Apa Bedanya Gojek dengan GrabBike?

Berawal dari Febuari 2015 saya mencoba meng-install aplikasi pemesanan ojek online “Go-jek” atau biasa disebut Gojek, fiturnya cukup menarik terdapat credit saldo atau bisa disebut dompet digital, di mana pembayaran nya bisa cashless (tanpa uang cash).

Beberapa bulan kemudian aplikasi Grabtaxi meluncurkan layanan sejenis bernama GrabBike. Mereka berdua langsung merebut hati masyarakat kota Jakarta, setiap ruas jalan selalu ada helm hijau mereka. Apasih yang membedakan Gojek dan Grab Bike?

Harga

Untuk harga mereka masih menggunakan promo, promo yang cukup menggiurkan mulai dari Rp 5.000 hingga Rp. 10.000 kemana saja, dibatasi maksimal 25 km (Khusus gojek). Untuk Harga per oktober 2015 Gojek menarifkan Rp 15.000 kecuali rush hour (senin jumat jam 4 sore – 8 malam) pada jam tersebut Rp 15.000 (6 km pertama) ditambah Rp 2.500 per km tambahan.

Untuk harga Grabbike Rp 15.000 dengan menggunakan kode ngebikeaja, namun untuk bulan ini menggunakan kode kampus kampus. Rush hour pada Grab Bike dikenakan tarif Rp 20.000.

Per Mei 2019, sekarang tarif ojek online kini ditentukan setiap Zona. Zona I untuk wilayah Sumatera, Jawa, dan Bali. Sementara Zona II dibuat untuk Jabodetabek dan Zona III adalah untuk wilayah Indonesia Timur.

Untuk Zona I batas bawah Rp 1.850 per km dan batas atas Rp 2.300 per km. Untuk biaya jasa minimal dikenakan Rp 7.000 – Rp 10.000.

Jakarta Zona II yang dikhusukan untuk Jabodetabek tarif batas bawah sebesar Rp 2.000 dan batas atas Rp 2.500.Kemudian untuk biaya jasa minimal Rp 8.000 – Rp 10.000.

Untuk Zona III, tarif batas bawah sebesar Rp 2.100 dan tarif atas Rp 2.600 dengan biaya jasa minimal mulai dari Rp 7.000 – Rp 10.000.

Driver

Pada awal saya memesan gojek dari mungkin butuh sedikit kesabaran karena masih jarang namun beda lain hal nya dengan sekarang ketika kita ingin memesan Gojek pada peta banyak lokasi Gojek bertebaran hingga nama jalan di peta tidak terlihat. Untuk Grab bike mereka juga sudah mempunyai driver cukup banyak, apalagi jika kita berada di sekitaran Jakarta selatan.

Proses Pembayaran

Untuk Gojek terdapat saldo credit dimana kita bisa mendapatkannya ketika membuat akun pertama kali dengan memasukan kode referral pada akun gojek teman, jadi kita bisa bayar dari saldo credit atau cash, saldo credit juga dapat kita isi melalui transfer uang ke rekening bank Gojek. Sementara Grab Bike pembayaran hanya bisa dengan cash.

Untuk pembayaran cashless, Gojek menyediakan dompet digital versi mereka yaitu Gopay. Untuk mengisi saldo kamu hanya perlu transfer ke nomor Gopay kamu melalui banyak cara, via ATM, Internet banking, ataupun kepada driver Gojek.

Sementara Grab pembayaran melalui dompet digital OVO. Fiturnya sama dengan Gopay, kamu hanya perlu isi saldo lewat ATM, internet banking atau melalui driver Grab.

Pelengkap Ojek

Masing masing aplikasi memberikan masker kepada pemesan gojek namun beda dengan GrabBike, Gojek memberikan penutup rambut, menghindari rambut dari bau pada helm. Tidak ingin kalah, pada minggu lalu saya melihat pengendara Grab Bike meminjamkan jas hujannya kepada pelanggannya, entah itu memang sudah ketentuan GrabBike atau inisiatif dari drivernya, jas hujan merupakan ide yang bagus di kala musim hujan segera datang.

Perbedaan antara Gojek dan Grab Bike memang hanya beberapa saja, sejauh ini masyarakat jakarta masih menyukai aplikasi pemesanan ojek online ini. Belum lagi sekarang banyak bermunculan aplikasi aplikasi sejenis Gojek dan Grab Bike seperti Blujek, Ladyjek dan lain lain.

Sekarang tergantung kita ingin memilih aplikasi yang mana, jadi kamu pilih Gojek atau GrabBike?

Baca juga:

 3 Tips Anti Ngantuk Saat Naik Ojek

Apa Bedanya Belanja Online dengan Belanja Offline?

eccommerce-concept-1-1057097

Pada saat ini, belanja online bukan hal yang asing lagi. kini beberapa orang sudah mulai terbiasa dan percaya kepada seller atau toko online di internet, namun apakah mereka masih berbelanja offline? Beberapa perbedaaan jika kita belanja online atau belanja offline.

1.Waktu
Belanja online mungkin tidak menguras waktu anda, karena kita hanya mencari, melihat dan membandingkan barang yang kita ingin beli di internet dengan waktu sebentar saja itu pun bisa kita lihat di beberapa toko online yang berbeda-beda. Sementara jika kita belanja offline kita harus berjalan memasuki setiap toko melihat barang kita inginkan, belum lagi membandingkan harga butuh waktu lebih lama daripada berbelanja online. Waktu lebih cepat merupakan point lebih untuk belanja online.

2. Kualitas
Nah kualitas jika kita belanja online hanya terlihat di gambar produk di toko online dan ulasan ulasan pembeli yang sudah berbelanja di toko tersebut, tentu kita ingin produk/barang berkualitas namun sangat minim jika ingin mengetahui kualitas barang ketika kita belanja online. Disini lah point lebih belanja offline kita bisa mengetahui kualitas atau keadaan barang yang ingin kita beli.

3. Promo
Promo merupakan usaha toko online mendapatkan banyak buyer atau pembeli, biasa nya promo berupa diskon, hadiah ataupun keuntungan lainnya yang didapat buyer. Belanja offline pun terdapat berapa diskon dan hadiah yang ditawarkan. Jadi untuk point promo belanja online ataupun belanja offline seimbang.

4. Proses
Dalam memilih barang atau produk belanja online mungkin tidak memakan waktu banyak tetapi pengiriman barang nya lah yang kadang memerlukan waktu cukup lama, biasanya 2-3 hari bahkan bisa seminggu lebih tergantung dari lokasi pengiriman barang. Jangan sedih beberapa toko online menyediakan fitur COD (Cash on Delivery) jadi lebih menyingkat proses pembelian barang. Beda lain hal nya dengan belanja offline, pilih barang bayar di kasir kemudian bawa pulang barang nya. Nah point proses ini masih seimbang antara belanja online maupun offline.

Terdapat kekurangan dan kelebihan dari belanja online dengan belanja offline, bagaimana cara kita memanfaatkan keuntungan keuntungan dari belanja online ataupun offline. Kitapun dituntut untuk menjadi pembeli yang cerdas, jadi mau belanja dimana nih para buyers?

Apa Bedanya film The Martian dengan Film Luar Angkasa Lainnya?

the-martian-poster-632x1124

Minggu kemarin film The Martian sedang ditayangkan di beberapa bioskop, melihat dari trailernya film ini cukup menarik yaitu tentang misi keluar angkasa tepatnya planet Mars. Film yang di sutradarai oleh Ridley Scott (Alien, Prometheus) ini memiliki pemain-pemain yang cukup menjanjikan, seperti  Matt Damon (Bourne), Jessica Chastain (Interstellar) kemudian Kristen Wiig (Bridesmaids), dan Michael Pena (Ant-man).

Ceritanya berawal tentang perjalanan 5 astronot yang melakukan misi di planet mars (Ares III), namun misi terganggu oleh Badai Martian, mereka harus meninggalkan planet mars.  Salah satu astronot Mark Watney tertinggal saat mereka menuju rocket untuk pulang. Pemimpin misi Melissa Lewis sempat mencari Mark namun semakin buruknya badai martian terpaksa dia harus meninggalkan planet mars sesegera mungkin dengan perasaan bersalah meninggalkan rekannya.

Mark yang diperkirakan sudah tewas oleh teman astronot lainnya, ternyata masih hidup. Namun persediaan makanan yang tersisa tidak cukup untuk bertahan hidup selama 3 tahun kedepan, saat misi Ares IV datang menjemput dia. Itu lah yang mengharuskan dia mengunakan ilmu botaninya menanam kentang di planet mars. NASA pun mengetahui Mark masih hidup melalui satelit dan berkomunikasi melalui Pathfinder Probe. Akhirnya NASA pun membuat misi penyelamatan Mark dengan mengirim ulang team Ares III untuk menjemput mark, sementara Mark harus pergi ke lokasi Ares IV untuk menggunakan rocket menuju orbit mars, sehingga team Ares III dapat menjemput Mark untuk kembali ke Bumi.

Tidak seperti film luar angkasa lainnya, film The Martian dikemas secara cerdas dan menghibur. Cerdasnya di mana ilmu pengetahuan sangat penting untuk setiap aspek kehidupan, bagaimana kita bertahan hidup di planet mars  berbekal ilmu saja. Yuk belajar yang rajin siapa tahu kamu dikirim ke Mars. Menghiburnya mulai dari musik musik disko klasik dari Melissa Lewis (kapten dari misi Ares III) seperti Turn The Beat Around, Waterloo, Hot Stuff, Star Man dan I Will Survive yang menemani sepanjang film dan juga projek yang diberi nama Elrond terinspirasi dari film The Lord of The Ring. Sangat layak jika rating film ini di RottenTomatoes 93% sedangkan Metacritic memberikan 81%.

Path atau Twitter?

Setiap pagi saya menyempatkan diri membuka timeline di Twitter, sudah merupakan kebiasaan orang orang zaman sekarang, bisa disebut kekinian. Ketika saya scroll timeline beberapa kali, tak ada satu orang pun memberikan tweet mereka (dari total 277 following) hampir satu halaman diisi oleh newsfeed dari akun berita, sekalipun ada tweet dari following saya,  itu pun share dari post Path atau instagram mereka. Kemana kah orang-orang ini?

Mereka Sibuk Bermain Path

Path merupakan jejaring sosial pribadi yang pertama kali muncul pada tahun  2010. Aplikasi yang awalnya hanya ada untuk pengguna iPhone kini dapat dinikmati para pengguna Android maupun Windows phone. Mengapa aplikasi ini dapat membuat pengguna Twitter beralih? Beberapa perbandingan fitur twitter dan path yang memang ada  keunggulan dan kelemahannya.

Twitter mampu menampung curahan, ungkapan, luapan atau sekedar tulisan yang sedang anda rasakan sebut saja Tweet, dengan dibatasi 140 kata maka sangat pantas kita menyebutnya microblog. Sementara pada Path terdapat fitur yang disebut Thought, fitur ini sama seperti tweet namun thought tidak dibatasi anda ingin menulis berapa kata, barangkali kita bisa menulis novel di sana.

Di thought kita juga bisa menambahkan sticker pada header thought kita, di point ini Path menang karena fungsi sticker ini cukup disukai beberapa orang. Bahkan sticker dijadikan sumber pendapatan bagi Path dengan menjualnya di Shop, namun ada juga beberapa sticker yang disediakan untuk diunduh secara cuma-cuma.

Upload foto dan Video, pada awalnya Twitter menggunakan Twitpic sebagai media mengunggah foto, namun sekarang dia sudah memiliki penyimpanan sendiri jika kita mengunggah foto melalui aplikasi ponsel ataupun desktop, fitur terbaru dari ungguh foto yaitu kita bisa men-tag teman kita tanpa harus memasukan namanya /mention di tweet kita.

Fitur Path VS Fitur Twitter

Beda halnya dengan Path, ungguh foto di path dimanjakan dengan fitur filter foto, sekali lagi orang-orang pun senang dengan fitur ini dimana muka anda bisa lebih cerah dari biasanya dan berbeda dengan aslinya, semoga  kamu masih ingat muka asli sebelum unggah foto. Untuk mengunggah video sendiri masing masing hanya dibatasi 30 detik saja.

Berikut fitur yang tidak dimiliki path namun ada di twitter dan sebaliknya. Untuk Path cukup disukai orang orang termasuk saya, di Path kita bisa membagikan Musik yang kita dengar, film yang kita tonton ataupun Buku yang kita baca, seru bukan?

Belum lagi fitur Tidur atau Sleep, dimana ada fitur membagikan kalau kita sudah tidur pada pukul sekian dengan Quotes yang sesuai pada jam berapa kita tidur dan pada pagi harinya kita bisa klik awake untuk memunculkan jam berapa kita bangun, berapa jam kita tidur dan berapa suhu pada lokasi kita dan Quotes pun tidak ketinggalan.

Di Twitter terdapat pergerakan berita yang sangat cepat, dimana kita bisa membagikan berita secara langsung, dibaca, dan disebar secara langsung. Kita dapat mencari berita  di kolom pencarian,  dengan menggunakan kata kunci. Twitter pun dapat diakses hanya dengan Browser ponsel apapun tanpa harus menggunakan ponsel pintar.

Sementara Path, kita harus mengunduh aplikasinya terlebih dahulu di ponsel pintar, Twitter merupakan media sosial sederhana dengan ditambah fitur-fitur yang tidak kalah dengan Path dan masih disukai beberapa orang diseluruh dunia. Tapi jika ingin media sosial yang lebih pribadi dengan fitur-fitur yang ciamik Path cocok untuk anda.

 

Follow me on Twitter

 

Apa Bedanya ke Bandung Naik Bus atau Kereta Api

Pada musim libur panjang atau akhir pekan, banyak sekali orang-orang merencanakan liburan mini ya sebut saja liburan sederhana yang tidak perlu jauh-jauh, yaitu berkunjung ke kota tetangga, Bandung.

Nah apasih bedanya ke kota Bandung naik bus atau naik kereta api? Sebenarnya sama sama nyaman namun ada beberapa hal yang jadi perbedaaannya.

1.  Biaya

Untuk biaya naik bus, sebut saja Primajasa (Eh memang itu nama bus nya) untuk sekali jalan dari terminal pilihan kamu contohnya Cililitan ke terminal Bandung Leuwi Panjang kamu di kenakan biaya Rp 75.000, sementara untuk biaya kereta api Argo Parahyangan yang berangkat dari stasiun Gambir ini kamu dikenakan biaya Rp 120.000 tapi ini untuk kelas eksekutif , sementara untuk kelas bisnis dikenakan Rp 90.000.

Foto: Tri Wahyudi

2. Jarak

Tentu jalur yang dipilih kereta api dan bus berbeda, jadi estimasi sampai kota Bandung antara keduanya pasti berbeda. Untuk bus mereka melewati jalan tol Cipularang, tol ini berada di pegunungan sehingga jalannnya naik turun dan terkadang banyak truk atau kontainer besar harus jalan pelan-pelan dan berhati-hati. Estimasi sampai ke Bandung kurang lebih 2 jam (kalau musim liburan pintu keluar tol dipastikan macet).

Sementara dengan kereta api melewati jalur kereta ke Bekasi, Karawang, Cikampek, Purwakarta, Padalarang, Cimahi kemudian sampai stasiun Bandung dengan total jarak 166 km estimasi kemungkin 2 jam 30 menit lebih lama daripada menggunakan bus dikarenakan rel kereta api melewati perbukitan.

3. Pemandangan

Pemandangan yang kita lihat jika menggunakan bus tidak lain yaitu jalan tol yang panjang tidak ada ujungnya dan juga di pinggir jalan tol terdapat sawah sawah, jika sudah melewati Purwakarta kamu bisa melihat bukit dengan pepohonan. Berbeda dengan menggunakan kereta api pada saat melewati stasiun Bekasi mungkin kamu belum melihat pemandangan yang indah, tapi setelah melewati stasiun Purwakarta anda aka melewati jembatan Cisomang dengan pemandangan bukit lebih dekat karena benar-benar disamping kaca.

Foto: Flickr/ Sofyan Hermanto

Kemudian kita akan melewati terowongan sasaksaat yang mana terowongan terpanjang kedua di Indonesia. Dengan panjang 950 m, terowongan ini didibangun pada saat jaman kolonial Belanda, sinyal HP sudah pasti hilang saat di dalam terowongan ini .

4. Fasilitas

Untuk bus sendiri fasilitas  yang kamu dapatkan tempat duduk (iya dong masa berdiri), TV terpasang cuma pengalaman saya dinyalakan saat di Jakarta saja, sisanya sinyal hilang entah ke mana perginya.  Oh iya ada toilet di belakang busnya jadi jangan khawatir jika anda kebelet buang air kecil.

Sementara fasilitas kereta api lebih menjanjikan, untuk kelas eksekutif anda mendapatkan kursi nyaman yang dapat dinaik-turunkan,  meja makan yang tersembunyi di samping kursi, 2 buah colokan listrik (kita hidup di zaman di mana ponsel harus terus menyala), TV (saat berangkat akan menyetel musik video kemudian mereka terkadang memutarkan film) untuk kelas bisnis tidak terdapat TV, namun ada  toilet di setiap gerbongnya.

Nah demikian apa bedanya ke Bandung naik bus atau kereta api. Dari keduanya sih ada kurang dan lebi nya. Sisanya tergantung pilihan kalian mau mencoba yang mana, Have a good holiday!