|

Nokia 6, Ponsel Nokia yang Beda dari Sebelumnya

Apabedanya.com – Setelah bertahun-tahun hilang dari peredaran, nama Nokia akhirnya kembali! Tapi kali ini bukan Nokia yang kita kenal dulu – produsennya adalah HMD Global, perusahaan Finlandia yang mendapatkan lisensi brand Nokia. Ponsel pertama mereka yang paling menarik perhatian adalah Nokia 6. Apa yang bikin ponsel ini beda?

Nokia 6, Ponsel Nokia yang Beda dari Sebelumnya

Pertama-tama, Nokia 6 adalah ponsel Android. Ini perubahan besar! Kalau jaman dulu Nokia identik dengan Symbian, Windows Phone, atau OS proprietary, sekarang mereka full embrace Android. Nokia 6 menjalankan Android Nougat (7.0) dalam versi yang sangat murni – hampir stock Android. Nggak ada bloatware, nggak ada skin aneh-aneh, UI-nya bersih dan ringan. Ini keputusan strategis yang cerdas, karena banyak pengguna menginginkan pengalaman Android yang clean.

Dari segi desain, Nokia 6 juga membawa DNA Nokia yang khas: build quality solid. Bodinya terbuat dari aluminium seri 6000 yang di-machining dari satu blok metal utuh – sama seperti iPhone kelas atas. Hasilnya? Ponsel ini terasa premium, kokoh, dan enak digenggam. Sama sekali nggak seperti ponsel mid-range lain di harga yang sama yang kebanyakan pakai plastik. Nokia selalu dikenal dengan build quality-nya, dan Nokia 6 membuktikan bahwa tradisi itu masih dipertahankan di bawah HMD Global.

Spesifikasi Nokia 6: layar 5,5 inci Full HD, prosesor Snapdragon 430, RAM 4GB, storage 64GB, kamera 16MP, speaker dual dengan Dolby Atmos, dan baterai 3000mAh. Sensor fingerprint ada di depan menyatu dengan tombol home. Yang paling standout adalah speaker-nya – suaranya keras dan jernih untuk ukuran ponsel, berkat tuning Dolby Atmos.

Nokia 6 pertama kali dirilis di China pada Januari 2017 dan langsung sold out dalam hitungan menit. Antusiasmenya luar biasa – menunjukkan bahwa brand Nokia masih punya tempat di hati konsumen. Menyusul kesuksesannya, Nokia 6 dirilis secara global termasuk Indonesia beberapa bulan kemudian.

Satu kekurangannya: prosesor Snapdragon 430 terasa agak lambat untuk heavy gaming atau multitasking berat. Tapi untuk penggunaan sehari-hari – media sosial, browsing, YouTube, chatting – performanya cukup lancar. Apalagi dengan Android yang bersih tanpa skin berat.

Nokia 6 menjadi penanda comeback-nya Nokia di era smartphone modern. Setelah dijual ke Microsoft dan gagal dengan Windows Phone, kembalinya Nokia lewat HMD Global dengan Android disambut hangat. Kamu pernah pakai Nokia 6 atau seri Nokia lainnya? Masih kangen sama kejayaan Nokia jaman dulu? Share di kolom komentar!

COMMENTS

  1. Tri Wahyudi

    Visitor Rating: 4 Stars

  2. Anonim

    Visitor Rating: 4 Stars

  3. Anonim

    Visitor Rating: 5 Stars

  4. Anonim

    Visitor Rating: 5 Stars

POST A COMMENT