Sinopsis + Spoiler Star Wars: The Force Awakens

Star Wars The Force Awakens merupakan hadiah akhir tahun bagi para pecinta film Star Wars, film yang ditunggu tunggu ini akhirnya di rilis pada 18 Desember 2015 kemarin. Film ini di tulis oleh Lawrence Kasdan, J. J. Abrams dan Michael Arndt, film yang di sutradarai oleh J.J Abrams ini perankan oleh karakter film pada tahun 70-80an yaitu Harisson Ford sebagai Han Solo, Mark Hamill sebagi Luke Skywalker dan Carrie Fisher sebagai Princess Leia. Selain itu banyak pemain baru seperti Daisy Ridley, Adam Driver, John Boyega, Oscar Isaac, Lupita Nyong’o, Andri Serkis dan Domhnall Gleeson . Nah yang beda ada aktor laga dari Indonesia yang ikut serta yaitu Yayan Ruhiyan sebagai Tasu Leech dan Iko Uwais sebagai Razo Quinn-Fee.

30 tahun sejak dihancurkan nya Death Star yang kedua dan menghilangnya Jedi terakhir yaitu Luke Skywalker, Muncul nya First Order mengantikan kejatuhan dari Galactic Empire yang ingin menyingkirkan Luke dan The Republic. Sementara Leia Organa, Jendral pasukan Resistance yang mencari Luke untuk meminta pertolongan menghadapi First Order.

theforceawaken1Cerita berawal ketika pilot Resistance Poe tertangkap oleh pasukan Stromtroopers setelah menerima peta lokasi Luke di planet Jakku, sebelum tertangkap peta itu pun di berikan ke droidnya BB-8 dan menyuruh untuk kabur sejauh jauhnya. Kylo Ren pemimpin pasukan stroomtroopers pun menginterogasi Poe dengan memasukin pikirannya dan mengetahui peta tersebut ada di Droid-nya yang melarikan diri.

Namun ada seorang stromtroopers Finn, ia yang membantu Poe kabur dari tahanan dan kembali ke planet Jakku mencari BB-8, pesawat mereka pun jatuh tertembak dan Finn tidak menemukan Poe kemudia pergi ke kota dan menemukan BB-8 sedang bersama Rey seorang Scavenger (pembangkai) yang terpisah keluarga nya di Jakku. Akhirnya mereka bertiga berhasil kabur dari serangan Stroomtroopers dengan pesawat Millenium Falcon (pesawat yang dulu di gunakan Han Solo).

Mereka pun melarikan diri dan bertemu dengan HanSolo dan Chewie, sang pemilik pesawat dan ikut membantu BB-8 menuju markas Resistance , mereka pergi ke Planet Takodana tempat Maz, Rey pun menemukan kotak berisi Lightsaber milik Luke Skywalker yang mana sebelumnya dimiliki Anakin Skywalker, Rey seperti terpanggil dan memiliki Force yang kuat.

First Order pun datang menyerang mereka namun Rey dibawa oleh Kylo Ren ketika pasukan Resistance datang membantu. Finn, BB-8, Han Solo dan Chewie pun pergi ke markas Resistance bertemu Princess Leia, C-3P0 dan R2-D2. Mereka pun mengatur strategi menolong Rey serta bagaimana cara menghancurkan senjata mematikan First Order, Star Killer yang sudah menghancurkan The Republic.

Akhirnya Han Solo, Chewie ,Finn dan pasukan X-Wings Fighters Resistance pergi menuju Star Killer, namun sulitnya menyerang markas Star Killer ditambah pasukan stromtroopers menyerang X-Wings Fighter. Rey yang berhasil kabur dengan mind trick Jedi-nya dan bertemu dengan Han Solo dan Finn. Pada saat menempelkan beberapa peledak di dalam markas Star Killer, Han Solo bertemu anaknya yaitu Kylo Ren, dan mengajak untuk pulang bersama namun Kylo Ren yang sudah di pengaruhi oleh Snoke ini membunuhnya Ayahnya sendiri dengan lightsaber nya, Chewie pun langsung menembak Kylo Ren dan meledakan markas dengan segera X-Wings Fighters yang tersisa menyerang pusat Star Killer untuk menghancurkannya.

Ketika kabur Finn dan Rey dihadang oleh Kylo Ren, Finn pun melawan Kylo Ren dengan lightsaber yang dititipkan Maz ke Rey namun lightsaber itu terjatuh dan tidak menuruti Kylo Ren melainkan Rey. Kylo Ren pun dikalahkan oleh Rey dengan lightsaber nya, Rey pun kabur dari Kylo Ren membawa Finn yang sekarat di bantu oleh Chewie dan akhirnya Star Killer pun musnah. Sesampai nya di markas Resistance R2-D2 pun menyala dan memperlihatkan peta lokasi Skywalker ditambah potongan peta yang di bawa BB-8. Rey pun segera pergi bersama Chewie dan R2-D2 menuju tempat Luke membawa Lightsaber milik Luke.

Film pun selesai ketika Rey bertemu dengan Luke Skywalker di tengah pulau, kelanjutan film akan dirilis pada 2017 dan bertanya tanya siapakah Rey ini? Film Star Wars : The Force Awakens berhasilkan mengumpulkan penghasil $ 890,295,329 di seluruh dunia. Star Wars Episode VII ini pun mendapatkan beragam review positif salah satunya Rotten Tomatoes memberikan nilai 94% berdasarkan 304 review, Metacritic memberika nilai 81 dari 100 dan Robbie Collin dari The Daily Telegraph memberika 5 bintang.

theforceawaken3
source: hai-online.com

Film ini juga terdapat cameo seperti pemeran James Bond yaitu Craig Daniel sebagai Stromtroopers JB-007 dan pemeran pembantu seperti Billie Lourd (pemeran Chanel #3 di Scream Queens) sebagai Lieutenant Connix , Thomas-Brodie Sangster (pemeran Newt di The Maze Runner) sebagai First Order Officer dan masih banyak lainnya. Makin enggak sabar nunggu episode VIII kan, MAY THE FORCE BE WITH US!

Image source: starwars.com

Apa yang Berbeda di Film Chef ?

Chef, film drama komedi yang di rilis tahun 2014 lalu ini ditulis dan disutradarai oleh Jon Favreau. Film tentang seorang chef yang kehilangan pekerjaannya di restoran dan mencoba bangkit dengan membuka food truck ini di isi aktor cukup ternama seperti Scarlett Johansson, Robert Downey Jr,  Sofia Vergara, John Leguizamo serta Jon Favreau sendiri yang berperan sebagai sang Chef.

Yang Berbeda di film ini yaitu bagaimana sang chef yang perfeksionis kehilangan pekerjaan akibat sosial media atau Twitter. Cerita berawal restoran tempat Chef “Carl Jasper” bekerja akan di liput oleh Food Blogger terkenal “Ramsey Michel”, dan itu membuat Chef Carl sangat khawatir karena itu ia beserta seluruh staff restoran berusaha memberikan pelayanan dan sajian terbaik untuk kritikus. namun hasil dari review tidak seperti yang mereka inginkan,  food blogger memberi 2 bintang dan memberikan review cukup jelek, Chef Carl pun sedih dan kesal membacanya.

Tanpa disadari review buruk tersebut direspon banyak orang di sosial media Twitter, chef penasaran dan mencoba membuat akun Twitter dibantu anak nya (Percy) untuk melihat tweet yang di tulis oleh food blogger itu, setelah membaca baca dia menulis tweet kepada kritikus.

tweetchefcarl Tweet yang ia pikir akan seperti pesan pribadi namun di liat semua orang setelah food blogger meretweet nya. terjadi lah perang tweet antara food blogger dengan chef, Chef Carl menantang food blogger tersebut untuk datang kembali ke restoran akan tetapi pemilik restoran tidak menyukai perubahan menu dari chef serta tweet yang ia tujukan ke food blogger, Chef Carl pun di pecat pada malam ia menantang food blogger.

Datang nya food blogger kembali tanpa Chef Carl di dapur membuat sajian terlihat berantakan dan membuat food blogger menertawakan dan memancing amarah Chef Carl di Twitter, Chef Carl pun datang ke restoran memaki maki food blogger di hadapan semua pengunjung restoran, sekali lagi video itu tersebat luas di sosial media, chef carl pun semakin terpuruk karena masih belum mendapatkan pekerjaan.

Tak lama larut dalam keterpurukan, Chef Carl mencoba bangkit dengan menjual Cuban Pork Sandwich (Cubanos) di food truck, ide ini muncul pada saat ia menemani mantan istri nya dan anak nya pergi ke Miami. Dibantu rekan kerja nya di restoran Martin dan anaknya Percy, Chef Carl berkeliling tiap kota dengan food truck. Tidak sadar setiap momen dan perjalan di bagikan ke sosial media seperti Twitter, Vine dan Facebok oleh Percy, Food truck Chef Carl kemudian populer dan terdengar oleh food blogger “Ramsey” yang akhirnya memuji makanannya di food truck, setelah menjual website nya sang food blogger dan Chef Carl pun membangun sebuah restoran bersama.

Pelajaran yang di dapat dari film Chef, mendengarkan membaca melihat review tentang kita memang baik, tetapi jangan terlalu menanggapi dengan emosi setiap orang berhak menilai baik dan buruk tentang kita semua tergantung bagaimana kita menanggapinya dengan bijak dan pesan terakhir

Image source: chefthefilm.com

Evolusi Musik Video Christina Aguilera Dari Masa ke Masa

Tepat tanggal 18 Desember 2015 ini Penyanyi asal Amerika Serikat “Christina Aguilera” atau yang akrab di panggil Xtina merayakan ulang tahun ke 35 Tahun, yuk simak evolusi musik video Christina Aguilera dari masa ke masa

“Genie In a Bottle”

Setelah sukses mengisi soundtrack di film animasi Disney “Mulan” , Christina merilis album debut berjudul self-titled, lagu “Genie In a Bottle” langsung melambungkan nama Christina sebagai penyanyi remaja dan sukses menduduki posisi teratas chart Billboard HOT 100 selama 4 minggu. di Album ini Christina pun meraih piala Grammy Awards untuk kategori Best New Artist mengalahkan Britney Spears.

“Lady Marmalade”

Menghilangkan citra artis jebolan Disney, Christina mencoba menyisihkan citra good girl-nya dan memulai memperkenalkan tampilan yang provokatif di lagu “Lady Marmalade” untuk soundtrack  Moulin Rouge! (2001), berkolaborasi dengan empat penyanyi P!nk, Mya dan Lil Kim. Lagu ini pun berhasil menyumbangkan piala Grammy kedua untuk Christina Aguilera, kali ini untuk kategori Best Pop Collaboration with Vocal.

“Beautiful”

Lagu mengenai self-empowerment dan inner beauty ini mengisi album Stripped (2002), dan sukses menduduki chart no 2 di Billboard HOT 100. Lagu yang awalnya di minta oleh P!nk untuk album Mizzunderstood (2000) namun di tolak oleh Linda Perry karena menyimpan lagu ini untuk proyek pribadinya tetapi setelah mendengarkan Christina menyanyikan lagu dengan iringan piano, Linda Perry memutuskan lagu ini memang diperuntukkan untuk Christina. Terbukti lagu nya pun mendapatkan tanggapan positif dari kritikus seluruh dunia dan masuk daftar 100 lagu terbaik era 2000an. Di lagu ini Christina mendapat piala Grammy untuk kategori Best Female Pop Vocal Performance.

“Hurt”

Paska citra provokatif nya Christina kembali dengan tampilan retro dan klasik di album Back to Basics (2006) lagu Hurt menjadi single ke-2 setelah Ain’t No Other Man. Lagu Hurt mengukuhkan eksistensi Christina di blantika musik eropa, terbukti lagu ini berhasil mencapai posisi teratas di chart Hot 100 Europe.  Lagu ini dibuat oleh Linda Perry, Christina Aguilera serta Mark Ronson.

“Keeps Gettin’ Better”

Setelah sedekade berkarir di industri musik Christina merilis album kompilasi dari hits terbaik nya bertajuk Keeps Gettin’ Better: A Decade of Hits (2008), memberikan 2 lagu baru Keeps Gettin’ Better Better dan Dynamite, serta lagu Genie in a Bottle dan Beautiful yang di remix bergaya elektronik pop yaitu Genie 2.0 dan You Are What You Are (Beautiful).

“Not Myself Tonight”

Setelah membintangi film Burlesque (2010) bersama Cher, Christina merilis album bergenre elektropop berjudul Bionic (2010) . Not Myself Tonight dijadikan single pertama namun tidak sesukses single -nya pada album terdahulu nya hanya menduduki posisi 23 di Billboard HOT 100. Dalam pengerjaan album ini, Christina aguilera berkolaborasi dengan nama-nama baru seperti Sia Furler, M.I.A, dan Ladytron.

“Your Body”

Paska cerai dengan Jordan Bratman pada tahun 2010 mencoba bangkit untuk memproses album baru nya yang di rilis tahun 2012 berjudul Lotus. Di lagu “Your Body” Christina bekerja sama bersama Savan Kotecha Max Martin Shellback Tiffany Amber, namun lagu bergenre Dance electropop ini hanya menduduk posisi 43 pada Billboard Hot 100 dan posisi 16 di UK Single.

“Say Something”

Di tahun 2014 Christina Aguilera berkolaborasi dengan band duo A Great Big World di lagu Say Something, lagu bernuansa sendu ini langsung mendapatkan beragam review positif dari para kritikus musik dan menduduki posisi 4 di Billboar Hot 100. Christina sukses membawa A Great Big World terkenal seluruh dunia lewat lagu ini dan juga mendapatkan piala Grammy untuk Kategori Best Pop Duo/Group Performance.

Happy Birthday Christina Aguilera! : ))

 

Image source: christinaaguilera.com

Baca juga:

Deretan Penyanyi Yang Terinspirasi Christina Aguilera

Review Album: Blue Neighbourhood Troye Sivan

Review album Blue Neighbourhood dari Troye Sivan, album debut penyanyi asal Australia yang berusia 20 tahun ini dirilis pada 4 Desember 201. Album yang berisi 10 lagu (19 lagu edisi deluxe) ini dibantu beberapa produser seperti Alex Hop, SLUMS, Alex JL Hiew, Caleb Nott, Dan Hume, Pip Norman, Emile Haynie(Produser di Album Born to Die Lana Del Rey), Bram Inscore, XXYYXX dan Jack Antonoff (Penulis lagu Out of the Woods, I Wish You Would & Your In Love di album 1989 Tyalor Swift).

Album debut ini sangat dinantikan sejak Troye merilis Extended Play (Mini album) Dare to Dream (2007), June Hhaverly (2012), TRXYE (2014) dan Wild (2015), di mana EP TRXYE dan Wild sama-sama menduduki posisi 5 di Billboard Top 200 di Amerika Serikat.

Sebagai promo album Blue Neighbourhood, Troye mirilis EP Wild pada September 2015 yang berisi 6 lagu, Troye menjelaskan di acara Vidcon “Wild merupakan angsuran pembukaan, di mana terdapat 6 lagu kunci untuk memperkenalkan kalian semua musik yang saya miliki pada tahun 2015 ini”.

Terdapat beberapa lagu sendu dengan vokal sejuk dari Troye seperti Fools dan Talk Me Down yang menjadi kekuatan dari album ini. Ditambah lagu Blue dan Too Good semakin membuat kita galau. Namun tidak melulu sendu terdapat lagu Wild yang bergenre electropop, serta lagu Cool, Youth dan Lost Boy pun terdengar begitu renyah di telinga. Di edisi eksklusif Target terdapat versi live dari Happy Liitle Pills.

Blue Neighbourhood pun mendapatkan beberapa review positif, salah satunya Everett True dari The Guardian yang memberikan 5 bintang dan mengatakan “Sulit menemukan kesalahan di Blue Neighbourhood, Sivan merangkum nada dengan begitu baik”. Sementara Jody Rosen dari News Corp Australia memuji konten lirik dari lagu-lagunya yang mana ia tidak menutupi seksualitasnya secara berani dan jujur.

Image source: troyesivan.com

Nominasi Nominasi Grammy Awards ke-58 Tahun 2016

Ajang penghargaan musik di Amerika Serikat, Grammy Award ke 58 akan dilangsungkan pada 15 Febuari tahun 2016 sementara untuk nominasinya sudah di umumkan pada 7 desember kemarin . Acara ini masih di siarkan di Steples Center, Los Angeles California Amerika Serikat.

Ada yang berbeda yaitu banyak beberapa yang tidak lolos masuk nominasi, seperti lagu lagu Top 40 di chart seperti Rihanna lagu FourFiveSecound, Selena Gomez Good For You,  Carly Rae Jepsen di album Emotion serta album dance Madonna Rebel Heart, sementara di genre rock album America Beauty/American Psycho dari Fall Out Boy.

Untuk genre alternative,  album Honeymoon Lana Del Rey pun tidak masuk nominasi, ditambah rapper lagu Trap Queen Fetty Wrap tidak masuk nominasi Best New Artist. Dari keseluruhan nominasi terbanyak di pegang oleh Kendrick Lamar dengan total 11 nominasi, sementara Taylor Swift  dan The Weeknd mendapatkan 7 nominasi.  Kabar gembira pianis asal Indonesia Joey Alexander masuk nominasi  Best Jazz Instrumental Album di album My Favorite Things dan Best Improvised Jazz Solo .  Berikut daftar nominasi lengkap Grammy Awards yang ke 58:

Record of The Year

“Really Love” – D’Angelo and the Vanguard

“Uptown Funk” – Mark Ronson featuring Bruno Mars

“Thinking Out Loud” – Ed Sheeran

“Blank Space” – Taylor Swift

“Can’t Feel My Face” – The Weeknd

Album of the Year

Sound & Color – Alabama Shakes

To Pimp a Butterfly – Kendrick Lamar

Traveller – Chris Stapleton

1989 – Taylor Swift

Beauty Behind the Madness – The Weeknd

Song of the Year

“Alright”

“Blank Space”

“Girl Crush”

“See You Again”

“Thinking Out Loud”

Best New Artist

Courtney Barnett

James Bay

Sam Hunt

Tori Kelly

Meghan Trainor

Best Pop Solo Performance

“Heartbeat Song” – Kelly Clarkson

“Love Me Like You Do” – Ellie Goulding

“Thinking Out Loud” – Ed Sheeran

“Blank Space” – Taylor Swift

“Can’t Feel My Face” – The Weeknd

Best Pop Duo/Group Performance

“Ship to Wreck” – Florence + The Machine

“Sugar” – Maroon 5

“Uptown Funk” – Mark Ronson featuring Bruno Mars

“Bad Blood” – Taylor Swift featuring Kendrick Lamar

“See You Again” – Wiz Khalifa featuring Charlie Puth

Best Pop Vocal Album

Piece By Piece – Kelly Clarkson

How Big, How Blue, How Beautiful – Florence + The Machine

Uptown Special – Mark Ronson

1989 – Taylor Swift

Before This World – James Taylor

Best Traditional Pop Vocal Album

The Silver Lining: The Songs of Jerome Kern – Tony Bennett & Bill Charlap

Shadows In The Night – Bob Dylan

Stages – Josh Groban

No One Ever Tells You – Seth MacFarlane

My Dream Duets – Barry Manilow (& Various Artists)

Best Dance Recording

“We’re All We Need” – Above & Beyond featuring Zoë Johnston

“Go” – The Chemical Brothers

“Never Catch Me” – Flying Lotus featuring Kendrick Lamar

“Runaway (U & I)” – Galantis

“Where Are Ü Now” – Skrillex and Diplo with Justin Bieber

Best Dance/Electronic Album

Our Love – Caribou

Born in the Echoes – The Chemical Brothers

Caracal – Disclosure

In Colour – Jamie xx

Skrillex and Diplo Present Jack U – Skrillex and Diplo

Best Contemporary Instrumental Album

Guitar In The Space Age! – Bill Frisell

Love Language – Wouter Kellerman

Afrodeezia – Marcus Miller

Sylva – Snarky Puppy & Metropole Orkest

The Gospel According To Jazz, Chapter IV – Kirk Whalum

Best Rock Performance

“Don’t Wanna Fight” – Alabama Shakes

“What Kind of Man” – Florence + The Machine

“Something From Nothing” – Foo Fighters

“Ex’s & Oh’s” – Elle King

“Moaning Lisa Smile” – Wolf Alice

Best Rock Song

“Don’t Wanna Fight”

Alabama Shakes, songwriters (Alabama Shakes)

“Ex’s & Oh’s”

Dave Bassett & Elle King, songwriters (Elle King)

“Hold Back the River”

Iain Archer & James Bay, songwriters (James Bay)

“Lydia”

Richard Meyer, Ryan Meyer & Johnny Stevens, songwriters (Highly Suspect)

“What Kind of Man”

John Hill, Tom Hull & Florence Welch, songwriters (Florence + The Machine)

Best Rock Album

Chaos and the Calm – James Bay

Kintsugi – Death Cab for Cutie

Mister Asylum – Highly Suspect

Drones – Muse

.5: The Gray Chapter – Slipknot

Best Alternative Music Album

Sound & Color – Alabama Shakes

Vulnicura – Björk

The Waterfall – My Morning Jacket

Currents – Tame Impala

Star Wars – Wilco

Best R&B Performance

“If I Don’t Have You” – Tamar Braxton

“Rise Up” – Andra Day

“Breathing Underwater” – Hiatus Kaiyote

“Planes” – Jeremih feat. J. Cole

“Earned It (Fifty Shades of Grey)” – The Weeknd

Best Traditional R&B Performance

“He Is” – Faith Evans

“Little Ghetto Boy” – Lalah Hathaway

“Let It Burn” – Jazmine Sullivan

“Shame – Tyrese

“My Favorite Part of You” – Charlie Wilson

Best R&B Song

“Coffee”

Brook Davis, Miguel Pimentel, songwriters (Miguel)

“Earned It (Fifty Shades of Grey)”

Ahmad Balshe, Stephan Moccio, Jason Quenneville & Abel Tesfaye, songwriters (The Weeknd)

“Let It Burn”

Kenny B. Edmonds, Jazmine Sullivan & Dwane M. Weir II, songwriters (Jazmine Sullivan)

“Really Love”

D’Angelo & Kendra Foster, songwriters (D’Angelo and The Vanguard)

“Shame”

Warryn Campbell, Tyrese Gibson & DJ Rogers Jr, songwriters (Tyrese)

Best Urban Contemporary Album

Ego Death – The Internet

You Should Be Here – Kehlani

Blood – Lianne La Havas

Wildheart – Miguel

Beauty Behind the Madness – The Weeknd

Best R&B Album

Coming Home – Leon Bridges

Black Messiah – D’Angelo and The Vanguard

Cheers to the Fall – Andra Day

Reality Show – Jazmine Sullivan

Forever Charlie – Charlie Wilson

Best Rap Performance

“Apparently” – J. Cole

“Back to Back” – Drake

“Trap Queen” – Fetty Wap

“Alright” – Kendrick Lamar

“Truffle Butter” – Nicki Minaj featuring Drake & Lil Wayne

“All Day” – Kanye West featuring Theophilus London, Allan Kingdom & Paul McCartney

Best Rap/Sung Collaboration

“One Man Can Change The World” – Big Sean featuring Kanye West & John Legend

“Glory” – Common & John Legend

“Classic Man” – Jidenna featuring Roman GianArthur

“These Walls” – Kendrick Lamar featuring Bilal, Anna Wise & Thundercat

“Only” – Nicki Minaj featuring Drake, Lil Wayne & Chris Brown

Best Rap Song

“All Day”

Ernest Brown, Tyler Bryant, Sean Combs, Mike Dean, Rennard East, Noah Goldstein, Malik Yusef Jones, Karim Kharbouch, Allan Kyariga, Kendrick Lamar, Paul McCartney, Victor Mensah, Charles Njapa, Che Pope, Patrick Reynolds, Allen Ritter, Kanye West, Mario Winans & Cydel Young, songwriters (Kanye West Featuring Theophilus London, Allan Kingdom & Paul McCartney)

“Alright”

Kendrick Duckworth, Mark Anthony Spears & Pharrell Williams, songwriters (Kendrick Lamar)

“Energy”

Richard Dorfmeister, A. Graham, Markus Kienzl, M. O’Brien, M. Samuels & Phillip Thomas, songwriters (Drake)

“Glory”

Lonnie Lynn, Che Smith & John Stephens, songwriters (Common & John Legend)

“Trap Queen”

Tony Fadd & Willie J. Maxwell, songwriters (Fetty Wap)

Best Rap Album

2014 Forest Hills Drive – J. Cole

Compton – Dr. Dre

If You’re Reading This It’s Too Late – Drake

To Pimp a Butterfly – Kendrick Lamar

The Pinkprint – Nicki Minaj

Best Country Solo Performance

“Burning House” – Cam

“Traveler” – Chris Stapleton

“Little Toy Guns” – Carrie Underwood

“John Cougar, John Deere, John 3:16” – Keith Urban

“Chances Are” – Lee Ann Womack

Best Country Duo/Group Performance

“Stay a Little Longer” – Brothers Osborne

“If I Needed You” – Joey + Rory

“The Driver” – Charles Kelley featuring Dierks Bently & Eric Paslay

“Girl Crush” – Little Big Town

“Lonely Tonight” – Blake Shelton featuring Ashley Monroe

Best Country Song

“Chances Are”

Hayes Carll, songwriters (Lee Ann Womack)

“Diamond Rings and Old Barstools”

Barry Dean, Luke Laird & Jonathan Singleton, songwriters (Tim McGraw)

“Girl Crush”

Hillary Lindsey, Lori McKenna & Liz Rose, songwriters (Little Big Town)

“Hold My Hand”

Brandy Clark & Mark Stephen Jones, songwriters (Brandy Clark)

“Traveller”

Chris Stapleton, songwriter (Chris Stapleton)

Best Country Album

Montevallo – Sam Hunt

Pain Killer – Little Big Town

The Blade – Ashley Monroe

Pageant Material – Kacey Musgraves

Traveller – Chris Stapleton

Best New Age Album

Grace – Paul Avgerinos

Bhakti Without Borders – Madi Das

Voyager – Catherine Duc

Love – Peter Kater

Asia Beauty – Ron Korb

Best Improvised Jazz Solo

“Giant Steps” – Joey Alexander, soloist

“Cherokee” – Christian McBride, soloist

“Arbiters of Evolution” – Donny McCaslin, soloist

“Friend or Foe” – Joshua Redman, soloist

“Past Present” – John Scofield, soloist

Best Jazz Vocal Album

Many a New Day: Karrin Allyson Sings Rodgers & Hammerstein – Karrin Allyson

Find a Heart – Denise Donatelli

Flirting With Disaster – Lorraine Feather

Jamison – Jamison Ross

For One to Love – Cécile McLorin Salvant

Best Jazz Instrumental Album

My Favorite Things – Joey Alexander

Breathless – Terence Blanchard Featuring The E-Collective

Covered: Recorded Live at Capitol Studios – Robert Glaser & The Robert Glasper Trio

Beautiful Life – Jimmy Greene

Past Present – John Scofield

Best Large Jazz Ensemble Album

Lines of Color – Gil Evans Project

Köln – Marshall Gilkes & WDR Big Band

Cuba: The Conversation Continues – Arturo O’Farrill & The Afro Latin Jazz Orchestra

The Thompson Fields – Maria Schneider Orchestra

Home Suite Home – Patrick Williams

Music for Visual Media

Best Compilation Soundtrack for Visual Media

Empire: Season 1 – various artists

Fifty Shades Of Grey – various artists

Glen Campbell: I’ll Be Me – various artists

Pitch Perfect 2 – various artists

Selma – various artists

Best Score Soundtrack for Visual Media

Birdman – Antonio Sánchez, composer

The Imitation Game – Alexandre Desplat, composer

Interstellar – Hans Zimmer, composer

The Theory of Everything – Jóhann Jóhannsson, composer

Whiplash – Justin Hurwitz, composer

Best Song Written for Visual Media

“Earned It” (from Fifty Shades of Grey) – Ahmad Balshe, Jason Quenneville, Stephan Moccio & Abel Tesfaye, songwriters (The Weeknd)

“Glory” (from Selma) – Lonnie Lynn, Che Smith & John Stephens, songwriters (Common & John Legend)

“Love Me like You Do” (from Fifty Shades of Grey) – Savan Kotecha, Max Martin, Tove Nilsson, Ali Payami, & Ilya Salmanzadeh, songwriters (Ellie Goulding)

“See You Again” (from Furious 7) – Andrew Cedar, Justin Franks, Charles Puth & Cameron Thomaz, songwriters (Wiz Khalifa featuring Charlie Puth)

“Til It Happens to You” (from The Hunting Ground) – Lady Gaga, Diane Warren, songwriters (Lady Gaga)

Music Video/Film[edit]

Best Music Video

“LSD” – ASAP Rocky

Dexter Navy, video director; Shin Nishigaki, video producer

“I Feel Love (Every Million Miles)” – The Dead Weather

Cooper Roberts & Ian Schwartz, video directors; Candice Dragonas & Nathan Scherrer, video producers

“Alright” – Kendrick Lamar

The Little Homies & Colin Tilley, video directors; Brandon Bonfiglio, Dave Free, Andrew Lerios & Luga Podesta, video producers

“Bad Blood” – Taylor Swift featuring Kendrick Lamar

Joseph Kahn, video director; Ron Mohrhoff, video producer

“Freedom” – Pharrell Williams

Paul Hunter, video director; Candice Dragonas & Nathan Scherrer, video producers

Best Music Film

Mr. Dynamite: The Rise Of James Brown – James Brown

Alex Gibney, video director; Peter Afterman, Blair Foster, Mick Jagger & Victoria Pearman, video producers

Sonic Highways – Foo Fighters

Dave Grohl, video director; John Cutcliffe, John Silva, Gaby Skolnek & Kristen Welsh, video producers

What Happened, Miss Simone? – Nina Simone

Liz Garbus, video director; Liz Garbus, Amy Hobby, Jayson Jackson & Justin Wilkes, video producers

The Wall – Roger Waters

Sean Evans & Roger Waters, video directors; Clare Spencer & Roger Waters, video producers

Amy – Amy Winehouse

Asif Kapadia, video director; James Gay-Rees, video producer

 

Image source: grammy.com

Review Film: Banyak Pesan Yang Dipetik Dari The Good Dinosaur

Ada yang berbeda dari Pixar dan Disney tahun ini, kali ini mereka merilis 2 film sekaligus di tahun yang sama. Setelah sukses dengan film Inside Out (2015), November lalu Pixar dan Disney merilis film animasi komputer 3D “The Good Dinosaur”. Film yang menceritakan sebuah keluarga dinosaurus jenis Apatosaurus yang suka bercocok tanam jagung supaya mendapatkan makanan yang cukup pada musim dingin.

Arlo, anak ketiga dari keluarga Apatosaurus yang berbeda dari 2 saudara nya (Libby dan Buck), Di mana ia bertubuh kecil, takut dan selalu gagal melaksanakan tugas dari ayahnya. Arlo sedih ketika hanya dia yang belum memberikan tanda kakinya di tempat penyimpanan karena belum bisa melakukan tugas dengan baik seperti kakak-kakaknya.

apabedanyacom-thegooddinosaur2

Keadaan berubah ketika Ayah Arlo meninggal saat mengejar anak manusia gua yang sering mencuri makanan musim dingin mereka. Arlo sibuk mengejar bocah manusia gua dan hanyut di sungai jauh dari rumah, tanpa sengaja Arlo dan anak manusia gua ini (Spot) melakukan petualangan bersama mencari jalan pulang ke rumah. Diperjalanan mereka bertemu banyak teman seperti membantu Tyranosaurus mendapatkan kembali ternak tanduk panjangnya (Bison), kabur dari Nyctosaurus yang mencoba memakan Spot dan Arlo pun harus menghadapi rasa takut nya untuk segera sampai rumah bertemu Ibu dan saudaranya.

Kisah persahabatan dari Arlo dan spot ini membuat kita tersenyum, tertawa bahkan menangis di mana Arlo yang rindu kelurga nya karena jauh dari rumah, Spot pun rindu keluarga nya yang sudah tiada. Ditambah animasi yang sungguh nyata di film ini, sangat bagus jika menontonnya dalam format 3D. Film yang disutradarai oleh Peter Sohn ini mendapatkan beragam ulasan positif, Rotten tomatoes pun memberikan 76% dari 147 ulasan dan metacritic memberikan nilai 66 dari 37 kritikan.

apabedanyacom-supersanjay

Di awal film akan di putar film pendek yang disutradari oleh Sanjay Patel berjudul Sanjay’s Super Team. Cerita tentang anak kecil India bernama Sanjay yang bosan dengan meditasi agama ayahnya dan membayangkan Dewa-dewa Hindu sebagai pahlawan super.

 

Image source: Pixar.com

Apa Yang Beda dari Dating Chat Tinder ?

Tinder merupakan aplikasi dating chat berdasarkan lokasi dan menggunakan Facebook sebagai sumber data dan pertama kali dirilis pada tahun 2012. Tinder sendiri ditemukan oleh Sean Rad, Jonathan Badeen, Justin Mateen, Joe Munoz, Whitney Wolfe, Dinesh Moorjani, dan Chris Gylczynski. Namun apa yang beda dari aplikasi dating chat Tinder ini?

Popularitas Tinder semakin menanjak dari tahun ke tahun, ini dikarenakan aplikasi ini cukup sederhana. Cara bermain Tinder mudah, kita harus mengunduh terlebih dahulu di App store atau Google Play store kemudian log in dengan akun Facebook (Tinder akan mengambil beberapa profile picture dan interest kita sebagai profile Tinder).

Apa Yang Beda dari Dating Chat Tinder ?

Tak hanya itu kita dapat mengintegrasikan Instagram kita di profil Tinder, kemudian bisa atur lokasi, jarak, umur, dan interest gender untuk memulai mencari orang. Setelah itu muncul foto dari orang-orang sekitar yang menggunakan Tinder.

Jika kita menyukainya tekan icon love jika tidak tekan icon X, namun Tinder terkenal dengan #SwipeRight di mana menandakan kita menyukai orang tersebut jika orang tersebut menyukai kita balik akan muncul notifikasi It’s a Match! dan kita bisa saling chat.
apabedanyacom-tinder
Jika anda ingin cepat mendapatkan respon Match, Tinder menyediakan fitur super like di mana kita tanpa harus menunggu orang tersebut like profile kita, super like akan langsung masuk notifikasi orang yang kita beri super like.

Namun untuk akun reguler dibatasi menggunakan super like. Pada Maret 2015 akun premium dari Tinder menerapkan sistem pembayaran mulai dari $ 9.99 – $19.99 per bulan, berdasarkan umur dari pengguna Tinder.

Berdasarkan New York Times pada Oktober 2014 Tinder memproses lebih dari 1 milyar swipe di aplikasinya dan menghasilkan Match sebanyak 12 juta kali per harinya. Di balik popularitas Tinder banyak juga yang kontra dengan aplikasi berlogo api ini.

Salah satunya Nancy Jo Sales dari  Majalah Vanity Fair yang mengatakan “Tinder beroperasi dalam budaya pengguna untuk mencari seks tanpa suatu hubungan”. Namun semua itu kembali lagi kepada kita sebagai pengguna yang harus lebih berhati-hati dan berpikir panjang jika ingin berkenalan atau bertemu dengan orang yang baru kita kenal. Tertarik mencoba Tinder?

Apa Yang Beda Dari Film Serial Digimon Adventure Tri ?

Serial anime dari Jepang yaitu Digimon (Digital Monsters) ditayangkan kembali dengan cerita lanjutan dari Digimon Adventure dan Digimon Adventure 02. Animasi ini diproduksi oleh Toeoi Animation sebagai rangka perayaan 15 tahun serial animasi Digimon. Nah apa yang beda dari film serial Digimon Adventure Tri ini?

Digimon Adventure Tri ini merupakan film serial untuk mengobati kerinduan akan Digimon musim pertama, film ini dipecah menjadi 6 bagian teatrikal film serial, dan untuk film pertama yaitu Saikai (Reunion) yang mana terdapat 4 episode terpisah ini dirilis pada 21 November 2015 kemarin, sementara untuk film kedua yaitu Ketsui (Determination) akan di rilis pada Maret tahun 2016.

image
Di film pertama Saikai, munculnya beberapa digimon ke bumi yang akhirnya mengumpulkan anak anak DigiDestined Taichi, Yamato, Sora, Koishiro, Mimi, Joe, Takeshi dan Hikari yang sudah beranjak remaja dan di sini pun muncul karakter dan digimon baru seperti Alphamon, digimon misterius yang mengejar Meikuumon (partner digimon dari karakter baru Yukiko Morishita). Sementara itu Alphamon terlalu kuat dan hanya bisa dikalahkan jika Greymon bergabung dengan Garurumon menjadi Omegamon.

Meikuumon

Untuk lagu pembuka di film serial ini masih dinyanyikan oleh Kouji Wada yaitu Butter-Fly dengan aransemen baru, film pertama Sakai ini dirilis streaming di luar jepang melalui Crunchyroll. Namun jarak untuk film kedua Ketsui cukup lama membuat kita tidak sabar bagaimana kelanjutan kisahnya? Apakah ada evolusi baru dari digimon yang lama? seperti apa evolusi Meikuumon? Kita simpan pertanyaan untuk tahun depan.

Images source: digimon.wikia & wikimon.net

Apa Bedanya Fast Food di Kuala Lumpur dengan di Jakarta ?

Selama berlibur ke kota Kuala Lumpur Malaysia tujuan utama beberapa orang ialah berburu kuliner lokal, namun setelah kita sudah mencoba semua dan mulai bosan kita akan beralih ke makanan siap saji atau fast food, nah apa bedanya fast food di  Kuala Lumpur dengan di Jakarta?

Setelah puas mencoba nasi kandar dan nasi lemak saya sedikit penasaran dengan menu fast food di kota kuala lumpur apakah sama dengan menu di kota jakarta? Nah pertama saat saya kebingungan mencari sarapan dan memutuskan makan di Mc Donalds menu sarapannya serupa dengan di sini wrap sandwich chicken dan coffe, namun mereka menyertakan hash brown setelah saya mencoba nya ternyata seperti kentang goreng yang di olah menjadi seperti bentuk tempe.

apabedanyacom-fastfood2Kemudian saya mencoba makan di Texas Chicken sekitaran bukit bintang, sempat bingung memilih menu yang mana karena tidak ada menu disertai nasi akhirnya memesan 2 ayam, 1 cup salad, minum dan 1 biscuit. Nah biscuit yang dimaksud itu semacam kue bolu rasa kelapa dengan karamel di luarnya.

apabedanyacom-fastfood3Tidak afdol jika tidak mencoba saingan dari mereka yaitu KFC, langsung saja menuju Kfc terdekat dan akhirnya memesan paket combo 5 ayam dengan cocolan keju, 1 mangkuk bubur kentang dan 2 minum. Awalnya saya pikir bubur kentang ini waffle karena di gambar seperti waffle di tuang karamel, ternyata setalah melihat dan mencoba isi mangkuk nya adalah kentang yang di hancurkan halus seperti bubur di tambah kuah kental kari ayam.

Nah dari restoran fast food ke tiganya ada yang kesamaan yaitu saos cabai yang mereka sajikan tidak ada pedas sama sekali, bahkan seperti saos tomat. Jadi bagi pencinta saos cabai yang pedas  mungkin akan kecewa dengan rasanya, untuk rasa ayam gorengnya pun sama dengan di sini namun disana tidak terlalu banyak menggunakan msg, jadi tidak begitu asin seperti di sini. Demikian perbedaan fast food di jakarta dengan di kuala lumpur, semoga bermanfaat.