Beberapa bulan ini dunia astronomi diramaikan dengan penemuan air di planet merah, penemuan zat liquid tersebut berawal ketika objek Recurring Slope Lineae (RSL) yang diambil menggunakan  High Resolution Imaging Science Experiment (HiRISE)  teridentifikasi mengandung air asin di tahun 2011. Kamu mungkin berfikir bahwa air di planet Mars akan mendukung kehidupan makhluk hidup, tapi kenyataannya jauh dari harapan. Menemukan bukti adanya air tidak sama dengan menemukan kehidupan, teori sementara air tersebut berasal dari lapisan es di permukaan Mars terkondensasi akibat perubahan cuaca di Mars. Beda hal nya dengan air di Bumi yang berasal dari es kutub. Hujan pun yang menjadi salah satu penyalur air tawar di Bumi tidak terdapat di mars, ini di akibatkan planet merah tidak memiliki atmosfer seperti Bumi.

Suber : NASA/JPL-Caltech/Univ. of Arizona
Sumber : NASA/JPL-Caltech/Univ. of Arizona

Menurut penulis hanya Bumi yang akan menjadi tuan rumah kehidupan jagat raya, meskipun di Mars terdapat air namun hanya Bumi yang dapat mendukung kehidupan. Air di Bumi sangat jauh berbeda dengan air di Mars, di mars hanya terdapat air asin itu pun dengan jumlah yang sangat sedikit, berbeda dengan Bumi yang mempunyai air tawar berlimpah yang dapat mendukung kehidupan organik seperti makhluk hidup. Penemuan air di planet Mars hanya membuktikan planet tersebut masih aktif secara geologis.

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here