|

Pathdaily Hanya Untuk Android?

Apabedanya.com – Masih ingat Path? Media sosial yang sempat hits di Indonesia di awal 2010-an itu punya fitur unik bernama Pathdaily. Tapi kenapa Pathdaily cuma ada di Android? Dan apa sebenarnya fitur ini? Yuk kita bahas!

Pathdaily Hanya Untuk Android?

Pathdaily adalah fitur yang dirilis Path khusus untuk pengguna Android. Fitur ini semacam daily vlog mini – pengguna bisa merekam video pendek setiap hari, lalu Path akan otomatis menyusunnya menjadi satu video kompilasi harian. Konsepnya simpel tapi cukup inovatif di masanya: mendokumentasikan keseharian tanpa perlu effort editing yang ribet.

Kenapa cuma Android? Kebijakan ini kemungkinan besar karena dominasi pengguna Path di Asia – khususnya Indonesia – yang mayoritas menggunakan Android. Data saat itu menunjukkan 80-90% pengguna smartphone Indonesia pakai Android. Path sebagai perusahaan yang mulai kehilangan pamor di AS, mencoba bertahan dengan fokus ke pasar Asia. Meluncurkan fitur eksklusif Android adalah strategi untuk menggaet pengguna di negara-negara berkembang yang sebagian besar berbasis Android.

Dari sisi teknis, pengembangan di Android juga lebih fleksibel dibanding iOS yang ketat dengan aturan App Store-nya. Fitur kamera dan video processing di Android lebih terbuka, memungkinkan Path untuk mengintegrasikan perekaman video harian dengan mulus. Di iOS, akses ke fitur-fitur sistem seperti background recording dan auto-compilation lebih terbatas, terutama di era iOS 8-9 saat itu.

Sayangnya, Pathdaily nggak bertahan lama. Path sebagai platform terus mengalami penurunan pengguna sejak 2015, kalah bersaing dengan Instagram Stories yang meluncur di 2016 dengan fitur serupa tapi lebih seamless. Path akhirnya diakuisisi oleh KakaoTalk pada 2015, dan aplikasinya resmi ditutup pada 18 Oktober 2018. Padahal Path pernah punya basis pengguna yang sangat loyal di Indonesia – bahkan sempat disebut-sebut sebagai “media sosial paling intimate” karena batasan 150 teman.

Meski Path udah tutup, konsep Pathdaily sebenarnya jadi blueprint buat fitur-fitur serupa yang muncul belakangan. Google Photos punya fitur auto-compilation video, aplikasi 1 Second Everyday mengusung konsep rekam 1 detik per hari, dan Snapchat/Instagram Stories juga mengadopsi format konten harian yang menghilang. Pathdaily boleh mati, tapi idenya tetap hidup di platform lain.

Kamu masih ingat Path? Pernah pakai Pathdaily? Atau justru baru tahu kalau Path pernah punya fitur ini? Nostalgia yuk di kolom komentar!

Fitur Pathdaily sebenarnya punya potensi yang besar untuk menjadi tren. Di era di mana TikTok dan Instagram Reels belum sepopuler sekarang, konsep daily vlog otomatis adalah ide yang jenius. Bayangin: kamu cuma perlu buka Path setiap hari, rekam video pendek beberapa detik, dan di akhir minggu atau bulan Path otomatis menyusunnya jadi kompilasi yang sinematik. Sayangnya, Path sebagai platform terlalu lambat berinovasi dan kalah cepat dari Instagram yang terus menambah fitur baru. Instagram Stories yang dirilis tahun 2016 pada dasarnya mengambil konsep serupa – konten menghilang 24 jam – tapi dengan eksekusi yang lebih seamless dan user base yang jauh lebih besar. Plus, Instagram Stories nggak terkunci di satu OS – langsung tersedia di iOS dan Android bersamaan. Pelajaran dari Pathdaily: jadi pioneer itu nggak cukup. Eksekusi, timing, dan skala jauh lebih penting. Kamu kangen Path nggak sih? Fitur Path apa yang paling kamu rindukan? Share nostalgia Path-mu di kolom komentar!

COMMENTS

  1. Admin

    Memang lagi ramai yang pake hashtag pathdaily. Strategi buat menarik pengguna path.

    Regards,

POST A COMMENT