Foto: Tri Wahyudi @yudichu

Rasanya kurang lengkap jika berkunjung ke Bali tidak menyaksikan tari Kecak. Kecak merupakan pertunjukan dramatari seni khas Bali yang lebih utama menceritakan mengenai Ramayana dan dimainkan terutama oleh laki-laki. Nah saya akan menceritakan pengalaman menonton Tari Kecak di Uluwatu Temple.

Uluwatu temple atau Pura Luhur Uluwatu atau Pura Uluwatu merupakan pura yang berada di wilayah Desa Pecatu, Kecamatan Kuta, Badung. Lokasi ini tentu menjadi tujuan utama para turis, selain menampilkan tari Kecak di sana kamu bisa melihat pura di pinggir anjungan batu karang yang terjal dan tinggi serta menjorok ke laut.

Foto: Tri Wahyudi @yudichu

Nah untuk menonton tari kecak ini kita harus membeli tiketnya on the spot seharga Rp 100.000 per orang. Kebetulan saya menggunakan private tour half day tour dari Traveloka untuk penjemputan dari hotel menuju Uluwatu, karena cukup sulit jika harus memesan Grabcar ke sana pulang pergi.

Dalam membeli tiket tari Kecak antre panjang, dan supir dari private tour yang mewakilkan. Dan memang dari semua turis yang datang ke sana untuk pembeliannnya diwakilkan.

Sembari menunggu kamu bisa melihat pemandangan laut lepas dari tembok-tembok Uluwatu ini. Desiran ombak dan terikanya matahari, jam terbaik tiba di sana pukul 16:00. Kamu berkeliling kemudian dilanjutkan menonton pertunjukkan tari Kecak, gate dibuka pukul 17:00. 

Foto: Tri Wahyudi @yudichu

Pastikan sebelum pukul 17:00 kalian sudah  mengantre tiket, karena sangat ramai. Ketika gate dibuka usahakan langsung masuk, karena kalian harus mencari tempat duduk terbaik menyaksikan tari Kecak, sekaligus pemandangan sunset. Tentunya saat mendapatkan view yang ciamik, walau harus sabar karena pukul 17:00 sinar matahari masih terik. 

Tari Kecak dimulai pukul 18:00, diawali dengan  menyalakan api kemudian seekitar 30an pria mulai menari dengan mengelilingi api tersebut. Oh iya kita diberikan selembaran sinopsis cerita  rama dan sinta dalam tari kecakyang disajikan.

Selagi menyaksikan tari Kecak, kalian akan disuguhkan pemandangan matahari terbenam yang sangat indah. Sunset yang begitu memukau akan membuaat kalian bergegas mengabadikannya di kamera atau ponsel. 

Foto Tri Wahyudi @yudichu

Tari Kecak yang ditampilkan pun mencuri perhatian penonton. Setelah 30 menit, ada tarian api juga, kemudian para penari pun mencoba berinteraksi dengan penonton. Salah satunya karakter Hanoman yang jenaka, ia lompat lincah ke kerumunan penonton. Belum lagi karakter jahat yang mengajak salah satu penonton maju ke depan untuk menari. 

Sayangnya untuk kapasitas penonton tidak diperhatikan, saat kemarin ke sana penonton cukup membludak hingga mereka duduk di pelataran, bahkan di pinggir dan pintu masuk penari. Beberapa penari ada yang menabrak penonton dan sulit untuk keluar. 

Bagaimana, apa kah kalian tertarik menyaksikan tari Kecak dengan balutan sunset yang indah di Uluwatu?

Baca juga: Sehari Bertualang di GWK Bali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here