Damien Chazelle kembali hadir lewat karya terbarunya berjudul First Man. Eits ini bukan film tentang Adam dan Hawa ya, melainkan manusia pertama yang menginjakkan kaki di Bulan. Sutradara yang terkenal lewat film La La Land ini menggandeng aktor kesayangan kita semua yaitu… Ryan Gosling.

First Man merupakan film biopik yang mengisahkan perjalanan Neil Armstrong menuju ke Bulan dan diadaptasi dari buku First Man: The Life of Neil A. Armstrong  karya James R. Hansen.

Neil Armstrong mengalami kegagalan dalam tes penerbangan luar angkasa. Dia dan sang istri Janet, harus mengurus anak perempuannya Karen yang sedang sakit parah.

Neil pun harus menelan pil pahit saat Karen meninggal dunia. Tak ingin terpuruk, ia pun mengajukan diri untuk menjadi salah satu pilot NASA dan berhasil lolos.

Memikul beban pikiran akan putrinya, Neil melampiaskannya dengan program menuju Bulan bersama rekan-rekannya di NASA. Beragam percobaan tak berjalan mulus,  kegagalan-kegagalan dihadapi mereka namun Neil dan rekannya tetap semangat.

Janet yang kecewa dengan Neil yang seakan menjauh dari dua anak laki-lakinya karena tak ingin terlihat sedih karena masih terngiang sosok Karen.

Hingga akhirnya di tahun 1969, Neil berhasil menginjakkan kaki di bulan. Apakah dirinya akan kembali ke keluarganya?  

First Man, Kisah Emosional Neil Armstrong Yang Bikin Pontang-Panting

First Man berfokus pada kehidupan Neil Armstrong. Sosok ayah yang rapuh sekaligus ambisius berhasil ditampilkan oleh Ryan Gosling. Momen-momen hangat Neil bersama anak-anaknya terasa menyejukkan hati.

Di lain sisi, kita melihat Neil yang tanpa ampun berjuang bersama rekan-rekannya di NASA. Kegagalan tak membuatnya patah semangat namun semakin ingin mencari tahu setiap kemungkinan.

Masalah keberhasilan mereka mendarat di Bulan mungkin bisa dikesampingkan terlebih dahulu. Biarkan Tuhan saja yang mengetahui. Mari fokus dengan kisah yang ingin disampaikan oleh Damien Chazelle.

Di sini kita tahu bagaimana para ilmuwan dan astronot bekerja. Tidak hanya naik roket, duduk manis dan sampai. Semua butuh proses, mulai dari beragam tes yang akan membuatmu pontang-panting. Penonton seperti ikut pusing dan terbentur layaknya sang astronot.

Nilai tambahan kita akan merasa berada di momen tahun 60an, gambar blur dan terasa vintage menghiasi film ini. Sepertinya, Damien tidak main-main dalam menggarap film biopik ini.

Untuk pemandangan luar angkasa, kamu akan terngaga. First Man merupakan gabungan dari film Interstellar dan Gravity. Kamu merasakan kebingaran saat roket meluncur sekaligus kesunyian saat berada di angkasa luar yang jauh. Sungguh pengalaman yang sangat seru.

Claire Foy melengkapi Ryan Gosling dalam film First Man. Pemeran Ratu Elizabeth II dalam serial The Crown ini berhasil menjadi istri yang gelisah dan khawatir akan beban yang dipikul Neil. Chemistry mereka terasa mengalir.

Pengemasan lain yang patut diacungi jempol adalah sinematografi. Sangat diwajibkan kamu menyaksikan First Man di layar super besar seperti IMAX. Karena hasil kerja keras Damien akan terasa percuma. Landscape di bumi dan di angkasa yang ciamik akan membuat kamu terpana.  

Untuk musik, Damien mempercayakannya kepada Justin Hurwitz. Scoring yang diberikan terasa pas. Mulai dari yang mencekam saat roket terlempar-lempar di angkasa hingga kesunyian yang membuat kamu ingin menahan napas.

First Man akan membuatmu pontang-panting, setiap percobaan yang dilalui Neil Armstrong terasa nyata. Kamu akan melihat kisah emosional dari Neil Armstrong. Ryan Gosling dan Claire Foy tampil menjanjikan. Pengemasan, sinematografi, scoring film ini sungguh luar biasa. Berikan tepuk tangan kepada Damien Chazelle.

First Man tayang di bioskop 10 Oktober 2018, pastikan kamu menonton mahakarya dari Damien Chazelle.

Baca juga:

Review Film: Tersenyum & Terharu Menonton La La Land

Apa Bedanya film The Martian dengan Film Luar Angkasa Lainnya?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here