|

Taylor Swift Galau di Video Musik Out of The Woods

Apabedanya.com – Out of The Woods menjadi single keenam dari album 1989 Taylor Swift. Lagu yang ditulis Taylor Swift bersama personel band Fun. Jack Antonoff ini baru saja dirilis video musiknya pada malam penutupan tahun 2015 di acara Dick Clarks Rockin’ New Year’s Eve with Ryan Seacrest.

Video ini disutradarai oleh Joseph Kahn, yang sebelumnya menyutradari video Blank Space, Bad Blood Remix dan Wildest Dream. Video yang ambil di New Zealand ini bernuansa film Alice in Wonderland, Narnia bahkan seperti di dark forest pada film Harry Potter. Taylor mengenakan gaun berwarna biru muda, menelusuri hutan dan berlari menghindari serigala yang mengejarnya.

Yang bikin video klip ini istimewa adalah proses produksinya yang ekstrem. Shooting dilakukan di Selandia Baru – tepatnya di Queenstown dan hutan-hutan sekitar Glenorchy yang memang udah terkenal sebagai lokasi syuting film-film epik seperti The Lord of the Rings dan The Hobbit. Taylor secara pribadi memilih lokasi ini karena dia pengen visual yang benar-benar liar dan untouched. Bayangin, dia harus syuting di tengah hutan asli dengan suhu dingin, berlarian di antara pohon-pohon raksasa, bahkan ada adegan dia tenggelam di lumpur dan diseret akar pohon. Semua dilakukan tanpa stunt double untuk close-up shot. Dedikasi yang gila!

Dari sisi makna, lagu ini sangat personal. Banyak penggemar dan media berspekulasi kalau “Out of the Woods” bercerita tentang hubungan Taylor dengan Harry Styles. Petunjuknya banyak: lirik tentang kalung pesawat kertas (Harry pernah terlihat pakai kalung pesawat kertas), “twenty stitches in a hospital room” (konon merujuk ke kecelakaan snowmobile yang mereka alami bersama), dan tema hubungan yang selalu dalam “pertanyaan” – apakah selamat atau tidak. Taylor sendiri nggak pernah mengonfirmasi secara eksplisit, tapi dalam wawancara dia bilang lagu ini tentang “rasa cemas dalam hubungan yang setiap harinya terasa nggak pasti.”

Secara musikal, ini adalah salah satu eksperimen paling berani Taylor di era 1989. Produser Jack Antonoff (yang kemudian jadi kolaborator utama Taylor di album-album selanjutnya) menciptakan sound synth-pop dengan lapisan drum elektronik, paduan suara background, dan chorus yang repetitif. Kata “Out of the woods” diulang berkali-kali di akhir lagu – menciptakan sensasi cemas yang persis menggambarkan isi liriknya. Seperti terjebak di loop yang nggak berujung, sampai akhirnya… lepas. Brilliant production choice.

Video klipnya sendiri adalah metafora visual yang kuat. Hutan melambangkan hubungan yang penuh rintangan dan ketidakpastian. Serigala melambangkan ancaman dan ketakutan. Lumpur, akar pohon, salju, jurang – semuanya adalah rintangan yang harus dilalui. Dan ending-nya: Taylor akhirnya menemukan pantai, melepaskan diri dari hutan. Simbol kebebasan yang jelas. Kamu udah nonton videonya? Masih ingat nggak pertama kali nonton video ini? Komen di bawah ya!

POST A COMMENT