Cara Membuat Ram-Don Jjapaguri Seperti Film Parasite

Berhasil memenangkan Best Picture dalam ajang Academy Awards, film Parasite langsung mencuri perhatian semua orang. Salah satunya adalah kuliner dalam filmnya, yaitu Ramdon atau Jjapaguri asal Korea Selatan. Ramdon kepanjangan dari ramen udon yang disantap nikmat oleh orang kaya dalam film Parasite.

Cara membuat ramdon cukup mudah, mie dengan potongan daging ini terdiri dari dua jenis mie instan. Mie instan Chapagetti dengan saus manis dan mie instan Neoguri yang pedas. Kebetulan saya penasaran bagaimana rasanya, akhirnya pun mencobanya.

Bahan-bahan Membuat Jjapaguri

cara membuat ramdon jjapguri

Saya membeli mie instan Chapagetti dan Neoguri di toko online. Awalnya mencari di Grand Lucky SCBD, namun hanya tersedia Neoguri saja sementara Chapagetti selalu habis. Oh iya jangan lupa siapkan daging tenderloin sebanyak 200 gram.

Cara Membuat Ramdon

Pertama-tama potong dadu daging tenderloin dan rebus selama 30 menit. Ini supaya empuk, nah kalian juga bisa memberikan lada dan garam sebelum merebusnya.

Setelah daging terasa matang dan empuk, lanjutkan merebus dua mie instan tersebut selama 3-5 menit, sampmatang. Siapkan bumbu sachet yang nantinya digabung. Nah karena porsinya banyak dan tidak ada mangkuk besar, jadi saya meraciknya langsung dalam teflon.

Setelah mie matang, saya buang airnya dan pindahkan mie ke saringan terlebih dahulu. Kemudian tuang semuanya bumbu sachet ke dalam teflon dan masukkan potongan daging yang sudah matang dan mienya.

Aduk rata hingga mie berubah menjadi kehitaman, ini karena bumbu dari Chapagetti. Aromanya pun sudah mulai terasa, akan lebih nikmat jika kamu menambahkan sayur. Sayangnya saya lupa untuk merebus sayur, jadi hanya mie dan potongan daging.

Setelah merata saya pun langsung melahap ramdon alias jjapaguri. Rasanya menarik, kemungkinan karena campuran manis dari bumbu dan pedas dari Neoguri. Kebetulan saya memang suka mie goreng, jadi nikmat-nikmat saja di mulut saya.

Oh iya porsinya bisa dimakan untuk 2 atau 3 orang. Walau visualnya tidak semirip di film Parasite, setidaknya rasa penasaran akan rasa mie ramdon ala film Parasite sudah terbayar. Nah kalian tertarik mencoba mie Ramdon?

Baca juga:

Review Roti Srikaya Tet Fai di Jembatan Lima

Review Restoran Raja Bali di Nusa Dua

Apa Bedanya Combro dan Misro

Apa Bedanya Combro dan Misro

Bagi pencinta jajanan nusantara pasti sudah mengenal combro dan misro? Apa sih yang membedakan jajanan pasar ini. Yuk simak perbedaannnya di bawah ini.

Apa Bedanya Combro dan Misro

Combro merupakan makanan gorengan khas dari Jawa Barat atau Sunda. Combro merupakan salah satu dari banyak makanan Sunda yang dinamai dari singkatan bahan pembuatnya.

Combro sendiri merupakan singkatan dari oncom di jero atau berarti oncom di dalam. Ini dikarenakan combro terbuat dari parutan singkong yang dibentuk bulat atau lonjong. Kemudian diisi dengan sambal oncom tambahan cabai dan digoreng.

Foto: diahdidi.com

Sementara misro adalah makanan yang juga khas dari daerah Bandung, Jawa barat. Misro kependekan dari “Amis dijero” (bahasa sunda, artinya: manis di dalam).

Bahan utama misro serupa dengan combro yaitu terbuat dari parutan singkong, perbedaannya bagian dalam diisi dengan gula merah kemudian digoreng. Sehingga rasanya manis dan gurih. Misro memiliki bentuk yang bulat dan sedikit pipih.

Nah sudah jelas bukan perbedaan combro dan misro? Kalian lebih suka yang mana nih?

Foto header: tagar.id

Baca juga:

Review Roti Srikaya Tet Fai di Jembatan Lima

3 Kuliner Wajib Coba di Surabaya

Review Restoran Raja Bali di Nusa Dua

Review Roti Srikaya Tet Fai di Jembatan Lima

Semua orang mencoba roti srikaya Tet Fai. Jika kamu bermain Twitter pasti menemukan kuliner viral roti srikaya ini. Roti dengan selai srikaya ini ramai dibicarakan warganet karena kenikmatannya.

Roti srikaya Tet Fai berlokasi di jalan krendang raya, Jembatan Lima, Jakarta Barat. Jika kamu ingin ke sana bisa menggunakan bus TransJakarta. Dikutip dari akun @drhaltekehalte, kamu bisa turun di halte bus TransJakarta Fresh Market PIK. Rute busnya Balai Kota – PIK.

Nah jika ingin kemudahan, kamu bisa pesan melalui Gofood ataupun Grabfood. Penasaran bagaimana rasanya? Yuk simak reviewnya.

Kebetulan saya memesan semua jenis roti, roti srikaya Tet Fai menyajikan tiga varian roti dengan isian selai srikaya. Roti kukus, roti panggang, dan goreng. Berapa harganya? satuannya hanya Rp 3.500. Murah meriah bukan?

Nah setelah mencoba semua varian roti di roti srikaya Tet Fai, favorit saya jatuh kepada roti kukus. Rotinya lembut dan selai srikayanya bersahabat di lidah.

Kemudian favorit kedua saya roti goreng, bentuk rotinya mirip roti hot dog. Tekstur roti goreng ini beda dari biasanya. Tidak heran, roti srikaya tet fai ramai dibicarakan warganet.

Kalian sudah coba roti srikaya Tet Fai belum? Kalau sudah, tulis pendapat kamu tentang rasanya roti srikaya khas Singkawang ini di kolom komentar.

Baca juga: Review Restoran Raja Bali di Nusa Dua

Menanti Kereta Lewat di Maeklong Railway Market

Thailand terkenal dengan mango sticky rice, Thai Tea, kuliner seafood, hingga sungainya. Namun tahukah kamu ada pasar yang berlokasi di rel kereta? Maeklong Railway Market ini berada di Samut Songkhram.

Perjalanan ke sini merupakan satu trip yang saya pesan di klook, pagi hingga siang berkunjung ke Floating Market Damnoen Saduak Thailand. Kemudian dari Damnoen Saduak dilanjutkan ke Samut Songkhra, perjalanan memakan waktu kurang lebih 20-30 menit. Nah jika dari Bangkok, 1 jam 30 menitan.

Baca juga: Cara ke Stasiun BTS Skytrain dari Bandara Don Mueang Bangkok

Menanti Kereta Lewat di Maeklong Railway Market

Sesampainya di Maeklong Railway Market kita disambut pasar di pinggiran rel kereta. Kebanyakan pedagang menjual sayuran, buah, daging, ikan, seafood, bumbu masakan, cemilan buah kering, dan masih banyak lainnya.

Jadwal kereta lewat ternyata sudah ditentukan, yaitu pukul 14:00 dan 15:00 waktu sekitar. Jadi nanti para pedangang bersiap-siap menarik payung tempat dagangannya. Oh iya sembari menunggu kalian bisa mencari makan, berfoto-foto, dan tentunya berbelanja.

Tempat Makan di Maeklong Railway Market

Kuliner salah satu yang paling dicari oleh turis saat mengunjungi Maeklong Railway Market. Banyak tempat makan atau restoran di pinggiran rel kereta. Namun sang pemandu tur menyarankan makan di Hiig, restoran satu-satunya yang ber-AC dan ada toiletnya, jika kalian kepanasan bisa mampir ke sini.

Namun jika kalian ingin mampir dan mencoba kuliner lain juga bebas. Banyak tempat makan lainnya yang menyajikan makanan lokal. Nah saat di Hiig, saat memesan Tom Yam Squid dan Thai Tea. Menu wajib banget! Sungguh tak terduga, kuah Tom Yam-nya sangat bersahabat dengan lidah. Tidak terlalu pedas, terasa pas di lidah.

Tertarik datang ke Maeklong Railway Market?

Baca juga: Berkunjung ke Floating Market Damnoen Saduak Thailand



Berkunjung ke Floating Market Damnoen Saduak Thailand

Bagi kalian yang ingin berkelana lebih dalam di Thailand, bisa coba berkunjung ke Floating Market Damnoan Saduak. Eits ini bukan floating market di Bandung ya, kalian sungguh naik perahu di kanal buatan.

Pasar apung atau Floating market Damnoen Saduak berlokasi di provinisi Ratchaburi, kira-kira 100 km dari kota Bangkok. Kebetulan saya ke sana naik bus dan memakan waktu kurang lebih 2 jam. Karena di luar Bangkok, jadi saya ikut grup tur Klook bersama peserta lainnya.

Foto: Tri Wahyudi

Cara ke Floating Market Damnoen Saduak Thailand

Biaya per orang 800 Baht atau sekitar Rp 370 ribu. Saya memilih 2 tujuan, yaitu ke floating market Damnoen Saudak dan Maeklong railway market dan ada beberapa pilihan waktu berkumpul. Peserta berkumpul dan berangkat dari Siam pukul 10:00 pagi.

Sesampainya di Floating Market Damnoen Saduak, peserta dibagi beberapa kelompok untuk naik perahu. Satu perahu berisi sekitar 6-7 orang. Kita diajak berkeliling floating market Damnoen Saduak, di sana kita bisa membeli makanan mulai dari mie tom yam, ayam bakar, babi bakar, hingga beragam sajian seafood sembari di perahu.

Eits mango sticy rice dan coconut ice cream musti coba. Selain itu, banyak pernak-pernik dan oleh-oleh untuk kamu bawa pulang. Sayangnya cukup sulit untuk belanja, karena kalian di dalam perahu takutnya terjatuh ke air. Pastikan kalian mengenakan life jacket dan memegang erat ponsel.

Foto: Tri Wahyudi

Kita diajak berkeliling kurang lebih 15-20 menit, melihat perumahan warga sekitar hingga akhirnya sampai di titik pemberhentian. Di awal saat naik perahu kalian akan dipotret, jika ingin melihat dan tertarik dengan hasil fotonnya, dihargai sebesar 150 Baht.

Tertarik ke floating market Damnoen Saduak di Thailand?

Baca juga: 5 Tempat Wisata Wajib Dikunjungi di Bangkok Thailand

Cara ke Stasiun BTS Skytrain dari Bandara Don Mueang Bangkok

Bagi kamu yang pertama kali datang ke Bangkok Thailand, tips berikut perlu kamu tahu. Sesampainya di bandara Don Mueang Bangkok dan ingin hemat menuju kota atau stasiun BTS Skytrain, kamu bisa mencoba naik bus.

Memang ada pilihan taksi dan Grab, tapi akan lebih seru jika liburan kalian penuh petulangan. Berikut cara ke stasiun BTS Skytrain dari bandara Don Mueang Bangkok.

Cara ke Stasiun BTS Skytrain dari Bandara Don Mueang Bangkok

Saat sampai di bandara Don Mueang Bangkok, cari pintu keluar arah ke tranportasi umum. Cari gate 6 dengan tulisan Bus seperti gambar di bawah ini.

Foto: Tri Wahyudi

Nah kalian keluar lewat GATE 6 ini dan temukan papan bertuliskan Bus A1, A2, A3 dan A4. Kalian pilih bus bertuliskan A1 untuk lanjut ke stasiun BTS Skytrain. Tempat menunggu bus A1 seperti gambar di bawah ini.

Foto: Tri Wahyudi

Setelah naik, lebih aman lagi kalian tanya ke kondektur dan bilang “Mo Chit Station”. Biaya bus sebesar 30 Baht dan kalian akan diberikan semacam tiket yang sudah disobek, kira-kira seperti gambar di bawah ini.

Foto: Tri Wahyudi

Nanti jika sudah sampai stasiun BTS Skytrain Mo Chit, sang kondektur akan teriak. Kalian jangan sampai lengah, sebagai jaga-jaga buka aplikasi Google maps, jika sudah mendekati Mo Chit station persiapkan diri dan koper.

Mo Chit station berada di atas, kalian bisa menggunakan tangga biasa maupun eskalator. Untuk tiket kalian bisa beli single trip ataupun menggunakan Rabbit Card. Untuk mengetahui rute-rute BTS Skytrain, kalian bisa mengunduh aplikasinya secara gratis di Google Playstore atau App store.

Baca juga: 5 Tempat Wisata Wajib Dikunjungi di Bangkok Thailand

Menyaksikan Tari Kecak di Uluwatu Temple Bali

Rasanya kurang lengkap jika berkunjung ke Bali tidak menyaksikan tari Kecak. Kecak merupakan pertunjukan dramatari seni khas Bali yang lebih utama menceritakan mengenai Ramayana dan dimainkan terutama oleh laki-laki. Nah saya akan menceritakan pengalaman menonton Tari Kecak di Uluwatu Temple.

Uluwatu temple atau Pura Luhur Uluwatu atau Pura Uluwatu merupakan pura yang berada di wilayah Desa Pecatu, Kecamatan Kuta, Badung. Lokasi ini tentu menjadi tujuan utama para turis, selain menampilkan tari Kecak di sana kamu bisa melihat pura di pinggir anjungan batu karang yang terjal dan tinggi serta menjorok ke laut.

Foto: Tri Wahyudi @yudichu

Nah untuk menonton tari kecak ini kita harus membeli tiketnya on the spot seharga Rp 100.000 per orang. Kebetulan saya menggunakan private tour half day tour dari Traveloka untuk penjemputan dari hotel menuju Uluwatu, karena cukup sulit jika harus memesan Grabcar ke sana pulang pergi.

Dalam membeli tiket tari Kecak antre panjang, dan supir dari private tour yang mewakilkan. Dan memang dari semua turis yang datang ke sana untuk pembeliannnya diwakilkan.

Sembari menunggu kamu bisa melihat pemandangan laut lepas dari tembok-tembok Uluwatu ini. Desiran ombak dan terikanya matahari, jam terbaik tiba di sana pukul 16:00. Kamu berkeliling kemudian dilanjutkan menonton pertunjukkan tari Kecak, gate dibuka pukul 17:00. 

Foto: Tri Wahyudi @yudichu

Pastikan sebelum pukul 17:00 kalian sudah  mengantre tiket, karena sangat ramai. Ketika gate dibuka usahakan langsung masuk, karena kalian harus mencari tempat duduk terbaik menyaksikan tari Kecak, sekaligus pemandangan sunset. Tentunya saat mendapatkan view yang ciamik, walau harus sabar karena pukul 17:00 sinar matahari masih terik. 

Tari Kecak dimulai pukul 18:00, diawali dengan  menyalakan api kemudian seekitar 30an pria mulai menari dengan mengelilingi api tersebut. Oh iya kita diberikan selembaran sinopsis cerita  rama dan sinta dalam tari kecakyang disajikan.

Selagi menyaksikan tari Kecak, kalian akan disuguhkan pemandangan matahari terbenam yang sangat indah. Sunset yang begitu memukau akan membuaat kalian bergegas mengabadikannya di kamera atau ponsel. 

Foto Tri Wahyudi @yudichu

Tari Kecak yang ditampilkan pun mencuri perhatian penonton. Setelah 30 menit, ada tarian api juga, kemudian para penari pun mencoba berinteraksi dengan penonton. Salah satunya karakter Hanoman yang jenaka, ia lompat lincah ke kerumunan penonton. Belum lagi karakter jahat yang mengajak salah satu penonton maju ke depan untuk menari. 

Sayangnya untuk kapasitas penonton tidak diperhatikan, saat kemarin ke sana penonton cukup membludak hingga mereka duduk di pelataran, bahkan di pinggir dan pintu masuk penari. Beberapa penari ada yang menabrak penonton dan sulit untuk keluar. 

Bagaimana, apa kah kalian tertarik menyaksikan tari Kecak dengan balutan sunset yang indah di Uluwatu?

Baca juga: Sehari Bertualang di GWK Bali

Sehari Bertualang di GWK Bali

GWK (Garuda Wisnu Kencana) merupakan taman wisata yang berlokasi di selatan Bali, desa Ungasan, kabupaten Badung. GWK terkenal dengan patung raksasa dewa Wisnu menunggangi Garuda setinggi 120 meter. GWK menjadi landmark Bali karena terlihat dari mana pun.

Cara Menuju GWK Bali

Untuk menuju GWK Bali kamu bisa menggunakan GrabCar atau menyewa motor dan menggunakan google maps untuk menelusurinya. Untuk Grabcar, di daerah wisata Bali akan dikenakan biaya lebih besar dari biasanya. Ini dikarenakan Grab sudah bekerja sama dengan desa adat dan supir-supir sekitar. Memesan Gocar cukup sulit di daerah sana.

Harga Tiket Masuk GWK Bali

Sesampainya di sana, kita harus naik bus yang disediakan mereka menuju gate atau ticket box. Pembelian tiket bisa online ataupun langsung di tempat. Harga tiket masuk GWK Bali yaitu Rp 125.000 per orang. Nah jika ingin menaiki GWK statue shuttle dikenakan Rp 30.000 per orang, shuttle ini dari gate menuju GWK statue, kemudian dari GWK statue menuju festival park.

GWK Statue – Foto: Tri Wahyudi @yudichu

Tujuan utama GWK Bali kalian diajak ke GWK statu, patung dewa Wisnu menunggangi Garuda. Kamu bisa foto-foto di depan patung raksasa ini, ketika masuk ke dalamnya ada foto sejarah pembuatannya. Nah untuk naik ke atas GWK statue kamu dikenakan biaya tambahan Rp 150.000, dan tidak boleh membawa camera ataupun ponsel pintar.

Setelah itu kamu menuju Festival Park. Area outdoor terbesar di GWK ini menampilkan tembok kapur raksasa, dengan backgroudn patung raksasa Wisnu wajib berfoto-foto di sini. Di sebelahnya kamu akan menemukan Lotus Pond, merupakan sambungan area outdoor kamu bisa bermain segway atau scooter di sini. Setiap sorenya akan ada parade di sini.

Festival Park – Foto: Tri Wahyudi @yudichu

Dari Lotus Pond kamu akan menemukan Peace of Memorial Statue, sebrangnya ada tangga menuju Plaza Garuda. Setelah itu kamu akan digiring ke Plaza Wisnu dan Plaza Kura-Kura. Di sana ada kolam, kamu bisa melempar koin dan make a wish.

Baca juga: Serunya Berkunjung ke Saung Angklung Udjo Bandung

Menyaksikan Penampilan Budaya di GWK Bali

Bagi kamu yang ini menyaksikan beragam tarian khas Bali segera meluncur ke Amphitheater. Mulai dari Balinese dance, Barong Keris dance, Garuda Wisnu ballet, Nusantara dance, dan di sorenya akan ada Kecak Garuda Wisnu.

Bagi kalian yang membawa anak-anak bisa mampir ke Garuda Cinema yang akan menampilkan film animasi berjudul “The Adventure of Garuda Cilik”, film ini dimulai pukul 11:00 pagi dan berdurasi selama 30 menit.

Amphitheater – Foto: Tri Wahyudi @yudichu

Nah bagi kamu yang menanti parade harus bersabar hingga pukul 16:00. Parade ini akan berlangsung di Plaza Wisnu, Plaza Garuda, Lotus Pond, dan Festival Park.

Restoran di GWK Bali

Kelaparan? Jangan khawatir ada banyak tempat makan di GWK Bali. Kamu bisa ke Beranda, restoran all you can eat, kemudian Indraloka Garden, dan Jendela Bali. Untuk penukaran welcome drink, kalian digiring ke Jendela Bali.

Jendela Bali – Foto: Tri Wahyudi @yudichu

Saya pun makan di Jendela Bali. Makanan khas Bali yang saya coba yaitu ayam bakar bumbu bali dan nasi bukit Jendela Bali, rasanya pun enak dan harganya muali dari 70 ribuan. Nah bagi kamu yang ingin menghemat bisa makan di area Foodcourt.

Baca juga: Review Restoran Raja Bali di Nusa Dua

Review Restoran Raja Bali di Nusa Dua

Bagi kamu yang sedang di daerah Nusa Dua Bali, wajib mencoba restoran Raja Bali. Restoran yang menyajikan menu-menu khas Bali ini mendapatkan banyak ulasan baik di internet. Salah satunya di situs Tripadvisor, resto ini mendapat nilai 5 sempurna. Penasaran? Simak review dari kita. 

Alamat restoran Raja Bali berlokasi di main gate Nusadua no 2, Nusadua Bali. Lokasinya persis di pinggir jalan sebelum main gate atau gapura Nusadua. Kamu bisa menggunakan Grabcar, taxi, ataupun ojek online.

Sesampainya di sana disambut ramah oleh para staff, yang kebanyakan pengunjung adalah turis asing. Walau begitu, staff tetap ramah kepada turis lokal seperti saya, tidak seperti restoran pada umumnya yang angkuh ke turis lokal.

Saya pun memesan menu khas dari restoran Raja Bali, yaitu Balinese Rijsttafel untuk porsi dua orang. Menu ini menyajikan banyak variasi, mulai dari appetizer, sup, main dishes, hingga dessert.

Baca juga: Serunya Berkunjung ke Saung Angklung Udjo Bandung

Menu Balinese Rijsttafel di Raja Bali

Nah mari kita review menu Balinese Rijsttafel di Raja Bali Nusa Dua. Di awal kita akan diberi kerupuk sembari menunggu, kemudian munculnya menu appetizer yang berisikan sate lilit bali dari ikan dan ayam sambal matah. Rasanya? Enak dan tidak sabar menyantap menu berikutnya.

Foto: Tri Wahyudi @yudichu

Saat memesan menu, staff pun bertanya apakah ingin menu yang pedas atau tidak dan menanyakan apakah kita ada alergi atau tidak. Ini dikarenakan menu paketan ada seafood, sehingga mereka konfirmasi terlebih dahulu.

Selanjutnya sup, ada dua pilihan yaitu kuah kalung babi dan sup ikan. Karena rekan saya tidak makan babi, akhirnya memilih sup ikan. Sup ikan hadir dengan kuah bening dan tomato, rasanya lumayan enak.

Nah yang dinanti-nanti adalah main dishes. Dibawakan oleh nampan besar berisi mangkuk-mangkuk kecil. Staff-nya pun menjelaskan setiap makanan yang ada di nampan besar itu.

Review Restoran Raja Bali di Nusa Dua

Pertama ada dua pilihan nasi yaitu nasi kuning dan nasi putih. Untuk lauk ada babi kecap, namun diganti ikan curry. Kemudian ada be sampi menyatnyat yaitu rendang khas Bali, lawar cumi yaitu cumi suwir dengan potongan kacang panjang, ayam curry, sayuran dengan kuah curry, ikan mahi-mahi bakar, udang bakar, dan pepes ayam.

Foto: Tri Wahyudi @yudichu

Untuk bumbu taburan ada kacang, kelapa gongseng, sambal matah dan kecap. Nah yang paling mencuri perhatian tentunya rendang khas Bali. Karena memesan tidak pedas, rasanya mirip dengan gudeg tapi tetap enak, Kemudian udangnya bakarnya enaknya sekali.

Pepes ayamnya pun menggoda, mahi-mahi bakarnya enak juga. Kalian harus sering-sering makan ikan ya!. Sambal matahnya juara, tidak terlalu pedas dan terasa pas. Setelah usai makan besar, kita akan disajikan dessert.

Untuk dessert kamu akan mrncoba kue khas bali, seperti kue labu, telur dadar, dan lopis. Untuk telur dadar dan lopis sepertinya khas Indonesia ya. Kemudian bubur injin yang berisi ketan hitam, dan buah- buahan segar yang berisi semangka dan pepaya.

Foto: Tri Wahyudi @yudichu

Sekarang bahas harga dari Balinese Rijsttafel ini adalah Rp 490.000 untuk dua orang. Di sana juga menyajikan menu bebek atau ayam betutu khas Bali, kalian harus coba. Untuk minuman mereka men yajikan beragam minuman alkohol dan non-alkohol.

Suasana restoran Raja Bali yang cozy membuat pengunjung betah, oh iya untuk di outdoor, staff akan memberikan obat nyamuk semprot atau oles dan juga detol pembersih tangan.

Terakhir, selain para staff yang super ramah dan tidak pilih kasih antara turis asing dan lokal. Mereka sangat fasih berbahasa Inggris, saya sangat senang mendengar mereka menjelaskan setiap menu dengan ciamik. Bahkan saat menjelaskan menu ke meja saya dengan bahasa Indonesia agak kaku karena terbiasa menjelaskan dengan bahasa Inggris.

Seperti itu lah review restoran Raja Bali dari saya, walau harganya cukup mahal tapi pelayanan dan rasa makannya sepadan. Tertarik mencoba?

Baca juga: 3 Kuliner Wajib Coba di Surabaya

Serunya Berkunjung ke Saung Angklung Udjo Bandung

Ingin mencoba bermain Angklung? Nah tempat wisata satu ini wajib kunjungi. Saung Angklung Udjo (SAU) merupakan sanggar tempat pertunjukkan seni, laboratorium pendidikan sekaligus objek wisata budaya khas Jawa Barat.

Saung Angklung Udjo beralamat di jalan Padasuka No.118, Pasirlayung. Harga tiket masuk untuk weekdays warga Indonesia Rp 70.000 dan turis asing Rp 110.000, sementara untuk weekend warga Indonesia Rp 75.000 dan turis asing Rp 120.000.

Saung Angklung Udjo Bandung

Nah untuk weekdays mereka tampil pukul 15:30, sementara di hari Sabtu pukul 13:00 dan 15:30, dan di hari Minggu pukul 10:00 dan 15.30.

Di awal penampilan, sang host menyapa para penonton. Saya kebetulan datang di hari Sabtu, sehingga pengunjung Saung Angklung Udjo sangat ramai oleh turis lokal dan turis mancanegara.

Demonstrasi Wayang Golek

Kemudian acara pertama kita dihibur dengan penampilan demonstrasi Wayang Golek. Di tanah Sunda, acara ini bisasaya dipentaska saat upacara adat. Nah pementasan wayan golek ini biasanya berlangsung lebih dari 7 jam. Tenang, di Saung Angklung Udjo hanya menampilkan demonstrasinya.

Kita melihat peragaan bagaimana wayang berbicara, menari dan berkelahi. Selain itu ada informasi baru yang saya dapat, wayang yang baik selalu diletakkan di sisi kanan dan yang baik di sisi kiri.

Baca juga: Sehari Bertualang di GWK Bali

Helaran

Acara kedua yaitu Helaran. Acara ini biasanya diadakan saat upacara tradisional khitanan atau sunatan. Angklung yang digunakan bernada Salendro/Pentatonis.

Pada bagian Helaran dimeriahkan anak-anak kecil yang bermian angklung dengan nada riang gembira. Ada satu anak kecil yang diarak-arak keliling kampung. Anak yang sedang dikhitan dianggap raja sehari.

Tari Topeng

Acara ketiga ada tari topeng yang hadirkan dua murid dari Saung Angklung Udjo. Tarian terdiri atas dua babak, tanpa topeng dan dengan topeng. Mendapatkan ilmu baru, topeng yang dipakai tidak memakai karet atau apapun melainkan harus digigit oleh sang penari agar tidak jatuh.

Baca juga: Review Restoran Raja Bali di Nusa Dua

Angklung Mini

Berikutnya kita melihat penampilan angklung-angklung berukuran minimalis. Anak-anak kecil kompak memainkan angklung dan mengajak penonton menyanyikan lagu anak-anak yang populer di banyak negara. Lagu tersebut yaitu “Melati Kenanga”, dan “The Song of Do Re Mi”.

Arumba

Selanjutnya ada Arumba. Arumba merupakan alat musik tradisional yang terbuat dari bambu bertangga nada diatonis, dengan tetap menghasilkan nada harmonis. Arumba merupakan singkatan dari A untuk Alunan, Rum untuk Rumpunm dan Ba untuk Bambu.

Angklung Massal Nusantara

Angklung massal nusantara merupakan miniatur kebudayaan yang ada di Indonesia, ditampilkan oleh murid-murid Saung Angklung Udjo senior dan junior. Serunya sesi ini menyajikan lagu adat serta pakaian adat dari berbagai daerah.

Bermain Angklung Bersama

Nah acara ini tentu yang paling dinanti semua orang. Pengunjung diajak bermain angklung bersama, setiap orang mendapat satu angklung yang masing-masing memiliki Do, Re, Mi, Fa, Sol, La, Si, Do.

Kebetulan saya mendapatkan nada Do, dalam sebuah lagu nada Do ini sungguh jarang muncul kecuali di awal dan di akhir. Alhasil saya harus bersabar menanti-nanti menggetarkan angklung.

Sang host pun mengajak pengunjung memainkan lagu dengan mengisyaratkan not lagu dengan kepalan tangan. Kita harus mengingat angklung yang kita dapat not lagu apa. Kemarin pengunjung diajak memainkan lagu “Tanah Air”, “Que será, será”, dan “Can’t Help Falling in Love”.

Angklung Orkestra

Kini angklung sering dimainkan sebagai sebuah orkestra dan dikombinasikan dengan permainan alat musik seperti gitar, perkusi dan lain-lain. Mereka menampilkan lagu-lagu daerah dari nusantara serta tarian daerah. Sungguh meriah dan seru, sangat cocok untuk keluarga yang membawa anak-anak mengenalkan lagu daerah.

Menari Bersama

Di akhir acara para pengunjung diajak ke depan oleh anak-anak untuk menari bersama. Sambari menari, pengunjung diajak menyanyikan lagu-lagu “Halo Halo Bandung”, “Anak Kambing Saya”, dan “Rasa Sayange”.

Nah gimana dengan rangkaian seluruh acara di Saung Angklung Udjo? Seru kan? Kita diajak mengenal lebih dalam Angklung, memainkannya dan mengobati rindu akan lagu-lagu anak dan daerah yang sekarang sudah jarang dimainkan. Tertarik datang?

Baca juga: Pengalaman Menonton Jazz Gunung Bromo 2019