Bagi kamu yang sedang berada di kota Yogyakarta ataupun Solo ingin menelusuri sejarah candi tanah air mungkin bisa mengunjungi Candi Cetho dan Candi Sukuh di kota karanganyar. Penasaran apa yang membuat candi ini berbeda dari Prambanan ataupun Borobudur? Yuk simak penjelasannya.

Candi Cetho merupakan candi bercorak agama Hindu yang diduga kuat dibangun pada masa-masa akhir era Majapahit (abad ke-15 Masehi). Lokasi candi ini berada di lereng Gunung Lawu pada ketinggian 1496 m di atas permukaan laut. Kompleks candi digunakan oleh penduduk setempat dan juga peziarah yang beragama Hindu sebagai tempat pemujaan.

Candi Cetho juga merupakan tempat pertapaan bagi kalangan penganut kepercayaan asli Jawa/Kejawen. Saat ke sini pastikan kamu membawa jaket tebal dan payung karena kabut dan gerimis angin menyertai. Tiket masuk candi Cetho yaitu  Rp 7.000 per orang dan diwajibkan mengenakan kain kampuh untuk menjaga kesakralan candi.

Apa Bedanya Candi Cetho dan Candi Sukuh

Sementara candi Sukuh adalah sebuah kompleks candi agama Hindu yang secara administrasi terletak di wilayah Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar,Jawa Tengah. Candi ini dianggap kontroversial karena bentuknya yang kurang lazim dan karena penggambaran alat-alat kelamin manusia secara eksplisit pada beberapa figurnya.

Tiket masuk candi Sukuh Rp 7.000, lokasi berdekatan dengan candi Cetho tapi harus menggunakan kendaraan, tidak terlalu berkabut namun kamu sedia payung karena gerimis hilang dan muncul di sini.

Perbedaan antara candi Cetho dan sukuh terliha jelas dari bangunannya. Cetho  strukturnya yang berteras-teras atau “punden berundak”. Sementara struktur Sukuh berbentuk piramida di Mesir, cenderung mirip dengan peninggalan budaya Maya di Meksiko atau peninggalan budaya Inca di Peru.

Untuk menuju ke sini saya menyewa mobil dari Yogyakarta. Perjalanan menuju Karanganyar ini memakan waktu kira-kira 3 jam lebih serta melewati kota Klaten dan Surakarta. Pastikan saat menyewa mobil kamu memilih mobil yang bisa menanjak, karena jalur yang digunakan saat menuju candi Cetho dan Sukuh cukup terjal.

Ingat ya selalu menjaga sopan santu saat mengunjungi tempat tempat bersejarah dan yang masih digunakkan untuk beribadah. Terpenting, jangan buang sampah sembarangan, jika tidak melihat tempat sampah simpan dulu di tas kalian.

Foto: Tri Wahyudi / Andrian Syah

Baca juga:

Berburu Foto Ciamik di Museum Taman Prasasti Jakarta

Makan Sehat dan Enak di Restoran Somayoga Vegan Jogja

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here