Review Series Never Have I Ever, Series Remaja yang Cerdas, Segar, dan Lucu

Akhir April 2020 kemarin ada series remaja terbaru berjudul Never Have I Ever di Netflix. Ada yang beda dari series ini, karakter utamanya adalah orang India-Amerika. Dari creator Mindy Kaling dan Lang Fisher, seperti apa series comedy drama ini? Yuk simak reviewnya di Apabedanya.com

Sinopsis Series Never Have I Ever

Series Never Have I Ever mengisahkan Devi Vishwakumar (Maitreyi Ramakrishnan), seorang gadis sekolah menengah Amerika keturunan India-Amerika berusia 15 tahun di California. Setelah tahun pertama yang mengerikan, Devi ingin mengubah status sosialnya, tetapi teman, keluarga, dan perasaan tidak begitu mendukungnya.

Setelah ayah Devi, Mohan (Sendhil Ramamurthy) meninggal dunia, Devi lumpuh selama tiga bulan. Tahun berikutnya, ia mencoba mengatasi kesedihannya, identitas sebagai orang India dan kehidupan sekolahnya. Ia pun harus berjuang dengan hubungannya dengan ibunya, Nalini (Poorna Jagannathan), sepupunya yang cantik, Kamala (Richa Moorjani), 2 sahabatnya, Eleanor ( Ramona Young) dan Fabiola (Lee Rodriguez), cowok yang ia taksir di sekolah, Paxton (Darren Barnet), dan musuh bebuyutannya, Ben (Jaren Lewison). Berhasilkah Devi menjadi sosok baru?

Review Series Never Have I Ever

Alasan saya menonton ini tentu karena sang creator Mindy Kaling. Aktris dan penulis ini sering muncul di film dan series yang memang lucu. Tak hanya berakting dia pun menulis skrip series The Office, Mindy Project, hingga film Late Night (2019). Jadi harapan saya akan series ini sangat besar.

Kisah Devi ditampilkan dengan relate layaknya keluarga keturunan India di Amerika. Ibu Devi seorang dermatologi, sepupunya masih berkuliah dan panik ketika hendak dijodohkan. Devi yang keras mencoba mendobrak budaya dan karena bersikeras ingin mengubah citra di tahun ini.

Momen-momen jenaka pun menghiasi series Never Have I Ever. Mulai dari buku pelajaran yang sudah didoakan, Devi langsung to the point mengajak Paxton untuk ngesex, persaingan tanpa akhir dengan Ben, hingga saat Devi berbicara dengan anjing liar yang ia pikir ayahnya. Sebenarnya masih banyak saya tak ingin membocorkan keseruannya.

Penampilan Maitreyi Ramakrishnan sebagai Devi harus diacungi jempol. Sebagai pendatang baru, aktris asal Kanada tampil apik sebagai remaja penuh dengan masalah dan trauma. Ditambah penampilan cast pendukung seperti teman-temannya, Eleanor anak drama yang tak kalah lucu, dan Fabiola anak tech yang menyimpan sebuah rahasia.

Series Remaja yang Cerdas, Segar, dan Lucu

Tak hanya mereka, sepupu Devi dihadirkan dengan jenaka. Momen dia membahas series Riverdale bersama Devi sungguh menggelitik. Oh iya Ben, musuh bebuyutan Devi yang tajir melintir ini pun akan diceritakan lebih dalam. Benar-benar melihatkan sisi lain dari para remaja ini. Eits, dokter terapis Devi pun mencuri perhatian. Siap-siap tertawa saat Devi mengeluh dan respon dokter Ryan. Para cast benar-benar pas sehingga tercipta karakter yang akan diingat penonton.

Cerita yang ingin disampaikan yaitu sosok Devi yang masih terpukul karena kehilangan sang ayah, dalam hatinya dia masih belum menerima kenyataan dan menyimpan rasa duka. Devi pun masih memikul trauma masa lalu, belum lagi konfliknya dengan sang ibu yang tak pernah akur. Siap-siap terharu di episode akhir.

Masalah keluarga, pilih sahabat atau gebetan, pentingnya budaya, hingga pemberdayaan diri jadi topik penting dalam series ini. Jadi bukan sekedar cerita Devi mencari pacar dan mencoba sex untuk pertama kali.

Oh iya dalam series ini ada yang berbeda, sang narator ada John McEnroe, seorang atlet tenis. Kemudian narator bintang tamu diisi oleh Andy Samberg.

Never Have I Ever merupakan komedi series yang jenaka dan cerdas. Setiap karakter dan celetukan menggelitik, kudos to Mindy Kaling. Beda dari series remaja lainnya,di sini kisahkaan duka yang terpendam, sahabat vs crush, keluarga, dan budaya. Komedi India-Amerika yang segar dan menghangatkan hati.

Musim pertama berisis 12 episode dengan durasi setiap episodenya 30 menit. Selamat menonton!

Baca juga:

Review Series Dead to Me (Season 1), Persahabatan, Tragedi, dan Peliknya Hidup

Review Series Orange Is The New Black, Getirnya Kehidupan Penjara

Review Series Dead to Me (Season 1), Persahabatan, Tragedi, dan Peliknya Hidup

Bagi kamu yang mencari series terbaik Netflix, saya sarankan sebuah black comedy Dead to Me yang dibuat oleh Liz Fedlman. Berkisah tentang persahabatan yang tidak diduga dan dibintangi oleh Christina Applegate dan Linda Cardellini. Yuk simak reviewnya di Apabedanya.com

Sinopsis Series Dead to Me

Series Dead to Me menceritakan tentang persahabatan antara Jen (Christina Applegate) dan Judy (Linda Cardellini). Jen merupakan seorang agen real estat yang baru saja menjanda. Untuk menerima kehilangannya, ia mencoba terapi, olahraga, dan metode lain. Dia menggunakan kemarahan dan kebencian sebagai jalan keluar untuk kesedihannya.

Hingga suatu hari bertemu dengan Judy, yang merupakan bagian dari kelompok terapi yang terdiri dari pasangan yang kehilangan. Jen sedang berduka akan Ted, suaminya yang meninggal karena tabrak lari, sementara Judy berduka kepada tunangannya yang meninggal karena serangan jantung.

Kedua karakter menghadapi kehilangan mereka secara berbeda ketika Jen menemukan dirinya di tempat yang gelap, berjuang dengan kesedihannya. Sementara Judy mempertahankan sikap positif. Perbedaan dari mereka pun mengarah pada ikatan yang dalam di antara keduanya. Namun, Judy menyimpan rahasia kelam yang memicu twist, sementara Jen tidak menyerah menguak misteri kematian suaminya dan kehidupan rahasianya.

Dead to Me (Season 1), Persahabatan, Tragedi, dan Peliknya Hidup

Series mengisahkan bagaimana karakter Jen menghadapi kepergiaan suami yang tidak diduga dan merawat dua anaknya. Sosok Judy yang muncul ke kehidupan Jen pun secara perlahan menguak misteri tabrak lari yang dialami Ted. Siapa sosok Judy ini?

Dengan genre black comedy, tentu kalian akan terhibur oleh sikap Jen yang keras, sarkas, dan blak-blakan. Jika dia tidak suka dengan sesuatu dia akan berkata jujur, di situ penonton akan terhibur oleh karakter Jen yang diperankan apik oleh Christina Applegate.

Lewat karakter Jen kita belajar mengatakan “tidak!”, beberapa dari kita mungkin tidak bisa menolak karena merasa tidak enak atau hanya untuk sekadar bersikap sopan. Sampaikan sebuah pesan pemberdayaan diri, Jen tidak ragu untuk berkata tidak, she’s fearless and fierce!

Oh iya banyak celetukan dan umpat yang khas dari karakter Jen. Jadi pastikan kalian menonton series ini tidak bersama anak-anak ya. Kira-kira setiap dua menit kalian akan mendengar kata f**k, s**t, dan sebagainya.

Untuk karakter Judy, wanita misterius yang menemani Jen di masa-masa sulitnya. Baik hati dan penyayang, hingga akhirnya dia menumpahkan rahasia demi rahasia kepada Jen. Sepertinya Judy punya tujuan ya? Apa itu? Tonton saja seriesnya.

Nah segi cerita, jika kalian menonton trailernya mungkin bisa menebak-nebak sedikit. Namun jika tidak menonton trailer, kamu pasti akan terpuaskan oleh twist dan rumitnya permasalahan mereka. Akan ada banyak twist yang membuatmu betah menyaksikan 10 episode sekaligus.

Momen rapuh dan emosional dari dua karakter ini pun dilihatkan. Ketika rahasia dari mereka akan membuat kita iba. Semua didukung oleh penampilan dari Christina Applegate dan Linda Cardellini yang begitu apik dan klop.

Series Dead to Me merupakan kisah persahabatan yang begitu kuat dari dua wanita yang sedang berduka. Setiap masalah dan kejutan sukses mengaduk-aduk emosi. Acungi jempol untuk penulis skrip.

Baca juga: Review Series Orange Is The New Black, Getirnya Kehidupan Penjara

Apa Bedanya iPhone SE 2020, Berikut Fitur Terbarunya

Apple baru saja merilis ponsel iPhone terbaru, iPhone SE 2020. Ponsel ini merupakan upgrade dari iPhone SE yang sebelumnya rilis pada tahun 2016. Nah apa bedanya iPhone SE 2020 ini? Yuk simak fitur terbarunya.

Specs dan Fitur iPhone SE 2020

iPhone SE 2020 memiliki layar Retina HD True Tone 4.7 inch. Resolusi 750 x 1334 pixels dengan dimensi 138,4 mm x 67,3 mm x 7,3 mm dan bobot 148 gram.

iPhone SE 2020 dibekali dengan iOs 13 dan memiliki varian memori 64GB, 128GB, 256GB. Prosesor ponsel ini yaitu A13 Bionic serupa dengan iPhone 11.

Untuk kamera iPhone SE 2020 dibekali dual kamera, kamera belakang beresolusi 12 megapixel dan kamera depan beresolusi 7 megapixel. Fiturnya mulai dari face detection, HDR, hingga panorama.

Untuk baterai iPhone SE 2020 dikabarkan dapat bertahan 30 menit lebih lama dibandingkan iPhone X. Harga iPhone SE 2020 bervariasi untuk memori 64 GB di hargai 399 USD (Rp 6,2 jutaan), 128 GB 449 USD (Rp 7,1 jutaan), dan 256 GB 549 USD (Rp 8,7 juta).

iPhone SE 2020 juga memiliki beberapa fitur terbaru seperti  pengisian daya nirkabel dan fast charging atau pengisian daya cepat hingga 50 persen dalam waktu 30 menit. Keren ya!

Tetarik dengan iPhone harga miring dan specs setara dengan iPhone 8. iPhone SE 2020 direncanakan rilis pada 15 April 2020, namun diundur karena pandemi COVID-19. Semoga bisa hadir di Indonesia ya.

Baca juga:
Apa Bedanya iPhone 11, 11 Pro, dan 11 Pro Max

Apa Bedanya iOS 13, Berikut Fitur-Fitur Terbarunya

Apa Bedanya iPhone XS, XR, dan XS Max


Apa Bedanya LLG dan RTGS Transfer dari BCA ke Bank Lain

Apa bedanya LLG dan RTGS dalam transfer uang ke bank lain dari bank BCA? Terkadang mentransfer ke beda bank sulit melalui klik BCA atau m-BCA. Berikut kita jelaskan perbedannya.

Apa Bedanya LLG dan RTGS

LLG merupakan kependekan dari Lalu Lintas Giro, yang menggunakan fasilitas kliring untuk transfer antara satu bank dengan lainnya. Untuk nominal transfer uang melalui LLG di bawah Rp 100 juta. Biaya untuk transfer LLG di Klik BCA dan Klik BCA bisnis yaitu Rp 2.900.

RTGS merupakan singkatan dari Real Time Gross Settlement, yang menggunakan real time untuk transfer antara bank supaya mempercepat transferan kamu ke rekening penerima. Nah dari segi nominal, pengiriman uang melalui RTGS dapat dilakukan untuk nominal yang lebih besar.Biaya transfer RTGS untuk Klik BCA yaitu Rp 3.500 dan Klik BCA bisnis Rp 25.000.

Sudah jelas informasi mengenai perbedaan LLG dan RTGS? Informasi lebih lengkapnya kalian bisa mengunjungi situs Bank BCA.

Baca juga:

Apa Bedanya Kartu Pascabayar dan Prabayar

Apa Bedanya Translator dan Interpreter

Review Series Orange Is The New Black, Getirnya Kehidupan Penjara

Setelah berbulan-bulan menyelesaikan tujuh musim series Orange Is The New Black, di bulan Maret ini saya berhasil menyentuh garis akhir. Serial TV bergenre drama, komedi, dan kriminal ini diciptakan oleh Jenji Kohan. Bagaimana series-nya? Yuk intip reviewnya di apabedanya.com

Series Orange is The New Black menceritakan Piper Chapman, wanita 30 tahun New York yang harus menelan pil pahit saat mengetahui harus masuk penjara karena perbuatannya di masa lampau.

Dulu dia pernah menolong mantan pacaranya Vause untuk membawa koper berisikan uang penjualan narkoba. Karena ulahnya, Piper dikurung di penjara wanita minimum security Litchfield New York.

Piper yang memang terbiasa hidup nyaman kini harus merasakan getirnya kehidupan penjara. Dari sini lah, diselipkan bergama kisah-kisah di balik penjara.

Getirnya Kehidupan Penjara

Sungguh saya menyesal baru menyaksikan series Orange is The New Black, padahal musim pertama mereka dirilis tahun 2013. Maklum ya, dahulu Netflix belum semudah sekarang.

Nah di musim pertama, saya benar-benar terhibur oleh cerita dan pengenalan karakter dari OITNB (Disingkat saja ya). Serial ini akan membuatmu tertawa sekaligus ngeri melihat isi penjara. Hati-hati berkawan malah jadi lawan.

Karakter Piper yang memang paling mencolok karena white girl dan well-educated pun mendapatkan hukuman di hari pertamanya di penjara. Seorang wanita memberikan yogurt, namun Piper berkata “Thank you, makanan di sini ughh ga enak”. Orang-orang meja sekitarnya langsung melotot, ternyata wanita tersebut adalah narapidana yang mengelola dapur dan makanan para narapidana. Alhasil, Piper tidak diberi makan beberapa hari. Sebuah pesan “mulutmu, harimaumu”.

Pengenalan karakter pun dihadirkan secara jenius, yaitu dengan alur maju mundur dan selipan flashback yang mencengangkan. Semua cast tampil apik, rasanya tidak sabar melihat nasib Piper selanjutnya. Oh iya pemeran Piper diperankan oleh Taylor Schilling, yang wajahnya mirip Katy Perry.

Kemudian di musim kedua penonton masih dikejutkan dengan flashback dari setiap karakter. Kita diajak melihat apa yang mereka lakukan di masa lalu sehingga bisa berkumpul di Litchfield. Konflik pun semakin rumit, salah satunya muncul karakter Vee, dijamin deh pasti auto kesel dengan dia.

Di musim ketiga masih melihatkan flashback dari para karakter. Karakter pendukung di series ini cukup banyak, jadi sabar ya. Konflik dan drama makin memanas. Belum lagi melihat kelakuan petugas keamanan penjara, di series itu disebutnya CO. Hadeh bikin kesel, penuh ketidak-adilan dan abuse power.

Piper pun semakin beradaptasi di penjara. Nah episode terakhir di musim ketiga ini sungguh membahagiakan, sebuah danau bisa jadi tempat yang menyenangkan bagi para narapidana. Mereka bisa merasakan kebebasan, walau cuma sementara.

Di musim keempat, suasana semakin genting di penjara Litchfield. Piper pun belajar sesuatu untuk tidak menjadi sok jagoan, sebelumnya dia memilki bisnis aroma celana dalam wanita di penjara dan merasa jadi bos. Namanya juga penjara, pasti ada aja yang syirik.

Di musim keempat ini juga membahas isu pemerkosaan dan diskriminasi ras. Sungguh jelas memang perlakuan orang kulit putih dan hitam di Amerika Serikat. Series ini pun masih jenius dan jenaka, episode terakhir benar-benar menampar dan membuat mata berkaca-kaca. Siapkan tisu!

Nah untuk musim kelima ini benar-benar memuaskan, penonton yang kesal dengan perlakuan sipir Litchfield yang semena-mena akhirnya terwujud. Musim ini hadirkan pemberontakan yang seru, haru, jenaka, dan heroik.

Ada twist tak terduga. Kemudian Danielle Brooks (Taystee) tampil emosional. Beberapa karakter semakin dewasa dan sadar bahwa “penjara” yang mengubah mereka menjadi monster. Sad.

Setelah pemberontakan di musim kelima, balasan kepada para narapidana hadir di musim keenam. Semua tercemplung ke penjara max dan dituntut atas kerusuhan yang terjadi. Penuh drama, trik, dan lebih gelap.

Hubungan Piper dan Alex semakin matang. Sementara sidang Taystee semakin rumit, dia menjadi tumbal dari semuanya. Musim kelima ini brutal di awal, sesak di akhir. Sungguh jenius Jenji Kohan. Tepuk tangan sambil berdiri.

Musim ketujuh (final) merupakan musim yang paling emosional. Fun and poignant at the same time. Para karakter benar-benar terpisah, semua kehilangan, semua hancur, semua move on. Sementara mata penonton dibuat berkaca-kaca.

Serial ini benar-benar mengangkat isu penting di Amerika Serikat. Mulai dari korupsi, diskriminasi ras dan gender, kesehatan mental, imigrasi AS, bagaimana narapidana bebas namun bingung mencari uang di luar sana, dan lain sebagainya. Series ini juga memberi pelajaran akan kehidupan!

Setiap Karakter Melekat di Pikiran

Setiap karakter melekat di pikiran semua orang berkat deretan cast yang berbakat. Piper yang selalu memiliki ide dan konsisten, Vause yang melindungi, kuat di luar, rapuh di dalam.

Red sosok keibuan dari mereka semua, Nicky yang jenaka, Lorna sang pemimpi,Pennsatucky yang awalnya nyebelin namun berevolusi. Kemudian ada Taystee dan Poussey yang pintar, jenaka, dan diremehkan, Suzanne yang baik hati, hingga Cindy yang atraktif dan kocak.

Kemudian ada geng Latina, ada Gloria, sosok keibuan yang pandai memasak, Flaca dan Maritza, iconi duo jenaka, bersiaplah tertawa saat mereka memberi tips make up dari bumbu dapur. Selanjutnya ada Daya suka menggambar jadi tukang narkoba, Aleida ibu durhaka, Maria yang suka banget ngegas dan ribut.

Salut kepada Jenji Kohan yang berhasil menuangkan semua idenya ke dalam series ini. Didukung juga penampilan para cast yang bertalenta, jika disebutkan satu-satu seperti panjang. Semua tampil apik!

Orange is The New Black mendapatkan pujian dari para kritikus. Terbukti serial TV ini mendapatkan 16 nominasi dari Emmy Awards dan memenangkan empat kategori.

Peringatan! Series Orange is The New Black untuk orang dewasa, karena banyak menampilkan adegan seks, kekerasan, bahasa kasar, karakter LGBTQ, dan penggunan obat-obatan terlarang.

Bagi kamu yang ingin nonton series ini bisa di Netflix ya.

Baca juga: Review The Politician, Kampanye Politik Anak SMA Yang Menggigit

Berikut 10 Pokemon Of The Year 2020 Pilihan Warganet

Dalam rangka Pokémon Day, Pokémon bekerja sama dengan Google untuk melakukan voting Pokémon of the Year 2020. Jadi jika kamu memiliki akun Google bisa voting Pokemon favorit kamu dari setiap region. Nah hasilnya sudah ditentukan? Siapa saja yang masuk Pokemon of The Year pilihan warganet? Berikut daftarnya.

Gengar

Di posisi kesepuluh ada Pokémon bertipe ghost dan potion. Gengar menjadi top 10 Pokemon of The Year 2020. Gengar dapat berevolusi menjadi Mega Gengar, dan di gim Pokemon Sword and Shield bisa menjadi Gigantamax Gengar.

Gardevoir

Di posisi kesembilan ada Gardevoir. Pokemon bertipe psyhchic dan fairy ini menjadi favorit para warganet. Gardevoir bisa bermega evolusi.

Rayquaza

Berikutnya ada Rayquaza yang menduduki posisi 8. Pokemon legendaris ini pertam kali muncul di generasi ketiga. Bertipe flying dan dragon, Rayquaza dapat bermega evolusi.

 Garchomp

Pokemon of The Year 2020 berikutnya ada Garchomp di posisi 7. Pokemon bertipe dragon dan ground ini merupakan hasil evolusi dari Gible dan Gabite. Oh iya Garchomp juga dapat bermega evolusi.

Sylveon

Nah di posisi keenam ada Sylveon. Ia merupakan salah satu evolusi dari Evee yang bertipe fairy. Tidak heran Sylveon masuk ke Pokemon of The Year 2020 karena cantik menggemaskan.

Baca juga: Yuk Kenalan Dengan 3 Pokemon Starter di Pokemon Sun Moon

Umbreon

Berikutnya ada Umbeon. Pokemon evolusi dari Evee bertipe dark ini pertama kali muncul di generasi kedua. Perpaduan warna hitam dan kuning menjadi alasan Umbreon masuk ke daftar Pokemon of The Year 2020.

Charizard

Ini dia pokemon kesukaan banyak orang. Charizard berhasil menduduki posis keempat. Pokemon bertipe fire dan dragon ini bisa berevolusi menjadi Mega Charizard X, Mega Charizard Y, dan Gigantamax Charizad. Keren bukan?

Mimikyu

Pokemon of The Year 2020 selanjutnya adalah Mimikyu. Eits, dia bukan evolusi dari Pikachu ya. Pokemon bertipe ghost dan fairy ini hadir di generasi 7. Sosok Mimikyu sebenarnnya ada di dalam, luarnya hanya untuk penyamaran.

Lucario

Nah posisi kedua ada pokemon bertipe fighting dan steel. Lucario pun dapat bermega evolusi dan menjadi favorit di gim pokemon.

Greninja

Ini dia juara Pokemon of The Year 2020, Greninja. Pokemon bertipe water dan dark ini mengejutkan banyak orang. Pasalnya ikon Pokemon Pikachu saja tidak masuk ke top 10. Walau begitu Greninja berhasil mengalahkan kepopuleran Charizard.

Nah apakah pokemon favorit kalian masuk ke daftar Pokemon of The Year 2020? Kalau belum, kalian bisa voting di tahun depan ya!

Baca juga: Kenalan dengan Pokemon Starter Sword and Shield

Umumkan Reuni, Ini 10 Episode Terlucu Friends

Mencari rekomendasi episode terlucu Friends? Serial TV ikonik yang dibintangi Jennifer Aniston, Courteney Cox, Lisa Kudrow, Matt LeBlanc, Matthew Perry, dan David Schwimmer ini baru saja mengumumkan akan reuni. Terdiri dari 10 season, episode mana yang lucu? Yuk simak daftarnya.

“The One With the Blackout” (Season 1, Episode 7)

Episode terlucu Friends yang satu ini menceritakan Chandler yang terjebak di ATM saat mati listrik se-New York. Di sana Chandler terjebak berdua dengan seorang model, dan dirinya kikuk mengajak ngobrol. Sementara yang lainnya terjebak di apartemen, Rachel bertemu Paolo ketika Ross mencoba mengungkapkan perasaannya.

“The One With Unagi” (Season 6, Episode 17)

Episode ini berkisah tentang Rachel dan Phoebe yang sedang mengikuti kelas pertahanan diri. Kemudian Ross yang telah berlatih karate bertahun-tahun memberikan trik “unagi” kepada mereka. Mengapa lucu? Cara Ross menjelaskan unagi yang jenaka, begitupun Rachel dan Phoebe. Momeen terlucu saat Ross dikejutkan oleh mereka berdua dan teriak kencang. Benar-benar episode terlucu Friends.

Baca juga: Review: Chilling Adventures of Sabrina, Gelap, Mencekam dan Jenaka

“The One Where Everybody Finds Out” (Season 5, Episode 14)

Jika harimu sedang mendung, tontonlah episode ini. Dijamin kamu akan terbahak-bahak. Episode ini menceritakan semua orang telah tahu hubungan Monica dan Chandler, namun sebelum itu Phoebe mencoba menggoda Chandler dengan gaya uniknya. Bonusnya? Saat Ross mengetahui Chandler mengencani adiknya lewat jendala apartemennya.

“The One With the Embryos” (Season 4, Episode 12)

Berikutnya ada episode saat Joe, Chandler, Monica, dan Rachel bermain game trivia yang dibuat oleh Ross. Pertanyaan-pertanyaan tentang diri mereka masing-maisng akan menghiburmu. Taruhan yang kalah semakin menantang, momen terlucu saat Rachel salah menebak pekerjaan Chandler.

“The One With All the Resolutions” (Season 5, Episode 11)

Nah di episode ini tak kalah lucunya. Mereka mencoba resolusi baru di tahun baru. Joe belajar bermain gitar, Phobe pilot pesawat, Chandler berhenti mengejek, Monica mengambil lebih banyak foto, Rachel mengurangi gosipnya, dan Ross mencoba sesuatu baru. Paling lucu, saat Ross mengenakan celana kulit saat berkencan dan tak bisa melepaskannya.

“The One Where Ross Got High” (Season 6, Episode 9)

Episode terlucu Friends berikutnya ketika Ross ketawan pernah teler saat kuliah. Belum lagi Joey dan Ross yang ingin ke acara supermodel, Rachel yang mengacaukan dessert. Semua rahasian Monica dan Ross pun terbongkar di acara Thanksgiving. Bersiap lah tertawa!

Baca juga: Review The Politician, Kampanye Politik Anak SMA Yang Menggigit

“The One with Phoebe’s Birthday Dinner” (Season 9, Episode 5)

Berikutnya episode makan malam di ulang tahun Phoebe. Semuanya terlambat, kecuali Phoebe dan Joey. Monica dan Chandler berdebat karena sedang berusaha untuk hamil, Rachel yang panik meninggalkan Emma dan Ross sibuk meyakinkannya semua akan baik-baik saja. Bagian terlucu saat Phoebe diminta pindah ke meja lebih kecil dan meneriaki Judy.

“The One With Joey’s New Brain” (Season 7, Episode 15)

Episode terlucu Friends selanjutnya ketika karakter Joey terbangun dari koma berkat transplant otak dalam serial serial Days of Our Lives comes. Karena mendapatkan otak baru dari karakter Cecilia Monroe, Joey pun meminta saran kepada karakter itu. Kemudian Ross yang memaksa untuk memainkan bagpipes di pernikahan Moncia. Bagian terlucu saat Monica bertemu pemeran karakter Cecilia Monroe dan meninta ditampar.

“The One in Massapequa” (Season 8, Episode 18)

Di episode ini ada ada bintang tamu Alec Baldwin yang memerankan Parker, kekasih Phoebe. Parker sangat antusias dengan kehidupan dan segala hal, yang lainnya risih mendengarnya. Mereka semua berkunjung ke perayaan pernikahan Judy dan Jack, di mana Monica menyiapakan speech agar orang tuanya menangis seperti Ross di tahun lalu.

“The One Where no One’s Ready” (Season 3, Episode 2)

Episode terlucu Friends berikutnya ketika Ross sibuk menyuruh teman-temannya bersiap ke acara museum. Namun Joey dan Chandler sibuk berebut kursi di tempat Monica. Rachel yang tidak bisa menentukan dress mana yang mau ia pakai. Monica resah dengan voicemail dari sang mantan Richard, dan dress Phoebe terkena makanan. Semunya riweh!

Kalian punya episode terlucu Friends lainnya? Tulis di kolom komentar.

Baca juga: 10 Fakta Serial TV Russian Doll Netflix

Apa Bedanya Psikolog dan Psikiater

Penasaran apa bedanya psikolog dan psikiater? Banyak orang tertukar dengan dua peran ini. Semenjak ramai kasus psikolog gadungan di Instagram yang menggoda pasiennya, mari kita cek perbedaannya.

Apa Bedanya Psikolog dan Psikiater

Dikutip dari himpsi.or.id, Psikolog merupakan seorang ahli psikologi, bidang ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dan proses mental. Namun di Indonesia, psikolog secara khusus merujuk kepada seorang praktisi psikologi yang telah menempuh pendidikan profesi psikologi. Nah bagi ahli psikologi yang tidak menempuh pendidikan profesi psikologi disebut ilmuwan psikologi.

Baca juga: Apa Bedanya Impulsif dan Kompulsif

Setiap psikolog di Indonesia tergabung dalam organisasi profesi bernama Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI). Mereka memiliki Surat Sebutan Psikolog (SSP), dan wajib memiliki Surat Izin Praktik Psikologi (SIPP) sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku. Jadi tidak bisa sembarangan ya, sebelum kalian berkonsultasi pastikan ada orang tersebut memiliki surat izin.

Psikolog juga terdapat banyak kategori.  Kalian bisa memilih cabang ilmu psikologi yang ingin ditekuni, misalnya Psikolog Klinis, Psikolog Pendidikan, Psikolog Industri, atau Psikolog Forensik.

Baca juga: Apa Bedanya Translator dan Interpreter

Psikiater merupakan profesi dokter spesialistik yang memiliki spesialisasi dalam diagnosis dan penanganan gangguan emosional. Apasih bedanya dengan psikolog? Jadi psikolog dan psikiater memiliki latar belakang akademis yang berbeda.

Psikiater merupakan lulusan dari fakultas Kedokteran atau sekolah Kedokteran yang mengambil spesialisasi kedokteran jiwa. Sementara, psikolog merupakan Sarjana Psikologi (S1) dan pendidikan profesi pada kurikulum lama; atau seseorang yang telah lulus dari Magister Psikologi Profesi (S2) pada kurikulum baru.

Perbedaan lainnya adalah dalam hal penanganan masalah. Psikiater boleh memberikan terapi obat-obatan (farmakoterapi), sedangkan psikolog tidak diperbolehkan. Psikolog hanya sebatas memberikan konsultasi, jika pasien didiagnosa mengidap gangguan jiwa seperti skizofrenia dan memerlukan obat, maka dirujuk ke psikiater medis yang ahli dalam bidangnya.

Bagaimana apakah sudah jelas perbedaan psikolog dengan psikiater? Jika kamu punya pendapat lainnya, bisa tulis di kolom komentar ya.

Baca juga: Review Film: James McAvoy Tampil di Luar Nalar Dalam Film SPLIT

Kenalan dengan Pemain Crash Landing on You, Drama Korea Terbaru

Siapa yang nonton drama korea terbaru Crash Landing on You ? Serial TV yang ditayangkan di Netflix banyak menghipnotis banyak orang. Crash Landing on You mengisahkan Yoon Se-ri, yang merupakan seorang pewaris konglomerat di Korea Selatan.

Suatu hari, saat paralayang, kecelakaan yang disebabkan oleh angin kencang membuat Se-ri melakukan pendaratan darurat di Korea Utara. Di sana, ia bertemu dengan Lee Jeong-hyuk, seorang perwira tinggi Korea Utara. Jung-hyeok mencoba untuk melindungi dan menyembunyikannya. Segera setelah itu, ia jatuh cinta dengan Se-ri.

Nah penasaran bkan ceritanya? Yuk kenalan dulu dengan para pemain Crash Landing on You.

Pemain Crash Landing on You

Hyun Bin

Aktor kelahir 25 September 25 1982 ini memerankan karakter Ri Jeong-hyuk di Crash Landing on You. Nama Hyu Bin melambung lewat perannya di drama TV My Name is Kim Sam-soon (2005), Worlds Within (2008), Secret Garden (2010-2011), dan Memories of Alhambra (2018-2019). Hyun lahir dan besar di Seoul. Dia memiliki satu kakak laki-laki. Hyun merupakan lulusan dari Universitas Chung-Ang pada tahun 2004 jurusan Studi Teater.

Baca juga: Kumpulan Review Film Kim Ji Young Born 1982 Yang Menyayat Hati

Son Ye-Jin

Berikutnya ada pemeran Yoon Se-ri, yaitu Son Ye-Jin. Aktris kelahiran 11 Januari 1982 ini dikenal lewat film-film bertema roman dan serial televisi seperti The Classic (2003), Summer Scent (2003), A Moment to Remember (2004), dan April Snow (2005). Dia telah memenangkan banyak penghargaan akting karena bisa memerankan berbagai karater dan genre.

Kim Jung-hyun

Selanjutnya ada karakter Goo Seung-joon yang diperankan oleh Kim Jung-hyun. Ia membintangi beberapa drama seperti Don’t Dare to Dream, Rebel: Thief Who Stole the People dan paling dikenal karena peran utamanya dalam drama remaja KBS2 School 2017. Aktor kelahiran 5 April 1990 ini merupakan lulusan Korea National University of Art, Department of Acting.

Seo Ji-hye

Terakhir ada Seo Ji-hye yang memerankan Seo Dan. Aktris kelahiran 24 Agustus 1984 ini namanya melejit lewat film horor Voice (2005). Setelah itu ia membintangi drama TV; Shin Don (2005), Over the Rainbow (2006), I Love You <3 (2008), Chunja’s Happy Events (2008), 49 Days (2011), The Moon and Stars for You (2012) Punch (2014), Don’t Dare to Dream (2016), Surgeons (2018) hingga Crash Landing on You (2019).

Nah siapa karakter favorit kalian di serial Crash Landing on You ? Tulis di kolom komentar ya.

Baca juga: Kenalan dengan Para Pemain Serial TV Sex Education Netflix

Apa Bedanya Translator dan Interpreter

Apa bedanya translator dan interpreter? Banyak yang mengira sama tapi sesungguhnya berbeda. Jika kalian menyaksikan Academy Awards kemarin mungkin melihat sosok Sharon Choi yang selalu mewakilkan sutradara Bong Joon-Ho berbicara bahasa Inggris saat menerima penghargaan Oscar. Jadi apa perbedaanya translator dan interpreter? Yuk kita cek.

Baca juga:Apa Bedanya Buruh dengan Karyawan

Apa Bedanya Translator dan Interpreter

Translator merupakan penerjemah, namun produk yang dihasilkan berupa tulisan di atas sebuah media. Tugas seorang translator ialah melakukan transfer teks dari bahasa sumber ke dalam bahasa sasaran, dengan waktu yang lebih fleksibel.

Contohnya seorang translator menerjemahkan teks di dokumen-dokumen perusahaan, ataupun jurnal dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia.

Interpreter atau juru bahasa merupakan seorang penerjemah bahasa yang mengalihkan bahasa lisan dari bahasa satu ke bahasa yang lain secara langsung dalam waktu yang sama atau saat itu juga.

Nah Sharon Choi ini merupakan seorang interpreter, di mana ia langsung menerjemahkan apa yang Boong Jon Cho ucapkan dalam bahasa Korea ke bahasa Inggris.

Baca juga: Apa Bedanya Impulsif dan Kompulsif