Review Buku Olenka karya Budi Darma
Apabedanya.com – Cari novel Indonesia yang tak biasa dan memborong banyak penghargaan? Kamu bisa membaca buku Olenka karya Budi Darma. Buku yang diterbitkan oleh Noura Publishing ini memenangkan Hadiah Pertama Sayembara Menulis Novel Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) pada tahun 1980, kemudian Hadiah Sastra Dewan Kesenian Jakarta tahun 1983, serta meraih penghargaan internasional S.E.A. Write Award pada tahun 1984. Penasaran bukunya seperti apa? Simak sinopis dan review buku Olenka di bawah ini
BUKU OLENKA TENTANG APA?
Fanton Drummond jatuh cinta pada sosok Olenka. Perempuan misterius yang tanpa sengaja dia temui dalam sebuah lift di Apartemen Tulip Tree. Semenjak pertemuan itu, tak henti-hentinya Fanton Drummond mengamati dan menebak-nebak bagaimana kehidupan Olenka sebenarnya.
Semakin dalam Fanton Drummond menelusuri hidup Olenka, semakin liar bayangan Fanton Drummond. Sebagaimana perjalanan menyusuri sebuah peta dunia, yang tak menemukan pangkal pastinya.
Melalui Olenka Budi Darma sejatinya sedang menyibak rahasia paling kelam dalam jiwa manusia. Karakter-karakter unik dengan kecamuk pikiran dituturkan dengan menarik. Novel dengan capaian bahasa paripurna.
REVIEW BUKU OLENKA KARYA BUDI DARMA
Selesai membaca buku Olenka karya Budi Darma. Menceritakan Fanton, seorang pria yang terobsesi dengan perempuan yang ia temui di lift apartemen bernama Olenka. Cerita mengalir ke arah Olenka, suaminya Wayne, dan tentu Fanton sendiri. Bukunya tentang obsesi cinta, pergulatan batin, dan keterasingan. Karakter-karakter di buku ini dibuat jauh dari kata wajar. Fanton yang sableng dan berambisi mendapatkan Olenka, Olenka yang bertalenta dan misterius, hingga Wayne seorang penulis mokondo yang sinting. Kelakuan mereka bertiga dijamin bikin otak ngebul.
Latar novel ini Bloomington, Indiana, Amerika Serikat. Benar, seperti cerpen Orang-Orang Bloomington, dan ada beberapa nama karakter di cerpen tersebut muncul dalam novel ini.
Selalu mengagumi bahasa yang digunakan oleh Budi Darma dalam menulis. Dengan karakter orang barat, namun diksinya Jawa atau Indonesia sekali, mulai dari sampean, sekonyong-konyong, jancuk, hingga ngluruk. Alasan lainnya menyukai karya Budi Darma juga karena dia begitu julid saat mendeskripsikan karakter, contoh “Seperti biasa wajah M.B. cerah. Mungkin otaknya kosong, semua dianggapnya menyenangkan.”
Kemudian begitu ganjil obsesi Fanton ke Olenka, seperti di kutipan ini:
“Kadang-kadang, saya ingin memperlakukan tubuhnva seperti sebuah peta. Kalau dapat melakukannya demikian, saya akan menggulungnya, kemudian membukanya di atas ranjang, atau di atas meja, atau di atas lantai, atau di atas rerumputan.”
Chapter yang mengejutkan mungkin “Lima Surat Masturbasi”, genius dan miris. Kenapa judulnya begini? Kamu bisaa baca bukunya, supaya tidak spoiler. Kemudian chapter “Surat Panjang Olenka” juga memantik penasaran, Olenka curhat panjang dan lebar, sesuai judul chapter-nya. Suka juga chapter “Asal Usul Olenka”, ini esai bonus bagaimana Budi Darma menceritakan semua karakter di novel ini tercipta. Kutipan gong di esai ini banyak, namun yang curi perhatian:
“Sadar atau tidak, tiap individu pada akhirnya harus mengakui bahwa hidupnya hanyalah serangkaian kekosongan.”,
“Dalam menulis, saya selalu mengaku bahwa manusia adalah makhluk yang penuh luka, hina dina, dan sekaligus agung dan anggun. Baca jugalah tiap jengkal halaman karya sastra yang monumental. Kata demi kata adalah pengakuan bahwa manusia bukanlah makhluk yang enak.“
Oh iya Budi Darma menyelipkan potongan gambar dari surat kabar menyesuaikan timeline di cerita, beberapa contohnya halaman 105 berita balon Trans-Amerika da Vinci lewat apartemen karakter utama. Terus halaman 225 ada iklan film Breaking Away tahun 1982 di Surabaya Post.
Budi Darma sangat keranjingan cerpen, tak heran banyak cerpen bertebaran di novel ini, mulai dari cerpen yang ditulis oleh karakter sampai cerpen-cerpen populer yang dibaca oleh karakter.
Buku ini versi cetak ulang dari Noura, halamannya 430 dan sangat saya sangat merekomendasikan untuk dibaca. Setidaknya coba sekali baca karya Budi Darma, kalo cocok ya alhamdulillah, kalo belum cocok ya tidak apa apa.
BELI BUKU OLENKA KARYA BUDI DARMA

TONTON REVIEW BUKU YUDICHU DI BAWAH INI
BACA JUGA:
REVIEW BUKU ONI JOUSKA KARYA ASEP ARDIAN
REVIEW BUKU KOKOKAN MENCARI ARUMBAWANGI
REVIEW BUKU AJENGAN ANJING KARYA RIDWAN MALIK
REVIEW BUKU RADEN MANDASIA SI PENCURI DAGING SAPI
REVIEW BUKU PETUALANGAN DON QUIXOTE
REVIEW BUKU ORANG ORANG PROYEK KARYA AHMAD TOHARI
REVIEW BUKU SUNRISE ON THE REAPING
REVIEW BUKU DARI BUMI NUSANTARA KE PIRING KITA
REVIEW BUKU LAUT BERCERITA KARYA LEILA S CHUDORI
REVIEW BUKU RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI
REVIEW BUKU RAFILUS KARYA BUDI DARMA
REVIEW BUKU NY TALIS KISAH MENGENAI MADRAS
REVIEW BUKU WHAT HAPPENED TO YOU MEMAHAMI DAN MENYEMBUHKAN TRAUMA MASA KECIL
REVIEW BUKU ANJING MENGEONG KUCING MENGGONGGONG
REVIEW BUKU SEORANG PRIA YANG MELALUI DUKA DENGAN MENCUCI PIRING
REVIEW BUKU KOLONI KARYA RATIH KUMALA
REVIEW BUKU AS LONG AS THE LEMON TREES GROW KARYA ZOULFA KATOUH
REVIEW BUKU HARIMAU HARIMAU KARYA MOCHTAR LUBIS
REVIEW BUKU WHO MOVED MY CHEESE KARYA SPENCER JOHNSON
REVIEW BUKU FILOSOFI TERAS KARYA HENRY MANAMPIRING
REVIEW BUKU ATOMIC HABITS KARYA JAMES CLEAR
REVIEW BUKU STOLEN FOCUS KARYA JOHANN HARI
REVIEW BUKU GRIT ANGELA DUCKWORTH
REVIEW BUKU HOW TO WIN FRIENDS AND INFLUENCE PEOPLE
REVIEW BUKU RENJANA BERKAWAN DENGAN EJAAN
REVIEW BUKU KEPIKIRAN DANGDUT DAN HAL POP LAINNYA KARYA MAHFUD IKHWAN
REVIEW SANG ALKEMIS KARYA PAULO COELHO
REVIEW BUKU HOW TO DIE KARYA SENECA
REVIEW BUKU SEBERAPA INDIE KARYA HAMZAH MUHAMMAD
REVIEW BUKU SEMUA IKAN DI LANGIT KARYA ZIGGY Zezsyazeoviennazabrizkie
REVIEW BUKU SEPORSI MIE AYAM SEBELUM MATI KARYA BRIAN KHRISNA
REVIEW BUKU JALAN PULANG KARYA MARIA HARTININGSIH
REVIEW BUKU ANIMAL FARM KARYA GEORGE ORWELL
REVIEW BUKU ORANG-ORANG BLOOMINGTON KARYA BUDI DARMA
REVIEW BUKU THE LITTLE PRINCE PANGERAN CILIK
REVIEW BUKU MENGARANG ITU GAMPANG KARYA ARSWENDO ATMOWILOTO
REVIEW KOMIK SI CERDIK MICHAEL
REKOMENDASI 10 BUKU PENGEMBANGAN DIRI UNTUK ANAK MUDA