10 Easter Eggs Tersembunyi di Video End Game Taylor Swift

Penyanyi kebanggaan para Swifties baru saja merilis video musik terbaru dari single End Game. Kali ini Taylor Swift menggandeng rapper Future dan sahabatnya Ed Sheeran untuk berkolaborasi. Untuk penggarapan video musik, Taytay masih setia dengan Joseph Khan, di mana 2 single sebelumnya dari album Reputation dibesut sutradara berdarah Korea ini.

Sudah menjadi hobi Taylor menyelipkan ratusan  Easter Eggs ke dalam video-video musiknya. Dalam video End Game, Taylor sibuk berpesta ria di kota-kota besar dunia seperti Miami, London hingga Tokyo. Penasaran apa saja Easter Eggs dalam videonya? Simak daftarnya di bawah ini:

Plat mobil kece yang dinaiki Taylor Swift dan Future 13, seluruh dunia rasanya sudah tahu Taylor Swift terobsesi dengan angka 13.

Kucing tersembunyi! Semua Swifties tahu Taylor sangat suka dengan kucing termasuk yang ia pelihara Olivia dan Meredith. Jadi bukan kejutan terselip kucing kecil ketika adegan Taylor duduk di kursi sebuah lorong.

Logo X saat Taylor duduk bukan berarti X-Factor ya, melainkan sosok Ex alias mantan. Seperti dalam lirik yang ia nyanyikan “Just another ex-love, you don’t wanna see.”

Anting Ular! Album Reputation dipenuhi dengan ular, tak terkecuali video ini, Taylor menggunakn anting berbentuk ular.

Billboard di Tokyo memiliki arti ! Sama seperti yang ia lakukan di video Ready for It, Taylor menyembunyikan beberapa pesan dalam bahasa yang berbeda.

 

Saking cintanya dengan angka 13, Taylor menyelipkan kembali angka ini dan tidak lupa sedotan berbentuk ular.

Banyak yang memanggilnya ular saat pertikaiannya dengan Kim Kardashian, tanpa ragu ia hadir dengan jumpsuit motif kulit ular. Uhhh

Taylor Swift dan t-shirt huruf A! Ketika sedang berpesta ria bersama Ed  Sheeran, Taylor terlihat mengenakan kaus dengan huruf A, mengacu pada lagu hits Ed A-Team. Adegan ini diambil di Robot Cafe Tokyo.

Snake Game! Taylor terlihat sedang memainkan video game ular dengan tulisan End Game di atasnya.

Taylor mengenakan kalung inisial J! Hayo siapakah sosok J ini? Ia adalah pacar baru Taylor  yaitu Joe Alwyn.

Apakah kamu melihat easter eggs lainnya?

 

Baca juga:

Ini Perbedaan Taylor Swift Yang Dulu dan  Sekarang 

Review Film: Ingat Dosa Menonton Along With the Gods: The Two Worlds

Awal tahun 2018 disambut film box office asal Korea Selatan berjudul Along With the Gods: The Two Worlds. Film bergenre drama fantasi ini berhasil ditonton lebih dari 10 juta penonton di negara asalnya. Disutradarai oleh Kim Yong-hwa, film adaptasi webkomik karya Joo Ho-min ini dibintangi aktor-aktor Korea ternama seperti Ha Jung-woo, Cha Tae-hyun, Ju Ji-hoon dan Kim Hyang-gi.

Kisah Along With the Gods: The Two Worlds berawal dari seorang pemadam kebakaran Ja-Hong (Cha Tae-hyun) yang meninggal karena jatuh dari gedung tinggi setelah menyelamatkan salah satu korban kebakaran. Ja-Hong terlihat belum sadar akan kematiannya hingga bertemu dengan Gang-Rim (Ha Jung-woo), Haewonmak (Ju Ji-hoon) dan Duk-Choon (Kim Hyang-gi). Mereka merupakan pengawal Ja-Hong menuju gerbang afterlife atau akhirat. Ja-Hong pun menjadi suri teladan karena semasa hidupnya banyak menolong orang.

Ketika sudah memasuki afterlife, Ja-Hong harus melewati 7 pengadilan di 7 neraka yang ada dalam 49 hari untuk bisa bereinkarnasi. Tujuh dewa dari masing-masing neraka itu akan mengadili Ja Hong sesuai apa yang ia lakukan semasa hidupnya. Tujuh pengadilan yang harus dilewati Ja-Hong adalah pengadilan pembunuhan, kemalasan, ketidakjujuran, ketidakadilan, pengkhianatan, kekerasan dan kemurtadan.

Ja-Hong sangat ingin bereinkarnasi agar bisa bertemu kembali dengan ibunya yang bisu. Namun proses pengadilan Ja-Hong terhambat karena adik laki-lakinya Su Hong (Kim Dong Wook) meninggal dunia secara tidak wajar dan menjadi roh penasaran. Berhasilkah Ja-Hong bereinkarnasi?

Harus diakui, cerita yang ditawarkan dalam film ini menarik. Kita seakan dibawa menuju kehidupan setelah mati dan bertanggung jawab dengan segala perbuatan semasa hidup. Setiap pengadilan yang dilalui Ja-Hong membuat kita ingat dosa. Pesan moral lainnya adalah bagaimana pentingnya keluarga dalam hidup dan lebih menghargai hidup.  Tak hanya itu, para penonton dibuat bertanya-tanya, mengapa sosok suri teladan dikenakan sanksi di beberapa pengadilan?

Para cast pun turut andil memperkaya film, Cha Tae-hyun berhasil memerankan sosok pemadam kebakaran yang misterius. Kemudian ada Ha Jung-woo pemimpin dari para pengawal, Ju Ji-hoon yang sibuk membuat kita tertawa dengan kejenakannya dan  Kim Hyang-gi pengawal termuda. Chemistry mereka bertiga sebagai malaikat pengawal menghibur dan menjadi kekuatan film. Film ini juga menjadi cukup emosional ketika membahas hubungan Ja-Hong dan ibunya, momen haru siap membuat mata kalian berkaca-kaca bahkan menangis. Tak melulu haru, bumbu komedi juga dihadirkan oleh Ju-Ji hoon dan Kim Dong Wook.

Satu lagi yang perlu dibahas dalam film Along With the Gods: The Two Worlds visual efek dan CGI yang mereka sajika terlihat cukup detail dan tidak kalah dengan film Hollywood. Film berdurasi 139 menit ini pun menghadirkan beberapa kameo populer seperti aktris cilik Kim Su An (Battleship Island) yang memerankan Dewa Taesan, Ma Dong Seok (Train to Bussan) sebagai Dewa Rumah Tangga dan Doh Kyung Soo D.O “EXO” yang memerankan Prajurit Won.

Along With the Gods: The Two Worlds patut ditonton, banyak pelajaran yang bisa kita petik. Setidaknya kita tahu bagaimana gambaran neraka, teringat dosa dan semakin sayang dengan ibu. Jangan lupa siapkan tisu atau sapu tangan ya saat menonton.

 

Baca juga:

Selain Sweet 20, Ini Film-Film Adaptasi Miss Granny Asal Korea

Review Film: Tersihir Lagu-Lagu di The Greatest Showman

Menutup akhir tahun 2017, 20th Century Fox merilis film drama musikal bertajuk The Greatest Showman. Digarap oleh Michael Gracey, film yang mengisahkan sosok penemu Barnum & Bailey Circus ini diperankan oleh Hugh Jackman. Naskah ditulis oleh Jenny Bicks dan Bill Condon, yang menarik dalam poster dituliskan penulis lirik lagu dalam fim musikal La La Land alias Benj Pasek dan Justin Paul hadir dalam film ini.

The Greatest Showman membawa kita ke masa kecil Barnum, ia merupakan anak seorang penjahit yang bekerja pada keluarga Hallett. Di sana lah Barnum bertemu dengan Charity Hallett, walau mereka dilarang bermain bersama tapi tetap bertemu hingga mereka dewasa. Barnum bukan dari keluarga kaya raya memberanikan diri melamar Charity, mereka pun memiliki dua anak perempuan dan hidup sederhana.

Nahasnya tempat Barnum bekerja bangkrut, dengan bermodal nekat ia meminjam uang dari bank dan  membuka Barnum’s American Museum. Museumnya pun tidak ramai dikunjungi, anaknya pun menyarankan orang-orang mungkin akan datang melihat sesuatu yang hidup. Di situ lah Barnum mendapatkan ide membuat sebuah pertunjukkan yang berisikan orang-orang aneh. Walau banyak orang yang mencerca pertunjukkannya, sirkus Barnum ramai oleh para penonton. Barnum yang berawal dari orang biasa kini namanya diperbincangkan banyak orang. Apakah kesuksesan sirkusnya berhasil membahagiakan dirinya dan keluarganya?

Tersihir Lagu-Lagu di Film Musikal The Greatest Showman

Ini bukan pertama kali untuk Wolverine alias Hugh Jackman tampil dalam film musikal, sebelumnnya ia bernyanyi dalam film Happy Feet (2006) dan Les Misérables (2012).  Bedanya, Hugh lebih atraktif dan banyak koreo di film ini. Hugh pun sukses memerankan sosok Barnum yang jenius sekaligus ambisius. Michelle Williams melengkapi dengan perannya sebagai Charity, istri yang setia dan percaya akan mimpi suaminya. Salah satu quotes yang diucap Charity “You don’t need the whole world to love you. Just a few good people” berhasil melekat di pikiran.

Jalan cerita yang sederhana menjadikan The Greatest Showman tontonan pas untuk keluarga. Dalam film ini kita diajarkan menghargai perbedaan, semua orang spesial. Lewat lagu This Is Me yang dinyanyikan Keala Settle kita dibuat merinding dan ingin ikut bernyanyi dan menari saat menyaksikan mereka beraksi. Tidak dipungkiri, lagu-lagu dalam The Greatest Showman berhasil menyihir para penonton. Mulai dari A Million Dreams, The Greatest Show, Rewrite Stars, From Now On hingga Never Enough yang dibawakan Loren Allred. Tepuk tangan untuk Benj Pasek, Justin Paul dan Greg Wells sebagai produser album soundtrack.

Tak lengkap jika tidak membahas Zendaya, penyanyi sekaligus aktris ini mencuri perhatian lewat karakternya sebagai Anne Wheeler seorang akrobat. Begitu pula Zack Efron chemistry-nya dengan Zendaya salah satu kekuatan film ini, tidak sia-sia ia bernyanyi dan menari di High School Musical saat remaja.

Sejauh ini The Greatest Showman menampilkan tontonan musikal penuh dengan mimpi dan perjuangan ala Hollywood. Walau dari segi cerita kurang maksimal, setidaknya tertutup oleh lagu-lagu ciamik yang berhasil menyihir kita hingga bernyanyi dan menghentakkan kaki saaat menonton.

Baca juga:

Review film: Tersenyum & Terharu Menonton La La Land

Review  Film: Logan Penuh Aksi Brutal dan Akhir yang Haru