Review Film Hereditary Film Horor Yang Membuatmu Kacau Balau

Pencinta film horor harus menyaksikan Hereditary karya Ari Aster. Mendapatkan banyak pujian dari para kritikus, film horor supernatural ini disebut-sebut generasi baru The Exorcist. 

Cerita Hereditary berawal Ketika ibu dari keluarga Graham meninggal, keluarga anak perempuannya mulai dihantui oleh rahasia yang misterius dan menakutkan tentang nenek moyang mereka.

Annie seorang pembuat miniatur tidak terlalu merasa sedih atas kepergian ibunya, Ellen Graham. Anaknya Charlie, yang merasa sedih namun merasa bahwa sang nenek masih ada dan mengawasinya. Anak tertua Peter, tak banyak bicara dan selalu mengacuhkannya.

Kekacauan terjadi saat Peter kembali dari sebuah pesta. Annie yang merasa hancur dan frustasi kehilangan sosok yang ia cintai.  Annie pun mencoba mengikuti perkumpulan agar tidak sedih terus-menerus. Ternyata ia menyimpan rahasia masa lalu bersama sang ibu yang tidak pernah akur dan menyimpan banyak rahasia darinya.

Annie bertemu teman baru bernama Joan, ia pun menjadi tempat curahan hati. Joan pun bercerita pernah berinteraksi dengan arwah dari anggota keluarga yang sudah tiada dan membuatnya lebih lega.

Annie yang awalnya tidak percaya akhirnya mencoba dengan mengajak suaminya Steve dan Peter. Nah dari situlah muncul keanehan dan membuat keluarga Graham semakin rumit.

Annie tiba-tiba menemukan mayat tanpa kepala di lotong, Steve yang dihubungi pemakaman bahwa makam mertuanya dibongkar dan Peter yang dihantui bayang-bayang aneh.

Annie yang berusaha mencari tahu, semakin terancam oleh takdir yang mengerikan. Sebenarnya apa yang terjadi? Apa yang disembunyikan oleh Ibunya?

Film Horor Yang Bikin Kacau Balau

Ditulis dan digarap oleh Ari Aster, sutradara asal Amerika Serikat ini berhasil membuktikan kemahirannya. Hereditary merupakan film debut dari Ari, sebelumnya ia menyutradarai film-film pendek.

Jalan cerita yang rapi membuat penonton duduk serius dengan sabar menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya. Dengan lokasi set yang gelap, suasana horor sudah tercipta tanpa jumpscare dan sosok hantu yang mengagetkan.

Hanya lewat pergerakan kamera kita sudah dibuat merinding. Kita seperti diajak menjadi kacau-balau seperti keluarga Graham. Belum lagi karakter-karakter dalam film yang kuat,  tidak bisa dipungkiri Toni Collette tampil gila-gilaan dalam film Hereditary sebagai Annie. Belum lagi Milly Saphiro berhasil memerankan sosok Charlie yang aneh dan misterius.

Semua itu didukung penampilan Alex Wolff sebagai Peter dan Gabriel Byrne sebagai Steve yang tak kalah memukau. Mereka berhasil menampilkan kekacauan yang dihadapi keluarga Graham.

Selain itu musik scoring dalam film Hereditary melengkapi suasana horor dan penampakan pemeran yang terasa dingin dan pucat.

Jika dilihat, cerita dalam Hereditary hampir mirip Pengabdi Setan. Dua film tersebut sama-sama menghentak jiwa.

Hereditary akan membuatmu lemas, stres, panik, gelisah, depresi dan kacau tak karuan. Sebuah film horor penuh kejutan yang tak biasa. Sebuah karya yang indah sekaligus menyeramkan.

Hereditary tayang di bioskop Indonesia 27 Juni 2018. Uji nyalimu di bioskop sekarang juga!

Baca juga:

Review Film: Saatnya Para Wanita Unjuk Gigi di Ocean’s 8
Review Film: Menengok Perjuangan Ibu di Tully

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here