Review Film Divergent (2014), Ketika Sifat Umat Manusia Menjadi Bumerang

REVIEW FILM DIVERGENT (2014), KETIKA SIFAT UMAT MANUSIA MENJADI BUMERANG

Saat melihat-lihat daftar film di Netflix, muncul film Divergent. Sudah pernah menonton filmnya di bioskop pada tahun 2014, saya pun menonton ulang kembali untuk bernostalgia. Film adaptasi novel berjudul sama karya Veronica Roth ini mengisahkan umat manusia di kota Chicago dikotak-kotakan berdasarkan sifat mereka. Yuk simak review film Divergent di Apabedanya.com!

Sinopsis Film Divergent (2014)

Berset di kota distopia Chicago, manusia berjuang setelah perang melanda. Mereka terbagi menjadi lima fraksi, Abnegation (yang tidak mementingkan diri sendiri), Amity (yang damai), Candor (yang jujur), Dauntless (yang berani), dan Erudite (yang intelektual).

Dikisahkan Beatrice dan Caleb, adik kakak dari fraksi Abnegation. Sudah berusia 16 tahun, mereka bersama anak muda lainnya berbondong-bondong untuk menentukan fraksi untuk kehidupan dewasanya berdasarkan sistem test serum. Sang orang tua tentu berharap mereka akan memilih Abnegation, namun Beatrice merasa ragu akan pilihannya.

REVIEW FILM DIVERGENT (2014), KETIKA SIFAT UMAT MANUSIA MENJADI BUMERANG
Foto: Lionsgate

Saat menjalanin test, Beatrice mendapatkan hasil yang berbeda dari biasanya. Dia seorang divergent, yang berarti bisa masuk di fraksi mana saja. Dia disarankan untuk tidak memberitahu siapapun hasil test-nya. Saat proses upacara pemilihan fraksi, Beatrice yang ragu akhirnya memilih fraksi Dauntless dan meninggalkan keluarganya. Caleb juga memilih fraksi lain, yaitu Erudite.

Beatrice pun memulai hidup baru dengan fraksi Dauntless yang terkenal gila dan berani melakukan apa saja. Ia pun mengubah namanya menjadi Tris. Dalam fraksi itu, dia bertemu dengan Four, sang mentor, kemudian ada teman barunya Christina, Will, dan Al. Di sana ia harus training dan diterima, tentu pelatihannya tidak mudah karena menguras tenaga dan fisik.

Saat menuju test simulasi Dauntless, Tris kembali dihadapkan masalah. Saat test, dirinya menunjukan seorang divergent. Sementara pasukan Erudite yang dipimpin oleh Jeanine sedang memburu divergent, karena menurutnya merusak sistem. Berhasilkah Tris mengelabui Jeanine yang licik?

Review Film Divergent

Film Divergent menambah daftar film bertema distopian, serupa dengan film Hunger Games yang membagi manusia berdasarkan distrik. Untuk ide cerita film ini cukup menarik, karena manusia dibagi-bagi berdasarkan sifatnya. Penonton diajak berandai-andai, “wah saya masuk fraksi yang mana ya?”.

REVIEW FILM DIVERGENT (2014), KETIKA SIFAT UMAT MANUSIA MENJADI BUMERANG

Kemudian karakter Tris diperankan dengan apik oleh Shailene Woodley (The Fault in Our Stars, The Spectacular Now, Big Little Lies). Four, mentor dan love-interest Tris diperankan oleh Theo James (Underworld: Awakening) yang tampil prima dan membuat para perempuan resah.

Karakter yang mencuri perhatian tentu jatuh kepada Peter dan Eric. Peter diperankan Miles Teller yang bacot bukan main, rasanya ingin kita tonjok karena bawelnya. Kemudian Eric, salah satu mentor Dauntless yang juga musuh bebuyutan Four dan diperankan oleh Jai Courtney. Oh iya lawan main Shailene dalam film The Fault in Our Stars, Ansel Elgort berperan sebagai Caleb, saudara laki-laki yang merepotkan.

Romansa Tris dan Four juga mendapatkan porsi banyak dalam film Divergent. Berawal dari mentor yang jutek bukan main, eh terus kepincut dengan Tris. Adegan panas dan berciuman antara mereka berdua salah yang disukai para penonton, terbukti dari pemberitaan media saat trailer dan film ini dirilis.

Penampakan sebagian kota Chicago yang porak-porak poranda di film ini cukup nyata. Dengan pagar yang mengelilingi mereka tanpa tahu ada kehidupan apa di luar sana. Namun dari segi cerita memang tertebak, nilai lebihnya mungkin dari penampilan para cast, adegan action yang intens dan segala tantangan yang dihadapi Tris saat berada di Dauntless.

REVIEW FILM DIVERGENT (2014), KETIKA SIFAT UMAT MANUSIA MENJADI BUMERANG
Foto: Lionsgate

Tak banyak dipuji oleh kritikus, namun film ini mengibur penonton remaja. Oh iya aktris peraih Oscar, Kate Winslet muncul dalam film ini sebagai Jeanine. Terbukti mengantongi box office $ 288 juta. Bagi yang butuh film sci-fi distopian seperti Hunger Games dan Maze Runner, film Divergent cocok untuk kalian. Dibuat trilogi, film keduanya berjudul Insurgent dan ketiganya berjudul Allegiant.

Film Divergent menampilkan bagaimana kepintaran manusia membuatnya menjadi serakah dan haus akan kekuasaan. Sifat Erudite ini menjadi bumerang bagi mereka dan merusak sistem. Kalian bisa menonton trilogi film Divergent di Netflix ya!

Baca juga:

BORONG NOMINASI OSCAR, SIMAK 12 FAKTA FILM MINARI TAYANG 21 APRIL 2021

FAKTA-FAKTA FILM THE NEW MUTANTS

REVIEW BLACK MIRROR SEASON 5

Hola, I'm Yudi! A content and social media Specialist. I write articles about movies, TV series, music, pop culture, Pokémon, travel, food, life hacks, and digital marketing.

Post a Comment

You don't have permission to register