Apa Bedanya MRT Dengan LRT?

Jakarta sedang disibukkan dengan pembangunan MRT dan LRT, sehingga perjalanan kalian akan sedikit terganggu alias macet. Sebenarnya apasih perbedaan MRT dan LRT?

Sebenarnya MRT dan LRT  sama-sama menggunakan rel berukuran 1067 milimeter dan digerakkan aliran listrik. Penasaran apa yang membedakannya? Simak penjelasannya di bawah ini.

Apa Bedanya MRT Dengan LRT?

MRT atau Mass Rapid Transit Jakarta atau Moda Raya Terpadu merupakan sebuah sistem transportasi transit cepat yang menggunakan kereta rel listrik. MRT memiliki 6 rangkaian kereta dan dapat menampung sekitar 1650 penumpang.

Foto: goodsss.info

Sementara untuk perlintasan MRT yaitu layang dan bawah tanah. Pada jalur utara – selatan, Lebak Bulus – Bundaran HI akan ada 6 stasiun bawah tanah.

LRT  atau Light Rail Transit  atau dikenal juga sebagai kereta api ringan ini merupakan salah satu sistem kereta api Penumpang yang beroperasi di kawasan perkotaan yang konstruksinya ringan dan bisa berjalan bersama lalu lintas lain atau dalam lintasan khusus, bisa  juga disebut dengan trem.

Foto: sayangsarawak.my

LRT memiliki 2-4 rangkaian kereta dan menampung sekitar 600 penumpang. Untuk lintasan LRT hanya satu yaitu layang. Nantinya LRT Jabodetabek akan ada enam rute, Cawang – Cibubur, Cawang – Kuningan – Dukuh Atas, Cawang – Bekasi Timur, Dukuh Atas – Palmerah Senayan, Cibubur – Bogor dan Palmerah – Grogol / Bogor.

Nah sudah jelas belum perbedaan MRT dan LRT? Semoga pembangunannya cepat selesai dan mengatasi kemacetan di kota Jakarta ini.

Baca juga: Apa Bedanya Kartu Pascabayar dan Prabayar

Daftar Bioskop Murah di Jakarta

Menonton film merupakan salah satu hiburan semua orang, mulai dari genre drama, horor hingga aksi bisa menjadi pilihan nonton. Namun bagaimana jadinya jika harga tiket mahal? bagi kamu yang sudah bekerja dan berkecukupan mungkin tidak masalah, bagaimana dengan anak sekolah atau anak kuliah yang tetap ingin menonton film di bioskop tanpa harus bikin kantong bolong.

Pada awal tahun 2000-an sempat populer nomat alias nonton hemat setiap hari Senin, tapi sekarang sudah tidak ada. Kalaupun ada pasti berupa potongan diskon dengan syarat dan ketentuan berlaku. Harga tiket bioskop murah biasanya pada hari Senin hingga Kamis, untuk Jumat harga tiket lebih tinggi karena mendekati akhir pekan, sementara Sabtu dan Minggu jangan ditanya di hari ini lah harga tiket bioskop menjadi lebih mahal.

Tetapi jangan khawatir, berikut daftar bioskop murah di Jakarta:

Cinema 21

Blok M Square lantai 5

Alamat: Jalan Melawai V, Jakarta Selatan

Harga tiket Senin s/d Kamis Rp 30.000

Cijantung

Alamat: Graha Cijantung lantai 5 Jalan Pendidikan 1, Kopassus,  Jakarta Timur

Harga tiket Senins s/d Kamis Rp 30.000

Daan Mogot

Alamat: Mal Daan Mogot, Jalan Raya Daan Mogot KM 16, Jakarta Barat

Harga tiket Senins s/d Kamis Rp 30.000

Gading

Alamat: Mal Kelapa Gading 1 lantai 2, Jalan  Bulevar Kelapa Gading, Jakarta Utara

Harga tiket Senins s/d Kamis Rp 30.000

Sunter

Alamat: Sunter Mall lantai 4, Jalan Danau Sunter Utara, Jakarta Utara

Harga tiket Senins s/d Kamis Rp 30.000

Tamini

Alamat: Taman Mini Square lantai 2, Jalan Taman Mini Raya, Jakarta Timur

Harga tiket Senins s/d Kamis Rp 30.000

Cinemaxx Theater

Plaza Semanggi

Alamat: Kawasan GRANADHA, lantai 5, Plaza Semanggi, Jalan Jenderal Sudirman Kavling 10, Jakarta Selatan

Harga tiket Senins s/d Kamis Rp 30.000

CGV (dahulu blitzmegaplex)

untuk CGV, harga tiket termurahnya Rp 35.000

Slipi Jaya

Alamat: Plaza Slipi Jaya lantai 4, Jalan Let. S. Parman Kav 17-18 Slipi, Jakarta Barat

Harga tiket Senins s/d Kamis Rp 35.000

Green Pramuka

Alamat: Green Pramuka Square, Jalan Jend Ahmad Yani Kav 49, Jakarta Pusat

Harga tiket Senins s/d Kamis Rp 35.000

Nah  lumayan kan kamu jadi bisa hemat nonton dan tetap update film-film terbaru. Selamat nonton !

Baca juga:

Daftar Bioskop dan Harga Tiket IMAX di Cinema XXI

Apa Bedanya Fast Food di Kuala Lumpur dengan di Jakarta ?

Selama berlibur ke kota Kuala Lumpur Malaysia tujuan utama beberapa orang ialah berburu kuliner lokal, namun setelah kita sudah mencoba semua dan mulai bosan kita akan beralih ke makanan siap saji atau fast food, nah apa bedanya fast food di  Kuala Lumpur dengan di Jakarta?

Setelah puas mencoba nasi kandar dan nasi lemak saya sedikit penasaran dengan menu fast food di kota kuala lumpur apakah sama dengan menu di kota jakarta? Nah pertama saat saya kebingungan mencari sarapan dan memutuskan makan di Mc Donalds menu sarapannya serupa dengan di sini wrap sandwich chicken dan coffe, namun mereka menyertakan hash brown setelah saya mencoba nya ternyata seperti kentang goreng yang di olah menjadi seperti bentuk tempe.

apabedanyacom-fastfood2Kemudian saya mencoba makan di Texas Chicken sekitaran bukit bintang, sempat bingung memilih menu yang mana karena tidak ada menu disertai nasi akhirnya memesan 2 ayam, 1 cup salad, minum dan 1 biscuit. Nah biscuit yang dimaksud itu semacam kue bolu rasa kelapa dengan karamel di luarnya.

apabedanyacom-fastfood3Tidak afdol jika tidak mencoba saingan dari mereka yaitu KFC, langsung saja menuju Kfc terdekat dan akhirnya memesan paket combo 5 ayam dengan cocolan keju, 1 mangkuk bubur kentang dan 2 minum. Awalnya saya pikir bubur kentang ini waffle karena di gambar seperti waffle di tuang karamel, ternyata setalah melihat dan mencoba isi mangkuk nya adalah kentang yang di hancurkan halus seperti bubur di tambah kuah kental kari ayam.

Nah dari restoran fast food ke tiganya ada yang kesamaan yaitu saos cabai yang mereka sajikan tidak ada pedas sama sekali, bahkan seperti saos tomat. Jadi bagi pencinta saos cabai yang pedas  mungkin akan kecewa dengan rasanya, untuk rasa ayam gorengnya pun sama dengan di sini namun disana tidak terlalu banyak menggunakan msg, jadi tidak begitu asin seperti di sini. Demikian perbedaan fast food di jakarta dengan di kuala lumpur, semoga bermanfaat.

Apa Bedanya naik Bus Transjakarta dengan Bus kota?

Bagi pengguna transportasi umum, bus transjakarta ataupun bus kota tidak asing lagi didengar di kota Jakarta.  Walaupun bermacet macet ria, selalu ramai dipenuhi banyak orang.  Berikut masing masing kelebihan maupun kekurangan menggunakan bus Transjakarta atau bus kota.

Kenyamanan
Untuk bus transjakarta sendiri dilengkapi AC, beda dengan bus kota yang sedikit gerah tanpa AC.  Tempat duduknya sendiri lebih nyaman di bus transjakarta daripada bus kota. Walaupun pun bus transjakarta nyaman ketika jam sibuk menunggu bus / masuk ke dalam bus sering terjadi saling mendorong, hanya untuk mendapatkan kursi lebih cepat.

Keamanan
Di bus kota terkadang banyak pengamen ataupun pengemis yang masuk ke dalam bus, mungkin beberapa orang akan merasa sedikit risih. Walaupun tidak ada pengamen / pengemis di bus transjakarta ada baiknya menjaga barang bawaan anda, kadang ada saja yang memanfaatkan keadaaan saat bus sedang penuh / ramai.

Waktu
Untuk menunggu bus kota tidak terlalu lama, beda lain hal nya dengan bus transjakarta entah karena bus nya sedikit atau keadaan jalan yang macet, menunggu nya kadang bisa hampir 30 menit, namun semua tergantung kondisi dan keadaan. Untuk waktu perjalanan pun dari bus transjakarta maupun bus kota tergantung dari jalanan nya tapi untuk bus transjakarta disediakan jalur khusus jadi lebih cepat.

Biaya
Untuk bus transjakarta biaya yang dikeluarkan Rp. 3.500, khusus dibawah jam 7 pagi dikenakan Rp. 2.000 (Ketentuan sekarang harus menggunakan kartu pembayaran dari beberapa Bank seperti Flazz, Emoney, Brizzi dan lainnya). Sementara biaya untuk bus kota biaya nya Rp. 4.000.

Masing masing pasti ada keunggulan ataupun kekurangannya, Contoh kelebihan bus transjakarta misalkan hanya dengan Rp. 3.500 kamu bisa berkeliling kota jakarta. Sedangakan untuk  bus kota pun lebih cepat datang dibandingkan bus transjakarta pada jam sibuk. Jadi, mau naik yang mana nih?

Apa Bedanya ke Bandung Naik Bus atau Kereta Api

Pada musim libur panjang atau akhir pekan, banyak sekali orang-orang merencanakan liburan mini ya sebut saja liburan sederhana yang tidak perlu jauh-jauh, yaitu berkunjung ke kota tetangga, Bandung.

Nah apasih bedanya ke kota Bandung naik bus atau naik kereta api? Sebenarnya sama sama nyaman namun ada beberapa hal yang jadi perbedaaannya.

1.  Biaya

Untuk biaya naik bus, sebut saja Primajasa (Eh memang itu nama bus nya) untuk sekali jalan dari terminal pilihan kamu contohnya Cililitan ke terminal Bandung Leuwi Panjang kamu di kenakan biaya Rp 75.000, sementara untuk biaya kereta api Argo Parahyangan yang berangkat dari stasiun Gambir ini kamu dikenakan biaya Rp 120.000 tapi ini untuk kelas eksekutif , sementara untuk kelas bisnis dikenakan Rp 90.000.

Foto: Tri Wahyudi

2. Jarak

Tentu jalur yang dipilih kereta api dan bus berbeda, jadi estimasi sampai kota Bandung antara keduanya pasti berbeda. Untuk bus mereka melewati jalan tol Cipularang, tol ini berada di pegunungan sehingga jalannnya naik turun dan terkadang banyak truk atau kontainer besar harus jalan pelan-pelan dan berhati-hati. Estimasi sampai ke Bandung kurang lebih 2 jam (kalau musim liburan pintu keluar tol dipastikan macet).

Sementara dengan kereta api melewati jalur kereta ke Bekasi, Karawang, Cikampek, Purwakarta, Padalarang, Cimahi kemudian sampai stasiun Bandung dengan total jarak 166 km estimasi kemungkin 2 jam 30 menit lebih lama daripada menggunakan bus dikarenakan rel kereta api melewati perbukitan.

3. Pemandangan

Pemandangan yang kita lihat jika menggunakan bus tidak lain yaitu jalan tol yang panjang tidak ada ujungnya dan juga di pinggir jalan tol terdapat sawah sawah, jika sudah melewati Purwakarta kamu bisa melihat bukit dengan pepohonan. Berbeda dengan menggunakan kereta api pada saat melewati stasiun Bekasi mungkin kamu belum melihat pemandangan yang indah, tapi setelah melewati stasiun Purwakarta anda aka melewati jembatan Cisomang dengan pemandangan bukit lebih dekat karena benar-benar disamping kaca.

Foto: Flickr/ Sofyan Hermanto

Kemudian kita akan melewati terowongan sasaksaat yang mana terowongan terpanjang kedua di Indonesia. Dengan panjang 950 m, terowongan ini didibangun pada saat jaman kolonial Belanda, sinyal HP sudah pasti hilang saat di dalam terowongan ini .

4. Fasilitas

Untuk bus sendiri fasilitas  yang kamu dapatkan tempat duduk (iya dong masa berdiri), TV terpasang cuma pengalaman saya dinyalakan saat di Jakarta saja, sisanya sinyal hilang entah ke mana perginya.  Oh iya ada toilet di belakang busnya jadi jangan khawatir jika anda kebelet buang air kecil.

Sementara fasilitas kereta api lebih menjanjikan, untuk kelas eksekutif anda mendapatkan kursi nyaman yang dapat dinaik-turunkan,  meja makan yang tersembunyi di samping kursi, 2 buah colokan listrik (kita hidup di zaman di mana ponsel harus terus menyala), TV (saat berangkat akan menyetel musik video kemudian mereka terkadang memutarkan film) untuk kelas bisnis tidak terdapat TV, namun ada  toilet di setiap gerbongnya.

Nah demikian apa bedanya ke Bandung naik bus atau kereta api. Dari keduanya sih ada kurang dan lebi nya. Sisanya tergantung pilihan kalian mau mencoba yang mana, Have a good holiday!