Apa Bedanya Psikolog dan Psikiater

Penasaran apa bedanya psikolog dan psikiater? Banyak orang tertukar dengan dua peran ini. Semenjak ramai kasus psikolog gadungan di Instagram yang menggoda pasiennya, mari kita cek perbedaannya.

Apa Bedanya Psikolog dan Psikiater

Dikutip dari himpsi.or.id, Psikolog merupakan seorang ahli psikologi, bidang ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dan proses mental. Namun di Indonesia, psikolog secara khusus merujuk kepada seorang praktisi psikologi yang telah menempuh pendidikan profesi psikologi. Nah bagi ahli psikologi yang tidak menempuh pendidikan profesi psikologi disebut ilmuwan psikologi.

Baca juga: Apa Bedanya Impulsif dan Kompulsif

Setiap psikolog di Indonesia tergabung dalam organisasi profesi bernama Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI). Mereka memiliki Surat Sebutan Psikolog (SSP), dan wajib memiliki Surat Izin Praktik Psikologi (SIPP) sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku. Jadi tidak bisa sembarangan ya, sebelum kalian berkonsultasi pastikan ada orang tersebut memiliki surat izin.

Psikolog juga terdapat banyak kategori.  Kalian bisa memilih cabang ilmu psikologi yang ingin ditekuni, misalnya Psikolog Klinis, Psikolog Pendidikan, Psikolog Industri, atau Psikolog Forensik.

Baca juga: Apa Bedanya Translator dan Interpreter

Psikiater merupakan profesi dokter spesialistik yang memiliki spesialisasi dalam diagnosis dan penanganan gangguan emosional. Apasih bedanya dengan psikolog? Jadi psikolog dan psikiater memiliki latar belakang akademis yang berbeda.

Psikiater merupakan lulusan dari fakultas Kedokteran atau sekolah Kedokteran yang mengambil spesialisasi kedokteran jiwa. Sementara, psikolog merupakan Sarjana Psikologi (S1) dan pendidikan profesi pada kurikulum lama; atau seseorang yang telah lulus dari Magister Psikologi Profesi (S2) pada kurikulum baru.

Perbedaan lainnya adalah dalam hal penanganan masalah. Psikiater boleh memberikan terapi obat-obatan (farmakoterapi), sedangkan psikolog tidak diperbolehkan. Psikolog hanya sebatas memberikan konsultasi, jika pasien didiagnosa mengidap gangguan jiwa seperti skizofrenia dan memerlukan obat, maka dirujuk ke psikiater medis yang ahli dalam bidangnya.

Bagaimana apakah sudah jelas perbedaan psikolog dengan psikiater? Jika kamu punya pendapat lainnya, bisa tulis di kolom komentar ya.

Baca juga: Review Film: James McAvoy Tampil di Luar Nalar Dalam Film SPLIT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *