Review Series Never Have I Ever, Series Remaja yang Cerdas, Segar, dan Lucu

Akhir April 2020 kemarin ada series remaja terbaru berjudul Never Have I Ever di Netflix. Ada yang beda dari series ini, karakter utamanya adalah orang India-Amerika. Dari creator Mindy Kaling dan Lang Fisher, seperti apa series comedy drama ini? Yuk simak reviewnya di Apabedanya.com

Sinopsis Series Never Have I Ever

Series Never Have I Ever mengisahkan Devi Vishwakumar (Maitreyi Ramakrishnan), seorang gadis sekolah menengah Amerika keturunan India-Amerika berusia 15 tahun di California. Setelah tahun pertama yang mengerikan, Devi ingin mengubah status sosialnya, tetapi teman, keluarga, dan perasaan tidak begitu mendukungnya.

Setelah ayah Devi, Mohan (Sendhil Ramamurthy) meninggal dunia, Devi lumpuh selama tiga bulan. Tahun berikutnya, ia mencoba mengatasi kesedihannya, identitas sebagai orang India dan kehidupan sekolahnya. Ia pun harus berjuang dengan hubungannya dengan ibunya, Nalini (Poorna Jagannathan), sepupunya yang cantik, Kamala (Richa Moorjani), 2 sahabatnya, Eleanor ( Ramona Young) dan Fabiola (Lee Rodriguez), cowok yang ia taksir di sekolah, Paxton (Darren Barnet), dan musuh bebuyutannya, Ben (Jaren Lewison). Berhasilkah Devi menjadi sosok baru?

Review Series Never Have I Ever

Alasan saya menonton ini tentu karena sang creator Mindy Kaling. Aktris dan penulis ini sering muncul di film dan series yang memang lucu. Tak hanya berakting dia pun menulis skrip series The Office, Mindy Project, hingga film Late Night (2019). Jadi harapan saya akan series ini sangat besar.

Kisah Devi ditampilkan dengan relate layaknya keluarga keturunan India di Amerika. Ibu Devi seorang dermatologi, sepupunya masih berkuliah dan panik ketika hendak dijodohkan. Devi yang keras mencoba mendobrak budaya dan karena bersikeras ingin mengubah citra di tahun ini.

Momen-momen jenaka pun menghiasi series Never Have I Ever. Mulai dari buku pelajaran yang sudah didoakan, Devi langsung to the point mengajak Paxton untuk ngesex, persaingan tanpa akhir dengan Ben, hingga saat Devi berbicara dengan anjing liar yang ia pikir ayahnya. Sebenarnya masih banyak saya tak ingin membocorkan keseruannya.

Penampilan Maitreyi Ramakrishnan sebagai Devi harus diacungi jempol. Sebagai pendatang baru, aktris asal Kanada tampil apik sebagai remaja penuh dengan masalah dan trauma. Ditambah penampilan cast pendukung seperti teman-temannya, Eleanor anak drama yang tak kalah lucu, dan Fabiola anak tech yang menyimpan sebuah rahasia.

Series Remaja yang Cerdas, Segar, dan Lucu

Tak hanya mereka, sepupu Devi dihadirkan dengan jenaka. Momen dia membahas series Riverdale bersama Devi sungguh menggelitik. Oh iya Ben, musuh bebuyutan Devi yang tajir melintir ini pun akan diceritakan lebih dalam. Benar-benar melihatkan sisi lain dari para remaja ini. Eits, dokter terapis Devi pun mencuri perhatian. Siap-siap tertawa saat Devi mengeluh dan respon dokter Ryan. Para cast benar-benar pas sehingga tercipta karakter yang akan diingat penonton.

Cerita yang ingin disampaikan yaitu sosok Devi yang masih terpukul karena kehilangan sang ayah, dalam hatinya dia masih belum menerima kenyataan dan menyimpan rasa duka. Devi pun masih memikul trauma masa lalu, belum lagi konfliknya dengan sang ibu yang tak pernah akur. Siap-siap terharu di episode akhir.

Masalah keluarga, pilih sahabat atau gebetan, pentingnya budaya, hingga pemberdayaan diri jadi topik penting dalam series ini. Jadi bukan sekedar cerita Devi mencari pacar dan mencoba sex untuk pertama kali.

Oh iya dalam series ini ada yang berbeda, sang narator ada John McEnroe, seorang atlet tenis. Kemudian narator bintang tamu diisi oleh Andy Samberg.

Never Have I Ever merupakan komedi series yang jenaka dan cerdas. Setiap karakter dan celetukan menggelitik, kudos to Mindy Kaling. Beda dari series remaja lainnya,di sini kisahkaan duka yang terpendam, sahabat vs crush, keluarga, dan budaya. Komedi India-Amerika yang segar dan menghangatkan hati.

Musim pertama berisis 12 episode dengan durasi setiap episodenya 30 menit. Selamat menonton!

Baca juga:

Review Series Dead to Me (Season 1), Persahabatan, Tragedi, dan Peliknya Hidup

Review Series Orange Is The New Black, Getirnya Kehidupan Penjara

Review Series Dead to Me (Season 1), Persahabatan, Tragedi, dan Peliknya Hidup

Bagi kamu yang mencari series terbaik Netflix, saya sarankan sebuah black comedy Dead to Me yang dibuat oleh Liz Fedlman. Berkisah tentang persahabatan yang tidak diduga dan dibintangi oleh Christina Applegate dan Linda Cardellini. Yuk simak reviewnya di Apabedanya.com

Sinopsis Series Dead to Me

Series Dead to Me menceritakan tentang persahabatan antara Jen (Christina Applegate) dan Judy (Linda Cardellini). Jen merupakan seorang agen real estat yang baru saja menjanda. Untuk menerima kehilangannya, ia mencoba terapi, olahraga, dan metode lain. Dia menggunakan kemarahan dan kebencian sebagai jalan keluar untuk kesedihannya.

Hingga suatu hari bertemu dengan Judy, yang merupakan bagian dari kelompok terapi yang terdiri dari pasangan yang kehilangan. Jen sedang berduka akan Ted, suaminya yang meninggal karena tabrak lari, sementara Judy berduka kepada tunangannya yang meninggal karena serangan jantung.

Kedua karakter menghadapi kehilangan mereka secara berbeda ketika Jen menemukan dirinya di tempat yang gelap, berjuang dengan kesedihannya. Sementara Judy mempertahankan sikap positif. Perbedaan dari mereka pun mengarah pada ikatan yang dalam di antara keduanya. Namun, Judy menyimpan rahasia kelam yang memicu twist, sementara Jen tidak menyerah menguak misteri kematian suaminya dan kehidupan rahasianya.

Dead to Me (Season 1), Persahabatan, Tragedi, dan Peliknya Hidup

Series mengisahkan bagaimana karakter Jen menghadapi kepergiaan suami yang tidak diduga dan merawat dua anaknya. Sosok Judy yang muncul ke kehidupan Jen pun secara perlahan menguak misteri tabrak lari yang dialami Ted. Siapa sosok Judy ini?

Dengan genre black comedy, tentu kalian akan terhibur oleh sikap Jen yang keras, sarkas, dan blak-blakan. Jika dia tidak suka dengan sesuatu dia akan berkata jujur, di situ penonton akan terhibur oleh karakter Jen yang diperankan apik oleh Christina Applegate.

Lewat karakter Jen kita belajar mengatakan “tidak!”, beberapa dari kita mungkin tidak bisa menolak karena merasa tidak enak atau hanya untuk sekadar bersikap sopan. Sampaikan sebuah pesan pemberdayaan diri, Jen tidak ragu untuk berkata tidak, she’s fearless and fierce!

Oh iya banyak celetukan dan umpat yang khas dari karakter Jen. Jadi pastikan kalian menonton series ini tidak bersama anak-anak ya. Kira-kira setiap dua menit kalian akan mendengar kata f**k, s**t, dan sebagainya.

Untuk karakter Judy, wanita misterius yang menemani Jen di masa-masa sulitnya. Baik hati dan penyanyang, hingga akhirnya dia menumpahkan rahasia demi rahasia kepada Jen. Sepertinya Judy punya tujuan ya? Apa itu? Tonton saja seriesnya.

Nah segi cerita, jika kalian menonton trailernya mungkin bisa menebak-nebak sedikit. Namun jika tidak menonton trailer, kamu pasti akan terpuaskan oleh twist dan rumitnya permasalahan mereka. Akan ada banyak twist yang membuatmu betah menyaksikan 10 episode sekaligus.

Momen rapuh dan emosional dari dua karakter ini pun dilihatkan. Ketika rahasia dari mereka akan membuat kita iba. Semua didukung oleh penampilan dari Christina Applegate dan Linda Cardellini yang begitu apik dan klop.

Series Dead to Me merupakan kisah persahabatan yang begitu kuat dari dua wanita yang sedang berduka. Setiap masalah dan kejutan sukses mengaduk-aduk emosi. Acungi jempol untuk penulis skrip.

Baca juga: Review Series Orange Is The New Black, Getirnya Kehidupan Penjara

Review Series Orange Is The New Black, Getirnya Kehidupan Penjara

Setelah berbulan-bulan menyelesaikan tujuh musim series Orange Is The New Black, di bulan Maret ini saya berhasil menyentuh garis akhir. Serial TV bergenre drama, komedi, dan kriminal ini diciptakan oleh Jenji Kohan. Bagaimana series-nya? Yuk intip reviewnya di apabedanya.com

Series Orange is The New Black menceritakan Piper Chapman, wanita 30 tahun New York yang harus menelan pil pahit saat mengetahui harus masuk penjara karena perbuatannya di masa lampau.

Dulu dia pernah menolong mantan pacaranya Vause untuk membawa koper berisikan uang penjualan narkoba. Karena ulahnya, Piper dikurung di penjara wanita minimum security Litchfield New York.

Piper yang memang terbiasa hidup nyaman kini harus merasakan getirnya kehidupan penjara. Dari sini lah, diselipkan bergama kisah-kisah di balik penjara.

Getirnya Kehidupan Penjara

Sungguh saya menyesal baru menyaksikan series Orange is The New Black, padahal musim pertama mereka dirilis tahun 2013. Maklum ya, dahulu Netflix belum semudah sekarang.

Nah di musim pertama, saya benar-benar terhibur oleh cerita dan pengenalan karakter dari OITNB (Disingkat saja ya). Serial ini akan membuatmu tertawa sekaligus ngeri melihat isi penjara. Hati-hati berkawan malah jadi lawan.

Karakter Piper yang memang paling mencolok karena white girl dan well-educated pun mendapatkan hukuman di hari pertamanya di penjara. Seorang wanita memberikan yogurt, namun Piper berkata “Thank you, makanan di sini ughh ga enak”. Orang-orang meja sekitarnya langsung melotot, ternyata wanita tersebut adalah narapidana yang mengelola dapur dan makanan para narapidana. Alhasil, Piper tidak diberi makan beberapa hari. Sebuah pesan “mulutmu, harimaumu”.

Pengenalan karakter pun dihadirkan secara jenius, yaitu dengan alur maju mundur dan selipan flashback yang mencengangkan. Semua cast tampil apik, rasanya tidak sabar melihat nasib Piper selanjutnya. Oh iya pemeran Piper diperankan oleh Taylor Schilling, yang wajahnya mirip Katy Perry.

Kemudian di musim kedua penonton masih dikejutkan dengan flashback dari setiap karakter. Kita diajak melihat apa yang mereka lakukan di masa lalu sehingga bisa berkumpul di Litchfield. Konflik pun semakin rumit, salah satunya muncul karakter Vee, dijamin deh pasti auto kesel dengan dia.

Di musim ketiga masih melihatkan flashback dari para karakter. Karakter pendukung di series ini cukup banyak, jadi sabar ya. Konflik dan drama makin memanas. Belum lagi melihat kelakuan petugas keamanan penjara, di series itu disebutnya CO. Hadeh bikin kesel, penuh ketidak-adilan dan abuse power.

Piper pun semakin beradaptasi di penjara. Nah episode terakhir di musim ketiga ini sungguh membahagiakan, sebuah danau bisa jadi tempat yang menyenangkan bagi para narapidana. Mereka bisa merasakan kebebasan, walau cuma sementara.

Di musim keempat, suasana semakin genting di penjara Litchfield. Piper pun belajar sesuatu untuk tidak menjadi sok jagoan, sebelumnya dia memilki bisnis aroma celana dalam wanita di penjara dan merasa jadi bos. Namanya juga penjara, pasti ada aja yang syirik.

Di musim keempat ini juga membahas isu pemerkosaan dan diskriminasi ras. Sungguh jelas memang perlakuan orang kulit putih dan hitam di Amerika Serikat. Series ini pun masih jenius dan jenaka, episode terakhir benar-benar menampar dan membuat mata berkaca-kaca. Siapkan tisu!

Nah untuk musim kelima ini benar-benar memuaskan, penonton yang kesal dengan perlakuan sipir Litchfield yang semena-mena akhirnya terwujud. Musim ini hadirkan pemberontakan yang seru, haru, jenaka, dan heroik.

Ada twist tak terduga. Kemudian Danielle Brooks (Taystee) tampil emosional. Beberapa karakter semakin dewasa dan sadar bahwa “penjara” yang mengubah mereka menjadi monster. Sad.

Setelah pemberontakan di musim kelima, balasan kepada para narapidana hadir di musim keenam. Semua tercemplung ke penjara max dan dituntut atas kerusuhan yang terjadi. Penuh drama, trik, dan lebih gelap.

Hubungan Piper dan Alex semakin matang. Sementara sidang Taystee semakin rumit, dia menjadi tumbal dari semuanya. Musim kelima ini brutal di awal, sesak di akhir. Sungguh jenius Jenji Kohan. Tepuk tangan sambil berdiri.

Musim ketujuh (final) merupakan musim yang paling emosional. Fun and poignant at the same time. Para karakter benar-benar terpisah, semua kehilangan, semua hancur, semua move on. Sementara mata penonton dibuat berkaca-kaca.

Serial ini benar-benar mengangkat isu penting di Amerika Serikat. Mulai dari korupsi, diskriminasi ras dan gender, kesehatan mental, imigrasi AS, bagaimana narapidana bebas namun bingung mencari uang di luar sana, dan lain sebagainya. Series ini juga memberi pelajaran akan kehidupan!

Setiap Karakter Melekat di Pikiran

Setiap karakter melekat di pikiran semua orang berkat deretan cast yang berbakat. Piper yang selalu memiliki ide dan konsisten, Vause yang melindungi, kuat di luar, rapuh di dalam.

Red sosok keibuan dari mereka semua, Nicky yang jenaka, Lorna sang pemimpi,Pennsatucky yang awalnya nyebelin namun berevolusi. Kemudian ada Taystee dan Poussey yang pintar, jenaka, dan diremehkan, Suzanne yang baik hati, hingga Cindy yang atraktif dan kocak.

Kemudian ada geng Latina, ada Gloria, sosok keibuan yang pandai memasak, Flaca dan Maritza, iconi duo jenaka, bersiaplah tertawa saat mereka memberi tips make up dari bumbu dapur. Selanjutnya ada Daya suka menggambar jadi tukang narkoba, Aleida ibu durhaka, Maria yang suka banget ngegas dan ribut.

Salut kepada Jenji Kohan yang berhasil menuangkan semua idenya ke dalam series ini. Didukung juga penampilan para cast yang bertalenta, jika disebutkan satu-satu seperti panjang. Semua tampil apik!

Orange is The New Black mendapatkan pujian dari para kritikus. Terbukti serial TV ini mendapatkan 16 nominasi dari Emmy Awards dan memenangkan empat kategori.

Peringatan! Series Orange is The New Black untuk orang dewasa, karena banyak menampilkan adegan seks, kekerasan, bahasa kasar, karakter LGBTQ, dan penggunan obat-obatan terlarang.

Bagi kamu yang ingin nonton series ini bisa di Netflix ya.

Baca juga: Review The Politician, Kampanye Politik Anak SMA Yang Menggigit

Berikut 10 Pokemon Of The Year 2020 Pilihan Warganet

Dalam rangka Pokémon Day, Pokémon bekerja sama dengan Google untuk melakukan voting Pokémon of the Year 2020. Jadi jika kamu memiliki akun Google bisa voting Pokemon favorit kamu dari setiap region. Nah hasilnya sudah ditentukan? Siapa saja yang masuk Pokemon of The Year pilihan warganet? Berikut daftarnya.

Gengar

Di posisi kesepuluh ada Pokémon bertipe ghost dan potion. Gengar menjadi top 10 Pokemon of The Year 2020. Gengar dapat berevolusi menjadi Mega Gengar, dan di gim Pokemon Sword and Shield bisa menjadi Gigantamax Gengar.

Gardevoir

Di posisi kesembilan ada Gardevoir. Pokemon bertipe psyhchic dan fairy ini menjadi favorit para warganet. Gardevoir bisa bermega evolusi.

Rayquaza

Berikutnya ada Rayquaza yang menduduki posisi 8. Pokemon legendaris ini pertam kali muncul di generasi ketiga. Bertipe flying dan dragon, Rayquaza dapat bermega evolusi.

 Garchomp

Pokemon of The Year 2020 berikutnya ada Garchomp di posisi 7. Pokemon bertipe dragon dan ground ini merupakan hasil evolusi dari Gible dan Gabite. Oh iya Garchomp juga dapat bermega evolusi.

Sylveon

Nah di posisi keenam ada Sylveon. Ia merupakan salah satu evolusi dari Evee yang bertipe fairy. Tidak heran Sylveon masuk ke Pokemon of The Year 2020 karena cantik menggemaskan.

Baca juga: Yuk Kenalan Dengan 3 Pokemon Starter di Pokemon Sun Moon

Umbreon

Berikutnya ada Umbeon. Pokemon evolusi dari Evee bertipe dark ini pertama kali muncul di generasi kedua. Perpaduan warna hitam dan kuning menjadi alasan Umbreon masuk ke daftar Pokemon of The Year 2020.

Charizard

Ini dia pokemon kesukaan banyak orang. Charizard berhasil menduduki posis keempat. Pokemon bertipe fire dan dragon ini bisa berevolusi menjadi Mega Charizard X, Mega Charizard Y, dan Gigantamax Charizad. Keren bukan?

Mimikyu

Pokemon of The Year 2020 selanjutnya adalah Mimikyu. Eits, dia bukan evolusi dari Pikachu ya. Pokemon bertipe ghost dan fairy ini hadir di generasi 7. Sosok Mimikyu sebenarnnya ada di dalam, luarnya hanya untuk penyamaran.

Lucario

Nah posisi kedua ada pokemon bertipe fighting dan steel. Lucario pun dapat bermega evolusi dan menjadi favorit di gim pokemon.

Greninja

Ini dia juara Pokemon of The Year 2020, Greninja. Pokemon bertipe water dan dark ini mengejutkan banyak orang. Pasalnya ikon Pokemon Pikachu saja tidak masuk ke top 10. Walau begitu Greninja berhasil mengalahkan kepopuleran Charizard.

Nah apakah pokemon favorit kalian masuk ke daftar Pokemon of The Year 2020? Kalau belum, kalian bisa voting di tahun depan ya!

Baca juga: Kenalan dengan Pokemon Starter Sword and Shield

Umumkan Reuni, Ini 10 Episode Terlucu Friends

Mencari rekomendasi episode terlucu Friends? Serial TV ikonik yang dibintangi Jennifer Aniston, Courteney Cox, Lisa Kudrow, Matt LeBlanc, Matthew Perry, dan David Schwimmer ini baru saja mengumumkan akan reuni. Terdiri dari 10 season, episode mana yang lucu? Yuk simak daftarnya.

“The One With the Blackout” (Season 1, Episode 7)

Episode terlucu Friends yang satu ini menceritakan Chandler yang terjebak di ATM saat mati listrik se-New York. Di sana Chandler terjebak berdua dengan seorang model, dan dirinya kikuk mengajak ngobrol. Sementara yang lainnya terjebak di apartemen, Rachel bertemu Paolo ketika Ross mencoba mengungkapkan perasaannya.

“The One With Unagi” (Season 6, Episode 17)

Episode ini berkisah tentang Rachel dan Phoebe yang sedang mengikuti kelas pertahanan diri. Kemudian Ross yang telah berlatih karate bertahun-tahun memberikan trik “unagi” kepada mereka. Mengapa lucu? Cara Ross menjelaskan unagi yang jenaka, begitupun Rachel dan Phoebe. Momeen terlucu saat Ross dikejutkan oleh mereka berdua dan teriak kencang. Benar-benar episode terlucu Friends.

Baca juga: Review: Chilling Adventures of Sabrina, Gelap, Mencekam dan Jenaka

“The One Where Everybody Finds Out” (Season 5, Episode 14)

Jika harimu sedang mendung, tontonlah episode ini. Dijamin kamu akan terbahak-bahak. Episode ini menceritakan semua orang telah tahu hubungan Monica dan Chandler, namun sebelum itu Phoebe mencoba menggoda Chandler dengan gaya uniknya. Bonusnya? Saat Ross mengetahui Chandler mengencani adiknya lewat jendala apartemennya.

“The One With the Embryos” (Season 4, Episode 12)

Berikutnya ada episode saat Joe, Chandler, Monica, dan Rachel bermain game trivia yang dibuat oleh Ross. Pertanyaan-pertanyaan tentang diri mereka masing-maisng akan menghiburmu. Taruhan yang kalah semakin menantang, momen terlucu saat Rachel salah menebak pekerjaan Chandler.

“The One With All the Resolutions” (Season 5, Episode 11)

Nah di episode ini tak kalah lucunya. Mereka mencoba resolusi baru di tahun baru. Joe belajar bermain gitar, Phobe pilot pesawat, Chandler berhenti mengejek, Monica mengambil lebih banyak foto, Rachel mengurangi gosipnya, dan Ross mencoba sesuatu baru. Paling lucu, saat Ross mengenakan celana kulit saat berkencan dan tak bisa melepaskannya.

“The One Where Ross Got High” (Season 6, Episode 9)

Episode terlucu Friends berikutnya ketika Ross ketawan pernah teler saat kuliah. Belum lagi Joey dan Ross yang ingin ke acara supermodel, Rachel yang mengacaukan dessert. Semua rahasian Monica dan Ross pun terbongkar di acara Thanksgiving. Bersiap lah tertawa!

Baca juga: Review The Politician, Kampanye Politik Anak SMA Yang Menggigit

“The One with Phoebe’s Birthday Dinner” (Season 9, Episode 5)

Berikutnya episode makan malam di ulang tahun Phoebe. Semuanya terlambat, kecuali Phoebe dan Joey. Monica dan Chandler berdebat karena sedang berusaha untuk hamil, Rachel yang panik meninggalkan Emma dan Ross sibuk meyakinkannya semua akan baik-baik saja. Bagian terlucu saat Phoebe diminta pindah ke meja lebih kecil dan meneriaki Judy.

“The One With Joey’s New Brain” (Season 7, Episode 15)

Episode terlucu Friends selanjutnya ketika karakter Joey terbangun dari koma berkat transplant otak dalam serial serial Days of Our Lives comes. Karena mendapatkan otak baru dari karakter Cecilia Monroe, Joey pun meminta saran kepada karakter itu. Kemudian Ross yang memaksa untuk memainkan bagpipes di pernikahan Moncia. Bagian terlucu saat Monica bertemu pemeran karakter Cecilia Monroe dan meninta ditampar.

“The One in Massapequa” (Season 8, Episode 18)

Di episode ini ada ada bintang tamu Alec Baldwin yang memerankan Parker, kekasih Phoebe. Parker sangat antusias dengan kehidupan dan segala hal, yang lainnya risih mendengarnya. Mereka semua berkunjung ke perayaan pernikahan Judy dan Jack, di mana Monica menyiapakan speech agar orang tuanya menangis seperti Ross di tahun lalu.

“The One Where no One’s Ready” (Season 3, Episode 2)

Episode terlucu Friends berikutnya ketika Ross sibuk menyuruh teman-temannya bersiap ke acara museum. Namun Joey dan Chandler sibuk berebut kursi di tempat Monica. Rachel yang tidak bisa menentukan dress mana yang mau ia pakai. Monica resah dengan voicemail dari sang mantan Richard, dan dress Phoebe terkena makanan. Semunya riweh!

Kalian punya episode terlucu Friends lainnya? Tulis di kolom komentar.

Baca juga: 10 Fakta Serial TV Russian Doll Netflix

Kenalan dengan Pemain Crash Landing on You, Drama Korea Terbaru

Siapa yang nonton drama korea terbaru Crash Landing on You ? Serial TV yang ditayangkan di Netflix banyak menghipnotis banyak orang. Crash Landing on You mengisahkan Yoon Se-ri, yang merupakan seorang pewaris konglomerat di Korea Selatan.

Suatu hari, saat paralayang, kecelakaan yang disebabkan oleh angin kencang membuat Se-ri melakukan pendaratan darurat di Korea Utara. Di sana, ia bertemu dengan Lee Jeong-hyuk, seorang perwira tinggi Korea Utara. Jung-hyeok mencoba untuk melindungi dan menyembunyikannya. Segera setelah itu, ia jatuh cinta dengan Se-ri.

Nah penasaran bkan ceritanya? Yuk kenalan dulu dengan para pemain Crash Landing on You.

Pemain Crash Landing on You

Hyun Bin

Aktor kelahir 25 September 25 1982 ini memerankan karakter Ri Jeong-hyuk di Crash Landing on You. Nama Hyu Bin melambung lewat perannya di drama TV My Name is Kim Sam-soon (2005), Worlds Within (2008), Secret Garden (2010-2011), dan Memories of Alhambra (2018-2019). Hyun lahir dan besar di Seoul. Dia memiliki satu kakak laki-laki. Hyun merupakan lulusan dari Universitas Chung-Ang pada tahun 2004 jurusan Studi Teater.

Baca juga: Kumpulan Review Film Kim Ji Young Born 1982 Yang Menyayat Hati

Son Ye-Jin

Berikutnya ada pemeran Yoon Se-ri, yaitu Son Ye-Jin. Aktris kelahiran 11 Januari 1982 ini dikenal lewat film-film bertema roman dan serial televisi seperti The Classic (2003), Summer Scent (2003), A Moment to Remember (2004), dan April Snow (2005). Dia telah memenangkan banyak penghargaan akting karena bisa memerankan berbagai karater dan genre.

Kim Jung-hyun

Selanjutnya ada karakter Goo Seung-joon yang diperankan oleh Kim Jung-hyun. Ia membintangi beberapa drama seperti Don’t Dare to Dream, Rebel: Thief Who Stole the People dan paling dikenal karena peran utamanya dalam drama remaja KBS2 School 2017. Aktor kelahiran 5 April 1990 ini merupakan lulusan Korea National University of Art, Department of Acting.

Seo Ji-hye

Terakhir ada Seo Ji-hye yang memerankan Seo Dan. Aktris kelahiran 24 Agustus 1984 ini namanya melejit lewat film horor Voice (2005). Setelah itu ia membintangi drama TV; Shin Don (2005), Over the Rainbow (2006), I Love You <3 (2008), Chunja’s Happy Events (2008), 49 Days (2011), The Moon and Stars for You (2012) Punch (2014), Don’t Dare to Dream (2016), Surgeons (2018) hingga Crash Landing on You (2019).

Nah siapa karakter favorit kalian di serial Crash Landing on You ? Tulis di kolom komentar ya.

Baca juga: Kenalan dengan Para Pemain Serial TV Sex Education Netflix

Review The Politician, Kampanye Politik Anak SMA Yang Menggigit

Netfix kembali dengan serial terbarunya berjudul The Politician. Dibuat oleh Ryan Murphy, Brad Falchuk, dan Ian Brennan. Serial drama komedi politik ini dibintangi Ben Platt, Gwyneth Paltrow, Jessica Lange, Zoey Deutch, Lucy Boynton, Bob Balaban, dan Laura Dreyfuss. Yuk simak reviewnya.

Sinopsis The Politician, Serial Netflix Terbaru

The Politician bercerita tentang Payton Hobart (Ben Platt) yang mencalonkan diri sebagai presiden di sekolah SMA Santa Barbara di California. Payton didukung oleh timnya yang ambisius McAfee Westbrook (Laura Dreyfuss), James Sullivan (Theo Germaine), dan Alice Charles (Julia Schlaepfer).

Mereka memilih Infinity Jackson (Zoey Deutch), sebagai wakil presiden Payton. Infinity merupakan pasien kanker dan korban dari Munchausen by Proxy disorder (merupakan penyakit jiwa yang dialami orang tua dengan memanipulasi kesehatan pada anak).

Payton harus melawan pesaingnya River Barkley (David Corenswet). River mencalonkan diri dengan dorongan sang kekasih Astrid Sloan (Lucy Boynton) yang merupakan musuh bebuyutan Payton. River dan Astrid, memilih Skye Leighton (Rahyne Jones) menjadi wakilnya.

Beragam drama, kampanye, dan masalah hadir menuju hari pemilihan presiden di SMA Santa Barbara. Siapakah yang terpilih?

Review The Politician,Kampanye Politik anak SMA Yang Menggigit

Berisi 8 episode, serial The Politician mengajak kamu menyaksikan bagaimana tim sukses dari Payton dan River meracik kampanye untuk mendapatkan pemilih. Masing-masing mengadakan kampanye yang jenius dan membuat kita berpikir, untuk ukuran anak SMA idenya sangat bagus.

Semisalnya tim research mereka, bagaimana cara agar disuka murid-murid di sana. Salah satunya menggandeng wakil presiden yang minoritas dan segala trik politik. Serial ini cocok untuk anak muda yang masa bodoh dengan dunia politik, lewat The Politician politik menjadi seru.

Jalan cerita The Politician akan membuat penasaran dengan beragam intrik. Siapa yang akan menang, kampanye yang pintar dan tentunya mengungkap misteri dan kejutan.

Jika kamu sudah menonton karya-karya Ryan Murphy, saat menonton serial ini kamu akan berkata “Ini khas dia banget”. Gaya sindiran, komedi khas dan tak pernah absen mengangkat isu LGBTQ.

Karakter Payton yang super ambisius ini mencuri perhatian, ia merupakan anak orang kaya, namun diadopsi. Dia tidak berkecil hati namun terus berprestasi dan sudah merencanakan masa depannya. Walau akan banyak rintangan yang tidak diduga.

Dalam serial ini juga diselipkan isu mental health, di mana beberapa karakter mengalami depresi. Jadi cukup relate dengan anak muda.

Cast The Politician Bertabur Bintang

Untuk akting, semua cast sukses memerankan karakter yang ambisius dan gila tentunya. Ben Platt, kamu sebelumnya melihat sebagai sidekick di film Pitch Perfect. Nah di sini dia unjuk gigi menjadi pemeran utama.

Ben yang memang dasarnya penyanyi, ia menyanyikan salah satu lagu yang membuat kita haru. Dalam serial ini, karakter Payton menyanyikan lagu River.

Kemudian ada Zoey Deutsch yang memerankan Infinity, ia sebelumnya bermain dalam film Beautiful Creatures, dan Before I Fall. Pemain film Bohemian Rhapsody, Lucy Boynton pun hadir sebagai Astrid. Alumni Glee, Laura Dreyfuss pun muncul sebagai McAfee.

Nah pemain seniornya ada Gwyneth Paltrow sebagai ibunda dari Payton, kemudian Jessica Lange sebagai nenek dari Infinity, hingga Bob Balaban sebagai ayah dari Payton.

Para pemain baru pun ikut meramaikan serial The Politician, seperti David Corenswet, Julia Schlaepfer, Theo Germaine, Rahne Jones, and Benjamin Barrett.

Oh iya biasanya saya skip opening beberapa serial, namun untuk The Politician saya dengan sabar menontonnya. Ini dikarenakan lagu “Chicago” yang dinyanyikan Sufjan Stevens. Sufjan juga mengisi soundtrack film Call Me By Your Name “Mystery of Love”.

The Politician merupakan sebuah drama komedi politik yang menggigit dan membuat penasaran. Dengan cita rasa Ryan Murphy, ibarat Glee bertemu House of Cards. Pelajaran politik menjadi seru lewat serial ini, cocok untuk anak muda. Didukung penampilan para cast yang solid.

The Politician sedang tayang di Netflix!

Baca juga:

Daftar Harga Langganan Netflix Indonesia Terbaru 2020

Review Black Mirror Season 5

Review Black Mirror Season 5

Sudah menyaksikan serial TV Black Mirror season 5 Netflix? Di musim kelima ini Black Mirror menghadirkan 3 episode, yaitu Striking Vipers, Smithereens, dan Rachel, Jack, Ashley Too. Yuk simak reviewnya.

Jika kamu belum mengetahui apa itu Black Mirror? Black Mirror merupakan serial TV antologi asal Inggris. Setiap episode memiliki cerita yang berbeda namun dengan tema yang sama yaitu kecanggihan teknologi masa depan.

Di season pertama dan kedua, serial TV ini ditayangkan di Channel 4. Namun pada tahun 2016 semua episodenya ada di streaming service Netflix.

Review Black Mirror Season 5

Striking Vipers

Episode ini menceritakan Danny dan Karl, teman sejak kuliah yang sudah lama tak bertemu. Di hari ulang tahunnya Karl pun hadir dan memberikannya video game terbaru bernama Striking Vipers X. Video game dengan fitur Virtual Reality ini pun mengubah hidup mereka selamanya.

Striking Vipers menampilkan cerita yang menarik. Kedewasaan, rumah tangga, video game yang mengacaukan pikiran dan memercik api asmara. Walau ending tidak membuat rahang copot seperti episode Black Mirror sebelumnya, namun para cast tampil.

Para pemain di episode ini adalah Anthony Mackie, Yahya Abdul-Mateen II, Nicole Beharie, Ludi Lin, dan Pom Klementiff.

Baca juga: Review The Politician, Kampanye Politik anak SMA Yang Menggigit

Smithereens

Episode ini menceritakan supir taksi online bernama Chris. Ia menculik salah satu karyawan perusahaan social media “Smithereens”. Chris mengancam akan menembak karyawan jika tidak disambungkan bicara dengan CEO Smithereens, Bill Bauer.

Smithereens menampilkan kisah terselubung supir taksi online, social media dan perusahaan start-up. Episode ini menyampaikan akibat jika kalian memandang ponsel seharian. Menegangkan sekaligus jenaka (khususnya bagian anak intern). Andrew Scott tampil memukau dan emosional.

Smithereens menjadi episode terbaik dari Black Mirror Season 5. Selain Andrew Scotts, episode ini dibintangi Damson Idris, Topher Grace, Monica Dolan, Daniel Ings, dan Ruibo Qian.

Rachel, Jack, and Ashley Too

Episode ini menceritakan tentang Rachel dan Jack, kakak beradik. Genre musik mereka berbeda, Jack pecinta musik rock dan Rachel mengidolakan bintang pop Ashley O. Rachle meminta kado boneka robot Ashley Too yang didesain berdasarkan kepribadian Ashley O.

Rachel, Jack, and Ashley Too menyenggol kisah pop star yg dikendalikan dan tidak bebas (uhuk Britney). Di awal mencuri perhatian lewat robot Ashley Too setelah itu konsep futuristik menumpuk dan tak jelas fokusnya. Namun masih asyik ditonton karena ada lagu-lagu ciamik Ashley O.

Episode ini dibintangi oleh penyanyi populer Miley Cyrus, kemudian ada Madison Davenport, Susan Pourfa, Angourie Rice, dan Marc Menchaca.

Kamu sudah nonton Black Mirror season 5? Episode mana yang jadi favorit kamu?

Baca juga: Berkenalan dengan Para Pemain Serial TV Chilling Adventures of Sabrina Netflix

Kenalan dengan Pokemon Starter Sword and Shield

Pokemon kembali mengenalkan game terbaru mereka, perkenalkan Pokemon Sword dan Pokemon Shield. Ini berarti akan muncul Pokemon starter baru. Masih bertipe grass, fire, dan water, mereka adalah Grookey, Scorbunny, dan Sobble. Ketiga Pokemon starter ini masuk ke generasi VIII.

Pokemon Sword dan Pokemon Shield nantinya tersedia di Nintendo Switch pada akhir 2019. Region mereka bernama Galar. Semakin penasaran dengan masing-masing Pokemon starter? Yuk kenalan.

Grookey

Grookey merupakan Pokemon bertipe grass dengan tampilan seperti simpanse, tubuh berwarna hijau, ekor dan telinga berwarna coklat, dan oranye di moncong. Ia memiliki dua mata besar, dengan topeng berwarna krem di sekitarnya.

Grookey

Ia memiliki dua jumbai rambut berbentuk daun di bagian atas kepalanya yang memegang tongkat. Ia menggunakan tongkat ini untuk mengalahkan benda-benda dan juga memiliki kemampuan untuk menumbuhkan rumput. Grookey penuh dengan rasa ingin tahu.

Scorbunny

Scorbunny merupakan Pokemon bertipe fire mirip kelinci. Scorbunny memiliki tubuh dominan putih dengan tanda oranye dan kuning di telinga, jari kaki, dan lehernya. Ia memiliki buckteeth, hidung oranye, serta bentuk pita kuning di hidungnya.

Scorbunny

Scorbunny memiliki kaki panjang dengan pita kuning yang sama di hidungnya dan di bawah setiap cakar kaki. Pokemon ini suka berlari dan sangat enerjik, ia dapat memulai api kecil dari bawah kakinya.

Sobble

Sobble merupakan Pokemon kecil bertipe water yang memiliki kulit biru muda dengan bercak teal yang lebih gelap dan perut serta wajah biru yang lebih terang.

Sobble memiliki tonjolan seperti sirip kuning dari bagian atas kepalanya yang dibatasi warna biru tua, serta ekor biru yang melengkung berujung dalam warna biru tua.

Sobble

Sobble dapat menempel pada dinding dan memanjat. Sobble memiliki kemampuan untuk menyamarkan dirinya di air tempat ia bersembunyi.

Jadi mana Pokemon starter favorit kamu di edisi Sword dan Shield ? Tulis di kolom komentar ya.

Baca juga:

Selain Mewtwo, Ini Daftar Pokemon di Trailer Detective Pikachu

Berkenalan dengan Para Pemain Serial TV Chilling Adventures of Sabrina Netflix

Bagi kamu yang berlangganan Netflix pasti sudah mengetahui sosok Sabrina, penyihir muda di kota Greendale. Penasaran siapa saja para pemain Para Pemeran Chilling Adventures of Sabrina? Yuk kenalan dengan mereka:

Para Pemain Chilling Adventures of Sabrina

Kiernan Shipka sebagai Sabrina Spellman

 

Sekilas kamu melihat Kiernan Shipka mirip dengan Emma Watson kan? Aktris kelahiran 10 November 1991 ini sudah berakting sejak kecil lho. Nama Kierna mulai meroket lewat serial TV Mad Men dari tahun 2007 hingga 2015. Kini ia menjadi pemeran utama sebagai penyihir berdarah campuran yang siap menghadapi Dark Lord, yup! Sabrina Spellman.

Ross Lynch sebagai Harvey Kinkle

 

Ross Lynch merupakan aktor, sekaligus musisi lho. Ia merupakan vokalis dan gitaris dari band bernama R5. Ross berperan sebagai Harvey, kekasih dari Sabrina. Sebelum bermain di Chilling Adventures of Sabrina, ia hadir di serial Disney Austin &  Ally (2011-2016) dan film biopik My Friend Dahmer (2017)

Lucy Davis sebagai Hilda Spellman

Aktris asal Inggris ini memerankan bibi Sabrina yang baik hati, yaitu Hilda Spellman. Lucy Davis sebelumnya dalams serial TV The Office versi Inggris, kemudian hadir di film Wonder Woman (2017) sebagai Etta Candy.

Chance Perdomo sebagai Ambrose Spellman

 

Chance merupakan aktor baru asal Inggris, ia memerankan karakter Ambrose, sepupu dari Sabrina. Ambrose sempat menjadi tahanan rumah karena meledakkan Vatican, namun di season 2 dia bebas dan muncul di Academy of The Unseen Arts. Chance sebelumnya bermain dalam film TV Killed My Debt (2018).

Miranda Otto sebagai Zelda Spellman

Berikutnya bibi Sabrina yang tegas dan protektif diperankan oleh Miranda Otto.  Aktris asal Australia ini sebelumnya bermain dalam film The Lord of the Rings: The Two Towers (2002), The Lord of the Rings: The Return of the King (2003), dan Annabelle: Creation (2017).

Michelle Gomez sebagai Mary Wardwell / Madam Satan

 

Kemudian ada Michelle Gomez sebagai Mary Wardwell / Madam Satan. Madam Satan merupakan tangan kanan Dark Lord yang mengawasi keberadaan Sabrina di sekolahnya. Michelle Gomez merupakan aktris asal Skotlandia yang sebelumnya bermain dalam serial TV The Book Group (2002–03), Green Wing (2004–07) dan Bad Education (2012–13).

Tati Gabrielle sebagai Prudence Night

 

Berikutnya ada Tati Gabrielle yang berperan sebagai Prudence Night, ia merupakan anak angkat  Faustus Blackwood. Tati merupakan aktris muda asal Amerika Serikat, sebelumnya ia hadir dalam serial TV CW berjudul The 100 (2017- hingga sekarang).

Gavin Leatherwood sebagai Nicolas Scratch

 

Nicolas Scratch merupakan salah satu murid  Academy of The Unseen Arts dan menjalin hubungan dengan Sabrina di season kedua. Nicolas alias Nick diperankan oleh Gavin Leatherwood, sebelumnya ia hadir di serial TV seperti My Dead Ex (2018) dan Grown-ish (2018).

Richard Coyle sebagai Faustus Blackwood

 

Nah karakter Faustus Blackwood diperankan oleh aktor asal Inggris, Richard Coyle. Faustus ini merupakan kepala sekolah Academy of The Unseen Arts, juga The High Priest dari  Church of Night. Aktor kelahiran 6 Februari 1974 ini sebelumnya hadir di serial TV Inggris dan film Prince of Persia: The Sands of Time (2010).

Jaz Sinclair sebagai Rosalind Walker

 

Selanjutnya ada karakter Rosalind Walker atau akrab disapa Roz dan diperankan oleh Jaz Sinclair. Roz merupakan sahabat dari Sabrina, ia anak dari pendeta dan bisa menerawang masa depan. Jaz merupakan aktris asal Amerika Serikat, sebelumnya ia muncul dalam film Paper Towns (2015) dan  Slender Man (2018).

Lachlan Watsons sebagai Susie Putnam / Theo 

 

Terakhir ada Susie Putnam atau Theo yang diperankan Lachlan Watsons.  Lachlan merupakan aktor non-binary termuda di Hollywood. Ia mengindetifikasi dirinya sebagai
genderqueer dan pansexual.

Chilling Adventures of Sabrina Part 2 sudah bisa kamu tonton di Netfix mulai 5 April 2019.

Baca juga:

Daftar Harga Langganan Netflix Indonesia Terbaru 2020

Review: Chilling Adventures of Sabrina, Gelap, Mencekam dan Jenaka