|

Menanti Pokemon Go Hadir di Indonesia

Apabedanya.com – Juli 2016 adalah bulan di mana seluruh dunia demam Pokemon Go. Gim mobile berbasis augmented reality (AR) ini bikin jutaan orang keluar rumah, berburu Pokemon di taman kota, trotoar, bahkan tempat-tempat yang nggak terduga. Tapi ada satu pertanyaan yang jadi trending topic di kalangan gamer Indonesia: kapan Pokemon Go hadir di Indonesia?

Menanti Pokemon Go Hadir di Indonesia

Sayangnya, saat peluncuran global pertamanya di Juli 2016, Indonesia belum kebagian. Pokemon Go pertama dirilis di Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, dan beberapa negara Eropa. Negara-negara Asia lain seperti Jepang baru dapat di akhir Juli. Sementara Indonesia? Harus sabar, karena Niantic (developer game-nya) merilis secara bertahap untuk menghindari server overload.

Tapi yang bikin situasi Indonesia unik: meskipun belum resmi rilis, banyak banget orang Indonesia yang udah main duluan! Caranya? Download APK dari sumber tidak resmi (sideloading) dan main pakai akun Pokemon Trainer Club atau Google yang region-nya di-setting ke negara yang udah rilis. Fenomena ini viral banget – di Twitter, Facebook, dan grup WhatsApp, semua orang nunjukin tangkapan layar Pokemon yang mereka tangkap. Monas, Gelora Bung Karno, Alun-alun kota – semuanya mendadak jadi hotspot Pokemon Go.

Salah satu alasan kenapa antusiasme di Indonesia begitu tinggi adalah karena Pokemon sudah menjadi bagian dari masa kecil generasi 90-an. Dari kartun TV, game Game Boy, sampai kartu TCG – semua punya kenangan dengan Pokemon. Jadi ketika game yang memungkinkan kita “menangkap Pokemon di dunia nyata” muncul, demamnya langsung meledak. Bahkan sebelum rilis resmi, polisi di beberapa daerah sampai mengeluarkan imbauan agar pemain tidak bermain saat berkendara atau masuk ke area terlarang seperti kantor polisi dan rumah sakit.

Akhirnya, Pokemon Go resmi rilis di Indonesia pada 6 Agustus 2016. Sambutannya? Gila-gilaan. Ribuan pemain membanjiri taman-taman kota, mal, dan ruang publik. Tempat-tempat ibadah sampai pasang spanduk “Dilarang Bermain Pokemon Go di Area Masjid/Gereja.” Di beberapa lokasi, muncul “jasa” berburu Pokemon – dibayar untuk menangkap Pokemon langka. Meski sempat menuai kontroversi, nggak bisa dipungkiri Pokemon Go sukses mengubah kebiasaan: orang keluar rumah, jalan kaki, bersosialisasi, dan mengeksplorasi kota mereka.

Kamu ingat masa-masa awal Pokemon Go? Pokemon pertama yang kamu tangkap siapa? Tim Instinct, Mystic, atau Valor? Nostalgia yuk di kolom komentar!

Fenomena Pokemon Go di Indonesia juga meninggalkan dampak sosial yang menarik. Tiba-tiba, taman-taman kota yang biasanya sepi jadi ramai. Orang-orang yang tadinya nggak pernah olahraga mendadak rajin jalan kaki 5-10 km sehari. Ada juga cerita romantis: pasangan yang ketemu di Pokestop terus akhirnya jadian. Tapi ada juga cerita lucu: pemain yang nekad masuk ke rumah orang buat ngejar Snorlax, atau yang main Pokemon Go di kuburan tengah malam. Intinya, Pokemon Go berhasil menciptakan fenomena sosial yang melampaui sekadar game. Buat sesaat, semua orang – dari anak kecil sampai kakek-nenek – punya kesamaan: berburu Pokemon. Indonesia bahkan sempat jadi salah satu negara dengan pemain Pokemon Go terbanyak di Asia Tenggara. Meskipun hype-nya udah mereda sekarang, Pokemon Go masih punya komunitas yang solid dan rutin ngadain event Community Day. Kamu masih main Pokemon Go? Level berapa sekarang? Share di kolom komentar, siapa tau kita bisa tukeran kode trainer!

COMMENTS

  1. ihduy

    Hii yud2yudichuu
    Finally u made a news about pokemon go
    Lol

POST A COMMENT