Daftar Harga Langganan Netflix Indonesia Terbaru 2020

Teman kamu ngobrolin series dan film di Netflix dan kamu hanya bisa termenung? Jangan sedih, Apabedanya.com akan berikan daftar harga langganan Netflix Indonesia terbaru tahun 2020 ini. Beragam paket ditawarkan Netflix, mulai dari paket hemat hingga paket paripurna. Yuk simak daftar harganya.

Daftar Harga Langganan Netflix Indonesia

Paket Mobile

Harga Netflix paket mobile ini dikenakan Rp 49.000 per bulan, kamu bisa nonton film dan series sepuasnya melalui ponsel atau tablet. Paket ini hanya bisa digunakan di satu perangkat saja ya. Gambarnya standard definition dan bisa mengunduh film dan series di satu perangkat ponsel atau tablet.

Paket Basic

“Ya Basic!” Kalau kata Eleanor di series The Good Place. Nah harga Netflix paket basic ini dikenakan biaya Rp 109.000 per bulan. Dengan paket ini kamu bisa menonton film dan series di 1 layar TV dengan gambar standard definition. Kamu juga bisa mengunduh film dan series di 1 perangkat ponsel atau tablet.

Paket Standard

Berikutnya ada paket standard yang dikenakan biaya Rp 139.000 per bulan. Kamu bisa menyaksikan film dan series di dua layar TV dengan gambar full HD (1080). Mengunduh film dan series pun bisa di 2 perangkat ponsel atau tablet.

Paket Premium

Terakhir ada paket paripurna buat kamu yang ada rezeki lebih nih. Paket premium Netflix ini dihargai Rp 169.000 per bulan. Kelebihannya apa? Kamu bisa menonton film dan series di 4 layar TV dengan gambar full HD (1080) dan ultra HD (4K). Terbayang kan jernihnya! Paket ini kamu bisa mengunduh film dan series di 4 perangkat ponsel atau tablet.

Cara Membayar Netflix dengan Jenius

Nah untuk kamu yang tidak bisa memiliki kartu kredit bingung membayar Netflix? Tenang saja kamu bisa membayar tagihan melalui akun bank Jenius. Jika belum memiliki, kamu bisa menemui petugas Jenius yang bertebaran di mall.

Kamu masuk ke netflix.com, log in kemudin klik account dan pilih update payment info. Nah masukkan nama depan dan belakang, nomor kartu, expiration date, dan nomor CVV. Mudah kan? Nanti akan otomatis terpotong setelah 1 bulan. Kamu bisa cek pemotongan saldo di aplikasi Jenius.

Baca juga:

Review Series Orange Is The New Black, Getirnya Kehidupan Penjara

Review Series Dead to Me (Season 1), Persahabatan, Tragedi, dan Peliknya Hidup

Review Series Never Have I Ever, Series Remaja yang Cerdas, Segar, dan Lucu

Apa Bedanya Introvert dengan Ekstrovert

Banyak yang bingung apa bedanya introvert dengan ekstrovert? Kalian mungkin bertanya-tanya apa perbedaan dari kepribadian ini, ketika salah satu Youtuber, Indira Kalistha mengkaitkan introvert dalam videonya yang meremehkan COVID-19. Yuk simak perbedaannya di Apabedanya.com

Apa Bedanya Introvert dengan Ekstrovert

Introvert merupakana kepribadian yang tak suka keramaian. Introvert mendapatkan gairah lewat menyendiri. Mereka biasanya cenderung pendiam, suka merenung, dan lebih perduli tentang pemikiran mereka dalam dunia mereka sendiri.  

Orang-orang dengan kepribadian introvert cenderung menutup diri dari dunia luar. Mereka analitis sebelum berbicara, merasa kurang nyaman karena terlalu banyak pertemuan dan keterlibatan sosial. Mereka lebih senang bekerja sendirian, serta lebih suka berinteraksi secara 1 on 1 interaction.

Keunggulan dari tipe kepribadian introvert ini adalah mereka berpikir dulu sebelum berbicara atau dalam melakukan sesuatu, mereka juga pendengar yang baik, dan bersikap analitis.

Sementara Ekstrovert merupakan kepribadian yang senang bersosialiasi. Mereka mendapatkan gairah atau energi dari interaksi sosial. Ekstrovert biasanya memiliki kepribadian yang terbuka dan senang bergaul, serta memiliki kepedulian yang tinggi terhadap apa yang terjadi di sekitar mereka.

 Kepribadian orang-orang ekstrovert cenderung lebih membuka diri terhadap dunia luar. Mereka menyukai keramaian, dengan banyak interaksi dan aktivitas sosial.

Tipe kepribadian ekstrovert ini lebih mudah mengungkapkan perasaan melalui kata-kata, mudah bosan dengan kesendirian, dan lebih senang bercerita daripada mendengarkan. Keunggulan dari tipe ekstrovert ini adalah kepercayaan diri, antusiasme yang tinggi, mudah bergaul, aktif, dan dapat berinteraksi dengan banyak orang sekaligus.

Nah kalau kalian yang mana nih? Introvert atau ekstrovert?

Baca juga:

Apa Bedanya Psikolog dan Psikiater

Review Series Never Have I Ever, Series Remaja yang Cerdas, Segar, dan Lucu

Akhir April 2020 kemarin ada series remaja terbaru berjudul Never Have I Ever di Netflix. Ada yang beda dari series ini, karakter utamanya adalah orang India-Amerika. Dari creator Mindy Kaling dan Lang Fisher, seperti apa series comedy drama ini? Yuk simak reviewnya di Apabedanya.com

Sinopsis Series Never Have I Ever

Series Never Have I Ever mengisahkan Devi Vishwakumar (Maitreyi Ramakrishnan), seorang gadis sekolah menengah Amerika keturunan India-Amerika berusia 15 tahun di California. Setelah tahun pertama yang mengerikan, Devi ingin mengubah status sosialnya, tetapi teman, keluarga, dan perasaan tidak begitu mendukungnya.

Setelah ayah Devi, Mohan (Sendhil Ramamurthy) meninggal dunia, Devi lumpuh selama tiga bulan. Tahun berikutnya, ia mencoba mengatasi kesedihannya, identitas sebagai orang India dan kehidupan sekolahnya. Ia pun harus berjuang dengan hubungannya dengan ibunya, Nalini (Poorna Jagannathan), sepupunya yang cantik, Kamala (Richa Moorjani), 2 sahabatnya, Eleanor ( Ramona Young) dan Fabiola (Lee Rodriguez), cowok yang ia taksir di sekolah, Paxton (Darren Barnet), dan musuh bebuyutannya, Ben (Jaren Lewison). Berhasilkah Devi menjadi sosok baru?

Review Series Never Have I Ever

Alasan saya menonton ini tentu karena sang creator Mindy Kaling. Aktris dan penulis ini sering muncul di film dan series yang memang lucu. Tak hanya berakting dia pun menulis skrip series The Office, Mindy Project, hingga film Late Night (2019). Jadi harapan saya akan series ini sangat besar.

Kisah Devi ditampilkan dengan relate layaknya keluarga keturunan India di Amerika. Ibu Devi seorang dermatologi, sepupunya masih berkuliah dan panik ketika hendak dijodohkan. Devi yang keras mencoba mendobrak budaya dan karena bersikeras ingin mengubah citra di tahun ini.

Momen-momen jenaka pun menghiasi series Never Have I Ever. Mulai dari buku pelajaran yang sudah didoakan, Devi langsung to the point mengajak Paxton untuk ngesex, persaingan tanpa akhir dengan Ben, hingga saat Devi berbicara dengan anjing liar yang ia pikir ayahnya. Sebenarnya masih banyak saya tak ingin membocorkan keseruannya.

Penampilan Maitreyi Ramakrishnan sebagai Devi harus diacungi jempol. Sebagai pendatang baru, aktris asal Kanada tampil apik sebagai remaja penuh dengan masalah dan trauma. Ditambah penampilan cast pendukung seperti teman-temannya, Eleanor anak drama yang tak kalah lucu, dan Fabiola anak tech yang menyimpan sebuah rahasia.

Series Remaja yang Cerdas, Segar, dan Lucu

Tak hanya mereka, sepupu Devi dihadirkan dengan jenaka. Momen dia membahas series Riverdale bersama Devi sungguh menggelitik. Oh iya Ben, musuh bebuyutan Devi yang tajir melintir ini pun akan diceritakan lebih dalam. Benar-benar melihatkan sisi lain dari para remaja ini. Eits, dokter terapis Devi pun mencuri perhatian. Siap-siap tertawa saat Devi mengeluh dan respon dokter Ryan. Para cast benar-benar pas sehingga tercipta karakter yang akan diingat penonton.

Cerita yang ingin disampaikan yaitu sosok Devi yang masih terpukul karena kehilangan sang ayah, dalam hatinya dia masih belum menerima kenyataan dan menyimpan rasa duka. Devi pun masih memikul trauma masa lalu, belum lagi konfliknya dengan sang ibu yang tak pernah akur. Siap-siap terharu di episode akhir.

Masalah keluarga, pilih sahabat atau gebetan, pentingnya budaya, hingga pemberdayaan diri jadi topik penting dalam series ini. Jadi bukan sekedar cerita Devi mencari pacar dan mencoba sex untuk pertama kali.

Oh iya dalam series ini ada yang berbeda, sang narator ada John McEnroe, seorang atlet tenis. Kemudian narator bintang tamu diisi oleh Andy Samberg.

Never Have I Ever merupakan komedi series yang jenaka dan cerdas. Setiap karakter dan celetukan menggelitik, kudos to Mindy Kaling. Beda dari series remaja lainnya,di sini kisahkaan duka yang terpendam, sahabat vs crush, keluarga, dan budaya. Komedi India-Amerika yang segar dan menghangatkan hati.

Musim pertama berisis 12 episode dengan durasi setiap episodenya 30 menit. Selamat menonton!

Baca juga:

Review Series Dead to Me (Season 1), Persahabatan, Tragedi, dan Peliknya Hidup

Review Series Orange Is The New Black, Getirnya Kehidupan Penjara

Review Series Dead to Me (Season 1), Persahabatan, Tragedi, dan Peliknya Hidup

Bagi kamu yang mencari series terbaik Netflix, saya sarankan sebuah black comedy Dead to Me yang dibuat oleh Liz Fedlman. Berkisah tentang persahabatan yang tidak diduga dan dibintangi oleh Christina Applegate dan Linda Cardellini. Yuk simak reviewnya di Apabedanya.com

Sinopsis Series Dead to Me

Series Dead to Me menceritakan tentang persahabatan antara Jen (Christina Applegate) dan Judy (Linda Cardellini). Jen merupakan seorang agen real estat yang baru saja menjanda. Untuk menerima kehilangannya, ia mencoba terapi, olahraga, dan metode lain. Dia menggunakan kemarahan dan kebencian sebagai jalan keluar untuk kesedihannya.

Hingga suatu hari bertemu dengan Judy, yang merupakan bagian dari kelompok terapi yang terdiri dari pasangan yang kehilangan. Jen sedang berduka akan Ted, suaminya yang meninggal karena tabrak lari, sementara Judy berduka kepada tunangannya yang meninggal karena serangan jantung.

Kedua karakter menghadapi kehilangan mereka secara berbeda ketika Jen menemukan dirinya di tempat yang gelap, berjuang dengan kesedihannya. Sementara Judy mempertahankan sikap positif. Perbedaan dari mereka pun mengarah pada ikatan yang dalam di antara keduanya. Namun, Judy menyimpan rahasia kelam yang memicu twist, sementara Jen tidak menyerah menguak misteri kematian suaminya dan kehidupan rahasianya.

Dead to Me (Season 1), Persahabatan, Tragedi, dan Peliknya Hidup

Series mengisahkan bagaimana karakter Jen menghadapi kepergiaan suami yang tidak diduga dan merawat dua anaknya. Sosok Judy yang muncul ke kehidupan Jen pun secara perlahan menguak misteri tabrak lari yang dialami Ted. Siapa sosok Judy ini?

Dengan genre black comedy, tentu kalian akan terhibur oleh sikap Jen yang keras, sarkas, dan blak-blakan. Jika dia tidak suka dengan sesuatu dia akan berkata jujur, di situ penonton akan terhibur oleh karakter Jen yang diperankan apik oleh Christina Applegate.

Lewat karakter Jen kita belajar mengatakan “tidak!”, beberapa dari kita mungkin tidak bisa menolak karena merasa tidak enak atau hanya untuk sekadar bersikap sopan. Sampaikan sebuah pesan pemberdayaan diri, Jen tidak ragu untuk berkata tidak, she’s fearless and fierce!

Oh iya banyak celetukan dan umpat yang khas dari karakter Jen. Jadi pastikan kalian menonton series ini tidak bersama anak-anak ya. Kira-kira setiap dua menit kalian akan mendengar kata f**k, s**t, dan sebagainya.

Untuk karakter Judy, wanita misterius yang menemani Jen di masa-masa sulitnya. Baik hati dan penyayang, hingga akhirnya dia menumpahkan rahasia demi rahasia kepada Jen. Sepertinya Judy punya tujuan ya? Apa itu? Tonton saja seriesnya.

Nah segi cerita, jika kalian menonton trailernya mungkin bisa menebak-nebak sedikit. Namun jika tidak menonton trailer, kamu pasti akan terpuaskan oleh twist dan rumitnya permasalahan mereka. Akan ada banyak twist yang membuatmu betah menyaksikan 10 episode sekaligus.

Momen rapuh dan emosional dari dua karakter ini pun dilihatkan. Ketika rahasia dari mereka akan membuat kita iba. Semua didukung oleh penampilan dari Christina Applegate dan Linda Cardellini yang begitu apik dan klop.

Series Dead to Me merupakan kisah persahabatan yang begitu kuat dari dua wanita yang sedang berduka. Setiap masalah dan kejutan sukses mengaduk-aduk emosi. Acungi jempol untuk penulis skrip.

Baca juga: Review Series Orange Is The New Black, Getirnya Kehidupan Penjara