Apabedanya.com – Dirilis tahun 1982, buku Ronggeng Dukuh Paruk masih jadi perbincangan hangat para pembaca buku. Maret 2026, buku karya Ahmad Tohari ini kembali ramai dibincangkan di Twitter karena dianggap kurang bagus oleh salah satu admin @txtfrombook . Perlu diingat, selera setiap orang pasti berbeda. Untuk menilai sebuah buku, paling penting kamu harus membacanya. Nah simak yuk review buku Ronggeng Dukuh Paruk di bawah ini.
BUKU RONGGENG DUKUH PARUK TENTANG APA
Semangat Dukuh Paruk kembali menggeliat sejak Srintil dinobatkan menjadi ronggeng baru, menggantikan ronggeng terakhir yang mati dua belas tahun yang lalu. Bagi pedukuhan yang kecil, miskin, terpencil, dan bersahaja itu, ronggeng adalah perlambang. Tanpanya, dukuh itu merasa kehilangan jati diri. Dengan segera Srintil menjadi tokoh yang amat terkenal dan digandrungi. Cantik dan menggoda. Semua ingin pernah bersama ronggeng itu. Dari kaula biasa hingga pejabat-pejabat desa maupun kabupaten.
Namun malapetaka politik tahun 1965 membuat dukuh tersebut hancur, baik secara fisik maupun mental. Karena kebodohannya, mereka terbawa arus dan divonis sebagai manusia-manusia yang telah mengguncangkan negara ini. Pedukuhan itu dibakar. Ronggeng beserta para penabuh calungnya ditahan. Hanya karena kecantikannya lah Srintil tidak diperlakukan semena-mena oleh para penguasa di penjara itu. Namun pengalaman pahit sebagai tahanan politik membuat Srintil sadar akan hakikatnya sebagai manusia.
REVIEW BUKU RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI
Selesai baca buku Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari. Bukunya tentang desa Dukuh Paruk yang cabul dan melarat namun menjunjung tinggi adat istiadat ronggeng. Fokusnya ke kisah Srintil, seorang ronggeng baru yang jadi kebanggaan desanya. Hingga pada tahun 1965, pergolakan politik menyeret Srintil dan warga Dukuh Paruk.
Dirilis tahun 1982, gak heran masih banyak orang yang ngoceh tentang buku ini. Karena sebagus itu dan jadi mahakarya dari Ahmad Tohari. Paling menonjol memang bahasa dan diksi yang ditulis, banjir kosakata indah dan ciamik. Penggambaran suasana alam, flora serta fauna begitu detail, pembaca seperti kecemplung langsung ke Dukuh Paruk. Ini wow banget sih, suka sama gaya penulisannya, OBSESSED!
Saya sampai menulis daftar burung-burung yang muncul di buku ini, ada burung alap-alap, pipit, celepuk, brondol, bence, masih banyak lagi haha.
Ceritanya juga benar-benar mengguncang dan penting buat dibaca. Tentang perempuan, tradisi, kemiskinan, kebodohan, seksualitas, sejarah dan tentunya politik. Kita menyaksikan bagaimana kebodohan warga Dukuh Paruk menyeret mereka ke gonjang ganjing politik tahun 1965. Ini juga membuktikan betapa pentingnya pendidikan, biar kita tidak gampang keseret propaganda politik.
Karakter-karakter dalam buku ini juga memantik perdebatan pembaca. Para tetua, pria-pria cabul dan masyarakat dalam buku bikin geram. Srintil salah satu korban dari Dukuh Paruk, jujur tidak nyaman membaca kisahnya dari awal hingga akhir, memilukan dan tragis.
Kutipan bagus dalam buku ini banyak sekali, tiga ini bikin kepala melepuh sih;
“Ada putih beliung berkisar-kisar dalam dada Srintil, runcing dan menukik menusuk jantungnya.”
“Sulit baginya menerima kenyataan bahwa kemanusiaan kadang tidak lebih tebal dari kulit bawang.”
“Oalah, Gusti Pengeran, oalah, Biyung, kaniaya temen awakku.”
Selesai membaca buku ini rasanya hanyut dan larut. Buku Ronggeng Dukuh Paruk menjadi salah satu buku terbaik yang pernah saya baca selama saya hidup.
BELI BUKU RONGGENG DUKUH PARUK
*Buku Ronggeng Dukuh Paruk versih hard cover total halaman 520
TONTON REVIEW BUKU YUDICHU
BACA JUGA:
REVIEW BUKU RAFILUS KARYA BUDI DARMA
REVIEW BUKU NY TALIS KISAH MENGENAI MADRAS
REVIEW BUKU WHAT HAPPENED TO YOU MEMAHAMI DAN MENYEMBUHKAN TRAUMA MASA KECIL
REVIEW BUKU ANJING MENGEONG KUCING MENGGONGGONG
REVIEW BUKU SEORANG PRIA YANG MELALUI DUKA DENGAN MENCUCI PIRING
REVIEW BUKU KOLONI KARYA RATIH KUMALA
REVIEW BUKU AS LONG AS THE LEMON TREES GROW KARYA ZOULFA KATOUH
REVIEW BUKU HARIMAU HARIMAU KARYA MOCHTAR LUBIS
REVIEW BUKU WHO MOVED MY CHEESE KARYA SPENCER JOHNSON
REVIEW BUKU FILOSOFI TERAS KARYA HENRY MANAMPIRING
REVIEW BUKU ATOMIC HABITS KARYA JAMES CLEAR
REVIEW BUKU STOLEN FOCUS KARYA JOHANN HARI
REVIEW BUKU GRIT ANGELA DUCKWORTH
REVIEW BUKU HOW TO WIN FRIENDS AND INFLUENCE PEOPLE
REVIEW BUKU RENJANA BERKAWAN DENGAN EJAAN
REVIEW BUKU KEPIKIRAN DANGDUT DAN HAL POP LAINNYA KARYA MAHFUD IKHWAN
REVIEW SANG ALKEMIS KARYA PAULO COELHO
REVIEW BUKU HOW TO DIE KARYA SENECA
REVIEW BUKU SEBERAPA INDIE KARYA HAMZAH MUHAMMAD
REVIEW BUKU SEMUA IKAN DI LANGIT KARYA ZIGGY Zezsyazeoviennazabrizkie
REVIEW BUKU SEPORSI MIE AYAM SEBELUM MATI KARYA BRIAN KHRISNA
REVIEW BUKU JALAN PULANG KARYA MARIA HARTININGSIH
REVIEW BUKU ANIMAL FARM KARYA GEORGE ORWELL
REVIEW BUKU ORANG-ORANG BLOOMINGTON KARYA BUDI DARMA
REVIEW BUKU THE LITTLE PRINCE PANGERAN CILIK
REVIEW BUKU MENGARANG ITU GAMPANG KARYA ARSWENDO ATMOWILOTO
REVIEW KOMIK SI CERDIK MICHAEL
REKOMENDASI 10 BUKU PENGEMBANGAN DIRI UNTUK ANAK MUDA
