Review Film: Selamatkan Bumi VS Selamatkan Orang di Downsizing

Matt Damon kembali hadir dalam film Downsizing, ditulis dan digarap oleh  Alexander Payne film sci-fi komedi ini dibintangi juga oleh penampilan Christoph Waltz, Hong Chau, Kristen Wiig, dan Udo Kier. Downsizing menceritakan tentang penemuan ilmuwan asal Norwegia yang dapat mengecilkan tubuh dengan alasan menyelamatkan planet dan berhemat.

Semua berawal dari pasangan suami istri Paul dan Audrey Safranek yang berniat mengecilkan diri mereka karena  terbeban masalah finansial. Leisureland (Komunitas komplek di mana orang-orang hasil downsizing tinggal) menawarkan mimpi yang diinginkan oleh Paul (Matt Damon) dan Audrey (Kristen Wiig). Di sana mereka bisa menjadi kaya raya, karena uang di dunia nyata dan di sana berbeda.  Tergiur dengan kehidupan mewah di Leisureland, mereka segera melakukan downsizing.

Sialnya, Audrey kabur dan mengurungkan niat untuk downsizing ketika Paul sudah menjadi kecil. Mau tidak mau, Paul harus menjalani hidup sebatang kara di Leisureland.  Sempat putus asa tinggal sendirian, Paul akhirnya menjadi seorang marketer di Land’s End.

Ketika mendatangi pesta tetangga, Paul bertemu teman baru Dušan (Christoph Waltz) yang menghabiskan hidupnya dengan pesta dan wanita di Leisureland. Usai pesta Paul tidak sengaja bertemu dengan aktivis asal Vietnam Ngoc Lan Tran (Hong Chau) yang dipaksa downsizing karena menuntut pemerintah mengambil rumahnnya. Paul mencoba menolong Ngoc Lan Tran yang terlihat kesulitan berjalan, lewat perkenalan itu Paul mengetahui sisi gelap dari downsizing dan tidak semua orang kaya di Leisureland.

Berdurasi 135 menit, Alexander Payne menyuguhkan cerita yang berhasil mencuri perhatian penonton. Kita pun terpanah dengan proses mengecil alias Downsizing dan isi Leisureland.  Walau terkadang alur ceritanya membingunkan, karena tidak jelas arah karakter Paul ingin ke mana. Namun semua itu tertolong dengan munculnya Dušan yang diperankan oleh Christoph Waltz yang cukup memecah tawa.

Spotlight lainnya hadir lewat karakter Ngoc Lan Tran. Tak heran jika Hong Chau dinominasikan aktris pendukung terbaik Golden Globes 2018. Aksen Vietnam, kejenakaan, sifat penolong dan kepolosannya berhasil membuat penononton tertawa lepas sekaligus haru karena kisahnya.

Di sisi lain, Downsizing merupakan usaha ilmuwan untuk menyelamatkan planet, dengan mengecil sampah yang dihasilkan manusia menjadi lebih sedikit. Bedanya, di Vietnam proses downsizing dijadikan alat untuk mengancam para pendemo. Dengan mengecil, hak dan suara para aktivis tidak ada yang mendengar. Cukup tragis bukan?

Downsizing menawarkan sesuatu yang berbeda,  penemuan secanggih apapun pasti memiliki pro dan kontra.  Alexander Payne menyampaikan sebelum menyelamatkan planet ini, mungkin bisa menengok sekitar dan menolong mereka yang kesulitan.

Jangan lupa saksikan Downsizing, sedang tayang di bioskop.

Baca juga:

Lihat Aksi Matt Damon dan Andy Lau di The Great Wall

Apa Bedanya film The Martian dengan Film Luar Angkasa Lainnya?

 

Review Film: Panglima Tempur itu Bernama Dilan

Film yang ditunggu-tunggu akhirnya saya tonton juga, ya film Dilan 1990. Film yang diambil dari buku karya Pidi Baiq, buku yang menceritakan kisah cinta Milea dengan panglima tempur geng motor Bandung di tahun 1990. Film Dilan disutradarai oleh Fajar Bustomi, seorang sutradara yang pernah menggarap film yang menyentuh hati berjudul Surat Kecil untuk Tuhan.

Awal film dibuka dengan suasana di jalan kota Bandung yang masih asri belum banyak PKL (pedagang kaki lima) dan cafe-cafe, ya tentu saja karena suasana tahun 1990 sesuai dengan judul filmnya. Seru ya zaman tahun 90an anak-anak SMA masih berjalan kaki untuk sekolah. Tapi di balik suasana yang begitu asri terdapat pencemaran frame berupa mobil SUV kekinian yang parkir di garasi mobil, walau gambar mobilnya blur tapi terlihat jelas bentuknya.  Saya paham untuk membuat sebuah film dengan suasana tempo dulu sangat susah di Indonesia karena industri perfilman belum mempunyai studio khusus indoor seperti yang digunakan film-film luar.

Dialog dalam film sangat khas, bagi kamu yang pernah membaca buku Dilan 1990 pasti akan menikmati setiap dialog dan narasi filmnya. Siap-siap untuk luluh dan tersenyum manja, karena kamu akan hanyut dalam tingkah laku dan rayuan rayuan Dilan yang menurut saya sangat romantis dan unik. Coba bayangkan lelaki mana yang kasih kado dibungkus kantong plastik ke calon pacar. Walau begitu, hadiah tersebut sangat berkesan bagi Milea.

Di balik keunikan Dilan terhadap Milea, Dilan adalah seorang yang ditakuti karena dia adalah panglima tempur geng motor di Bandung. Untuk lelaki-lelaki diluar sana coba contoh Dilan, walau berani tapi mempunyai sisi yang humoris, tegas dan sangat perhatian ke calon pacar, Dilan tidak ingin Milea tersakiti dan kecewa, pokoknya jangan coba-coba untuk menyakiti Milea, nanti kamu akan hilang. Itu lah bentuk perhatian sekaligus humor seorang Dilan.

Banyak frame berlokasi di telepon umum yang pada era 90an biasanya digunakan untuk pacaran. Coba perhatikan koin yang digunakan Dilan untuk menelepon, bisa tebak kah pecahan berapa yang ia gunakan?

Akting para pemainnya juga bagus, terutama Iqbaal Ramadhan yang berperan sebagai Dilan, dirinya terlihat natural dan sesuai yang digambarkan novelnya, tapi akan sangat bagus apabila Iqbaal menaikan berat badannya sedikit saja, jangan terlalu kurus.  Saya khawatir kalau kamu naik motor nanti akan masuk angin. Di luar akting ada hal yang mengganggu, yaitu make up yang berlebihan, jadi seakan ada jarak 5cm antara bedak dan kulit. Tapi saya berfikir positif, mungkin karena itu tahun 90an dan lumrah menggunakan bedak Viva nomor 5 ke atas, tetapi bibir-bibir pemainnya menggemaskan terlihat natural.

Secara keseluruhan film Dilan 1990 layak ditonton, apalagi kalau kamu sudah pernah baca novelnya. Bagi kamu yang mengidam- idamkan sosok seorang yang romantis dan tegas, coba mulai sekarang berdoa agar mendapatkan sosok Dilan di kehidupan nyata.

Kamu yang belum nonton film Dilan, ayo segera ke bioskop karena film ini layak ditonton. Oh iya  untuk tips buat yang ingin nonton film ini, disarankan tutup mata ketika mamanya Dilan menyetir mobil saat mengantar Milea pulang. Sudah, tidak usah tanya kenapa, tonton saja nanti kalian akan tahu.

 

Baca juga:

Sarah Sechan Curi Perhatian di Bukaan 8

Kisah Inspirasi Penuh Haru di 9 Summers 10 Autumns

 

 

 

 

 

4 Tempat Wisata Banyuwangi Wajib Dikunjungi

Penasaran wisata di kota yang berada di ujung paling timur pulau Jawa? Banyuwangi bisa menjadi pilihan destinasi wisata kamu. Banyuwangi terkenal dengan banyak sebutan, mulai dari Sunrise of Java, Bumi Blambangan, kota Osing hingga kota Festival. Kenapa festival? Ini dikarenakan, rutinnya perhelatan Banyuwangi Ethno Carnival setiap tahunnya. Diadakan sejak 2011, festival ini  menampilkan seni, budaya, fesyen, dan wisata olahraga.

Untuk transportasi dari Jakarta, kamu bisa mencoba jalur darat dengan kereta api Gajah Wong, dari stasiun Pasar Senen tujuan Yogyakarta stasiun Lempuyangan selama 12 jam. Kemudian disambung dengan kereta api Sri Tanjung dari stasiun Lempuyangan menuju stasiun Banyuwangi Baru selama 14 jam. Jika ingin menghemat waktu, bisa menggunakan pesawat terbang maskapai Nam Air dari bandara Soekarno Hatta menuju bandara Blimbingsari.

Nah berikut tempat wisata Banyuwangi yang wajib kamu kunjungi:

Kawah Ijen

Rasanya belum afdal jika ke Banyuwangi belum berkunjung ke sini. Kawah ini berada di Gunung Ijen yang berada di perbatasan antara Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Indonesia. Setiap dini hari sekitar pukul 02.00 hingga 04.00, di sekitar kawah dapat dijumpai fenomena blue fire atau api biru. Namun untuk menuju ke sana kamu harus mendaki ke puncak dengan jarak sekitar 3 km, untuk turun menuju ke kawah harus melintasi medan berbatu-batu sejauh 250 meter dengan kondisi yang terjal. Untuk bisa ke sini biasanya banyak jasa open trip, biaya mulai dari Rp 200.000 dengan pemandu. Jangan lupa membawa masker, karena asap belerang sangat berbahaya jika terhirup. Live-tweet di kawah Ijen klik di sini.

Taman Nasional Baluran

Tak perlu jauh-jauh ke Afrika, Taman Nasional Baluran atau juga lebih di kenal dengan julukannya, Africa Van Java ini adalah kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli. Terdapat beberapa destinasi alam yang bisa kamu kunjungi. Dari luasnya padang Savana Bekol, lebatnya hutan hijau Evergreen Forest, hingga keindahan pantai Bama. Harga tiket masuk terdapat 2, pengamatan hidupan liar Rp 10.000/orang,  nusantara Rp 7.500/orang dan untuk roda 4 dikenakan biaya Rp 15.000. Jika membawa makanan ringan atau snacks, jangan membuang sampah sembarang ya.

Taman Nasional Alas Purwo

Senang berkunjung ke hutan? Selain Baluran ada taman nasional Alas Purwo yang berlokasi di kecamatan Tegaldlimo dan kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Indonesia. Taman nasional dengan luas 43.420 ha  ini banyak tempat seru untuk dikunjungi. Ada Savana Sadengan, di mana kamu bisa melihat beragam satwa seperti banteng, rusa hingga burung. Selain itu beragam pantai ada di taman nasional ini, pantai yang sering menjadi incaran adalah pantai Plengkung. Para peselancar berlomba-lomba menuju ke sana karena memilik ombak yang tinggi.  Biaya masuk ke taman nasional Alas Purwo cukup terjangkau, yaitu Rp 5.000/orang, namun untuk akses ke pantai Plengkung dikenakan biaya sekitar Rp 400.000.

De Djawatan

Kamu pernah nonton The Lord of the Rings? Tempat ini  jangan sampai terlewatkan jika kamu di Banyuwangi. De Djawatan berlokasi di desa Benculuk, kecamatan Cluring, kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Di sini kamu bisa berfoto sesuka hati dengan pemandangan rindangnya pohon trembesi yang mirip dengan hutan Fangorn dalam film  The Lord of the Rings. Kabarnya pohon trembesi di sini berumur lebih dari 100 tahun. Selain itu di kawasan hutan lindung ini terdapat tempat tinggal kelelawar.  Harga tiket masuk De Djawatan yaitu Rp 2.000.

Baca juga:   

Liburan dan Mengenal Situs Megalitikum Gunung Padang

5 Tempat Wisata Murah di Kota Semarang