Review Album: Menari Dengan Bayangan Hindia, Forthright and Loud!

Pertama kali mendengar musik dari Hindia lewat teaser film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini: AWAN. Intro yang menghentak dengan lirik “kapan terakhir kali kamu dapat tertidur tenang?” langsung mencuri perhatian. Mencari-cari di google apa judulnya dan menemukannya dengan judul “Secukupnya”. Mulai saat itu saya mendengarkan musik dari Daniel Baskara Putra atau dikenal sebagai Hindia.

Hindia merilis album perdananya bertajuk “Menari Dengan Bayangan” pada 29 November 2019. Album yang berisi 15 track ini diproduseri oleh Baskara Putra, Adhe Arrio, Ibnu Dian, Petra Sihombing, Rayhan Noor, Rizky Indrayadi, Yosugi Wisnu, dan Ikhsantama W.

Review Album: Menari Dengan Bayangan Hindia, Forthright and Loud!

Mari kita ulas album Menari Dengan Bayangan dari Hindia. Harus diakui saya optimis kalau isi album ini akan menarik berbekal dengan mendengar single “Secukupnya” dan “Membasuh”.

Lirik dari lagu-lagu Hindia menjadi kekuatan album ini. Diawal kita mendengarkan lagu “Evakuasi”. Kemudian ada lagu “Mungkin Besok Kita Sampai” menceritakan anak muda yang insecure akan tujuan teman-teman sekitarnya, sementara kita belum mencapai tujuan. Lirik yang sangat relate “Hidup bukan saling mendahului, bermimpilah sendiri-sendiri”.

Foto: Suneatercoven.com

Berikutnya ada lagu “Jam Makan Siang” berduet dengan Matter Mos, menceritakan sulitnya meraih mimpi di lingkungan mainstream. Sebelumnya ia bekerja sekaligus menjadi musisi. Kemudian Hindia dan Petra Sihombing memberi pesan untuk menjauhi toxic people dalam lagu “Dehidrasi”.

Nah dalam lagu “Untuk Apa / Untuk Apa?” vokalis band .Feast ini menceritakan keambisiusan manusia, segalanya ingin diraih entah sampai kapan dan lupa waktu. Berikut petikan lirik dari lagunya.

Mengejar mimpi sampai tak punya rasa
Mengejar mimpi sampai lupa keluarga
Mengejar mimpi lupa dunia nyata
Mengejar mimpi tapi tidak bersama

Selanjutnya ada lagu “Secukupnya”, dengan intro synthesizer yang menghentak dan lirik tentang beragam kenyataan yang sering kita lalui. Kita semua pernah gagal, putus asa, patah hati, dan sedih, namun Hindia mengajak kita menari dengan semua itu. Lagu ini merupakan andalan saya dari album Menari Dengan Bayangan.

Tubuh yang berpatah hati bergantung pada gaji
Berlomba jadi asri mengais validasi

Berikutnya kita diajak tenggelam lewat dentuman lagu “Belum Tidur” yang berduet dengan Sal Priadi. Tidak lengkap jika tidak membahas percintaan yang telah kandas, di lagu “Apapun Yang Terjadi”.

Terus Terang, Jujur, dan Relate dengan Anak Muda

Nah ini yang dinanti-nanti, Hindia dan Rara Sekar sukses menghipnotis lewat lagu akustik “Membasuh”. Lirik analogi tentang rasa pamrih, rasanya seperti tertampar. Berikut lirik dari lagu Membasuh.

Bisakah kita tetap memberi
Walau tak suci?
Bisakah terus mengobati
Walau membiru?
Cukup besar ‘tuk mengampuni
‘Tuk mengasihi
Tanpa memperhitungkan masa yang lalu
Walau kering
Bisakah kita tetap membasuh?


Lagu berikutnya ada “Rumah Ke Rumah”, dengan lirik yang jujur dan terus terang ini menceritakan perjalanan cinta Hindia bersama mantan-mantannya. Kemudian ada lagu “Mata Air” yang akan mengembalikan semangatmu. Berduet dengan Natasha Udu dan Kamga, mereka mengajak anak muda mencintai dirimu sendiri, semua pernah tersakiti dan menyakiti.

Hidup bukan untuk saling mendahului
Bayangan yang diciptakan oleh mentari
Ada karena matahari bermaksud terpuji
Untukmu cintai diri sendiri hari ini

Alum “Menari dengan Bayangan” ditutup lewat lagu “Evaluasi” menghentak dan penuh pesan akan anak muda yang menghadapi kegelisahan dan rasa depresi. Lagu andalan berikutnya dari album ini.

Oh iya di album ini Hindia mengajak orang-orang terdekat di “Wejangan Mama”, “Wejangan Anggra”, “Wejangan Caca”. Album “Menari dengan Bayangan” menampilkan musik alternatif yang loud ditambah lirik yang terus-terang, jujur, dan relate dengan anak muda.

Sudah dengar albumnya? Tulis di kolom komentar lagu favorit kamu.

Harga Tiket Head in the Clouds Jakarta

Sukses besar di Amerika Serikat, acara festival musik Head in the Clouds hadir di Jakarta. Dilansir dari akun Twitter @88rising, festival musik ini akan berlangsung pada 7 Maret 2020 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta. Penasaran siapa saja yang akan tampil?

Artis yang Tampil di Head in the Clouds Jakarta

Artis-artis yang akan tampil di Head in the Clouds Jakarta adalah Rich Brian, Joji, Niki, Higher Brothers, dan August 08. Nantinya akan ada phase kedua, sabar ya.

Harga Tiket Head in the Clouds Jakarta

Nah untuk harga tiket Head in the Clouds Jakarta dimulai dari Rp 1.188.000.

General Admission – PRE-SALE 2 IDR 1.188.000

Exclusive GA Bundle – Tshirt S PRE-SALE 2 IDR 1.788.000

Exclusive GA Bundle – Tshirt M PRE-SALE 2 IDR 1.788.000

Exclusive GA Bundle – Tshirt L PRE-SALE 2 IDR 1.788.000

Exclusive GA Bundle – Tshirt XL PRE-SALE 2 IDR 1.788.000

Exclusive VIP Bundle – Tshirt S PRE-SALE 2 IDR 2.988.000

Exclusive VIP Bundle – Tshirt M PRE-SALE 2 IDR 2.988.000

Exclusive VIP Bundle – Tshirt L PRE-SALE 2 IDR 2.988.000

Exclusive VIP Bundle – Tshirt XL PRE-SALE 2 IDR 2.988.000

Untuk kategori General Admission sudah termasuk tiket, T-Shirt HITC Indonesia eksklusif , dan HITC Starter Pack. Untuk kategori Exclusive VIP Bundle termasuk gate masuk VIP eksklusif, akses eksklusif ke lounge VIP, pilihan bar & makanan, kamar mandi VIP, T-Shirt HITC Indonesia eksklusif, HITC starter pack dan banyak lagi lainnya.

Tiket Head in the Clouds bisa kamu pesan di tiket.com.Artis siapa yang ingin kalian tonton di sana? Tulis di kolom komentar.

Christina Aguilera, Taylor Swift, & Billie Eilish, Ramaikan American Music Awards 2019

Acara American Music Awards 2019 kembali digelar Microsoft Theater, Los Angeles, Amerika Serikat. Acara musik tahunan ini dipandu oleh Ciara dan menghadirkan banyak musisi.

Mulai dari Christina Aguilera, Taylor Swift, Billie Eilish, Lizzo, Green Day, Kesha, Shawn Mendes, Selena Gomez, Shania Twain, Halsey, hingga Camila Cabello, mereka tampil di panggung American Music Awards atau biasa disebut #AMAs.

Kevin Winter/Getty Images for dcp

Post Malone menerima nominasi terbanyak dari artis mana pun dengan total tujuh nominasi, diikuti oleh Ariana Grande dan pendatang baru, Billie Eilish dengan masing-masing enam nominasi. Siapa saja pemenangnya?

Tonton video penampilan para artis American Music Awards 2019

Selena Gomez

Selena Gomez tampil menyanyikan dua lagu terbarunya, “Lose You to Love Me” dan “Look at Her Now”. Dirinya tampil enerjik saat menyanyikan lagu keduanya.

Dua Lipa

Dua Lipa pun tidak absen dari panggung American Music Awards 2019. Ia menyanyikan lagu “Don’t Start Now” dengan lincah.

Billie Eilish

Penyanyi baru ini menyanyikan lagu terbarunya berjudul “All the Good Girls Go to Hell”. Billie Eilish juga memenangkan 2 kategori #AMAs, New Artist of the Year dan Favorite Artist – Alternative Rock.

Christina Aguilera & A Great Big World

Pemenang Grammy, Christina Aguilera dan A Great Big World menyanyikan lagu terbaru mereka, “Fall on Me”. Bersiaplah dihipnotis oleh vokal Xtina dan alunan piano A Great Big World .

Post Malone

Berikutnya ada penyanyi baru juga, Post Malone yang menyanyikan lagu “Circles” dan “Take What You Want” (featuring dengan Travis Scott, Ozzy Osbourne dan Watt). Post membawa 1 piala #AMAs lewat kategori Favorite Album – Rap/Hip-Hop.

Taylor Swift

Yang palin dinanti di panggun American Music Awards 2019 adalah penampilan Taylor Swift. Sempat ada konflik dengan produser musik Scooter Braun, bahwa dirinya tidak dibolehkan menyanyikan lagu-lagu lamanya. Namun di #AMAs Taylor medley beberapa lagu lama dan baru.

Ia menyanyikan “The Man”, “Love Story”, “I Knew You Were Trouble”, “Blank Space”, “Shake It Off” (duet bareng Camila Cabello dan Halsey), “Lover” (piano bersama Misty Copeland dan Craig Hall).

Taylor membawa 6 piala #AMAs, salah satunya kategori khusus yaitu Artist of the Decade. Congrats Taytay!

Baca juga: Review Album Taylor Swift Lover, Selebrasi Cinta dan Pendewasaan Diri

Review Album Taylor Swift Lover, Selebrasi Cinta dan Pendewasaan Diri

Taylor Swift kembali dengan album teranyarnya bertajuk “Lover”. Album ketujuh ini menjadi album pertama Taylor dibawah naungan Republic Records. Seperti yang kita tahu, penyanyi kelahiran 13 Desember 1989 ini hengkang dari Big Machine records setelah 12 tahun bersama.

Mari kita review album Taylor Swift “Lover”. Album ini diproduseri oleh Jack Antonoff, Joel Little, Louis Bell, Frank Dukes, dan Sounwave. Sementara Taylor menjadi executive producer.

Jika membandingkan album “Lover” dengan “Reputation” jelas berbeda. Album ini merupakan selebrasinya akan cinta, tampil berwarna, dan ceria. “Lover” ibarat sinar matahari di pagi hari dan “Reputation” sinar bulan di malam hari.

Lover: Selebrasi Cinta dan Pendewasaan Diri

Taylor memilih lagu “Me” featuring Brandon Urie sebagai first single. Lagu bergenre bubblegum pop ini mencuri perhatian karena sungguh berbeda dari lagu Taylor sebelumnya. Taylor hadirkan banyak warna di video musiknya, dan kucing tentunya.

Kemudian Taylor merilis single “You Need to Calm Down”, sebuah anthem yang ditujukan kepada homopobik, dengan menggandeng banyak seleb di video musiknya. Berikutnya ia merilis single “Lover”, ia kembali dengan slow country menggemaskan. “I’ve loved you three summers now, honey, but I want ’em all.”

Album “Lover” dibuka dengan lagu “I Forgot That You Existed” sebuah lagu perpisahan yang ceria yang terinspirasi dari momen Reputation. Berikutnya ada lagu “Cruel Summer” yang akan menjadi lagu favorit kalian, Demi Lovato pun menyukainya. Dalam lagu ini terasa sekali album 1989 vibes-nya.

Berikutnya ada lagu “The Man” yang akan menghentak kalian. Lewat lagu uptempo ini Taylor membayangkan bagaimana perlakuan media terhadapnya jika dia seorang laki-laki. Nah selanjutnya ada lagu “The Archer”, lagu ballad yang mirip “All Too Well” dengan lirik yang sangat artsy. “I’ve been the archer, I’ve been the prey, whho could ever leave me darling… but who could stay?”

Kemudian ada lagu “I Think He Knows” lagu elektro-pop yang menghentak, referensi ke Music Row di Nashville. Nah lagu yang wajib dengar berikutnya “Miss Americana & The Heartbreak Prince”, lagu synth pop suram dengan vibes Lana Del Rey.

Berikut juga menjadi lagu favorit dari album Lover, yaitu “Paper Rings”. Lagu pop-punk ini akan menghentak harimu. Kemudian ada “Cornelia Street”, lagu ballad yang judulnya merupakan sebuah jalan di Greenwich Village, tempat dahulu Swift menyewa sebuah apartemen. Galau? Pastinya.

Baru putus? Mungkin kamu harus dengar “Death by Thousand Cuts”. Kemudian ada “London Boy” yang dia dedikasikan untuk Joe Alwyn tentunya, dalam lagu ini ada suara Idris Elba dan James Corden, mereka dan Taylor hadir di film musikal Cats.

Berikutnya ada lagu ballad “Soon You’ll Get Better” lagu ballad tentang perjuangan ibunda Taylor melawan kanker dan berkolaborasi dengan Dixie Chicks. Bergenre R&B dengan irama Saxophone, kamu akan mendengarkan itu di lagu “False God”.

Lewat lagu ballad “Afterglow” mengungkapkan permintaan maafnya kepada hubungan-hubungan terdahulunya yang gagal. Berikutnya ada lagu indie-pop “It’s Nice to Have a Friend”, instrumental dalam lagu ini tidak akan kamu temukan di album manapun.

Album “Lover” ditutup dengan lagu ballad yang membantah lagu “Red”. Ia mengungkapkan lewat lirik “I once believed love would be (Burning red)
But it’s golden. Like daylight.”
Lewat lagu ini menyampaikan pendewasaan dirinya akan cinta dan patah hati.

Nah apa lagu favorit kamu dari album Lover?



Baca juga: Ini Perbedaan Taylor Swift Dulu dan Sekarang

Pengalaman Menonton Jazz Gunung Bromo 2019

Menyaksikan konser di pantai? Sudah biasa, namun bagaimana jika menonton konser di pegunungan dengan suhu yang dingin. Yup! Juli ini Jazz Gunung Bromo hadir kembali. Masih di open-air Amphitheater Jiwa Jawa, festival musik Jazz tahunan ini diadakan pada 26 dan 27 Juli 2019.

Jazz Gunung Bromo merupakan festival musik jazz bertaraf internasional yang digelar di tempat terbuka. Acara ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 2009 dan digagas oleh Sigit Pramono, Butet Kartaredjasa, dan Djaduk Ferianto.

 Saya yang penasaran bagaimana pengalaman menonton para musisi jazz di pegunungan Bromo akhirnya hadir di hari pertama pada 26 Juli 2019. Tiketnya bisa dipesan lewat situ resmi mereka ataupun tiket online yang berkerja sama. Mereka menyediakan tiket VVIP, VIP A, VIP B, dan festival. 

Untuk menuju ke sana saya menginap di hotel daerah Surabaya, karena penginapan sekitar sana sudah penuh. Untuk menuju Jiwa Jawa resort memakan waktu sekitar 3 jam dari Surabaya, saya menyewa mobil selama 12 jam, kira-kira biayanya Rp 400.000, ditambah uang bensin. Lumayan jika kalian pergi bersama teman-teman.Namun jika kamu menginap sekitaran lokasi, mereka menyediakan free shuttle.

Panggung Bambu Khas Jazz Gunung Bromo 2019


Foto: Tri Wahyudi @yudichu

Sesampainya di sana, saya harus menunggu penukaran tiket pukul 14:00 dan gate dibuka pukul 15:00. Sembari menunggu kalian bisa ngopi dan ngemil di  Rehat Bromo. Ingin makan berat? Mereka memiliki menu nasi goreng dan mie goreng atau rebus. 

Tak hanya di Rehat Bromo, saat penyelanggaraan Jazz Gunung ini ada food bazar sebelum pintu gate dan food stall di are Amphitheater. Pembayaran di sini serba cashless, mereka bekerja sama dengan tapcash BNI, namun tetap bisa membayar dengan kartu debit atau kredit dari bank apa saja. 

Salah satu yang khas dari Jazz Gunung Bromo adalah panggungnya yang sangat artistik. Kali ini, Jazz Gunung Bromo 2019 memilik dekor panggung dengan bambu yang melengkung. Ditambah view belakangnya perbukitan yang indah. 

Mulai dari Gugun Blues Shelter hingga Tompi Meriahkan Jazz Gunung Bromo 2019

Penampilan pertama di hari pertama Jazz Gunung Bromo 2019 ada Ngalam Jazz Comunity dari Malang. Mereka menyanyikan lagu “Don’t You Worry Bout a Thing” dan “Stayin’ Alive”. Kemudian ada penampilan band Debu, tak hanya menghibur lewat lagu-lagu mereka. Sang vokalis sempat menyampaikan pesan damai kepada para penonton. 

Kemudian ada penampilan dari Yuri Mahatma Quartet, band jazz yang beranggotakan Yuri Mahatma, Astrid Sulaiman, Helmy Agustian, dan Bagus Putu menyanyikan lagu original mereka bertajuk “Samapura”. 

Jazz Gunung Bromo 2019 kehadiran band asal Prancis, Voyager 4. Musik yang disajikan pun mencuri perhatian para penonton, mereka menampilkan nada lewat synthesizer yang terdengar futuristik.  

Setelah break ada penampilan dari Gugun Blues Shelter yang memeriahkan suasana Amphitheater. Walau suhu 13 derajat celcius, penonton riuh gembira saat mereka menyanyikan beragam lagu hits seperti “Mobil Butut” dan  “Set My Soul on Fire”. 


Foto: Tri Wahyudi @yudichu

Berikutnya ada penampilan maestro Jazz Indonesia, yaitu Idang Rasjidi. Dia pun berkolaborasi dengan penyanyi Sastrani dan Mus Mudjiono. Penonton diajak bernostalgia saat Mus Mudjiono menyanyikan lagu “Tanda-Tanda” dan “Arti Kehidupan”. 

Hari pertama Jazz Gunung Bromo 2019 ditutup oleh penampilan dari Tompi. Ia menyanyikan lagu-lagu hitsnya seperti “Menghujat Jantungku” dan “Tak Pernah Setengah Hati”.

Bagian yang menghibur dari Jazz Gunung Bromo 2019 adalah pembaca acaranya. Mereka adalah Alit dan Gundhi, mereka berdua sukses membuat lelucon-lelucon jenaka saat memperkenalkan setiap musisi. Penonton selalu tertawa saat mereka muncul di panggung. 

Jazz Gunung Bromo 2019 memberikan pengalaman yang berbeda dalam menikmati musik Jazz, momen terbaik saat sore menuju malam. Pemandangannya di belakang panggung sungguh indah. Tak hanya musik jazz, kita pun disuguhi beragam genre dalam festival musik ini. 

Semakin malam, suhu akan semakin dingin. Jadi pastikan kamu menggunakan jaket tebal,syal, membawa sarung tangan dan kupluk. Semalam suhu terendah di acara Jazz Gunung Bromo yaitu 8 derajat celcius. Kebayang kan dinginnya?

Fakta-Fakta Member Blackpink Yang Belum Kamu Ketahui

Nama Blackpink melambung di Indonesia setelah salah satu e-commerce berwarna oranye mengandeng mereka sebagai regional brand ambassador. Iklan berisikan Blackpink dengan lagu super catchy “Ddu-du Dddu-du ” menghiasi iklan.

Blackpink, mereka adalah girl grup Korea Selatan yang dibentuk oleh YG Entertainment dan terdiri dari anggota Jisoo, Jennie, Rosé dan Lisa. Grup ini memulai debutnya pada 8 Agustus 2016, dengan album mini mereka Square One. “Whistle”, lagu nomor satu pertama mereka di Korea Selatan, kemudian “Boombayah” yang merajai Billboard World Digital Songs chart.

Yuk simak fakta-fakta member Blackpink yang belum kamu ketahui.

Fakta-Fakta Member Blackpink Yang Belum Kamu Ketahui

Fakta Jennie Blackpink

Bernama lengkap Jennie Kim dan lahir pada 16 Januari 1996. Jennie belajar di Selandia Baru, tepatnya di ACG Parnell College. Ia berlatih selama 5 tahun 11 bulan di YG Entertainment. Jennie juga dikenal sebagai YG Princess dalam grup Blackpink.

Jennie fasih berbahas Korea, Jepang, dan Inggris. Ia dapat memainkan piano dan seruling. Dia muncul dalam musik video G-Dragon berjudul “That XX”. Jennie memiliki dua anjing bernama Kai dan Kuma.

Fakta Jisoo Blackpink

Bernama lengkap Kim Jisoo, ia lahir pada 3 Januari 1995 dan memiliki satu kakak laki-laki dan satu kakak perempuan. Jisoo dapat memainkan drum dan piano, dia berlatih 5 tahun di YG Entertainment. Jisoo fasih berbahasa Korea, Jepang, dan Mandarin.

Jisoo tidak mau berbahasa Inggris karena dirinya merasa malu, namun ia dapat mengerti dengan baik. Ia sangat menyukai Pikachu dan memiliki banyak merchandisenya. Jisoo muncul dalam video musik Hi Suhyun dan Bobby berjudul “I’m Different”. Ia meraih sabuk putih dalam Taekwondo dan memiliki anjing bernama Dalgom.

Fakta Rosé Blackpink

Bernama lengkap Roseanne Park, ia lahir pada 11 Februari 1997. Dia dibesarkan di Auckland, Australia dan bersekolah di Canterbury Girls’ Secondary College. Rose memiliki kakak perempuan bernama Alice. Ia berlatih selama 4 tahun 12 bulan di YG Entertainment.

Rose fasih berbahasa Korea, Inggris, dan Jepang. Hobinya adalah bermain gita, menggambar dan bermain sepeda. Rose pernah berkolaborasi dengan G-Dragon di lagu “Without You”. Ia merupakan seorang kidal, dan pernah muncul dalam acara King of Mask Singer.

Fakta Lisa Blackpink

Bernama lengkap Lalisa Manoban, ia lahir pada 27 Maret 1997 di Bangkok Thailand. Lisa berlatih 5 tahun 3 bulan, ia merupakan satu-satunya yang diterima saat YG mengadakan audisi di Thailand. Ayah tirinya merupakan seorang Chef.

Dia berteman dengan Bambam GOT7 saat masih tergabung dalam grup dance We Zaa Cool di Bangkok. Lisa fasih berbahasa Thailand, Bangkok, Jepang, dan Inggris. Lisa terkenal sebagai sosok yang ceria dan jahil. Lisa juga dikenal sebagai penari yang hebat. Tak hanya itu, ia juga bisa memainkan Ukulele lho.

Lisa muncul dalam musik video Taeyang bertajuk “Ringa Linga”. Sementara makanan kesukaannya adalah french fries, makanan dari Korea ia menyukai Gamjatang.

Baca juga: Tonton Penampilan Blackpink di Coachella 2019

Tonton Penampilan BLACKPINK di Coachella 2019

Blackpink baru saja meramaikan panggung festival musik Coachella 2019. Yup! Girl band asal Korea Selatan ini berhasil mencuri perhatian para penonton dengan lagu-lagu hitsnya. Kamu sudah tonton penampilan mereka?

Blackpink menjadi girl band Korea Selatan pertama yang tampil di festival musik Amerika Serikat. Mereka tampil di hari pertama pada hari Jumat 21 April 2019.

Setlist BLACKPINK di Coachella 2019

Penampilan Blackpink dibuka lewat lagu Dddu Du Dddu Du dan membuat penonton histeris. Berikutnya Blackpink menyanyikan lagu Forever Young, Stay, Whistle, Kiss and Make Up.

Tak ketinggalan lagu Solo dari Jennie pun hadir dengan back up dancers. Kemudian lagu terbaru mereka Kill This Love, Don’t Know What to Do, dan Kick It mendapatkan giliran.

Tak selesai di situ, mereka menyanyi lagu-lagu hits lamanya yaitu See You Later, Playing With Fire, Boombayah, dan As If It’s Your Last. Mereka tampil dengan koreo yang enerjik dan outfit serba sparkly.

Blackpink baru saja merilis mini album bertajuk Kill This Love di bawah label YG Entertainment dan Interscope Records. Single pertama mereka Kill This Love pun sukses menghipnotis para Blink.

Terbukti video musik Kill This Love berhasil meraih 100 juta views hanya dalam 2 hari 14 jam. Video ini pun masuk ke daftar video online paling banyak dilihat dalam 24 jam pertama. Congrats!

Baca juga: Video Musik Paling Banyak Ditonton di YouTube

10 Fakta Lagu Versace On The Floor Bruno Mars Yang Dibatasi

Sempat ramai diperbincangan KPID Jawa Barat merilis 17 lagu barat yang dibatasi penyiarannya karena mengandung pornografi. Salah satunya ada lagu “Versace on the Floor” milik Bruno Mars.

Lagu bergenre R&B ini menceritakan tentang koneksi Bruno Mars dengan seorang wanita, yang gaun Versacenya tergeletak di lantai sementara mereka menikmati kebersamaan satu sama lain.

Bruno Mars pun menanggapi berita lewat akun Twitternya dan mengatakan “Indonesia, saya memberikan kalian banyak hit, Nothin On You, Just The Way You Are, dan Treasure. Jangan samakan saya dengan yang cabul-cabul.”

10 Fakta Lagu Versace On The Floor Bruno Mars Yang Dibatasi

  1. Lagu “Versace on the Floor” diciptakan oleh Bruno Mars, Philip Lawrence, Christopher Brody, dan Brown James Fauntleroy.
  2. Versace on the Floor merupakan single ketiga dari album ketiga Bruno Mars bertajuk “24K Magic”.
  3. Video musik untuk “Versace on the Floor” tayang perdana pada 13 Agustus 2017.
  4. Bruno Mars menyanyikan lagu “Versace on the Floor” di Billboard Music Awards 2017.
  5. “Versace on the Floor” berhasil menduduki posisi #33 di chart Billboard Hot 100.
  6. Di Amerika Serikat, “Versace on the Floor” mendapatkan sertifikat platinum dan terjual lebih dari 1 juta kopi.
  7. David Guetta merilis  “Versace on the Floor” remix pada 27 Juni 2017.
  8. “Versace on the Floor” direkam di Glenwood Place Studios,  Burbank, Los Angeles.
  9. Model video musik dari “Versace on the Floor” adalah Zendaya
  10. Video musik “Versace on the Floor” berhasil ditonton lebih dari 198 juta di YouTube.

Berkenalan Dengan Para Line Up Orutaku Vol. 2

ORUTAKU CLUB mempersembahkan Orutaku Vol.2, sebuah sekuel acara dance party dengan tema nostalgia anime dan lagu-lagu J-pop/J-rock. Penasaran siapa saja DJ alias line-up nya? Yuk kenalan sama mereka:

Berkenalan Dengan Para Line Up Orutaku Vol. 2

DJ SOBA (@abilien)

Soba adalah seorang DJ, otaku, dan organizer dari “Anime Festival Asia” yang merupakan event anime internasional terbesar di Asia Tenggara. Tak hanya itu, ia juga salah satu pencetus “Otagroove”, event anisong DJ pertama di Indonesia. Sepanjang karirnya, Soba aktif memperkenalkan budaya anisong (anime song) di panggung Indonesia dan mancanegara seperti Jepang dan Singapura.

DJ BOYZU RABU (@nursegirlnoise)

Boyzu Rabu adalah alias dari Alula Sumendap, seorang illustrator dan DJ Anisong profesional. Selektanya mencakup hits era Heisei terutama tahun 90-an dan remix ala Extreme Deep Cut.

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by ORUTAKU オルタク (@orutakuclub) on

Jam terbangnya sebagai DJ telah diakui di berbagai acara dance party seluruh dunia seperti New York, Tokyo, dan terutama di Jakarta yaitu pada acara Videostarr dan Cherrybomb. Ia akan meramaikan Orutaku Vol. 2 dengan selera musik shoujo yang sebelumnya belum pernah ada.

DJ KRAUTMILK (@krautmilk)

Krautmilk akrab dikenal sebagai vokalis/gitaris dari band indie pop L’alphalpha dan Glovvess. Namun kali ini di acara Orutaku Vol.2, ia siap kembali menunjukkan bakat terpendamnya sebagai DJ lagu-lagu anime, game, dan music elektronik untuk dinikmati sesama “old school otaku”.

 

MC BARRY & DITHA (@buladbarry, @kopisenjahari)

Duo Orutaku sejati, Barry dan Ditha sudah sejak lama berkiprah di skena musik Jepang di Indonesia. Selain terlibat dalam komunitas X Japan Indonesia, mereka juga aktif sebagai MC di acara-acara komunitas Jepang.

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by ORUTAKU オルタク (@orutakuclub) on

Barry sendiri mengawali karirnya sebagai penyiar radio “J-sounds” di U-FM (2002) dan MTV Trax Iro Iro (2005) dan sampai sekarang masih aktif tampil sebagai vokalis band metal Amakusa Band dan Lilipa Chuu. Ia dikenal dengan suara falsetto yang khas seperti Toshi X Japan. Nantikan aksi seru mereka berdua sebagai MC Orutaku Vol.2.

 

Orutaku Vol. 2 akan diadakan di Joglo Beer Kemang, Jl. Madrasah No. 14, pada hari Sabtu, 2 Maret 2019. Acara dimulai dari jam 19.00 WIB dengan harga tiket Rp 75.000, sudah termasuk complimentary first drink berupa bir atau soft drink.

Tiket presale bundle dengan jumlah terbatas juga akan dijual via Whatsapp dan Email hingga tanggal 28 Februari 2019; yaitu 4 tiket seharga Rp400,000 sudah termasuk 4 complimentary first drink dan satu botol Anggur Orang Tua. Yuk ajak teman-teman kamu datang ke Orutaku Vol. 2! 

Baca juga: Orutaku Vol. 2 Ajak Kamu Bernostalgia Anime dan Lagu-Lagu Jepang

Orutaku Vol. 2 Ajak Kamu Bernostalgia Anime dan Lagu-Lagu Jepang

ORUTAKU CLUB mempersembahkan Orutaku Vol.2, sebuah sekuel acara dance party dengan tema nostalgia anime dan lagu-lagu J-pop/J-rock. Sebelumnya Orutaku Vol. 1 yang sukses menghadirkan hampir 200 pengunjung.

Acara ini merupakan sebuah konsep hiburan baru yang menawarkan perpaduan dance dan sing-along karaoke mengikuti irama DJ yang memainkan lagu-lagu soundtrack anime serta J-pop/J-rock dari tahun 1980-an hingga awal 2000-an.

Orutaku Vol. 2 Ajak Kamu Bernostalgia Anime dan Lagu-Lagu Jepang

Orutaku Vol. 2 diciptakan untuk para “old school otaku” – sebuah generasi di Indonesia yang tumbuh besar pada masa kejayaan anime dan kebudayaan pop Jepang. Otaku sendiri adalah istilah bahasa Jepang untuk menyebut para fans berat anime dan manga.

Baca juga: Apa bedanya Wibu dan Otaku

Di Indonesia, para penggemar ini menghabiskan masa kecilnya menonton kartun Jepang di hari Minggu pagi dan memainkan video game Jepang bersama teman-teman sepulang sekolah.

Menyadari adanya nilai sentimental dari masa-masa itu, ORUTAKU CLUB ingin mengajak para “old school otaku” yang kini sudah berusia 20 hingga akhir 30 tahun untuk kembali bernostalgia dalam lagu-lagu yang akan membangkitkan kenangan masa kecil mereka.

Bersama dengan tren disko 90-an yang belakangan ini tengah marak di hiburan malam Jakarta, genre musik ini sangatlah menjanjikan dan menarik untuk dieksplorasi. Orutaku Vol. 2 akan melanjutkan tema persembahan pilihan musik dari 3 orang DJ yang telah dikenal namanya di komunitas acara Jepang, baik lokal maupun internasional.

Foto: Dokumentasi Orutaku Club

Mereka akan memainkan remix dari 70% lagu soundtrack anime legendaris (seperti Sailor Moon, Cardcaptor Sakura, Captain Tsubasa, Inuyasha, Samurai X), 20% J-pop dan J-rock (L’arc~en~Ciel, Judy & Mary, Mika Nakashima, Asian Kung Fu Generation), and 10% soundtrack game (Final Fantasy, Bishi Bashi).

Baca juga: Berkenalan dengan Para Line Up Orutaku Vol. 2

Tak Hanya Bernyanyi, Kamu Bisa Main Game Seru  

Selain menampilkan lagu dan video lirik anime agar para penonton bisa dengan mudah bernyanyi bersama, Orutaku dancefloor juga akan menghadirkan hiburan game Playstation 1 yang dapat dimainkan di layar terpisah melalui emulator.

Para pengunjung dapat menonton, menyoraki, bahkan ikut bermain dalam turnamen game interaktif Bishi Bashi dan Tekken 3 layaknya masa kecil mereka.

Foto: Dokumentasi Orutaku Club

Orutaku Vol.2 juga akan mengadakan kuis Cerdas Cermat Orutaku disponsori oleh Anggur Orang Tua, di mana para pengunjung bisa beradu wawasan tentang anime masa kecil mereka. Ada juga kuis giveaway Instagram Story berupa kontes template “Draw Your OOTD” berhadiah aksesoris tote bag persembahan dari Exsport Bags.

Selain itu, pengunjung tidak perlu khawatir akan perut kosong karena venue Orutaku juga akan dimeriahkan dengan hadirnya booth Yoshinoya yang akan menjual menu beef bowl sepanjang acara berlangsung.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by APABEDANYA.COM (@apabedanyacom) on

Orutaku Vol. 2 akan diadakan di Joglo Beer Kemang, Jl. Madrasah No. 14, pada hari Sabtu, 2 Maret 2019. Acara dimulai dari jam 19.00 WIB dengan harga tiket Rp 75.000, sudah termasuk complimentary first drink berupa bir atau soft drink.

Tiket presale bundle dengan jumlah terbatas juga akan dijual via Whatsapp dan Email hingga tanggal 28 Februari 2019; yaitu 4 tiket seharga Rp 400,000 sudah termasuk 4 complimentary first drink dan satu botol Anggur Orang Tua. Seru bukan? Yuk ajak teman-teman kamu ke Orutaku Club Vol. 2!