Review Series Never Have I Ever, Series Remaja yang Cerdas, Segar, dan Lucu

Review Series Never Have I Ever, Series Remaja yang Cerdas, Segar, dan Lucu

Akhir April 2020 kemarin ada series remaja terbaru berjudul Never Have I Ever di Netflix. Ada yang beda dari series ini, karakter utamanya adalah orang India-Amerika. Dari creator Mindy Kaling dan Lang Fisher, seperti apa series comedy drama ini? Yuk simak reviewnya di Apabedanya.com

Sinopsis Series Never Have I Ever

Series Never Have I Ever mengisahkan Devi Vishwakumar (Maitreyi Ramakrishnan), seorang gadis sekolah menengah Amerika keturunan India-Amerika berusia 15 tahun di California. Setelah tahun pertama yang mengerikan, Devi ingin mengubah status sosialnya, tetapi teman, keluarga, dan perasaan tidak begitu mendukungnya.

Setelah ayah Devi, Mohan (Sendhil Ramamurthy) meninggal dunia, Devi lumpuh selama tiga bulan. Tahun berikutnya, ia mencoba mengatasi kesedihannya, identitas sebagai orang India dan kehidupan sekolahnya. Ia pun harus berjuang dengan hubungannya dengan ibunya, Nalini (Poorna Jagannathan), sepupunya yang cantik, Kamala (Richa Moorjani), 2 sahabatnya, Eleanor ( Ramona Young) dan Fabiola (Lee Rodriguez), cowok yang ia taksir di sekolah, Paxton (Darren Barnet), dan musuh bebuyutannya, Ben (Jaren Lewison). Berhasilkah Devi menjadi sosok baru?

Review Series Never Have I Ever

Alasan saya menonton ini tentu karena sang creator Mindy Kaling. Aktris dan penulis ini sering muncul di film dan series yang memang lucu. Tak hanya berakting dia pun menulis skrip series The Office, Mindy Project, hingga film Late Night (2019). Jadi harapan saya akan series ini sangat besar.

Kisah Devi ditampilkan dengan relate layaknya keluarga keturunan India di Amerika. Ibu Devi seorang dermatologi, sepupunya masih berkuliah dan panik ketika hendak dijodohkan. Devi yang keras mencoba mendobrak budaya dan karena bersikeras ingin mengubah citra di tahun ini.

Momen-momen jenaka pun menghiasi series Never Have I Ever. Mulai dari buku pelajaran yang sudah didoakan, Devi langsung to the point mengajak Paxton untuk ngesex, persaingan tanpa akhir dengan Ben, hingga saat Devi berbicara dengan anjing liar yang ia pikir ayahnya. Sebenarnya masih banyak saya tak ingin membocorkan keseruannya.

Penampilan Maitreyi Ramakrishnan sebagai Devi harus diacungi jempol. Sebagai pendatang baru, aktris asal Kanada tampil apik sebagai remaja penuh dengan masalah dan trauma. Ditambah penampilan cast pendukung seperti teman-temannya, Eleanor anak drama yang tak kalah lucu, dan Fabiola anak tech yang menyimpan sebuah rahasia.

Series Remaja yang Cerdas, Segar, dan Lucu

Tak hanya mereka, sepupu Devi dihadirkan dengan jenaka. Momen dia membahas series Riverdale bersama Devi sungguh menggelitik. Oh iya Ben, musuh bebuyutan Devi yang tajir melintir ini pun akan diceritakan lebih dalam. Benar-benar melihatkan sisi lain dari para remaja ini. Eits, dokter terapis Devi pun mencuri perhatian. Siap-siap tertawa saat Devi mengeluh dan respon dokter Ryan. Para cast benar-benar pas sehingga tercipta karakter yang akan diingat penonton.

Cerita yang ingin disampaikan yaitu sosok Devi yang masih terpukul karena kehilangan sang ayah, dalam hatinya dia masih belum menerima kenyataan dan menyimpan rasa duka. Devi pun masih memikul trauma masa lalu, belum lagi konfliknya dengan sang ibu yang tak pernah akur. Siap-siap terharu di episode akhir.

Masalah keluarga, pilih sahabat atau gebetan, pentingnya budaya, hingga pemberdayaan diri jadi topik penting dalam series ini. Jadi bukan sekedar cerita Devi mencari pacar dan mencoba sex untuk pertama kali.

Oh iya dalam series ini ada yang berbeda, sang narator ada John McEnroe, seorang atlet tenis. Kemudian narator bintang tamu diisi oleh Andy Samberg.

Never Have I Ever merupakan komedi series yang jenaka dan cerdas. Setiap karakter dan celetukan menggelitik, kudos to Mindy Kaling. Beda dari series remaja lainnya,di sini kisahkaan duka yang terpendam, sahabat vs crush, keluarga, dan budaya. Komedi India-Amerika yang segar dan menghangatkan hati.

Musim pertama berisis 12 episode dengan durasi setiap episodenya 30 menit. Selamat menonton!

Baca juga:

Review Series Dead to Me (Season 1), Persahabatan, Tragedi, dan Peliknya Hidup

Review Series Orange Is The New Black, Getirnya Kehidupan Penjara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *