Perbedaan Film Weathering With You dengan Your Name

Makoto Shinkai kembali dengan film terbarunya yang berjudul Weathering With You ( Tenki no Ko). Setelah perasaan kita diaduk-aduk film Your Name (Kimi No Nawa), kita sekali lagi akan dibuat takjub dan haru lewat film terbarunya.

Perbedaan Film Weathering With You dengan Your Name

Apa aja sih perbedaan film Weathering With You dengan Your Name dari karya Makoto Shinkai? dyuk kita telusuri.

Cerita

Sebenarnya masih mengusung kisah cinta anak remaja. Namun dalam film Weathering With You usianya lebih muda dan rebel-nya karakter utama yang kabur dari kota asalnya menuju kota Tokyo.

Jika di Your Name kisah cinta anak SMA beda dimensi, di Weathering With You perjuangan Hodaka mempertahankan Hina yang mengorbankan diri kepada langit. Kamu akan melihat betapa menggetarkan hati kisah mereka.

Lokasi

Jika dalam film Your Name berfokus di kota Tokyo dan Itomori. Di film Weathering With You menampilkan kota Tokyo yang mengalami cuaca ekstrim alias hujan terus menerus. Kita lebih dilihatkan pemandangan gedung-gedung, padatnya kota, gemericik air hujan dan tentunya langit.

Peristiwa Alam

Masih mengusung peristiawa alam, bedanya di film Your Name kita akan melihat cahaya senja dan meteor yang akan menghantam kota Itomori. Di film Weathering With You, kita akan melihat peristiwa alam hujan dan dunia langit.

Kedua film ini sama-sama menampilkan visual yang indah dan memanjakan mata. Di Weathering With You, salah satu adegan terbaik film ini saat Hina dan Hodaka melayang-layang di langit sambil berpegangan tangan.

Bumbu Drama

Nah untuk bumbu drama harus diakui film Weathering With You lebih dramatis. Jika dari trailer kita melihat suara pistol yang membuat penonton bertanya-tanya, apakah ada yang mati atau bagaimana. Sementara bumbu drama film Your Name terasa pas dan sempurna. Walau begitu kedua film ini wajib ditonton.

Plot Twist

Film Weathering With You hadir tanpa twist yang terlalu mengejutkan. Perlahan-lahan kita diajak bagaimana akhir filmnya. Sementara di film Your Name dibuat kebingungan saat pertukaran jiwa Taki dan Mitsuna berbeda tahun dan lebih parahnya nyawa Mitsuna sempat hilang saat meteor datang.

Review Film Weathering With You

Weathering With You tayang di bioskop mulai 21 Agustus 2019. Kamu sudah nonton filmnya? Tulis review versi kamu di kolom komentar ya.

Baca juga: 5 Alasan Nonton Kimi No Na Wa / Your Name

Serunya Berkunjung ke Saung Angklung Udjo Bandung

Ingin mencoba bermain Angklung? Nah tempat wisata satu ini wajib kunjungi. Saung Angklung Udjo (SAU) merupakan sanggar tempat pertunjukkan seni, laboratorium pendidikan sekaligus objek wisata budaya khas Jawa Barat.

Saung Angklung Udjo beralamat di jalan Padasuka No.118, Pasirlayung. Harga tiket masuk untuk weekdays warga Indonesia Rp 70.000 dan turis asing Rp 110.000, sementara untuk weekend warga Indonesia Rp 75.000 dan turis asing Rp 120.000.

Saung Angklung Udjo Bandung

Nah untuk weekdays mereka tampil pukul 15:30, sementara di hari Sabtu pukul 13:00 dan 15:30, dan di hari Minggu pukul 10:00 dan 15.30.

Di awal penampilan, sang host menyapa para penonton. Saya kebetulan datang di hari Sabtu, sehingga pengunjung Saung Angklung Udjo sangat ramai oleh turis lokal dan turis mancanegara.

Demonstrasi Wayang Golek

Kemudian acara pertama kita dihibur dengan penampilan demonstrasi Wayang Golek. Di tanah Sunda, acara ini bisasaya dipentaska saat upacara adat. Nah pementasan wayan golek ini biasanya berlangsung lebih dari 7 jam. Tenang, di Saung Angklung Udjo hanya menampilkan demonstrasinya.

Kita melihat peragaan bagaimana wayang berbicara, menari dan berkelahi. Selain itu ada informasi baru yang saya dapat, wayang yang baik selalu diletakkan di sisi kanan dan yang baik di sisi kiri.

Baca juga: Sehari Bertualang di GWK Bali

Helaran

Acara kedua yaitu Helaran. Acara ini biasanya diadakan saat upacara tradisional khitanan atau sunatan. Angklung yang digunakan bernada Salendro/Pentatonis.

Pada bagian Helaran dimeriahkan anak-anak kecil yang bermian angklung dengan nada riang gembira. Ada satu anak kecil yang diarak-arak keliling kampung. Anak yang sedang dikhitan dianggap raja sehari.

Tari Topeng

Acara ketiga ada tari topeng yang hadirkan dua murid dari Saung Angklung Udjo. Tarian terdiri atas dua babak, tanpa topeng dan dengan topeng. Mendapatkan ilmu baru, topeng yang dipakai tidak memakai karet atau apapun melainkan harus digigit oleh sang penari agar tidak jatuh.

Baca juga: Review Restoran Raja Bali di Nusa Dua

Angklung Mini

Berikutnya kita melihat penampilan angklung-angklung berukuran minimalis. Anak-anak kecil kompak memainkan angklung dan mengajak penonton menyanyikan lagu anak-anak yang populer di banyak negara. Lagu tersebut yaitu “Melati Kenanga”, dan “The Song of Do Re Mi”.

Arumba

Selanjutnya ada Arumba. Arumba merupakan alat musik tradisional yang terbuat dari bambu bertangga nada diatonis, dengan tetap menghasilkan nada harmonis. Arumba merupakan singkatan dari A untuk Alunan, Rum untuk Rumpunm dan Ba untuk Bambu.

Angklung Massal Nusantara

Angklung massal nusantara merupakan miniatur kebudayaan yang ada di Indonesia, ditampilkan oleh murid-murid Saung Angklung Udjo senior dan junior. Serunya sesi ini menyajikan lagu adat serta pakaian adat dari berbagai daerah.

Bermain Angklung Bersama

Nah acara ini tentu yang paling dinanti semua orang. Pengunjung diajak bermain angklung bersama, setiap orang mendapat satu angklung yang masing-masing memiliki Do, Re, Mi, Fa, Sol, La, Si, Do.

Kebetulan saya mendapatkan nada Do, dalam sebuah lagu nada Do ini sungguh jarang muncul kecuali di awal dan di akhir. Alhasil saya harus bersabar menanti-nanti menggetarkan angklung.

Sang host pun mengajak pengunjung memainkan lagu dengan mengisyaratkan not lagu dengan kepalan tangan. Kita harus mengingat angklung yang kita dapat not lagu apa. Kemarin pengunjung diajak memainkan lagu “Tanah Air”, “Que será, será”, dan “Can’t Help Falling in Love”.

Angklung Orkestra

Kini angklung sering dimainkan sebagai sebuah orkestra dan dikombinasikan dengan permainan alat musik seperti gitar, perkusi dan lain-lain. Mereka menampilkan lagu-lagu daerah dari nusantara serta tarian daerah. Sungguh meriah dan seru, sangat cocok untuk keluarga yang membawa anak-anak mengenalkan lagu daerah.

Menari Bersama

Di akhir acara para pengunjung diajak ke depan oleh anak-anak untuk menari bersama. Sambari menari, pengunjung diajak menyanyikan lagu-lagu “Halo Halo Bandung”, “Anak Kambing Saya”, dan “Rasa Sayange”.

Nah gimana dengan rangkaian seluruh acara di Saung Angklung Udjo? Seru kan? Kita diajak mengenal lebih dalam Angklung, memainkannya dan mengobati rindu akan lagu-lagu anak dan daerah yang sekarang sudah jarang dimainkan. Tertarik datang?

Baca juga: Pengalaman Menonton Jazz Gunung Bromo 2019

3 Kuliner Wajib Coba di Surabaya

Apa sih makanan khas Surabaya? Rawon? Nasi Bebek? Kamu mencari kuliner enak, murah dan wajib coba di Surabaya? Tenang kita punya 3 rekomendasi tempat makan enak dan dicari banyak orang di ibu kota Jawa Timur. Dijamin kamu keluar tempat makan ini puas dengan perut kenyang.

3 Kuliner Wajib Coba di Surabaya

Sate Klopo Ondomohen Ibu Asih 

Jika kamu datang ke Surabaya jangan lupa mampir ke Sate Klopo Ondomohen Ibu Asih. Tempat makan ini berlokasi di Jl. Walikota Mustajab No.36 atau kamu bisa menggunakan google maps. 

Foto: Tri Wahyudi @yudichu

Mereka menyediakan beragam sate, mulai dari ayam, sapi, usus, lemak, sumsum, otot dan campuran. Yang membedakan sate ini dari yang lainnya adalah penggunaan kelapa di bumbu bakarnya. Kemudian di nasinya diberi taburan kelapa gongseng.

Harga makanan di Sate Klopo Ondomohen Ibu Asih masih terjangkau. Seporsi sate tidak lebih dari R 40.000. Mau coba sate dengan sensai bumbu kelapa? Jangan lupa singgah ke sini.  

Rawon Kalkulator

Kurang lengkap ke daerah Jawa Timur tanpa mencoba rawon. Rawon merupakan makanan berupa sup daging berkuah hitam, warna hitamnya terbuat dari bumbu khas bernama kluwek. Nah kamu harus cobain makan di Rawon Kalkulator yang berlokasi di Sentra PKL Tamam Bungkul, Jl. Raya Darmo. 

Foto: Tri Wahyudi @yudichu

Nasi, kuah, kerupuk, dan potongan daging yang besar akan menggoda kamu untuk segera menyantap. Jika butuh lauk, mereka menyediakan perkedal dan tempe. Kamu mungkin penasaran kenapa namanya rawon kalkulator? Ini dikarenakan sang pramusaji sangat cepat saat menghitung total harga makan di sana. 

Sebagai contoh saya memesan 2 nasi rawon, 2 es jeruk, dan 2 perkedel dengan cekatan salah satu pramusaji menyebutkan harganya sebesar Rp 52.000. Cukup terjangkau bukan?  

Nasi Bebek Tugu Pahlawan

Foto: Tri Wahyudi @yudichu

Terakhir ada kuliner yang benar-benar selalu antre saat kamu membelinya. Tempat makannya adalah Nasi Bebek Tugu Pahlawan yang beralamat di Jl. Tembaan No.17F, Alun-alun Contong. 

Nasi bebek ini mulai buka pukul 18:00 hingga tengah malam. Menu di nasi bebek tugu pahlawan ada paha super, paha biasa, dada, protolan, dan jeroan. Harganya pun cukup terjangkau mulai dari RP 13.000 hingga Rp 24.000.  

Paling mantap jika kamu memesan paha super, nasi disajikan dengan dua sambal, lalapan dan tidak ketinggalan kelapa gongseng. Kenikmatan ini dinantikan banyak orang yang menuju ke sana, jadi siap-siap sabar mengantre ya.

Foto: Tri Wahyudi @yudichu

Nah apa kuliner wajib kesukaan kamu di Surabaya? Punya rekomendasi lain, bagikan yuk di kolom komentar.

Baca juga: Review Restoran Raja Bali di Nusa Dua