Cara Buat Receiptify Herokuapp, Top Lagu Spotify Seperti Struk Belanja

Jika kalian perhatikan di Twitter atau Instagram Story, pasti kalian melihat teman-teman kalian mengunggah top lagu spotify mereka seperti struk belanja. Bagaimana buatnya? Tenang Apabedanya.com akan memberikan cara buat Receiptify. Yuk diintip caranya!

Cara Buat Receiptify Herokuapp

Pertama-tama kalian masuk ke situs https://receiptify.herokuapp.com. Kemudian pilih log in with Spotify. Isi username atau e-mail dan juga kata sandi Spotify kalian.

Setelah berhasil, akan muncul tampilan seperti di bawah ini. Ada tiga pilihan Receiptify Spotify Top Track Generator. Last month, 6 months, dan all time. Pilih rentang waktu yang kalian inginkan dan akan muncul gambar struk belanja yang berisi top lagu yang sering kalian dengar di Spotify.

Top Lagu Spotify Seperti Struk Belanja

Kalian harus bersabar untuk gambar muncul, karena kemungkinan banyak yang sedang mengunjungi situs ini. Situs ini terinspirasi dari akun Instagram @albumreceipts. Akun tersebut membuat tracklist album dari para musisi dengan ilustrasi struk belanja.

Untuk menyimpan gambar, kalian bisa klik get image di bagian paling bawah. Jangan lupa coba ya!

Baca juga:

Cara Membuat Foto Kompilasi Best Nine di Instagram

Cara Share Lagu Spotify Yang Kamu Dengar ke Instagram Story


Apa Bedanya Vaseline Hand Cream Indonesia dengan Thailand?

Di masa pandemi kita sering menggunakan hand sanitizer sehingga tangan menjadi kering. Nah Vaseline merilis produk hand cream, dengan tambahn anti-bakteri. Sementara itu, pada awal tahun saya sempat membeli hand cream di Thailand dengan label aging skin rescue. Yuk simak perbedaan Vaseline hand cream Indonesia dengan Thailand!

Apa Bedanya Vaseline Hand Cream Indonesia dengan Thailand?

Hand cream atau dikenal juga dengan sebutan krim tangan. Produk perawatan kulit bertekstur krim ini diformulasikan untuk melembutkan dan melembapkan kulit tangan.

Biasanya krim tangan banyak mengandung bahan-bahan yang kaya seperti shea butter, jojoba, atau aloe vera yang bermanfaat untuk menjaga kelembapan kulit. Di masa pandemi kulit tangan kering karena penggunaan hand sanitizer.

Untuk lebih jelasnya mengenai perbedaan produk vaseline hand cream dari Indonesia dan Thailand, kalian bisa nonton video di bawah ini!

Baca juga:

Apa Bedanya Body Serum, Body Lotion, dan Body Butter

Review Film A Beautiful Day in the Neighborhood, Sembuhkan Penyakit Hati

Film A Beautiful Day in the Neighborhood tidak sempat tayang di bioskop Indonesia. Untungnya hadir di Netflix pada bulan Agustus. Nah film yang dibintangi Tom Hanks ini menceritakan sosok Fred Rogers, seorang pembaca acara anak-anak Amerika Serikat.

Film A Beautiful Day in the Neighborhood menceritakan Llyod Vogel (Matthew Rhys), seorang jurnalis majalah Esquire yang ditugaskan menulis profil pahlawan. Orang ditunjuk adalah Fred Rogers (Tom Hanks), pembaca acara anak-anak yang populer sejak tahun 60an.

Llyod terbiasa dengan liputan yang mendalam, saat diberi tugas menulis profil sosok Fred Rogers ini sedikit kesal. Sang editor pun memberi tugas ini untuk memperbaiki citranya yang terkenal ketus dan memandang negatif segala hal.

Llyod baru saja memiliki anak laki-laki bersama istrinya Andrea (Susan Kelechi Watson). Dia pun pergi menuju lokasi tempat syuting Fred Rogers di daerah Pittsburgh untuk sesi wawancara.

Foto: Sony Pictures

Sesampainya di sana Llyod pun melihat Fred mebawakan acara dengan passionate. Fred yang super ramah pun menyambut kedatangan Llyod, hingga akhirnya sesi wawancara dimulai. Namun bukannya mendapatkan jawaban dari Fred, Llyod yang diwawancara oleh Fred.

Llyod ternyata menyimpan luka masa lalu yang membuatnya menjadi seseorang yang negatif. Fred semakin penasaran dan ingin mengenal lebih jauh sosok Llyod. Berhasilkan Llyod menulis profil Fred Rogers?

Review Film A Beautiful Day in the Neighborhood, Sembuhkan Penyakit Hati

Film A Beautiful Day in the Neighborhood dihadirkan secara menarik seperti acara Mister Rogers’ Neighborhood. Di mana Tom Hanks berpenampilan serupa dengan almarhum Fred Rogers, ia pun memulai film dengan mengenalkan tetangga-tetangga. Nah salah satunya ada Llyod Vogel yang diperankan Matthew Rhys.

Film ini diadaptasi dari artikel Can You Say … Hero? karya Tom Junod. Tom merupakan karakter Llyod Vogel. Jadi film ini merupakan sudut pandang dari sang jurnalis. Mereka pun menjadi sahabat setelah proses wawancara untuk artikel.

Difokuskan ke sosok Llyod Vogel yang tenggelam oleh masa lalu. Pahitnya masa lalu membuat dirinya menjadi sosok yang jauh dari kesan ramah atau positif. Fred Rogers yang memang terkenal positif, ramah, dan sangat down-to-earth melihat ada yang disembunyikan oleh Llyod.

Llyod hanya ingin menyelesaikan tulisannya namun terpaksa harus menyelesaikan masalah masa lalu dengan ayahnya. Fred selalu menjadi panutan semua orang, namun ia juga tidak sempurna. Ketidaksempurnannnya itu lah yang dibagikan ke Llyod, di situlah Llyod sadar dirinya harus berubah.

Foto: Sony Pictures

Tom Hanks dan Matthew Rhys bermain dengan apik di film A Beautiful Day in the Neighborhood. Kalian akan terbawa suasana dan sesekali meneteskan air mata. Film ini sungguh emosional, menghangatkan hati, dan menyampaikan pesan yang kuat.

Lewat Fred Rogers kita belajar memaafkan dan melampiaskan amarah ke arah yang lebih positif. Saya tidak pernah menonton acaranya karena memang hanya ditayangkan di Amerika Serikat. Namun Tom berhasil mengirimkan aura hangat dan positif dari sosok Fred Rogers. Dia benar-benar sosok pahlawan.

Film A Beautiful Day in the Neighborhood akan menyembuhkan penyakit hatimu. Penonton dirangkul untuk bisa memaafkan dan menerima. Kisah yang menginspirasi dari Fred Rogers dan Llyod Vogel. Semua orang rasanya perlu menonton film ini.

Kalian bisa menonton film di ini di Netflix Indonesia.

Baca juga:

Kumpulan Review Film 1917, Film Perang Banjir Pujian

Review Film NKCTHI: Emosional, & Sampaikan Pesan Penting

Selain “I Don’t Know”, Berikut Ucapan Tidak Tahu dalam Bahasa Inggris

Ketika seseorang menanyakan sesuatu yang tidak kamu ketahui, biasanya menjawab dengan “I don’t know”. Nah Apabedanya.com akan membahas ucapan selain “I don’t know” yang lebih santai dan versi formalnya. Yuk disimak!

That’s a good question, I’ll find out

Nah ucapan ini terdengar lebih sopan dan tetap ingin melanjutkan percakapan. Jika kalian mengucapkan “I don’t know” terkesan ingin mengakhirinya percakapan. Kalian bisa mengunakan ucapan “That’s a good question, I’ll find out” yang berarti pertanyaan yang bagus, nanti saya cari tahu deh!

I have the exact question

Nah kalian juga bisa mengatakan “I have the exact question” yang berarti ya saya punya pertanyaan yang serupa.

I have no idea

Berikutnya ucapan selain “I don’t know”, kalian bisa mengucapkan “I have no idea” yang berarti saya gatau. Ucapan ini sering digunakan native speaker.

I have no clue

Lebih advance, kalian bisa menggunakan “I have no clue” yang berarti saya tidak tahu.

Who knows?

Berikutnya jawaban yang retorikal, sebagai contoh “Do you know when the stores are gonna open again?” kalian bisa menjawabnya dengan “Who knows?”

Dunno

Berikutnya jawaban paling santai yang sering digunakan anak muda dan semua orang. Terdengar seperti “I dont know”, namun versi cepatnya yaitu “Dunno”.

Why don’t we ask [name]

Jawaban yang satu ini saat kita mengarahkan pertanyaan ke seseorang yang lebih tahu. Kita pun tetap dalam percakapan tersebut, biasanya dalam sebuah grup. Contoh “How was Gundala movie?” kamu bisa menjawab ” I haven’t watched yet. Why don’t we ask Andi? He watched the movie last night”

Your guess is as good as mine

Ucapan “I don’t know” yang satu ini formal “Your guess is as good as mine” yang berarti saya gatau, saya tidak bisa jawab pertanyaan dan lebih mengarah terkaan kamu pasti sebagus terkaan saya.

How Should I Know

Berikutnya ini jawaban jika ada seseorang yang mengesalkan dan selalu menanyakan hal yang sama setiap hari. Kalian bisa mengucapkan “How should I Know”.

Punya ucapan “I don’t know” versi kalian selain di atas? Yuk tulis di kolom komentar.

Baca juga:

Selain “You’re Welcome”, Katakan Ini Saat Membalas Terima Kasih

Apa Bedanya Sampo dengan Kondisioner?

Mungkin kalian masih bertanya-tanya, apa bedanya sampo dengan kondisioner rambut? Mengapa setiap merk sampo menyediakan kondisioner-nya. Apa perbedaanya? Yuk simak penjelasan dan manfaat dua produk tersebut di bawah ini!

Sampo

Foto: Goodhousekeeping.com

Sampo merupakan produk perawatan rambut, biasanya dalam bentuk cairan kental, yang digunakan untuk membersihkan rambut. Sampo digunakan dengan mengoleskannya ke rambut yang basah, memijat produk ke kulit kepala, dan kemudian membilasnya. Biasanya kita menyebutnya keramas.

Sampo biasanya dijual kepada orang-orang dengan masalah ketombe, rambut yang diwarnai, dan bahkan ada sampo khusus untuk bayi dan anak-anak. Ada juga sampo yang ditujukan untuk hewan yang mengandung insektisida atau obat lain untuk mengobati kondisi kulit, bulu, dan kutu.

Kondisioner

Foto: Getthegloss.com

Kondisioner rambut merupakan produk perawatan rambut yang digunakan untuk melembutkan rambut dan menjadikan lebih indah. Tujuan utamanya adalah untuk mengurangi kusut di antara helaian rambut dan menjadikan lebih halus saat menyisirnya. Berbagai manfaat lain sering diiklankan, seperti perbaikan rambut, menguatkan, atau mengurangi ujung rambut yang bercabang.

Kondisioner tersedia dalam berbagai bentuk termasuk cairan kental, gel, dan krim, ada juga lotion dan semprotan yang lebih tipis. Kondisioner rambut biasanya digunakan setelah rambut dicuci dengan sampo. Dioleskan di batang rambut kalian, diamkan beberapa menit, kemudian dibilas.

Apakah kalian menggunakan kondisioner setelah keramas dengan sampo? Tulis merk sampo dan kondisioner favorit kalian di kolom komentar.

Foto header: Screen Gems

Baca juga:

Apa Bedanya Introvert dengan Ekstrovert

Apa Bedanya Psikolog dan Psikiater

Apa Bedanya Baking Soda dengan Baking Powder

Review Film Train to Busan (2016), Thriller Zombie Bikin Panik dan Haru

Pada tahun 2016, film zombie asal Korea Selatan sukses di bioskop-bioskop, salah satunya Indonesia. Film Train to Busan disutradarai oleh Yeon Sang-ho dan dibintangi oleh Gong Yoo, Ma Dong-seok, Jung Yu-mi, dan Kim Su-an. Seperti apa jalan ceritanya? Berikut sinopsis dan review film Train to Busan.

Sinopsis Film Train to Busan (2016)

Film Train to Busan menceritakan seorang fund manager Seok woo yang selalu sibuk dengan pekerjaannya, sementara anaknya Su an yang berulang tahun ingin menemui sang ibu di Busan. Karena merasa bersalah jarang hadir bersama Su an, akhirnya Seok woo menemani anaknya ke kota Busan dengan kereta KTX1 dari Seoul.

Penumpang dalam kereta ada Sang-hwa dan istrinya yang sedang hamil Seong-kyeong, COO egois Yon-suk, tim bisbol SMA, termasuk Yong-guk dan pacar pemandu soraknya Jin-hee, dua nenek kakak beradik In-gil dan Jong- gil, dan penumpang gelap tunawisma.

Ketika kereta berangkat, seorang wanita terinfeksi masuk ke kereta dan menjadi zombie . Ia pun menyerang petugas kereta sehingga infeksi menyebar dengan cepat ke seluruh kereta.

Mereka pun mencari cara menghindari virus dan para zombie yang mengerikan. Berhasilkan Seok woo dan Su an sampai ke kota Busan?

Train to Busan (2016), Thriller Zombie Bikin Panik dan Haru

Tidak heran film Train to Busan laris manis di bioskop. Film thriller ini sajikan beragam adegan panik dari awal hingga akhir. Kita dibuat resah dengan adegan siapapun yang terinfeksi dan bagaimana para penumpang kereta menyelamatkan diri.

Pengenalan karakter juga terbilang rapi, kita di awal dikenalkan oleh sosok ayah dan anak yang kurang dekat, kemudian mengenalkan pemeran-pemeran pendukung yang nantinya berperan penting dalam film. Tidak perlu flashback detil, kita sudah tahu watak dari para pemeran pendukung.

Nah selain adegan mencekam zombie dan misi menyelamatkan hidup, film ini menyelipkan pesan sosial. Di saat bencana pasti ada saja orang yang egois dan hanya mementingkan orang lain. Hati kalian akan terhangatkan oleh kisah-kisah para survivor yang membantu.

Selain itu siap-siap terharu lewat adegan pengorbanan dari para karakter. Tak ingin spoiler, namun untuk menyelamatkan beberapa harus ada beberapa karakter yang mengorbankan diri mereka. Dengan dramatis, kalian akan terenyuh.

Deretan Cast yang Apik

Berbicara pemeran, cast film Train to Busan ini bagus semua. Mulai dari Gong Yoo yang memerankan Seok wo, ayah yang sibuk. Terdapat pengembangan karakter lewat perannya, dan Gong Yoo bermain dengan apik.

Kemudian ada aktris cilik Kim Su-an yang bermain dengan smooth sebagai Su an. Kemudian untuk memeriahkan suasana ada Ma Dong-seok dan Jung Yu-mi, mereka melengkapi film ini. Dong seok yang jenaka dan Yu-mi yang rapuh dan harus bertahan walaupun dia sedang hamil besar.

Pujian juga harus diberikan oleh Kim Eui-sung karena berhasil memerankan karakter paling nyebelin dalam dunia perfilman. Dia memerankan COO egois yang ingin kita tonjok! Ah yasudah lah, nanti dia akan mendapatkan balasannya.

Untuk efek zombie dalam film Train to Busan sudah hampir menyerupai film-film Hollywood. Rombongan zombie yang bertumpuk-tumpuk terlihat rapi. Sementara untuk adegan memasuki stasiun, sempat terlihat asap kebakaran yang kurang pas, namun tidak terlalu mengganggu.

Sejauh ini, Train to Busan merupakan film thriller zombie yang menghibur karena penuh adegan menegangkan dari awal hingga akhir. Film ini juga menyajikan pesan moral yang akan membuatmu haru. Dengan deretan cast yang apik, sayang jika melewatkan film ini.

Foto-foto: Next Entertainment World 

Baca juga:

Kumpulan Review Film Kim Ji Young Born 1982 Yang Menyayat Hati

Cara Membuat Ram-Don Jjapaguri Seperti Film Parasite

Cara Membuat Ram-Don Jjapaguri Seperti Film Parasite

Berhasil memenangkan Best Picture dalam ajang Academy Awards, film Parasite langsung mencuri perhatian semua orang. Salah satunya adalah kuliner dalam filmnya, yaitu Ramdon atau Jjapaguri asal Korea Selatan. Ramdon kepanjangan dari ramen udon yang disantap nikmat oleh orang kaya dalam film Parasite.

Cara membuat ramdon cukup mudah, mie dengan potongan daging ini terdiri dari dua jenis mie instan. Mie instan Chapagetti dengan saus manis dan mie instan Neoguri yang pedas. Kebetulan saya penasaran bagaimana rasanya, akhirnya pun mencobanya.

Bahan-bahan Membuat Jjapaguri

cara membuat ramdon jjapguri

Saya membeli mie instan Chapagetti dan Neoguri di toko online. Awalnya mencari di Grand Lucky SCBD, namun hanya tersedia Neoguri saja sementara Chapagetti selalu habis. Oh iya jangan lupa siapkan daging tenderloin sebanyak 200 gram.

Cara Membuat Ramdon

Pertama-tama potong dadu daging tenderloin dan rebus selama 30 menit. Ini supaya empuk, nah kalian juga bisa memberikan lada dan garam sebelum merebusnya.

Setelah daging terasa matang dan empuk, lanjutkan merebus dua mie instan tersebut selama 3-5 menit, sampmatang. Siapkan bumbu sachet yang nantinya digabung. Nah karena porsinya banyak dan tidak ada mangkuk besar, jadi saya meraciknya langsung dalam teflon.

Setelah mie matang, saya buang airnya dan pindahkan mie ke saringan terlebih dahulu. Kemudian tuang semuanya bumbu sachet ke dalam teflon dan masukkan potongan daging yang sudah matang dan mienya.

Aduk rata hingga mie berubah menjadi kehitaman, ini karena bumbu dari Chapagetti. Aromanya pun sudah mulai terasa, akan lebih nikmat jika kamu menambahkan sayur. Sayangnya saya lupa untuk merebus sayur, jadi hanya mie dan potongan daging.

Setelah merata saya pun langsung melahap ramdon alias jjapaguri. Rasanya menarik, kemungkinan karena campuran manis dari bumbu dan pedas dari Neoguri. Kebetulan saya memang suka mie goreng, jadi nikmat-nikmat saja di mulut saya.

Oh iya porsinya bisa dimakan untuk 2 atau 3 orang. Walau visualnya tidak semirip di film Parasite, setidaknya rasa penasaran akan rasa mie ramdon ala film Parasite sudah terbayar. Nah kalian tertarik mencoba mie Ramdon?

Baca juga:

Review Roti Srikaya Tet Fai di Jembatan Lima

Review Restoran Raja Bali di Nusa Dua

Apa Bedanya Combro dan Misro

Deretan Pemain Backstreet Rookie, Drakor Terbaru yang jadi Kontroversi

Ada drama korea terbaru nih berjudul Backstreet Rookie yang diadaptasi dari webtoon Convenience Store Saet-byul yang ditulis oleh Hwalhwasan dan diilustrasikan oleh Geumsagong. Series ini menceritakan Choi Dae-hyun yang menjalankan convenience store dan Saet byul muncul melamar menjadi part-timer. Siapa saja cast-nya? Kenalan yuk dengan deretan pemain Backstreet Rookie.

Ji Chang wook sebagai Choi Dae-hyun

Ji Chang wook memerankan sang pemilik toko kelontong yang ditaksir oleh pegawainnya Saet Byul, Dae hyun rela resign demi membuka bisnis convenience store. Aktor kelahiran 5 Juli 1987 ini sebelumnya bermain dalam series The K2, Suspicious Partner, dan Melting Me Softly.

Kim Yoo-jung sebagai Jung Saet-byul

Pemain Backstreet Rookie berikutnya ada Kim Yoo jung yang berperan sebagai Saet byul. Sebelum melamar menjadi part-timer di toko Dae hyun, mereka sempat berjumpa. Dia jago bela diri loh! Yoo jung sebelumnya bermain dalam series Dong Yi, Moon Embracing the Sun, May Queen, dan Angry Mom. Dia juga pernah memandu acara musik Inkigayo dari tahun 2014 hingga 2016.

Han Sun-hwa sebagai Yoo Yeon-joo

Han Sun hwa memerankan Yeon joo, pacar Dae-hyun dan mantan bosnya. Ia merupakan putri dari pemegang saham terbesar kedua di kantor pusat toko. Sun hwa sebelumnya bermain dalam Ad Genius Lee Tae-baek, God’s Gift – 14 Days, dan Marriage, Not Dating.

Do Sang-woo sebagai Jo Seung-joon

Cast Backstreet Rookie berikutnya ada Do Sang woo, ia memerankan seung joon, direktur kantor pusat sebuah toko serba ada. Dia dekat dengan Yeon joo sejak kecil dan sepertinya naksir. Aktor kelahiran 25 Desember 1987 ini sebelumya bermain dalam series Queen: Love and War, The Smile Has Left Your Eyes, dan It’s Okay, That’s Love.

Kim Min-kyu sebagai Kang Ji-wook

Pemain series Backstreet Rookie berikutnya ada Kim Min kyu, ia memerankan karakter Ji wook. Seroang seleb dan teman SD Saet-byul, dulu diajarkan bela diri oleh ayah Saet byul. Min kyu sebelumnya bermain dalam series Queen: Love and War dan Perfume.

Ahn Sol-bin sebagai Jung Eun-byul

Selanjutnya ada Ahn Sol bin yang menjadi Eun byul, adik dari Saet byul. Dia masih SMA dan bercita-cita menjadi penyanyi. Aktris kelahiran 19 Agustus 1997 ini merupakan anggota girl band Laboum.

Bagi kamu yang mau nonton series Backstreet Rookie bisa menyaksikan secara legal di situs iq.com. Selamat menonton!

Baca juga:

Kenalan dengan Pemain Crash Landing on You, Drama Korea Terbaru

Apa Bedanya Baking Soda dengan Baking Powder

Bagi kamu yang gemar membuat kue pasti tahu dong dengan baking soda dan baking powder. Banyak yang berpikir mereka itu sama loh, eits ternyata berbeda. Yuk simak bedanya di bawah ini.

Baking Soda

Baking soda bisa disebut juga soda kue adalah bahan pengembang yang terbuat dari 100 persen natrium bikarbonat atau sodium bikarbonat yang bersifat basa, dan akan bereaksi dengan bahan asam.

Foto: Pixabay

Reaksi kimia ini yang akan menghasilkan karbondioksida, sehingga kue mengembang sempurna dan lebih empuk. Baking soda bermanfaat untuk mengembangkan produk roti, kue dan biskuit tanpa proses peragian.

Baking Powder

Nah sementara baking powder terbuat dari natrium bikarbonat, serupa dengan baking soda. Namun dalam pembuatannya, natrium bikarbonat dikombinasikan lagi dengan krim tartar.

Campuran krim tartar inilah yang membuat baking powder memiliki sedikit sifat asam. Perbedaan yang khas dari baking powder, bahan ini membuat kue lebih renyah, terutama dalam adonan kue kering.

Foto: Flickr/Melissa Wiese

Nah sudah jelas dengan perbedaan baking soda dengan baking powder? Kalian ada pendapat lain mengenai baking soda dan baking powder? Yuk tulis di kolom komentar.

Baca juga:

Apa Bedanya Combor dengan Misro

Review Roti Srikaya Tet Fai di Jembatan Lima

Review Film 365 Days (365 Dni), Lebih “Berani” dari Trilogi Fifty Shades

Ingin menonton film yang lebih berani dari trilogi Fifty Shades? Film 365 Days / 365 Dni jawabannnya! Film erotis asal Polandia ini hadir di Netflix dan tawarkan adegan menantang. Penasaran filmnya? Intip reviewnya di Apabedanya.com

Sinopsis film 365 Days

Film 365 Days (judul asli 365 Dni) menceritakan Laura Biel, seorang eksekutif yang tangguh, namun tidak bahagia dalam hubungannya dengan pacarnya Martin, yang menolaknya ketika dia mencoba untuk memulai hubungan seks.

Merayakan ulang tahunnya di Itali bersama kekasih, namun tetap kesal dengan kelakukan Martin. Laura pun menelusuri jalanan sendiri pada malam hari dan diculik oleh seorang mafia Italia bernama Massimo Torricelli.

Di vilanya, Massimo mengungkapkan bahwa Laura adalah wanita di pantai lima tahun yang lalu, ketika dia terluka. Hanya sosok Laura yang bisa dia pikirkan. Setelah mencari selama bertahun-tahun dan akhirnya menemukan dia di bandara.

Massimo bertekad harus memilikinya dan berniat untuk menahannya sebagai tahanan selama 365 hari sampai Laura jatuh cinta padanya dan menjanjikan kemewahan tanpa akhir.

Apakah Laura akan jatuh cinta kepada Massimo?

Review Film 365 Days, Cerita So-so, Banjir Adegan “Panas”

Film 365 Days tidak menawarkan cerita yang bagus, kalian mungkin sudah bisa menebak alur cerita dan menguap. Ringan dan tidak membebani penonton, namun sajian utama film ini tentu adegan panasnya.

Bukan bakar-bakaran, melainkan adegan ranjang yang berani. Mengapa dibilang lebih berani dari trilogi Fifty Shades? Karena penampakan telanjang bulat dan adegan seks dari para aktor sungguh totalitas dan intens.

Jika dibandingkan dengan Fifty Shades, adegan seksnya sangat jauh dengan film 365 Days. Diceritakan karakter Massimo ini hyper, meluapkan segala emosi dengan seks. Saya cukup kaget, saat dirinya kesal dan melampiaskan dengan memaksa oral sex dengan seorang pramugari. Seram sekali!

Sang pemeran utama yang tak henti-henti meraung ini cukup berani, karena tampil totalitas dalam setiap adegan panas. Pasti kalian langsung mencari akun Instagram mereka kan; Michele Morrone dan Anna-Maria Sieklucka. Bersiap menganga saat adegan di perahu ya!

Selain adegan panas,hal yang menjadi kontroversial dalam film ini adalah isu penculikan dan toxic relationship antara Laura dan Massimo. Kemudian ada adegan saat Massimo menyalahkan Laura sang biang masalah saat berpakaian minim di klub malam. Halo sir! Are you the one who kidnapped dan harrased her?

Tidak ada yang spesial dari cerita film 365 Days, kecuali adegan panas yang bertubi-tubi. Oh iya ending film ini dibuat menggantung dan kabarnya akan disiapkan sekuel. Oh no! Oh iya pastikan saat kalian menonton film ini sudah berumur di atas 21 tahun ya.

Baca juga:

Daftar Harga Langganan Netflix Indonesia Terbaru 2020

Review Film EuroTrip (2004), Cukup Lucu, Bodoh, dan Konyol

10 Fakta Film Midsommar Yang Sempat Batal Tayang