawat UFO dan lebih kurus, sementara Zordon yang kita kenal dengan muncul sebagai hologram kini tampil dengan desain 3D yang muncul di layar dengan efek CGI. Benar-benar penyegaran setiap karakter.

Dean memfokuskan bagaimana Power Rangers terbentuk dan asal muasal konflik Rita Repulsa dan Zordon. Pertemuan Jason, Kim dan Billy pun bisa dibilang cukup berkesan karena mirip film Breakfast Club (1985).  Power Rangers menampilkan superhero LGBT dan autis pertama, penyanyi lagu Shower, Becky G memerankan ranger kuning alias Trini yang cukup menarik perhatian karena di sana berperan sebagai lesbian. Billy atau ranger biru yang pengidap autis diperankan oleh aktor kulit hitam RJ Cyler. Pemimpin mereka ranger merah diperankan oleh aktor asal Australia Dacre Montgomery, ranger pink diperankan aktris Inggris Naomi Scott dan ranger hitam a.k.a Zack diperankan Ludin Lin, aktor asal Cina. So tidak ada isu rasis, karena semua setara dalam film ini.

Drama sangat terasa dalam film ini,  ke-5 remaja yang memiliki permasalahan pribadi dan ini menjadikan proses bonding terasa klop dari setiap pemain. Beragam lelucon pun diselipkan agar tidak terlalu serius, mulai dari lelucon negro, hingga kelakuan jenaka dari setiap pemain.

Sejauh ini saya puas dengan proses bagaimana para ranger terbentuk, momen terbaik ketika zord mulai keluar bersamaan dengan lagu ikonik Go Go Power Rangers pastinya bikin kalian merinding dan kerinduan serial masa kecil terobati. Megazord salah satu robot andalan para rangers, namun ketika transformasi tidak begitu diperlihatkan, tampilannnya pun lebih ramping dari versi serial TV.

Sangat disayangkan jika ulasan Power Rangers di bawah 50% di Rotten Tomatoes, mungkin beberapa penonton menantikan aksi tanpa akhir, tetapi yang disajikan proses dan aksi pertama mereka melawan Goldar. Tak selesai di sini, Power Rangers dikabarkan akan ada kelanjutannya, jangan buru-buru beranjak setelah credit scene karena ada spoiler. Tambahan, rindu pemain lama Power Rangers? temukan mereka yang hadir sebagai kameo.

Review Film: Tersenyum & Terharu Menonton La La Land

Sukses menyabet 7 piala Golden Globes membuat semakin penasaran apa yang beda dari film drama musikal arahan Damien Chazelle (Whiplash). La La Land dibintangi Ryan Gosling, Emma Stone, John Legend dan Rosemarie DeWitt.

Ditulis oleh Damien, film ini mengisahkan kisah Mia (Emma Stone) seorang barista di  Warner Bros Studio yang bercita-cita menjadi seorang aktris dan mengikuti puluhan audisi di Los Angeles. Sebastian (Ryan Gosling) seorang pianis yang ingin mempertahankan musik Jazz dan membuat bar sendiri namun kesulitan financial. Pertemuan mereka berawal dari klakson kesal di kemacetan jalan tol Los Angeles, restoran tempat Sebastian bermain piano hingga sebuah pesta yang akhirnya membuat mereka mengobrol panjang dan saling bertukar cerita mimpi masing-masing.

Semakin hari mereka pun semakin dekat dan berpacaran. Mia yang letih kegagalan beragam audisi disarankan Sebastian menulis nasah drama sendiri. Karena sudah tinggal bersama, Sebastian pun harus mencari pekerjaan tetap dan akhirnya terpaksa bergabung di band jazz mainstream The Messengers, yang diajak teman lamanya Keith (John Legend). Mia yang gugup akan penampilan drama solonya, mempertanyakan dimana sosok Sebastian yang seharusnya memberikan dukungan namun sibuk tur bersama bandnya. Apakah mimpi Mia dan Sebastian akan terwujud?

Mungkin cerita La La Land sederhana, pasangan yang ingin mewujudkan dan saling mendukung. Namun di sini berbeda, akting dari Emma Stone dan Ryan Gosling sungguh menyihir film ini. Ditambah musik score dan lagu-lagu arahan Justin Hurwitz yang sukses membuat kita tertawa,tersenyum, menghentakkan kaki hingga meringis sedih.

Penyutradaraan Damien Chazelle sudah tidak diragukan lagi, saya sudah terpukau dengan adegan pembuka film di kemacetan flyover dengan 100 lebih penari yang menyanyikan Another Day of Sun.  Penampilan Ryan dan Emma cukup membuat kagum ketika menyanyikan A Lovely Night dan tap dance di Hollywood Hills. Tidak ketinggalan siulan Ryan Gosling dalam lagu City of Stars dan puncak manisnya ketika mereka menyanyikan lagu Planetarium, kemudian kembali haru saat Emma Stone dalam lagu Audition (The Fools Who Dream). Rasanya setiap lagu memberikan cerita yang terngiang di kepala.  La La Land memberikan rasa pahit-manis yang membuat kita tersenyum serta terharu menontonnya.

Review Film: Penampilan Memukau Amy Adams di Arrival

Awal tahun 2017 disambut film genre science fiction arahan Denis Villeneuve (sutradara Sicario). Arrival tayang di bioskop Indonesia pada 6 Januari 2017, telat lebih dari satu bulan penayangannya namun tetap dinanti. Diangkat dari cerita pendek karya Ted Chiang yang berjudul Story of Your Life (1998), film ini dibintangi nominator Oscar Amy Adams, pemeran Hawkeye  Jeremy Renner dan pemenang Oscar Forest Whitaker.

Berawal gambaran flashback ahli linguistik (bahasa) Louise Banks (Amy Adams) menggendong anak perempuannya hingga tumbuh besar dan terlihat anaknya sakit kemudian semua beranjak ketika Louise sedang mengajar di kampus dan munculnya berita kemunculan kapsul asing di 12 lokasi (mereka menyebutnya Heptapod). Perwira tinggi Amerika Serikat pun mengontak Louise untuk mencoba menerjemahkan audio dari dalam kapsul tersebut, namun Louise berpendapata tidak menerjemahkan jika tidak berinteraksi langsung.

Louise pun diterbangkan ke lokasi salah satu kapsul bersama seorang ahli matematika Ian Donelly (Jeremy Renner), mereka pun dipercaya untuk masuk ke dalam kapsul dengan bantuan baju anti radiasi. Louise pun mencoba berkomunikasi dengan penghuni kapsul tersebut, “kenapa mereka ke sini? apa tujuannya?”. Beragam respon yang dia dapat semakin membuat Louise bingung dengan munculnya kenangan bersama anaknya.Apakah Louise dapat memecahkan respon dari penghuni kapsul tersebut? apa hubungannya dengan kenangan anaknya?

Film berdurasi 116  menit ini menyajikan cerita bertemakan alien yang beda dari biasanya, kamu berharap akan melihat peperangan antar manusia dengan alien? tidak akan ada hal seperti itu. Amy Adams sukses memukau sebagai Louise Banks yang memiliki beragam pertanyaan akan hidupnya, mengapa kenangan dengan anaknya selalu menghantui. Berharap kategori Aktris Terbaik di Golden Globe 2017 akan diraih oleh aktris yang berusia 42 tahun ini.

Terbiasa melihat sosok Jeremy Renner dalam film aksi terasa aneh ketika dirinya memerankan seseorang yang pintar dan geek. Tak bisa dipungkiri dirinya pun berhasil melengkapi karakter Louise dengan lelucon-lelucon ringan yang ia lempar. Seakan tidak ada yang kurang dari film ini, mulai dari cerita yang mengejutkan, music scoring yang membuat kita merinding, efek yang memukau hingga akting Amy Adams yang sangat totalitas.

Arrival menjadi tontonan awal tahun yang membuat saya sesak dan menghela nafas “Oh God, this movie is so beautiful“. Kutipan favorit saya dari karakter Louise Banks “language is the cornerstone of civilization” yang berarti bahasa merupakan landasan peradaban.  Cukup memuji Amy Adams, berikan tepuk tangan kepada sang sutradara Denis Villeneuve yang membuat kita sibuk berpikir apa tujuan penghuni heptapod awalnya dan meninggalkan rasa sesak di dada di akhir.  Tak heran Rotten Tomatoes memberikan nilai 94% dari 297 ulasan, bahkan ada yang mengatakan Arrival merupakan film dengan rasa Spielberg-Nolan.

Review Film: Lihat Aksi Matt Damon dan Andy Lau di The Great Wall

Kabar gembira film terbaru Matt Damon The Great Wall tayang lebih awal di Asia, salah satunya Indonesia pada 4 Januari 2017, sementara di  Amerika Serikat sendiri baru akan tayang pada Februari 2017.

The Great Wall merupakan film terbaru dari sutradara Zhang Yimou dengan mengambil latar abad ke-15 dan mengangkat cerita sejarah didirikannya tembok besar Cina.

Yang berbeda di film karya Zhang Yimou ini, selain dibintangi artis Hong Kong papan atas Liu De Hua alias Andy Lau, kamu akan menikmati akting Matt Damon sebagai bintang utama.

Matt Damon berperan sebagai William Garin, seorang tentara bayaran dalam misi pencarian bubuk hitam, yaitu senjata hebat untuk berperang. Di perjalanannya ia tidak sengaja menemukan tembok Cina dengan ribuan pasukan tentara “Orde Tanpa Nama” yang ternyata sedang bersiap melawan sebuah mahluk bernama “Tao Tie”.

Mengetahui dirinya berada diantara perang manusia dengan mahluk mistis membuat Matt tertantang untuk turut serta dalam perang dan melupakan sejenak mengenai bubuk hitam.

Dari segi pengambilan gambar, banyak adegan menggunakan long shot dan medium shot dimana penonton tidak hanya menikmati adu akting antara pemain, tetapi pemandangan menarik di belakangnya juga. Banyak nilai-nilai yang bisa diambil dari film ini, slain mengenai kerja sama antara barat dan timur yang katanya berbeda 180 derajat, kamu juga akan menemui bahwa pengalaman dapat merubah pandangan seseorang.

Special for Andy Lau fans, di film ini dia tidak terlalu banyak disorot karena ia hanya menjadi peran pendukung. Namun, kehadirannya cukup penting dalam menemukan cara melawan Tao Tie dan memecahkan teka-teki yang dihadapi.

So, penasaran apa yang bersembunyi di balik tembok besar Cina? The Great Wall bisa menjadi pilihan tontonan kamu di weekend ini.

Penulis: Patricia Wang

Editor: @yudichu

5 Alasan Nonton Kimi No Na Wa / Your Name

Sudah nonton film anime Kimi No Na Wa / Your Name? Film anime karya Makoto Shinkai sedang ramai-ramainya dibicarakan. Tak hanya mendapatkan ulasan yang baik dari para kritikus, film ini juga sukses di Box Office.  Nah kalau kamu belom nonton, berikut 5 alasan wajib nonton film Kimi No Na Wa / Your Name.

5 Alasan Nonton Kimi No Na Wa / Your Name

Cerita SederhanaKimi No Na Wa / Your Name menceritakan tentang seorang gadis desa Mitsuha dan anak laki-laki di kota bernama Taki yang bertukar jiwanya. Awalnya memang terasa seperti mimpi namun perlahan menjadi nyata.  Suatu saat pertukaran ini terhenti, perasaan cinta pun muncul dan mereka berusaha mencari keberadaan satu sama lain.

Dilhami Dongeng Tua

Dikabarkan cerita tersebut terinspirasi dari dongeng tua di Jepang yang mengisahkan tentang dua saudara lelaki dan perempuan.  Si anak lelaki dibesarkan seperti perempuan sementara si anak perempuan dibesarkan seperti lelaki.

Visual yang Indah

Tak bisa dipungkiri, visual dari pemandangan kota dan alam dalam film sungguh terlihat nyata. Visual yang detail ini terinspirasi dari beberapa lokasi di Jepang, seperti Danau Itomori dalam cerita terinspirasi dari Danau Matsubara yang terletak di kota kelahiran Makoto Shinkai.

Soundtrack yang bagus

Untuk musik film Kimi No Na Wa / Your Name  ini digarap oleh  Radwimps. Momen emosi, bahagia, dan rasa sedih disampaikan sangat pas lewat band yang bergenre alternatif rock ini. Coba dengar lagu berjudul Sparkle di bawah,  dan bagaimana menurut kalian?

Film anime terlaris 

Makoto Shikai pun disebut-sebut sebagai “The New Miyazaki” pentolan Ghibli studio Hayao Miyazaki. Kimi No Na Wa / Your Name pun masuk posisi 2 untuk film anime terlaris di seluruh dunia dengan pendapatan kotor Rp 3,9 triliun. Sementara di posisi pertama ada film Spirited Away karya Hayao Miyazaki.

Baca juga:

Perbedaan Film Weathering With You dengan Your Name

5 Alasan Wajib Nonton Stranger Things

Review Film Passengers, Indahnya Galaksi Namun Cerita Membingungkan

Bintang Hunger Games Jennifer Lawrence kembali meramaikan film akhir tahun 2016, Passengers. Film petualangan science fiction ini digarap oleh Morten Tyldum (The Imitation Game). Kali ini J-Law beradu akting dengan aktor Guardian of the Galaxy Chris Pratt.

Passengers menceritakan 2 orang yang bangun 90 tahun lebih awal dari pod hibernasi di pesawat luar angkasa yang menuju planet baru. Pesawat tersebut bernama Avalon, pesawat yang mengangkut 5000 koloni ke planet bernama Homestead II. Namun tak mudah menuju kesana karena harus memakan waktu selama 120 tahun.

Berawal dari rusaknya pod hibernasi  Jim Preston (Chris Pratt) seorang insinyur mekanik yang harus bangun 90 tahun lebih awal, panik dan bingung karena hanya dirinya yang terbangun. Selama satu tahun lebih dia hidup di kapal Avalon mencoba mengontak awak serta mengecheck pod hibernasi tapi tidak berhasil sama sekali.

Depresi tingkat tinggi hidup sendiri hanya ditemani robot bartender Arthur (Michael Sheen), Jim hampir ingin bunuh diri namun akhirnya mengurungkan niatnya. Dia pun melihat-lihat para penumpang di pod hibernasi dan menemukan  wanita cantik Aurora Lane (Jennifer Lawrence) seorang penulis yang sedang tertidur pulas. Ide gila untuk membangunkannya pun muncul karena saking kesepian dan kagum dengan video profil dari sosok Aurora.

Aurora pun terbangun dan kebingungan mengapa hanya dirinya yang terbangun dan akhirnya bertemu dengan Jim. Jim pun menjelaskan kronologi rusaknya pod hibernasi  milik Aurora dan miliknya, walau sebenarnya yang rusak hanya milik dirinya. Mereka pun semakin dekat dan akrab tapi tidak sadar banyaknya kerusakan yang terjadi dalam Avalon, mau tidak mau mereka harus memperbaiki untuk menyelamatkan para penumpang lainnya.

Review Film Passengers, Indahnya Galaksi Namun Cerita Membingungkan

Bisa dibilang J-Law dan Chris Pratt sukses menjadi pasangan penumpang yang terombang-ambing nasibnya dalam Avalon, so chemistry dari dua aktor ini sangat bagus. Kejenakaan Chris Patt pun cukup diacungi jempol, memerankan Jim penumpang kelas bawah yang hanya bisa sarapan makan sederhana beda halnya dengan Aurora penumpang kelas atas.

  Jennifer Lawrence pun tampil memuaskan sebagai sosok penulis yang haus akan petualangan karena beban sang ayah penulis kenamaaan. Bonusnya kamu bisa sering melihat keseksian J-Law dalam film ini, adegan mandi Chris Pratt pun  tidak boleh dilewatkan. Mungkin sudah takdir, lembaga sensor film Indonesia pun memotong adegan panas Jim dan Aurora.

Simpulannya Passangers cukup menghibur, dengan pemandangan kapal luar angkasa yang mewah, serta pemandangan galaksi yang luas dan indah. Namun sangat disayangkan, akting bagus dari para pemain tidak menolong cerita yang membingungkan dan penuh pertanyaaan. Tidak heran Rotten Tomatoes hanya memberi nilai   32% dari total 190 ulasan. Walau begitu Passengers bisa menjadi pilihan tontonan bagi kamu yang merindukan genre drama sci-fi jika bosan dengan film-film superhero.

5 Alasan Wajib Nonton X-Men Apocalypse

X-Men Apocalypse sedang tayang di layar bioskop Indonesia, di Amerika Serikat sendiri film ini tayang pada jumat 26 Mei 2016. Nah bagi kamu yang udah ngikutin film X-Men sebelumnya pasti tahu setting dimana urutan film ini. Memang cerita nya agak membingungkan jika bukan pengikut  setia film superhero ini, dan juga terdapat perubahan cerita ketika Wolverine pergi ke masa lalu pada film X-Men Days of Future Past (2014). Namun X-Men Apocalypse sangat layak disaksikan, berikut kita beri 5 alasan wajib nonton X-Men Apocalypse

Apocalypse / En Sabah Nurz-men-apocalypse-oscar isaacMembaca namanya kamu berfikir dia adalah orang timur tengah. En Sabah Nur merupakan mutan pertama di didunia yang lahir pada 5000 tahun lalu di zaman mesir kuno. Nah dalam film ini dia bangkit dan mencoba memsunahkan peradaban manusia. Karakter ini diperankan oleh Oscar Isaac, kamu akan mengenali wajahnya jika menonton film Star Wars the Force Awakens (2015)  dan Ex-Machina (2015).

The Four Horsemen

Apocalypse tidak beraksi sendiri, dia punya 4 pengikut setia dan salah satunya Erik alias Magneto (Michael Fassbender). Selain teman lama Professor Xavier ini, Apocalypse merekrut Psylocke, Storm dan Angel / Archangel. Psylocke diperankan oleh aktris cantik Olivia Munn, sementara Storm diperankan   aktris muda Alexandra Shipp dan Angel oleh Ben Hardy. Karakter Angel berubah menjadi Archangel ketika sayap nya diubah menjadi metal oleh Apocalypse.

Jean Grey / Phoenix and Scott Summer / Cyclops5 alasan nonton x-men apocalypse scott cyclops jean greyDalam film ini mereka berdua merupakan murid baru, Jean yang penyendiri karena masih belum bisa mengendalikan kekuatan besar yang tersembunyi dari dirinya. Scott pun awalnya tidak dapat mengendalikan kekuatan dalam matanya, namun adik dari Havok ini bersama Jean ikut bertempur melawan Apocalypse. Jean Grey diperankan Sophie Turner dan Scott diperankan Tye Sheridan.

Professor Charles XavierX-Men-Apocalypse-Professor-XDalam fim ini Charles Xavier belum terlihat botak, alasan Professor mengunduli rambutnya kemungkinan memudahkan mengakses cerebro. Namun di film ini Professor X botak ketika Apocalypse mencoba mengambil kekuatannya. James McAvoy pun mengunduli rambutnya untuk peran ini.

Quicksilver

Kita pertama kali bertemu Peter Maximoff alias Quick Silver pada X-Men Days of Future Past (2014). Quicksilver bisa dibilang sumber kekuatan film ini, tanpa dia film ini akan terasa hambar. Tingkah jenaka Peter membuat kita semakin mengidolakannya. Quicksilver diperankan oleh Evan Peters. Penasaran apa judul lagu ketika dia muncul dalam film? Simak lagu dibawah berikut

5 Alasan Freya the Ice Queen Adalah Ratu Paling Kece

Film The Huntsman Winter’s War sedang tayang dibioskop, film ini merupakan sequel sekaligus prequel film sebelumnya Snow White and the Hunstman (2012). Film ini disutradarai oleh Cedric Nicholas dan masih dibintangi oleh Chris Hemsworth dan Charlize Theron. Nah ada pemain baru seperti Jessica Chastain dan Emily Blunt.

Emily Blunt hadir sebagai Freya atau The Ice Queen, ia memiliki kekuatan es bisa dibilang hampir mirip dengan karakter Disney, Queen Elsa. Emily Blunt sebelumnya pernah bermain dalam film The Devil Wears Prada (2006), Sicario (2015), Into the Woods (2014)  dan Edge of Tomorrow (2014). Nah Simak 5 alasan Freya the Ice Queen adalah Ratu paling kece

Kekuatan Es

via GIPHY

Entah mengapa jika ada ratu dengan kekuatan es menjadi lebih menarik untuk dilihat, sebagai contoh queen elsa yang sukses menghipnotis anak anak diseluruh dunia. Sama halnya dengan Freya the Ice Queen, tampilan dress metalik ditambah kekuatan membekukan, membuat Ia terlihat keren.The cold never bother her anyway.


Korban Sakit Hati

via GIPHY
Freya merupakan wanita baik, ia menjadi jahat ketika dia dijanjikan akan dinikahi kekasihnya, namun yang terjadi kekasihnya membunuh anaknya. Semenjak itu dia tidak percaya akan cinta, namun setelah mengetahui dalang dibalik pembunuhan anaknya Ia menjadi baik dan melawan kakaknya Ravenna, Evil Queen bersama The Huntsman.

Korban kejahatan Kakaknya

via GIPHY
Freya memiliki kekuatannya akibat ulah kakaknya Ravenna, Sakit hatinya yang mendalam membuatnya menjadi dingin dan tidak percaya akan cinta. Ia berfikir menculik anak-anak dan menjadikannya pasukan/The Huntsmen menyelamatkan anak anak tersebut. Ternyata hal tersebut salah, dan dia sadar Ravenna lah penyebab semuanya.


Mengendarai Beruang kutubemily-blunt-ice-queenYayyyyyy!!!! siapa yang tidak ingin naik beruang kutub seperti Ice Queen, ketika prajuritnya mengendarai kuda dia mengendarai  beruang kutub. Walau banyak yang berasumsi tidak terlihat seperti beruang kutub, Who cares? Its Ice Queen!!!


Emily Blunt pemerannya!emily-bluntAktris asal Inggris ini sangat maksimal memerankan karakter Freya the Ice Queen. Dimana sebelumnya Ia pernah berperan antagonis, sebagai senior asisten yang kejam dalam Devil Wears Prada. We love you emily!


Masih belum percaya kalo Ice Queen ratu paling kece, Lihat aksi nya ketika melawan kakaknya Ravenna Evil Queen.