Mulai Dari Soto Kuning Pak Yusup, Yuk Icip Kuliner Kota Bogor

Kota Bogor bisa menjadi pilihan destinasi wisata kuliner. Jaraknya tidak terlalu jauh dari Jakarta dan memilki banyak kuliner yang wajib coba.  Untuk menuju ke sana kamu bisa membawa motor atau mobil sendiri. Jika ingin lebih bersantai bisa naik kereta commuter line, murah dan aman.

Salah satu daerah wajib dikunjungi untuk kulineran adalah Jalan Surya Kencana. Di sana berderet kuliner-kuliner legendaris di Bogor. Nah berikut kuliner yang saya icip-icip saat mampir ke kota hujan

Soto Kuning Pak Yusup

Di Indonesia ada bermacam-macam soto. Mulai dari soto betawi, kikil, conro, lamongan dan teman-temannya. Nah di Bogor kamu harus coba soto kuning pak Yusup. Lokasinya di jalan Surya Kencana no.103, Babakan Ps., Bogor Tengah. Lebih tepatnya Soto Kuning Pak Yusup Gang Aut.

Berada di pinggir jalan kamu harus berjuang mengantre dan mengamankan tempat duduk. Untuk memesan kamu harus memilih isian terlebih dahulu, kamu bisa ambil sendiri di gerobak. Ada kikil, paru, empal, otak, lidah, babat dan daging. Masing-masing seharga Rp 10.000, saya mengambil kikil, paru dan lidah. Soto kuning dicampur isian pasti nendang di lidah kita. Kalian harus coba.

Choi Pan

Sedang berjalan di sekitara Surya Kencana kemudian ada anak kecil yang menjual Choi Pan dalam kemasan di depan sebuah toko. Choipan merupakan camilan gurih asal Singkawang. Kalau kamu nonton Aruna dan Lidahnnya, pasti melihat kuliner ini.

Biasanya terbuat dari Bengkuang, namun sepertinya yang saya beli terbuat dari kucai atau talas. Camilan ini sangat langka, jadi saya pun mencobanya. Berisi lima buah dengan saos cocolan dan harganya Rp 15.000. Rasanya lumayan seperti layaknya dim sum rebus namun berisi sayuran, alhasil memecahkan rasa penasaran.  

Macaroni Panggang

Setelah street food beranjak ke Macaroni Panggang, restoran yang sejak zaman dahulu kala sudah populer di Bogor. Terakhir ke sana mungkin tahun 2011 atau 2012, dan belum ada renovasi. Lokasinya di jalan Salak No.24, Babakan, Bogor Tengah.

Mungkin yang saya herankan saat masuk ke sana dan disajikan menu pengunjung banyak yang bingung “Mana macaroni panggangnya????”. Yup! Pengunjung harus bertanya langsung ke pelayan untuk memesan macaroni panggang, sementara di menu menyediakan makanan lain seperti steak, pasta dan lain-lain.

Saya memesan macaroni panggang medium spesial, di sana hanya tersedia medium spesial dan biasa. Yang biasa berisi ayam dengan harga Rp 69.000 sementara spesial berisi jamur dan daging sapi dengan harga Rp 120.000. Ukurannya sangat cocok untuk dimakan bersama teman-teman.

Sawung Pak Ewok / Sop Buah Pak Ewok  

Beberapa tahun yang lalu, teman saya yang berdomisili di Bogor sering mencoba sop buah Pak Ewok. Alhasil saya penasaran dan mencobanya langsung. Dahulu lokasi Pak Ewok berada di daerah taman Kencana, namun sekarang sudah pindah.

Sekarang sop buah Pak Ewok berubah menjadi Saung Pak Ewok dan berlokasi di jalan Papandayan No. 31, Bogor Tengah, dekat dengan Tugu Kujang dan kampus IPB Baranangsiang.

Nah untuk menu andalan mereka adalah sop buah tentunya. Namun Saung Pak Eweok juga menyajikan makanan berat seperti batagor, siomay, nasi, cuankie dan lain-lain. Alhasil saya mencoba sop buah susu, sop buah all variant dan ewok stroberi.  

Sop buah-nya terasa segar walau batu esnya banyak ya. Kemudian isinya ada beragam buah seperti naga, nangka, mangga, anggur stroberi, sirsak, apel, melon bahkan sawo. Harga untuk sop buah cukup terjangkau mulai dari Rp 20.000  hingga Rp 30.000 untuk sop duren.

Untuk lokasi Sawung Pak Ewok ini sangat luas, nyaman dan cocok untuk keluarga. Kamu juga bisa duduk di lesehan.

Foto: @yudichu / @ikkk.i

Baca juga:

Mencoba Daging Asap Se’i Sapi Lamalera di Bandung

4 Tempat Wisata Banyuwangi Wajib Dikunjungi

Apa Bedanya Ayam Geprek dengan Ayam Penyet

Ayam goreng menjadi lauk andalan yang digemari banyak orang. Menu yang sedang populer alias kekinian di dunia kuliner adalah ayam penyet dan ayam geprek. Namun tahukah kamu apa bedanya ayam geprek dengan ayam penyet?

Nah yuk kita bedah perbedaan dari dua kuliner yang laris manis ini:

Ayam Penyet

Ayam penyet merupakan makanan asal Indonesia, dimana ayam yang sudah diberi bumbu digoreng. Usai digoreng ayam tersebut dipenyetkan atau ditumbuk dengan alu lesung/cobek. Mengapa dipenyetkan? Supaya daging ayam lembut saat disantap.

Ayam Penyet | Foto: primarasa.co.id

Hidangan ayam penyet kemudian disajikan bersama dengan sambal, irisan mentimun, tahu dan tempe goreng. Ayam penyet terkenal sebagai makanan asal jawa Timur.

Ayam Geprek

Ayam Geprek merupakan masakan Indonesia yang terdiri dari ayam goreng tepung ditumbuk dengan alu lesung ataupun cobek. Kemudian disajikan denga sambal di atasanya beserta potongan mentimun. Ini yang membedakan ayam penyet dengan ayam geprek, jika penyet ayam gorengnya hanya diberi bumbu sementara geprek, ayamnya digoreng dengan tepung.

Tumbukan, Sambal Level dan Toping Kekinian

Selain itu, ayam penyet biasanya ditumbuk tidak terlalu keras sehingga daging ayam masih utuh. Sementara ayam geprek ditumbuk hingga dagingnya terlepas, jadi kita tak harus memotong-motong karena sudah menjadi beberapa bagian.

Sambal ayam geprek juga terkenal lewat levelnya. Orang Indonesia juara akan menikmati santapan super pedas, tidak heran ayam geprek menawarkan level pedas dengan beragama nama unik seperti jontor, mercon dan lain-lainnya.

Ayam geprek mozarella | Foto: feastit.blogspot.com

Mencoba menggaet anak-anak muda, sekarang terdapat menu ayam geprek dengan  toping kekinian yaitu keju mozarella. Wah menggoda banget ya.

Nah kalian lebih suka yang mana nih? ayam penyet atau ayam geprek?

Foto header: Qraved.com

Baca juga:

Gudeg Mbah Lindu, Cita Rasa Penjajahan

Mencoba Daging Asap Se’i Sapi Lamalera di Bandung

4 Tempat Wisata Banyuwangi Wajib Dikunjungi

Penasaran wisata di kota yang berada di ujung paling timur pulau Jawa? Banyuwangi bisa menjadi pilihan destinasi wisata kamu. Banyuwangi terkenal dengan banyak sebutan, mulai dari Sunrise of Java, Bumi Blambangan, kota Osing hingga kota Festival. Kenapa festival? Ini dikarenakan, rutinnya perhelatan Banyuwangi Ethno Carnival setiap tahunnya. Diadakan sejak 2011, festival ini  menampilkan seni, budaya, fesyen, dan wisata olahraga.

Untuk transportasi dari Jakarta, kamu bisa mencoba jalur darat dengan kereta api Gajah Wong, dari stasiun Pasar Senen tujuan Yogyakarta stasiun Lempuyangan selama 12 jam. Kemudian disambung dengan kereta api Sri Tanjung dari stasiun Lempuyangan menuju stasiun Banyuwangi Baru selama 14 jam. Jika ingin menghemat waktu, bisa menggunakan pesawat terbang maskapai Nam Air dari bandara Soekarno Hatta menuju bandara Blimbingsari.

Nah berikut tempat wisata Banyuwangi yang wajib kamu kunjungi:

Kawah Ijen

Rasanya belum afdal jika ke Banyuwangi belum berkunjung ke sini. Kawah ini berada di Gunung Ijen yang berada di perbatasan antara Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Indonesia. Setiap dini hari sekitar pukul 02.00 hingga 04.00, di sekitar kawah dapat dijumpai fenomena blue fire atau api biru. Namun untuk menuju ke sana kamu harus mendaki ke puncak dengan jarak sekitar 3 km, untuk turun menuju ke kawah harus melintasi medan berbatu-batu sejauh 250 meter dengan kondisi yang terjal. Untuk bisa ke sini biasanya banyak jasa open trip, biaya mulai dari Rp 200.000 dengan pemandu. Jangan lupa membawa masker, karena asap belerang sangat berbahaya jika terhirup. Live-tweet di kawah Ijen klik di sini.

Taman Nasional Baluran

Tak perlu jauh-jauh ke Afrika, Taman Nasional Baluran atau juga lebih di kenal dengan julukannya, Africa Van Java ini adalah kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli. Terdapat beberapa destinasi alam yang bisa kamu kunjungi. Dari luasnya padang Savana Bekol, lebatnya hutan hijau Evergreen Forest, hingga keindahan pantai Bama. Harga tiket masuk terdapat 2, pengamatan hidupan liar Rp 10.000/orang,  nusantara Rp 7.500/orang dan untuk roda 4 dikenakan biaya Rp 15.000. Jika membawa makanan ringan atau snacks, jangan membuang sampah sembarang ya.

Taman Nasional Alas Purwo

Senang berkunjung ke hutan? Selain Baluran ada taman nasional Alas Purwo yang berlokasi di kecamatan Tegaldlimo dan kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Indonesia. Taman nasional dengan luas 43.420 ha  ini banyak tempat seru untuk dikunjungi. Ada Savana Sadengan, di mana kamu bisa melihat beragam satwa seperti banteng, rusa hingga burung. Selain itu beragam pantai ada di taman nasional ini, pantai yang sering menjadi incaran adalah pantai Plengkung. Para peselancar berlomba-lomba menuju ke sana karena memilik ombak yang tinggi.  Biaya masuk ke taman nasional Alas Purwo cukup terjangkau, yaitu Rp 5.000/orang, namun untuk akses ke pantai Plengkung dikenakan biaya sekitar Rp 400.000.

De Djawatan

Kamu pernah nonton The Lord of the Rings? Tempat ini  jangan sampai terlewatkan jika kamu di Banyuwangi. De Djawatan berlokasi di desa Benculuk, kecamatan Cluring, kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Di sini kamu bisa berfoto sesuka hati dengan pemandangan rindangnya pohon trembesi yang mirip dengan hutan Fangorn dalam film  The Lord of the Rings. Kabarnya pohon trembesi di sini berumur lebih dari 100 tahun. Selain itu di kawasan hutan lindung ini terdapat tempat tinggal kelelawar.  Harga tiket masuk De Djawatan yaitu Rp 2.000.

Baca juga:   

Liburan dan Mengenal Situs Megalitikum Gunung Padang

5 Tempat Wisata Murah di Kota Semarang

 

 

Liburan dan Mengenal Situs Megalitikum Gunung Padang

Musim liburan telah tiba! Libur Natal dan tahun baru 2018 sudah di depan mata, ditambah libur sekolah anak. Bosan pergi ke mall atau ke tempat wisata yang menyajikan spot foto Instagramable? Bagaimana jika kamu pergi ke tempat wisata sekaligus bisa berfoto ciamik dan belajar sejarah.

Jawabannya adalah Situs Gunung Padang,  situs prasejarah ini merupakan peninggalan kebudayaan megalitikum di Jawa Barat. Alamat lengkapnya ada di jalan alternatif Cibubur, Karyamukti, Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat 43215.

Liburan dan Mengenal Situs Megalitikum Gunung Padang

Untuk menuju lokasi kamu bisa menggunakan mobil pribadi, mini bus ataupun angkutan umum. Sesampainya di sana, kamu harus menanjak ke pintu masuk Situs Gunung Padang atau bisa menggunakan ojek dengan biaya Rp 5.000, sesampainya di atas jangan lupa membeli tiket masuk seharga Rp 4.000 . Eits, setelah itu kamu harus menaiki 350 anak tangga untuk sampai ke atas.

Ada jalan alternatif 700 anak tangga yang sudah dibeton,jika masih tidak sanggup juga kamu bisa naik ojek ke puncak atas dengan membayar sekitar Rp 50.000. Kamu akan mendapatkan pengalaman tersendiri jika menaiki 350 anak tangga yang benar-benar dari batu-batuan asli. Tak lengkap jika kamu tidak ke atas tidak bersama tour guide, kamu bisa bayar seikhlasnya. Sangat cocok jika datang dengan teman-teman atau rombongan.

Situs Gunung Padang memiliki perundak-undakan dengan anak tangga sekitar 350, kemudian ada 5 teras disekitar puncaknya. Diteras ini terdapat komposisi batuan-batuan ukuran besar.  Luas kompleks utamanya kurang lebih 900 m², terletak pada ketinggian 885 m dpl, dan areal situs ini sekitar 3 ha, menjadikannya sebagai kompleks punden berundak terbesar di Asia Tenggara.Keren bukan? Selain itu  ada juga menara pandang untuk melihat pemandangan kawasan Situs Gunung Padang, kamu bisa melihat jauh ke arah Gunung Gede-Pangrango.

Dilansir dari National Geographic “Usia piramida Gunung Padang diperkirakan 4.700-10.900 tahun sebelum Masehi—bandingkan dengan piramida Giza di Mesir, yang hanya 2.500 SM. Namun pembuktian belum maksimal, dan menyebabkan pakar geologi masih ragu terhadap piramida itu. ”  Walau begitu, Gunung Padang menjadi tempat objek wisata prasejarah yang wajib dikunjungi, setidaknya kita tahu peninggalan dari nenek moyang di zaman megalitikum (Batu Besar).

 

Baca juga:

Mengintip Air Terjun Coban Rondo di Batu

5 Tempat Wisata Murah di Semarang

 

 

Mencoba Daging Asap Se’i Sapi Lamalera di Bandung

Bandung seakan tidak pernah kehabisan kuliner dan tempat wisata, kota kembang ini sering dijadikan tempat berlibur karena jaraknya tidak terlalu jauh bagi warga Jakarta. Beragam restoran hadir di kota ini, salah satunya adalah Se’i Sapi Lamalera. Mungkin kalian bertanya-tanya resto apakah ini? namanya terasa asing.

Se’i Sapi Lamalera merupakan restoran yang menyajikan menu andalan daging sapi asap. Se’i sendiri merupakan metode pengasapan daging yang menghasilkan tekstur yang lembut dan rasa yang gurih. Metode ini berasal dari Kupang Nusa Tenggara Timur, di mana biasanya mereka mengasapkan daging babi.

Kuliner Wajib di Bandung

Nah mari kita lihat menu yang ada di Se’i Sapi Lamalera. Mereka menyajikan 3 jenis daging asap, yaitu se’i sapi, lidah asap dan se’i ayam. Berbagai rasa pun disajikan mulai dari sambal Lu’at. samba ijo, sambal matah, rica-rica hingga lada hitam. Hampir keseluruhan menu menjadi sasaran para pecinta pedas, tapi jangan khawatir bagi kamu yang tidak suka pedas untuk sambal lu’at, sambalnya bisa terpisah.

Saya sendiri mencoba se’i sapi sambal lu’at dan se’i ayam sambal rica, setelah mencoba se’i sapi untuk harus diakui dagingnya terasa lembut dan gurih, daging asap original dicocol sambal lu’at makin terasa nikmatnya, uniknya mereka menyediakan semacam sup miso. Sementara se’i ayam rasanya biasa saja, memang jika berkunjung ke sini menu yang wajib dicoba adalah se’i sapi dan lidah asap. Jadi jangan takut kalau makan daging sapi akan susah mengunyahnya, di sini dagingnya empuk.

Se’i Sapi Enak dan Murah

Sekarang bahas harganya, Se’i Sapi Lamalera tak akan menguras dompet kalian wahai anak muda, seperti yang kita lihat di menu se’i sapi ukuran reguler Rp 20.00 jumbo Rp  35.000, lidah sapi untuk ukuran reguler Rp 35.000 jumbo Rp 40.000 sementara se’i ayam paling murah ukuran regular Rp 15.000 dan jumbo Rp 25.000. Cukup terjangkau bukan?

Untuk tempatnya cukup mungil dengan desain yang ceria dan dipenuhi anak-anak muda saat mengunjunginya.  Bagi kamu yang penasaran lokasinya, Se’i Sapi Lamalera berada di perumahan, alamat lengkapnya di Jalan Bagus Rangin No. 24A, Lebakgede, Coblong, kota Bandung.Tertarik mencoba?

Baca juga:

5 Tempat Wisata Murah di Kota Semarang

Ibu kota provinsi Jawa Tengah, Semarang bisa dijadikan pilihan untuk berlibur. Kota yang terkenal dengan makanan lumpia ini memiliki banyak tempat wisata, mulai dari tempat bersejarah hingga tempat rekreasi seni. Berikut 5 tempat wisata rekomendasi di Semarang yang bisa kamu kunjungi:

Lawang Sewu

Siapa  yang tak mengenal Lawang Sewu? Gedung bersejarah yang terletak di Jalan Pemuda Sekayu, Semarang Tengah ini dahulu merupakan kantor dari NIS (Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij), Lawang Sewu dibangun pada tahun 1904 dan selesai pada 1907. Setelah kemerdekaan, Gedung yang memiliki banyak pintu ini dipakai sebagai kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) atau sekarang PT Kereta Api Indonesia.  Selain berfoto-foto kamu juga bisa melihat beragam koleksi barang antik. Untuk harga tiket lawang Sewu cukup terjangkau, yaitu Rp 10.000

Contempory Art Gallery Semarang

Jika berkunjung ke kawasan kota tua Semarang, jangan lupa mampir ke Contempory Art Gallery Semarang. Galeri seni  ini berada di Jalan Taman Srigunting No. 5-6 Jalan Letjen Suprapto, Tj. Mas, Semarang Utara.  Beragam lukisan kontemporer, foto dan patung menghiasi Galeri yang didirikan sejak 2001. Jadi bagi kamu yang ingin memperindah profile Instagram, wajib datang ke sini, buka mulai pukul 11:00 hingga 16:30, harga tiket Contempory Art Gallery Semarang Rp 10.000

Klenteng Sam Poo Kong

Berikutnya ada tempat bersejarah Kelenteng Gedung Batu Sam Po Kong Semarang yang berlokasi di Jalan Simongan No.129, Bongsari, Semarang Barat . Klenteng ini dahulu merupakan tempat persinggahan dan pendaratan pertama seorang Laksamana Tiongkok bernama Zheng He atau Cheng Ho. Bangunan bernuansa merah khas China ini dijadikan tempat peringatan, pemujaan, bersembahyang dan tempat untuk berziarah.  Tak perlu jauh-jauh ke negara tirai bambu, di sini kamu bisa berfoto layaknya di Beijing. Harga tiket masuk Klenteng Sam Poo Kong Rp 10.000

Brown Canyon Semarang

View this post on Instagram

Nemu tempat syuting Power Rangers 😎 #vsco #vscocam

A post shared by Yudi (@yudichu) on

Penasaran Grand Canyon rasa lokal? Datang ke Brown Canyon Semarang.  Di sini kamu bisa melihat pemandangan indah bukit yang sebenarnya merupakan tempat penggalian pasir dan menjadi tempat wisata karena banyak pecinta fotografi yang datang. Lokasi Brown Canyon Semarang sendiri berada  di Rowosari, Meteseh, Tembalang. Untuk mengingatkan perjalanan ke lokasi baiknya menggunakan motor atau mobil karena akses jalan yang rusak dan berdebu ditambah banyak truk lalu-lalang. Sebenarnya tidak ada pengurus tempat wisata yang resmi, namun orang sekitar memberikan tarif parkir motor Rp. 5.000, parkir mobil Rp 10.000, dan per-orang akan diminta Rp 5.000

Museum Kereta Api Ambarawa

Terakhir ada museum Kereta Api Ambarawa yang berlokasi di Jalan Stasiun No. 1, Panjang, Ambarawa Semarang. Museum yang dulunya stasiun kereta ini didirikan sebagai upaya melestarikan lokomotif uap sekaligus tempat penyimpanan koleksi kereta api kuno. Tak hanya menampilkan koleksi kereta api, di sini kamu bisa tur kereta api wisata pada akhir pekan dan tanggal merah, untuk wisata reguler kereta api diesel dikenakan biaya Rp. 50.000. Jam perjalanan kereta wisata ada 3 pilihan, pagi pukul 10:00, siang pukul 12:00 dan siang  pukul 14:00,  karena peminat dan terbatas datanglah lebih awal membeli tiketnya.

 

Foto: Tri Wahyudi

Mencicipi Pizza Yang Beda di Panties Pizza

Pernah dengar Panties Pizza? resto baru asal Solo yang menyajikan Calzone, makanan yang berbentuk pastel jumbo dan terbuat dari kulit pizza dengan isian yang beragam. Bisa dibilang pizza celana atau pizza lipat.

Karena penasaran saya  mencoba makanan ini menuju Panties Pizza, tidak harus ke Solo karena Panties Pizza sudah membuka gerainya di Jakarta, Bekasi dan Tangerang. Untuk di Jakarta mereka buka di Plaza Slipi Jaya lantai 3.

Kiri President Pizza – Kanan Chick O’ Cheese

Sesampainya di sana susasan ramai antrian mulai dari yang pesan lewat gojek maupun makan di tempat, dan dekor tempatnya pun ceria dan kekinian, pantas saja banyak anak remaja sedang mengantri.

Saya pun memesan President Pizza beef salami inside white house, namanya cukup menarik dan Chick O’ Cheese berisi cheddar chicken dan mozarella. Untuk harga pun cukup terjangkau President Pizza hanya Rp 27 ribu sementara Chick O’ Cheese Rp 33 ribu. Nah kamu bisa lihat beragam menu Panties Pizza di bawah ini

Untuk President Pizza nya lumayan namun tidak begitu terasa beef salaminya, tetapi keju tetap terasa lumerannya. Sementara untuk Chick’ O Cheese cocok bagi kamu pecinta keju, karena rasa cheddar dan mozarella sangat terasa dengan potongan daging ayam. Bagi kamu yang bosan dengan pizza loyangan Panties Pizza bisa menjadi pilihan kamu dengan lumeran keju yang menjadi andalan.

Baca juga:

Gudeg Mbah Lindu, Cita Rasa Penjajahan 

Mengintip Air Terjun Coban Rondo di Batu

Jika berkunjung ke kota Malang Jawa Timur pasti destinasi wisata yang identik adalah perkebunan apel dan museum angkut yang sedang hits itu. Tak banyak yang tahu tempat wisata yang satu ini, air terjun Coban Rondo. Air terjun ini berlokasi di kota Batu tepatnya di kecamatan Pujon.

Air terjun dengan ketinggian 84 meter ini memiliki cerita legenda dibaliknya. Legenda itu Dewi Anjarwati dari Gunung Kawi dan Raden Baron Kusumo dari Gunung Anjasmoro yang jatuh cinta dan memutuskan untuk mengikat janji dalam pernikahan.Baru beberapa hari menikah Dewi Anjarwati mengajak suaminya ke rumah orang tua mereka di Gunung Anjasmoro.Menurut tradisi Jawa kuno, pasangan pengantin baru dilarang bepergian sebelum usia pernikahan mencapai selapan. Hal ini bisa mendatangkan kesialan tetapi keduanya tetap bersikeras pergi.

Di tengah perjalanan, Dewi Anjarwati dan Raden Baron Kusumo bertemu dengan Joko Lelono. Joko terpikat kecantikan Dewi Anjarwati dan menantang Raden Baron Kusumo bertarung untuk memperebutkan Dewi Anjarwati. Sang istri diminta untuk sembunyi di balik air terjun sembari menunggu suaminya datang menjemput.Raden Baron Kusumo dan Joko Lelono tewas dalam pertarungan. Janji Raden Baron Kusumo untuk menjemput istrinya tak bisa dipenuhi. Tinggallah Dewi Anjarwati yang menjanda meratapi nasibnya di balik air terjun. Coban sendiri berarti air terjun sementara Rondo adalah janda.

Perjalanan menuju ke air terjun Coban Rondo memang cukup sulit kecuali kamu membawa kendaraan pribadi, tapi jangan sedih karena akan saya berikan tips menuju air terjun Coban Rondo dengan angkutan umum. Jika kamu dari Malang cari angkutan umum arah terminal Batu, nah dari terminal Batu naik angkot BNK bilang turun di Coban Rondo yang ada patung sapi nya, ongkosnya sekitar Rp 5.000. Kemudian dari sana kamu harus naik ojek karena kalau untuk jalan kaki sangat jauh. Untuk cari aman sebaiknya kamu menyuruh ojek menunggu agar lebih mudah pulangnya. Biaya hasil tawar menawar Rp 40.000 untuk bolak-balik.

View this post on Instagram

Maze 🏃🏻 #vsco #vscocam #maze #labyrinth

A post shared by Yudi (@yudichu) on

Untuk masuk ke wisata air terjun Coban Rondo dikenakan biaya sebesar Rp 15.000 saja, selain ada air terjun ada wisata outbond, kafe daon coklat (dancok) serta taman labirin. Ketika menuju air terjun Coban Rondo kamu akan disambut pepohonan rindang dan udara yang dingin, serta ada beberapa monyet liar jadi berhati-hati jika sedang mau makan atau ngemil.

Gudeg Mbah Lindu, Cita Rasa Penjajahan

Berkunjung ke kota Yogyakarta wajib mencoba makanan khas dari kota tersebut. Selain dikenal dengan kota pelajar, Yogyakarta dikenal juga sebagai “Kota Gudeg”, kamu bisa menemukan makan ini di setiap sudut kota Yogyakarta. Gudeg sendiri merupakan makanan yang terbuat dari nangka muda yang dimasak dengan santan, untuk menyantap gudeg biasanya disertai nasi, tahu, telur , ayam dan sambal goreng krecek.

Gudeg terkenal dengan rasanya yang manis, dan berwarna cokelat sementara untuk gudeg versi Solo, kuahnya atau santannya berwarna putih. Sedang mampir di Yogyakarta? Cobain deh Gudeg dari Mbah Lindu.

Gudeg Mbah Lindu, Cita Rasa Penjajahan

Mbah Lindu merupakan penjual gudeg paling tua hingga saat ini, ia sekarang berjualan di poskamling jalan sosrowijayan. Mbah Lindu sudah berjualan sejak zaman penjajahan Jepang. Nama Mbah Lindu mulai populer di sosial media ketika orang-orang mengunggah pengalamannnya mencoba gudeg racikan dari Mbah Lindu.

Mba Lindu menjual Gudegnya mulai dari pagi buta hingga habis dagangannya, ia berjualan ditemani oleh anak ke-5nya Ratia. Walau ditemani, Ratia hanya membantu untuk keuangan saja dan yang melayani serta mengolah dilakoni gudeg  ialah Mbah Lindu, ini supaya cita rasa asli gudeg tetap terjaga.

gudeg-mbah-lindu-cita-rasa-penjajahan-2

Penasaran dengan Gudeg Mbah Lindu, sampai lah di lokasi jualan Mbah Lindu dengan bantuan Trans Jogja dan google maps. Sudah ditebak pasti akan ramai dan mengantri, tapi untungnya tidak begitu lama akhirnya saya memesan nasi gudeg dengan telur, krecek dan ayam suwir.

Lokasi Gudeg Mbah Lindu

Lokasi di Poskamling jadi sudah jelas kita akan makan di depan Mbah Lindu berjualan dengan bangku plastik, ini pun kamu harus bergantian jika sudah kelar makan karena akan ada yang mengantri. Sebelumnya saya sudah mencoba Gudeg Yu Jum dan Gudeg Mbo Mandeg, tapi Gudeg Mba Lindu lah yang mencuri perhatian saya. Karena saya sangat suka krecek, krecek Mbah Lindu yang saya suka. Dengan ukuran kerupuk kulit yang cukup besar dan pedasnya yang pas. Disajikan dengan daun pisang, gudeg Mba Lindu pun terasa nikmatnya karena beliau tetap menggunakan resep tradisional.

Bagi yang ingin mencoba Gudeg Mbah Lindu kamu bisa menelusurinya, lokasi persis samping Grage Ramayana Hotel di Jalan Sosrowijayan. Untuk pengguna Trans Jogja turun di halte Malioboro 1, jalan ke arah Keraton 100 meter dari halte kemudian  lihat ke kanan dan cari Jalan Sosrowijayan setelah itu lurus hingga bertemu kerumunan, posisinya sebelah kiri jalan di poskamling. Selamat mencoba!

Baca juga:

Mencicipi Pizza yang Beda di Panties Pizza

Curug Pelangi, Curug yang Berbeda dari Curug Lainnya

Bandung, merupakan sebuah kota berudara sejuk yang menyimpan berjuta keindahan. Menjadi salah satu kota tujuan wisata terpopuler terutama bagi para penduduk Ibukota, Bandung memang memiliki daya tariknya tersendiri.

Apalagi belakangan ini muncul banyak sekali tempat wisata baru yang hits dan instagram-able di sini, ditambah pembenahan pada berbagai macam objek wisata Bandung di era pemerintahan Ridwan Kamil yang mampu menyedot ribuan bahkan jutaan turis tiap saat liburan tiba.

Dari beragamnya pilihan tempat wisata di Bandung, salah satu yang paling populer belakangan ini adalah Curug Pelangi. Curug yang sebenarnya bernama Curug Cimahi ini terletak di Jalan Kolonel Masturi, Bandung Barat.

Mengapa Curug Cimahi ini lebih dikenal sebagai Curug Pelangi? Hal itu dikarenakan bila kita mengunjunginya pada siang hari, kita bisa melihat pelangi sebagai hasil biasan cahaya yang menimpa percikan air.

Lantas, apa sih bedanya Curug Cimahi ini dengan curug lainnya, seperti Curug Brugbug, Curug Malela, Curug Maribaya ataupun Curug Dago hingga membuat tempat yang satu ini terkenal sebagai salah satu tempat wisata Bandung yang kekinian dan menjadi salah satu tempat liburan di Bandung yang wajib dikunjungi?

Pertama, ketika mengunjungi curug lain, biasanya kamu cuma bisa berenang atau berendam di kolam alami sambil foto-foto narsis bersama teman-teman. Namun tidak jika kamu mengunjungi tempat wisata Bandung yang satu ini.

Sensasi berbeda memandang curug dari kejauhan akan kamu dapatkan di Curug Cimahi ini. Curug Cimahi memiliki dua menara pandang atau dek untuk para pengunjung yang memungkinkan para pengunjung bisa melihat air terjun dari ketinggian.

Di dek inilah biasanya para wisatawan berfoto ria, mengambil angle terbaik untuk kemudian diunggah ke media sosial. Berlatar belakang Curug Cimahi yang hits dan pepohonan yang hijau, hasil foto kamu pasti bisa membuat orang lain berdecak kagum.

air-terjun-pelangi-curug-cimahi
source: NativeIndonesia.com

Kedua, kamu bisa berkunjung ke Curug Cimahi atau Curug Pelangi ini pada malam hari! Ya, pihak Perhutani sebagai pengelola tempat wisata memang sengaja menambahkan lampu penghias yang mampu menciptakan efek dramatis pada air terjun ketika malam hari.

Jika curug lain buka hanya dari pagi hingga sore hari, curug ini buka hingga pukul 21.00 atau pukul 9 malam. Belum pernah kan, melihat air terjun dengan pemandangan luar biasa eksoti pada malam hari karena efek lampu hias? Penasaran bagaimana indahnya? Makanya, kunjungi objek wisata Bandung yang satu ini! Kamu tidak perlu khawatir dengan harga tiket masuknya, karena harga tiket masuk tempat rekreasi cantik ini cukup terjangkau yaitu Rp 12.000 hingga Rp 15.000 saja.

Yuk, masukkan nama Curug Pelangi Bandung ke dalam list objek wisata di Bandung yang harus dikunjungi untuk liburanmu yang akan datang!

 

Penulis: Putri Rahma

Header Image: flickr.com/photos/dimasagustinus