Siti, pemenang film terbaik pada Festival Film Indonesia (FFI) 2015 ini akhirnya tayang di bioskop Indonesia pada akhir Januari 2016 kemarin. Film bernuansa hitam putih ini di sutradari oleh Eddie Cahyono, yang sekaligus sebagai penulis naskah. Film ini pertama kali tayang pada acara Netpac Asia Film Festival tahun 2014.

Siti (Sekar Sari) bercerita tentang seorang perempuan di pesisir Parangtritis yang harus mencari uang untuk membayarkan utang suaminya Bagus (Ibnu Widodo) yang mengalami kecelakaan pada saat menelayan di laut dan sekarang lumpuh. Ia menjual peyek jingking bersama mertua nya Darmi (Titi Dibyo) setiap harinya, dimalam hari Siti pun bekerja sebagai pemandu karaoke.

Siti semakin frustasi ketika diberikan waktu 3 hari untuk melunasi utang dan  Suaminya belum mau berbicara padanya semenjak Ia berkerja di tempat karaoke. Sementara hadir seorang polisi yang ia kenal di tempat karaoke bernama Gatot (Haydar Saliz) menyukainya dan ingin menikahinya, teman teman Siti ditempat karaoke pun menyarankan untuk menerima Gatot. Disini lah Siti bimbang bertahan bersama suami nya yang lumpuh atau pergi bersama Gatot.

fimsiti1
Film ini mendapatakan beragam ulasan positif dari para kritikus, ini terbukti Siti mendapatkan beragam penghargaan dari dalam maupun luar negri. Siti memenangkan 3 Penghargaan di Festival Film Indonesia tahun 2015 untuk nominasi Film Terbaik, Penulis Skenario Asli Terbaik, Penata Musik Terbaik.

Sementara untuk di luar negeri Siti memenangkan nominasi Best Performance for Silver Screen Award di Singapore dan menang di acara Asian New Talent Award Shanghai International Film Festival 2015 untuk kategori Best Scriptwriter.

filmsiti4

Sebagai pemain baru Sekar Sari memerankan karakter Siti dengan maksimal, penonton pun terbawa suasana dengan ekspresi tegang dan putus asa dari Sekar Sari. Film berdurasi 88 menit menggunakan bahasa Jawa dari awal hingga akhir, sementara untuk alasan pengunaan warna hitam putih sang sutradara menjelaskan ingin melihatkan betapa tidak berwarnanya kehidupan Siti. Film Siti tentu menjadi gambaran sederhana bagaimana seorang perempuan pinggiran yang bimbang akan pilihan hidupnya.

Images source: https://iffr.com

2 KOMENTAR

  1. Setahu saya film ini tidak tayang di bioskop di cirebon. Atau saya yang melewatkan film ini. Sepertinya film ini sangat humanis. Dan penonton akan diajak bersimpati. Menarik sekali. Mungkin kesempatan nonton akan saya dapatkan kalau sudah ada di download gratisan.

    • Kemarin saya juga nonton nya di Taman Ismail Marzuki XXI, bioskop lain di Jakarta udah susah banget.
      jarang banget ada film Indonesia gratisa haha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here