Apa Yang Beda Dari Film Serial Digimon Adventure Tri ?
Apabedanya.com – Buat kamu generasi 90an yang tumbuh bareng Digimon, ada kabar gembira nih! Serial anime Digimon Adventure Tri hadir untuk melanjutkan kisah Taichi Yagami dan kawan-kawan. Tapi, apa yang beda dari serial ini? Yuk kita bahas!
APA YANG BEDA DARI DIGIMON ADVENTURE TRI?
Pertama, setting waktunya! Kalau di Digimon Adventure (1999) dan Digimon Adventure 02 (2000) para DigiDestined masih anak-anak dan remaja awal, di Tri mereka sudah SMA. Taichi umur 17 tahun dan sibuk mikirin masa depan – mau lanjut kuliah atau enggak, hubungannya sama adiknya Hikari yang makin kompleks, bahkan konflik sama Yamato (Matt) soal pendekatan hidup. Ceritanya terasa lebih grounded dan relatable buat fans original yang juga udah dewasa.
Kedua, formatnya. Digimon Adventure Tri bukan serial TV mingguan kayak dulu. Ini adalah rangkaian 6 film OVA (Original Video Animation) yang dirilis bertahap dari 2015 sampai 2018. Judulnya: Reunion, Determination, Confession, Loss, Coexistence, dan Future. Masing-masing film berdurasi sekitar 90-100 menit, jadi totalnya setara 26 episode TV. Dengan budget OVA, kualitas animasinya jauh lebih tinggi – background detail, lighting cinematic, dan Digimon evolution sequence yang epic abis.
Ketiga, konfliknya lebih gelap dan dewasa. Tri nggak cuma tentang anak-anak mengalahkan Digimon jahat. Serial ini mengeksplorasi tema-tema berat: konsekuensi dari perang yang dialami makhluk digital, hubungan simbiosis manusia-Digimon yang mulai dipertanyakan, infeksi virus yang bikin Digimon berubah jadi musuh, dan yang paling heartbreaking – pengorbanan. Film ketiga (Confession) punya twist yang bikin fans menangis, terutama soal hubungan T.K. dan Patamon.
Keempat, kehadiran karakter baru: Meiko Mochizuki dan Digimon partnernya Meicoomon. Meiko adalah gadis pemalu dari Tottori yang pindah ke Tokyo. Tapi Meicoomon membawa rahasia besar: dia adalah pembawa “virus” yang jadi ancaman bagi kedua dunia. Hubungan Meiko dan Meicoomon jadi inti misteri sepanjang serial, dan endingnya benar-benar menguras emosi. Buat yang udah nonton, pasti tau momen yang mana.
Kelima, dari sisi teknis dan musik. Semua seiyuu (pengisi suara) original Jepang kembali – termasuk Natsuki Hanae sebagai Taichi yang suaranya udah berubah dewasa. Soundtrack digarap ulang dengan aransemen baru, termasuk versi orkestra dari “Butter-Fly” (opening legendarisnya Kouji Wada yang sedihnya sang penyanyi meninggal di 2016). Nostalgia level maksimum, tapi dikemas fresh.
Buat kamu yang kangen masa kecil, Digimon Adventure Tri adalah perjalanan nostalgia yang wajib. Siapin tisu ya buat beberapa scene. Kamu udah nonton? Digimon favoritmu Agumon atau Gabumon? Atau jangan-jangan Biyomon? Komen di bawah dong!
hapudin
Pas zaman Digimon di Indosiar saya salah satu penggemar yang sebisa mungkin tidak boleh dilewatkan. Yang membuat serial ini menarik adalah kreatifitas perubahan digimon dari mulai level satu sampai level paling kuat.
Tri Wahyudi
Bener bener, kita penasaran sama perubahan selanjutnya, kekuatannya apa 😀